;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Tantangan RI Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi

19 Mar 2025

Selama 30 tahun terakhir, Indonesia terjebak dalam middle-income trap (MIT), dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan PDB per kapita yang masih rendah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa meskipun Indonesia mengalami era bonus demografi sejak 2015, di mana 76,48% dari total populasi Indonesia berada dalam usia produktif, sektor informal yang dominan menjadi penghambat utama kemajuan. Pada 2024, lebih dari setengah angkatan kerja Indonesia (55,35%) bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan tanpa perlindungan sosial, yang sulit untuk dipajaki.

Meskipun Indonesia memiliki potensi untuk keluar dari MIT, kenyataannya Indonesia harus memperhatikan pelajaran dari negara seperti Brasil dan Korea Selatan. Brasil gagal memanfaatkan bonus demografi karena ketergantungannya pada industri pengolahan bernilai tambah rendah yang berorientasi pada komoditas ekspor. Sebaliknya, Korea Selatan berhasil bertransisi menjadi negara dengan pendapatan tinggi melalui investasi besar di sektor industri bernilai tambah tinggi, pendidikan, dan riset teknologi. Pendekatan Korsel, yang memaksimalkan penerimaan pajak untuk menarik investasi asing dan meningkatkan kualitas SDM, terbukti berhasil.

Untuk keluar dari MIT, Indonesia harus menghindari deindustrialisasi prematur dan fokus pada pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci, karena tanpa SDM yang terampil, bonus demografi yang ada bisa sia-sia. Indonesia kini berada di persimpangan jalan; jika dapat memanfaatkan bonus demografi dengan cara yang mirip dengan Korea Selatan, Indonesia berpotensi keluar dari MIT, tetapi jika gagal, Indonesia bisa terperangkap seperti Brasil.


Kemendag Rutin Pantau Pasar untuk Stabilitas Harga

19 Mar 2025

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan bahwa harga kebutuhan pangan pokok di pasar tetap terjangkau menjelang Lebaran. Menurutnya, meskipun ada fluktuasi harga, terutama untuk cabai rawit yang mencapai harga tinggi, pemerintah terus melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan Satgas Pangan serta pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga. Dalam kunjungannya ke Pasar Senen, Jakarta, Budi mencatat bahwa harga daging sapi, ayam, telur, beras, dan minyak goreng masih sesuai dengan harga acuan nasional.

Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan, seperti cabai rawit yang disebabkan oleh faktor cuaca. Meski demikian, Budi optimis harga cabai akan turun seiring dengan distribusi dari sentra pemasok di Kediri, Jawa Timur. Dalam upaya menstabilkan harga pangan menjelang Lebaran, pemerintah juga melaksanakan operasi pasar subsidi (Opadi) di Jawa Barat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, berharap bahwa Opadi ini dapat meredam lonjakan harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama mereka yang berpendapatan rendah.

Keseluruhan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan melalui pemantauan yang ketat dan berbagai kebijakan intervensi pasar, guna memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjelang Lebaran.


Stimulus Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pasar Saham

19 Mar 2025
Pasar saham Indonesia mengalami tekanan berat dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 5%, memicu trading halt untuk pertama kalinya sejak krisis pandemi Covid-19. Pada perdagangan Selasa (18/3), IHSG sempat jatuh 7% ke level 6.084, sebelum akhirnya ditutup di 6.223,38 dengan penurunan 3,84%, yang merupakan level terendah sepanjang tahun.

Berbeda dari krisis sebelumnya, kejatuhan IHSG kali ini terjadi di tengah penguatan bursa regional dan global, menandakan bahwa faktor domestik menjadi penyebab utama. Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, menyebut bahwa rendahnya optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia menjadi pemicu aksi jual besar-besaran. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti pemangkasan anggaran, pembentukan Danantara, serta Koperasi Merah Putih menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Rumor pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani, meskipun telah dibantah, semakin memperburuk sentimen pasar. Untuk menenangkan kondisi, DPR melalui Ketua Komisi XI, Misbakhun, mendatangi BEI untuk memberikan dukungan, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji mengeluarkan stimulus guna meredam volatilitas perdagangan saham.

Menurut Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, kondisi pasar semakin diperburuk oleh defisit anggaran, turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), serta pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh OECD dari 5,2% menjadi 4,9%. Hal ini membuat institusi asing seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia.

