Ekonomi
( 40512 )PELABUHAN INTERNASIONAL : Krakatau Port Berambisi Jadi Hub Pangan
PT Krakatau Bandar Samudera berambisi menjadikan Krakatau International Port di Banten sebagai pelabuhan hub komoditas pangan dan energi di Indonesia. Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) M. Akbar Djohan mengatakan pelabuhan itu sudah memiliki fasilitas pergudangan terintegrasi. Bahkan, Krakatau International Port (KIP) sudah memiliki fasilitas bongkar muat curah kering dengan sabuk berjalan anti pencemaran khusus komoditas pangan. “Pelabuhan kami juga beroperasi 24 jam 7 hari untuk menangani bongkar muat komoditas curah kering,” katanya saat berkunjung ke redaksi Bisnis, Senin (3/10). Sejauh ini, KIP sudah melayani pelanggan Cargill, Bogasari untuk komoditas gandum, dan kedelai. Selain itu, KIP juga menghubungkan ekosistem industri di kawasan Banten serta sebagian Pulau Jawa.
RISIKO LONJAKAN INFLASI : KESIAPAN PEMDA DIUJI
Pemerintah daerah perlu upaya ekstra untuk menahan lonjakan laju inflasi akibat penaikan harga bahan bakar minyak menyusul rapor merah indeks harga konsumen secara tahunan pada September 2022. Antisipasi jelang musim penghujan juga perlu diperhitungkan oleh para pimpinan daerah. Dari 37 provinsi di Indonesia, mayoritas mencatatkan inflasi tahunan pada September 2022 yang berada di atas rata-rata nasional. Tercatat, hanya 8 provinsi yang berada di bawah capaian inflasi nasional sebesar 5,95% pada September 2022.
Capaian ini menunjukkan pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) perlu upaya ekstra untuk mengendalikan laju inflasi hingga pengujung tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika dilihat secara tahunan, maka inflasi yang terjadi di Kota Sampit, Kalimantan Tengah menjadi yang tertinggi secara nasional dibandingkan dengan kota lainnya dengan capaian 8,85% year-on-year (YoY).Sementara itu, jika dilihat secara bulanan, maka Kota Bukittinggi, Sumatra Barat menjadi yang tertinggi secara nasional dengan capaian 1,87% pada September 2022.
Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati menjelaskan, inflasi tertinggi di Bukittinggi itu disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditetapkan oleh pemerintah pada awal September 2022.
Sementara itu, Kepala BPS Sumatra Selatan (Sumsel) Zulkipli mengatakan bahwa pemicu tingginya inflasi di Sumsel tak lain disebabkan oleh kenaikan harga BBM yang masuk pada komponen harga yang diatur oleh pemerintah.
Industri Pertahanan Butuh Komitmen Kuat untuk Bangun Kemandirian
UU No 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan mengamanatkan terbangunnya kemampuan industri pertahanan dalam negeri yang mandiri. Namun, sepuluh tahun setelah UU No 16/2012 diterbitkan, baru 15-25 % pengadaan alat utama sistem persenjataan dari dalam negeri. Perlu ada lembaga kuat sebagai eksekutor untuk menjadi jembatan antara kebijakan dan implementasi kemandirian industri pertahanan. UU No 16/2012 mengatur adanya Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk mengoordinasi kebijakan nasional dalam perencanaan, perumusan, pelaksanaan, pengendalian, sinkronisasi, dan evaluasi industri pertahanan. Dalam sidang terakhir KKIP pada 13 April 2021, Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya kesinambungan pengadaan alat pertahanan demi kemandirian industri pertahanan. Namun, hal ini belum diikuti instruksi rinci lengkap dengan target waktu dan konsekuensinya.
Kepala Bidang Teknologi dan Offset KKIP Yono Reksoprodjo, pertengahan September 2022, menekankan, jika Indonesia memang berniat membangun industri pertahanan, perlu ada komitmen pemerintah untuk menghargai produk dalam negeri dengan cara membelinya. Menurut dia, pengerahan kementerian dan lembaga untuk membeli alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) perlu disertai instruksi presiden. Perlu ada mekanisme yang disertai sanksi apabila hal itu tidak dipatuhi. Dalam diskusi buku Ilusi Membangun Kemandirian Industri Alpalhankam Nasional, Bobby Rasyidin, Dirut Defend ID, holding industri pertahanan, menyebutkan, saat ini baru 25 % kebutuhan alpalhankam kementerian dan lembaga yang dipenuhi di dalam negeri. Ketua Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional Jan Pieter Ate memperkirakan, baru 15 % pengadaan alutsista Tentara Nasional Indonesia yang berasal dari dalam negeri. (Yoga)
Inflasi dan Dana Desa
Inflasi menghantui dunia. Inflasi tahunan September 2022 di AS di atas 8 %, di negara-negara Eropa rata-rata menyentuh 10 %, menjadi rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Inflasi di sejumlah negara bahkan ada yang di atas 50 %, seperti Turki (80 %), Argentina (78 %), dan Iran (52 %). Hantu inflasi juga mengintai Indonesia. BPS mencatat, inflasi tahunan September 2022 sebesar 5,9 %, tertinggi sejak 2014. Meski angka inflasi di Indonesia ini tidak sebesar di negara-negara yang disebut atas, kecenderungan harga masih akan naik di masa yang akan datang seiring kenaikan harga BBM di dalam negeri. Sebagian besar inflasi dunia saat ini disebabkan kenaikan harga energi dan pangan. Oleh karena itu, pengendalian harga energy serta pangan menjadi salah satu kunci untuk menahan laju inflasi. Di tengah ancaman inflasi di Indonesia, dana desa diharapkan dapat ikut berperan dalam pengendalian inflasi di perdesaan.
