;
Kategori

Ekonomi

( 40487 )

Grab dan OVO Hadirkan Layanan Drive-Thru ETP di Solo

01 Jul 2022

Grab dan OVO meluncurkan layanan publik drive-thru Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) untuk tiga layanan pembayaran sekaligus bagi masyarakat Kota Surakarta (Solo), Jawa tengah, yakni Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Perumda Air Minum (PAM). Layanan itu dihadirkan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui elektronifikasi infratsrtuktur pembayaran. Apalagi, hasil riset OVO diseluruh Indonesia menunjukkan, mayoritas masyarakat, sebanyak 73%, masih melaksanakan pembayaran pajak, baik PKB,PBB, dan PDAM dengan datang secara langsung ke loket terdekat. "Ini adalagi satu layanan Drive-Thru. Intinya untuk mempermudah warga melakukan transaksi perpajakan dan lain-lain terutama untuk notice pajak kendaraan bermotor serta  membayar online PBB dan PDAM. Penambahan lokasi dan layanan masih akan kita bicarakan kedepannya," ujar Gibran, dalam pernyataannya, Kamis (30/6). (Yetede)

Semester I, Emisi Obligasi Korporasi Melonjak 75%

01 Jul 2022

Nilai emisi obligasi korporasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak 75,5% menjadi Rp 69,2 triliun pada semester I-2022 dibanding periode sama tahun lalu Rp39,43 triliun. Emisi surat utang tersebut berpotensi terus bertambah menjadi Rp120 triliun hingga akhir tahun lalu. Berdasarkan data BEI sebanyak 41 emiten menerbitkan obligasi dan sukuk pada Januari-Juni 2022 dengan nilai Rp69,2 triliun dari 28 emiten. Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe menjelaskan, potensi penerbitan obligasi korporasi pada tahun ini masih cukup atraktif dan besar. Terlebih dengan adanya jatuh tempo obligasi sejumlah Rp137 triliun. Amir memperkirakan, emisi obligasi bisa mencapai Rp120 triliun hingga akhir tahun ini, naik 14,72% dari tahun lalu Rp104,6 triliun. "Jumlah ini bisa dibilang cukup variatif, dengan mempertimbangkan situasinya yang cukup volatile. Disisi lain, emitien yang memiliki rating AAA dan fundamental yang baik, masih belum membutuhkan belanja modal besar pada tahun ini, sehingga suplai obligasi agak terbatas," jelas dia. (Yetede)

Rusia Mulai Kirim Gandum dari Pelabuhan Ukraina

01 Jul 2022

Rusia pada Kamis (30/6)  mulai mengirim gandum dari wilayah  penduduk  Ukraina. Menurut laporan, sebanyak 7.000 ton biji-bijian sereal itu diangkut dengan sebuah kapal yang berlayar dari Pelabuhan Berdayansk di Ukraina. Pemerintah Ukraina sendiri selama berminggu-minggu telah menuding Rusia dan para sekutunya mencuri biji-bijian dari Ukraina selatan sehingga berkontribusi pada kekurangan pangan global, karena ekspor biji-bijian yang terhalang dari Pelabuhan Ukraina. "Sampai sekarang pengiriman telah diangkut melalui darat," demikian disampaikan otoritas Kyiv, yang dilansir AFP.  Kapal-kapal laut hitam Rusia, lanjut ia, telah memastikan keamanan ribuan ton biji-bijian itu. Ia juga memastikan keamanan ranjau di pelabuhan Ukraina telah disingkirkan. Namun tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Balitsky mengenai tujuan akhir  kargo tersebut. Berdyansk adalah kota pelabuhan di pantai utara Laut Azow, di wilayah Zaporizhia, bagian tenggara Ukraina. (Yetede)

Buyar Target Imunisasi Dasar

01 Jul 2022

Pemerintah akan menggenjot pemberian imunisasi dasar kepada bayi pada tahun ini. Upaya tersebut dilakukan karena cakupan imunisasi  pada bayi tidak pernah mencapai target dalam dua tahun terakhir. Cakupan imunisasi hanya mentok diangka 84%, padahal target pada 2020 adalah 92% dan 93% pada 2021. Sementara itu, pada 2019, dari target 93,2%, cakupan imunisasi justru mencapai 93,7%. Pelaksana tugas Direktur Pengelola Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prime Yosephine, mengatakan PPKM selama penanganan pandemi Covid-19 memang memberikan dampak atas capaian imunisasi terhadap bayi. Pemberian imunisasi di pos pelayanan terpadi (Posyandu) tidak bisa dijalankan.  Dengan alasan itu Kementerian Kesehatan pada tahun ini hanya menetapkan 90% untuk imunisasi dasar "Kami bersikap realistis karena sekarang masih dalam situasi pandemi," ujar Prima,kemarin. (Yetede)