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menyoroti bahwa pemerintah Indonesia perlu belajar dari China, yang telah mengeluarkan paket stimulus untuk menopang pasar saham. Sementara itu, Erwin Supandi, Head of Equities Retail Henan Putihrai Sekuritas, menilai kondisi saat ini bisa lebih buruk dibandingkan saat pandemi Covid-19.

Secara teknikal, support IHSG berada di level 5.880 hingga 6.000, dan jika level ini ditembus, tekanan terhadap IHSG berpotensi semakin kuat. Untuk mengatasi situasi ini, dibutuhkan langkah konkret dari regulator dan pemerintah agar pasar saham Indonesia lebih stabil dan kondusif.

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI di Bawah 5%

19 Mar 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan tidak mencapai target dan bahkan bisa turun di bawah 5%, sejalan dengan perlambatan ekonomi global. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,9%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 5,2%. Bahkan untuk 2026, proyeksi ekonomi Indonesia hanya 5%, lebih rendah dari target dalam RPJMN yang sebesar 6,3%.

Perlambatan ini terjadi di banyak negara, termasuk China, yang diperkirakan hanya tumbuh 4,8% pada 2025, serta Amerika Serikat dan Uni Eropa yang juga mengalami penurunan proyeksi ekonomi. Faktor global seperti ketidakpastian geopolitik, hambatan perdagangan, dan kebijakan yang membebani investasi serta konsumsi turut memengaruhi ekonomi Indonesia.

Kepala Makroekonomi dan Keuangan Indef, Muhammad Rizal Taufikurahman, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,8% hingga 5%, lebih rendah dari target pemerintah. Menurutnya, tantangan domestik seperti reformasi struktural, efektivitas belanja pemerintah, dan kebijakan fiskal serta moneter masih menjadi hambatan. Selain itu, daya beli masyarakat yang melemah, PHK yang meningkat, serta minimnya penyerapan tenaga kerja di industri padat karya semakin memperberat kondisi ekonomi nasional.

APBN juga mencatat defisit Rp 31,2 triliun per Februari 2025, yang menunjukkan adanya tekanan pada kebijakan fiskal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan fundamental ekonomi domestik agar Indonesia bisa mencapai pertumbuhan yang lebih stabil di tengah ketidakpastian global.

Kenaikan Harga CPO Jadi Momentum bagi Industri

19 Mar 2025
Kinerja PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) diprediksi akan terdorong oleh kenaikan harga crude palm oil (CPO) global, yang bisa mencapai RM 4.350 per metrik ton akibat pasokan yang terbatas. Analis Trimegah Sekuritas, Kharel Devin Fielim, menilai selain harga CPO yang lebih tinggi, DSNG juga diuntungkan oleh produktivitas tandan buah segar (TBS) yang meningkat serta biaya produksi yang stabil.

Kharel memperkirakan bahwa produksi CPO Indonesia dan Malaysia pada 2025 akan tumbuh moderat masing-masing sebesar 1,7% dan 1,1% yoy, terutama karena banyaknya pohon kelapa sawit yang menua. Permintaan CPO juga meningkat berkat program Biodiesel B40 yang mulai berjalan pada Januari 2025, dengan potensi konsumsi minyak sawit domestik mencapai 22 juta ton tahun ini.

Analis Ciptadana Sekuritas, Yasmin Soulisa, memperkirakan bahwa harga CPO global akan terus naik, mencapai rata-rata RM 4.500 per ton pada 2025. Kenaikan ini didorong oleh persediaan CPO Malaysia yang semakin ketat, turun 21,8% yoy menjadi 1,58 juta ton pada Januari 2025. Selain itu, curah hujan yang tinggi di awal tahun bisa mengganggu penyerbukan kelapa sawit, yang berpotensi menekan produksi.

Namun, Ciptadana Sekuritas merevisi estimasi pendapatan DSNG ke bawah untuk periode 2025-2026 karena potensi lemahnya produksi. Di sisi lain, DSNG berhasil mengamankan pengadaan pupuk dengan kenaikan harga hanya 5%, yang dapat membantu menekan biaya operasional.

Meski begitu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, masih bersikap wait and see terhadap DSNG karena kenaikan permintaan sawit domestik belum signifikan, sementara pasar saham sedang tertekan akibat turunnya IHSG. Direktur Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, menegaskan bahwa keberhasilan DSNG tergantung pada kemampuannya memanfaatkan momentum kenaikan harga CPO untuk memperluas pangsa pasar.

Dari sisi investasi, para analis tetap optimistis. Reza menyarankan buy DSNG dengan target harga Rp 850, Kharel merekomendasikan Rp 1.020, dan Yasmin menargetkan Rp 960 per saham, meskipun direvisi lebih rendah dari sebelumnya.

Pasar Lesu, Imbal Hasil Investasi Dana Pensiun Menurun

19 Mar 2025
Lesunya pasar modal di awal 2025 berdampak pada penurunan kinerja investasi industri dana pensiun (dapen). Data OJK mencatat return on investment (ROI) dapen turun menjadi 0,52% pada Januari 2025, dari 0,61% di tahun sebelumnya. Kondisi ini diperburuk oleh pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah turun 12,1% sejak awal tahun.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA, Budi Sutrisno, mengakui bahwa return investasi dapen ikut terkoreksi, hanya mencapai 0,48% hingga Februari 2025 akibat tekanan di pasar saham dan obligasi. Namun, ia menegaskan bahwa alokasi investasi yang berimbang pada instrumen rendah risiko, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito, tetap menjaga stabilitas kinerja.

Meski pasar masih dipenuhi sentimen negatif, Budi menilai prospek investasi dapen tetap positif dengan harapan adanya penurunan suku bunga lanjutan dan meredanya ketidakstabilan geopolitik. Dana Pensiun BCA berencana memanfaatkan momentum pasar dengan menambah porsi investasi pada instrumen undervalued, seperti SBN tenor panjang, guna mengoptimalkan potensi kenaikan harga obligasi. Dengan strategi ini, Dana Pensiun BCA tetap menargetkan return sebesar 6%-8% pada akhir 2025.

Sementara itu, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri, Abdul Hadie, juga optimis mencapai target imbal hasil 7,19% sepanjang 2025, meskipun hingga Februari baru mencatat return 0,40% (naik dari 0,38% pada Februari 2024). Dapen Bank Mandiri masih fokus pada investasi di SBN, obligasi korporasi, dan instrumen lain dengan risiko terukur, guna mempertahankan stabilitas investasi di tengah ketidakpastian pasar.

Hadirnya Pabrik Pemurnian Emas di Gresik Memperkuat Hilirisasi

18 Mar 2025

Presiden Prabowo meresmikan pabrik pemurnian logam mulia atau precious metal refinery PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jatim, Senin (17/3). Kehadiran pabrik dengan kapasitas produksi 50 ton emas per tahun ini diharapkan menghasilkan devisa besar dan menciptakan lapangan kerja. Pabrik ini terletak di kompleks smelter tembaga PTFI di Gresik. Dalam prosesnya, lumpur anoda, salah satu produk sampingan dari pengolahan konsentrat tembaga, dimurnikan menjadi emas, perak batangan, dan sejumlah logam dalam kelompok platinum (platinum group metals). Smelter yang diresmikan pada 2024 itu menghasilkan 6.000 ton lumpur anoda per tahun.

Dari total kapasitas produksi 50 ton emas per tahun pada 2025, pabrik dengan nilai investasi sebesar 630 juta USD itu diperkirakan baru akan menghasilkan 32 ton emas karena smelter tengah dalam perbaikan. Kontrak sudah dilakukan PTFI dengan PT Antam Tbk yang bakal menyerap 30 ton emas pada tahun ini. Prabowo mengatakan, Indonesia ialah negara yang memiliki cadangan emas terbesar keenam di dunia. Karena itu, berbagai penyimpangan, termasuk penambangan ilegal dan penyelundupan emas ke luar negeri, terus diberantas. Sebaliknya, produksi emas yang dihasilkan dengan proses yang benar terus didorong.