Cegah Sebaran PMK, Hewan Ternak Kena Lockdown

01 Jul 2022

Pemerintah nampaknya gagal menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang makin meruyak dan memantik kekhawatiran. Sebab, wabah ini sudah menyerang hewan ternak hingga 19 provinsi. Celakanya, wabah ini menyerang jelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022 ini. Saat perayaan umat Islam ini, masyarakat membutuhkan pasokan hewan ternak sapi, kambing dan domba. Berbulan-bulan tanpa penanganan dan hasil yang jelas, pemerintah akhirnya mengambil tindakan. Pertama, membentuk Satgas Penanganan PMK di tingkat Nasional. Kedua, pemerintah akan memberikan ganti rugi Rp 10 juta bagi hewan ternak yang harus dimusnahkan karena PMK. Ketiga, pemerintah melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak alias lockdown lewat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Mulut dan Kuku (PMK) yan diteken oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limbo per 25 Juni 2022 kemarin. Pengamat Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi menilai efek lockdown akan membuat pasokan berlebih daging sapi di 8 provinsi sentra peternakan. Efeknya, harga daging di wilayah itu jatuh.

Hutang Jumbo Grup Titan Hantui Industri Finansial

01 Jul 2022

Sejumlah bank dan institusi keuangan di dalam negeri tengah waswas. Mereka tengah dihantaui besarnya eksposur kredit bernilai jumbo ke Titan Infra Energy Group. Berdasarkan data yang diperoleh KONTAN, per 30 September 2020, nilai utang Titan Group mencapai sekitar Rp 12,14 triliun dan US$ 837 juta. Dari total utang tersebut, sejumlah bank sudah memasukkan kredit Titan di kategori macet. Seperti fasilitas kredit sindikasi senilai US$ 450 juta yang dikucurkan pada 28 Agustus 2018 dari Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, dan Credit Suisse AG cabang Singapura.

Menkeu Sebut Subsidi Energi Dinikmati Orang Kaya

01 Jul 2022

Pemerintah tombok hingga Rp 520 triliun agar harga Pertalite, liquefied petroleum gas (LPG), dan listrik tidak naik saat harga komoditas melonjak. Dana sekitar Rp 520 triliun tersebut dianggarkan untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi. Semula, pemerintah hanya menganggarkan Rp 152,5 triliun sepanjang 2022. Namun sayangnya, subsidi tersebut justru tidak dinikmati oleh masyarakat rentan dan kurang mampu, melainkan dinikmati oleh masyarakat golongan kaya. Sehingga penyaluran subsidi di nilai tidak tepat sasaran.


Inilah Saham Pilihan Kuartal Tiga 2022

01 Jul 2022

Bursa saham berfluktuasi di akhir semester pertama 2022. Kondisi ini tampak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melandai dalam tiga bulan terakhir. IHSG bahkan memerah empat hari beruntun di pekan terakhir bulan Juni ini, dan ditutup pada posisi 6.911,58. Sedangkan dari sisi pergerakan saham, pada periode kuartal I dan kuartal II ada rotasi sektoral meski relatif terbatas. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, pergerakan tersebut tak lepas dari efek global lonjakan harga komoditas. Sedangkan dari dalam negeri, pengendalian pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi menjadi hal yang krusial Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menjagokan sektor barang konsumsi primer, komoditas, komunikasi, dan perbankan. Saham pilihan yang bisa diperhatikan adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PTBA, dan INCO. "Untuk kuartal ketiga, saham-saham large cap dan defensive bisa dicermati. Sedangkan komoditas masih akan tetap bergerak sesuai gejolak geopolitik," ujarnya.


Bank Sinarmas Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

01 Jul 2022

PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berencana meliris obligasi subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022, dengan jumlah pokok Rp500 miliar. Surat utang ini memiliki tingkat bunga sebesar 6,50% per tahun dengan tenor 5 tahun sejak tanggal emisi. Surat utang ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi subordinasi I Bank Sinarmas senilai Rp 3 triliun.

Argon Group Bangun Pabrik Alat Kesehatan

01 Jul 2022

Distributor produk farmasi dan alat kesehatan, PT Medela Potentia yang dikenal dengan Argon Group, terus menggelar ekspansi bisnis di sepanjang tahun 2022. Mereka akan membangun pabrik manufaktur alat kesehatan. Pada 2020 silam, Argon Group mendirikan PT Deca Metric Medica sebagai produsen alat kesehatan. Langkah mendirikan perusahaan ini bertujuan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan alat-alat kesehatan buatan dalam negeri. "Saat ini 90% alat kesehatan di Indonesia diimpor dari luar negeri. Bahkan, masker saja di awal pandemi Covid-19 lalu masih banyak yang diimpor," ungkap Presiden Direktur Argon Group, Krestijanto Pandji ketika ditemui KONTAN, Kamis (30/6). Salah satu produk alat kesehatan yang akan menjadi fokus untuk diproduksi Argon Group adalah kain kasa dan pembalut luka.