Pertambangan menjadi salah satu sektor strategis yang diperkuat dalam hilirisasi, di samping sektor-sektor lain. ”Sektor-sektor penting ini menghasilkan devisa yang besar dan menciptakan lapangan kerja yang sangat besar. Sumber daya mesti dikelola dengan baik, tertib, good governance, transparansi, serta akuntabilitas,” kata Prabowo. Melalui hilirisasi, termasuk di sektor pertambangan, Indonesia menjadi negara yang tidak menjual bahan baku ke negara lain, tetapi barang jadi. Artinya, produk akhir yang dihasilkan memiliki nilai tambah besar. Industri-industri turunan pun diharapkan tumbuh sehingga semakin banyak tercipta lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat. (Yoga)

Manuver Sang Bohir Menguasai Bisnis Limbah

18 Mar 2025

Rumah berlantai dua di kampung padat penduduk di Cikarang Barat, Bekasi, Jabar, ramai dipenuhi puluhan pemuda, suatu siang akhir Februari lalu. Para pemuda itu rupanya baru menyelesaikan tugas dari sang pemilik rumah, yakni berunjuk rasa di depan areal perusahaan di kawasan industri di Cikarang Barat. Tugas yang mereka jalankan sepertinya akan sukses. Perusahaan yang mereka geruduk melalui unjuk rasa akhirnya melunak. ”Demonya tadi enggak lama. Hanya lima menit, perusahaan mau audiensi. Sepertinya akan ada kesepakatan untuk tanda tangan kontrak kerja sama,” kata salah satu pemuda di bawah Aliansi Pemuda Bangun Desa (APBD). Keberadaan mereka di teras rumah itu membuka tabir aktor di balik huru-hara yang kerap terjadi di kawasan industri, yaitu sang bohir limbah (dari bahasa Belanda, bouwheer).

Bohir ini punya kepentingan menguasai limbah dari perusahaan yang baru saja didemonstrasi. Limbah ekonomis yang ingin dikuasai itu berupa potongan-potongan besi sisa produksi perusahaan. Bisnis limbah terlihat sepele. Bohir hanya perlu punya cukup modal. Setelah itu ia harus mampu meyakinkan perusahaan agar bersedia dibeli sisa produksi industrinya (limbah) yang akan diangkut dan dijual ke tempat peleburan limbah. Walaupun tampak sederhana, nilai keuntungannya fantastis. Misalnya, bohir limbah membeli sisa produksi perusahaan berupa potongan aluminium seharga Rp 12.500 per kg, aluminium itu dijual lagi ke tempat peleburan dengan harga Rp 25.000 per kg. Bayangkan, berapa keuntungan yang didapat jika menguasai limbah perusahaan yang mencapai ratusan ton per bulan?

Kondisi ini membuat mereka tak mau tahu meski perusahaan sudah mengikat kontrak kerja sama secara profesional dengan perusahaan pengolah limbah lain. Rendy Swendi, pemilik perusahaan pengelola limbah PT Risky Citra Sejati, mengaku sudah empat tahun menggeluti bisnis limbah. Ia adalah sosok di balik hadirnya puluhan pemuda di rumahnya hari itu. Rendy siang itu didampingiRanio Abadillah. Ia sempat membantu Rendy berdialog dengan perusahaan yang sebelumnya digeruduk massa suruhan. Ranio bukan orang sembarangan. Ia anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019.

Rendy beranggapan, walau telah bertahun-tahun industri berdiri di kampungnya, warga sekitar tidak kebagian manfaat apa pun. ”Perusahaan yang kami demo tadi limbahnya dikelola sendiri. Perusahaan jual sendiri ke tempat peleburan. Ini, enggak boleh,” kata Rendy, Senin (24/2). Ranio menjelaskan, unjuk rasa yang mereka lakukan bagian dari ikhtiar mendapat kesempatan kerja sama dengan perusahaan. Dengan cara main seperti itu, urusan berebut limbah alias sampah dari industri berpotensi penuh drama. Konsekuensinya, pihak perusahaan harus siap menelan pil pahit setiap menghadapi tekanan ormas pesanan bohir-bohir limbah. (Yoga)

Indonesia Membutuhkan Investasi yang Sehat dan Aman

18 Mar 2025

Ada duri dalam daging di dunia investasi di Indonesia. Pelaku usaha terpaksa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari birokrasi dan perizinan yang lamban, pungutan liar alias pungli, hingga pemerasan serta perilaku premanisme dari berbagai aktor. Mereka berakrobat menghadapi persoalan tersebut sendirian. Mulai dari usaha kecil sampai investor besar, termasuk penanaman modal asing (PMA), kerap menghadapi masalah yang seharusnya tidak perlu ada. ST, pemilik perusahaan manufaktur di Pulau Jawa, bercerita bagaimana oknum anggota legislatif daerah mencoba mengintimidasi perusahaannya. Rombongan anggota legislatif itu suatu hari tiba-tiba mendatangi pabriknya.

Mereka mengaku ada pengaduan warga soal limbah dari pabriknya. ”Pertanyaan ketua rombongannya, ’Ini perusahaan asing, ya?’ Saya bilang, ini perusahaan saya, orang Indonesia. Dia bilang, ’Kamu, kan, cuma dipakai nama saja.’ Marah saya, gebrak meja. Memangnya kalau punya asing, Bapak boleh peras?” tutur ST. ST ”unjuk kekuatan” dengan menyebut kenalannya petinggi partai yang separtai dengan sebagian rombongan anggota legislatif tersebut. Rombongan legislatif pun melunak. ST percaya diri menunjukkan aktivitas di area pabriknya sesuai aturan. WA, pimimpinan PMA di Jabar, mengaku banyak uang yang harus dikeluarkan untuk pungli yang dilakukan di tingkat masyarakat bawah hingga birokrat.

Dana rutin yang disiapkan mencapai 20 % dari perputaran total per tahun. PW, pengusaha lain di Jabar, mengeluhkan tidak adanya kepastian hukum membuat munculnya biaya tidak terprediksi. Ada oknum-oknum tertentu yang harus dibayar. Misalnya, saat perusahaan digeruduk kelompok ormas, mereka harus mengeluarkan biaya untuk oknum aparat kepolisian agar diamankan. Padahal, belum tentu terjamin keamanannya. AP, manajer PMA di Jabar, pernah didemo perusahaannya oleh ormas dan dimintai sejumlah uang oleh oknum aparat.

”Kita butuh investasi yang sehat, yang aman,” kata AP. Indonesia perlu belajar dari negara tetangga dalam memperlakukan investor. Di Thailand, investor diperlakukan istimewa. Yang terbaru adalah penyederhanaan prosedur visa untuk memfasilitasi kegiatan investasi di Thailand. Negara-negara tetangga itu belakangan mampu menarik investasi besar dari sejumlah perusahaan teknologi dunia.Pada tahun 2024, Google dikabarkan akan membangun pusat data di Thailand. Apple juga menggelontorkan investasi 15 miliar USD di Vietnam, karena negara-negara itu memberikan beragam insentif untuk kemudahan usaha. (Yoga)

Pengangkatan Calon ASN Dipercepat oleh Presiden Prabowo

18 Mar 2025

Setelah menuai kritik, Presiden Prabowo memutuskan mempercepat pengangkatan calon ASN atau CASN. Calon PNS atau CPNS akan diangkat paling lambat Juni 2025, sedangkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK selambatnya Oktober 2025. Semua kementerian/lembaga (K/L) dan pemda diminta menindaklanjuti keputusan dengan menyusun perencanaan pengangkatan bagi para CASN tersebut. Keputusan pemerintah untuk mempercepat pengangkatan CASN ini disampaikan Mentsetneg, Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kemenpan dan RB, Jakarta, Senin (17/3). Pengangkatan CASN tersebut sebelumnya menuai polemik setelah ada keputusan penundaan seusai rapat Komisi II DPR dengan Kemenpan dan RB serta Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (5/3).

Kala itu, Menpan dan RB, Rini Widyantini menyampaikan pengangkatan CPNS ditunda menjadi serentak pada 1 Oktober 2025, sedangkan PPPK pada 1 Maret 2026. Sebelum ada keputusan penundaan, pengangkatan CPNS sudah dijadwalkan pada 22 Februari hingga 23 Maret 2025. Peserta PPPK tahap satu dijadwalkan diangkat Februari 2025 dan tahap dua pada Juli 2025. Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo telah memutuskan mempercepat pengangkatan CPNS dan PPPK. Untuk CPNS, pengangkatan diselesaikan paling lambat Juni 2025, sedangkan PPPK paling lambat Oktober 2025. Berdasarkan data Kemenpan dan RB,total ada 248.970 CPNS dan 1.017.111 calon PPPK yang harus diangkat. (Yoga)