Di tengah situasi sulit ini, dana desa digunakan untuk mengendalikan inflasi di perdesaan dan mengurangi dampaknya. Hal ini terutama dikaitkan dengan inflasi dari sisi penawaran dua komoditas: pangan dan energi. Pengendalian inflasi di perdesaan dicapai melalui jaminan ketersediaan pangan dan energi di perdesaan dengan harga yang terjangkau. Dana desa dapat digunakan untuk membiayai berbagai upaya diversifikasi sumber pangan serta energi, terutama yang berasal dari wilayah sendiri dan sekitar, serta langkah-langkah meningkatkan efisiensi dalam pengadaannya. Dalam kondisi paling buruk, dana desa dapat digunakan untuk membantu kelompok masyarakat yang paling terdampak. Dengan demikian, dana desa menjadi instrumen yang sangat komprehensif sekaligus fleksibel. (Yoga)
Efek BBM Bisa Berlanjut
Kenaikan harga BBM dan sejumlah bahan pangan mendorong inflasi September 2022. Nelayan jadi kelompok rentan yang paling terimbas. Dampak kenaikan harga BBM diperkirakan masih merembet ke sektor lain. BPS mencatat, inflasi nasional pada September 2022 mencapai 1,17 % secara bulanan dan 5,95 % secara tahunan. Inflasi bulanan itu merupakan yang tertinggi sejak Desember 2014 yang tercatat 2,46 %, sementara inflasi tahunan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2015 yang 6,25 %. Kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi 8,88 % dengan andil 1,08 persen pada inflasi September 2022. Komoditas dan jasa yang dominan memberi andil adalah bensin dengan andil 0,89 %, tarif angkutan dalam kota 0,09 %, solar 0,03 %, dan tarif angkutan antar kota 0,03 %. Selain itu, tarif ojek dan taksi daring memberi andil masing-masing 0,02 % dan 0,01 %.
Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Senin (3/10) mengatakan, pendorong utama inflasi September 2022 adalah komponen harga yang diatur pemerintah, yakni pertalite, solar, dan pertamax. Kenaikan harga BBM itu juga menyebabkan tarif transportasi umum dan barang turut naik. ”Penyesuaian harga BBM berdampak pada lonjakan inflasi kelompok energi hingga 16,48 %,” ujarnya. Untungnya, inflasi di sektor energi teredam oleh penurunan harga pangan. Meskipun begitu, harga pangan tetap perlu dicermati karena berpotensi terdampak kenaikan harga BBM. Beras, misalnya, harganya sudah naik lantaran dipengaruhi oleh kenaikan biaya angkut dan buruh harian. Selain itu, kenaikan harga BBM masih akan merembet ke sektor lain. Di sektor perdagangan besar, kenaikan ongkos transportasi turut mendongkrak harga-harga bahan bangunan/konstruksi. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) bahan bangunan September naik 1,27 % lantaran kenaikan harga solar, pasir, batu fondasi, semen, dan batu split. (Yoga)
Pasokan BBM Bersubsidi Terbatas, Ketahanan Nelayan Terancam
Ketahanan nelayan mulai goyah. Kenaikan harga BBM semakin membebani biaya produksi nelayan. Sementara itu, ketimpangan distribusi BBM bersubsidi untuk nelayan di sejumlah daerah belum teratasi. Dari data BPS, nilai tukar nelayan (NTN) pada September 2022 merosot paling tajam ketimbang nilai tukar petani (NTP) pada subsektor lain. NTN merosot -1,84 % secara bulanan, yakni dari 107,21 menjadi 105,24. Sementara nilai tukar pembudidaya ikan turun -0,11 % secara bulanan, yakni dari 105,44 menjadi 105,33. Kenaikan harga BBM sangat berdampak pada peningkatan beban pengeluaran dan biaya produksi nelayan. Ketua Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana mengemukakan, sejak kenaikan harga BBM, nelayan semakin kesulitan mendapatkan BBM, baik yang bersubsidi di SPBU nelayan (SPBUN) maupun eceran karena pasokan semakin terbatas.
Di Indramayu, sejumlah nelayan kapal ukuran 6 GT ke atas saat ini tidak bisa melaut karena kesulitan membeli BBM. Sementara di Cirebon, nelayan kecil memilih tidak melaut karena harga jual ikan tidak sesuai dengan kenaikan biaya perbekalan. Nelayan membutuhkan segera langkah konkret untuk kecukupan pasokan BBM. ”Kesulitan mendapatkan BBM membuat nelayan tidak bisa melaut. Banyak nelayan mulai menganggur,” kata Budi, Senin (3/10). Ketum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengemukakan, dampak kenaikan harga BBM semakin membebani kehidupan nelayan. Komponen BBM sangat besar dalam biaya produksi nelayan, yakni sekitar 60-70 %. Sebagian nelayan yang tidak bisa memperoleh BBM bersubsidi selama ini harus membeli BBM secara eceran dengan harga lebih mahal. (Yoga)
Alokasi KUR 2023 Dinaikkan
Pemerintah akan meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyat dari Rp 373,17 triliun pada 2022 menjadi Rp 460 triliun pada 2023. Komitmen ini menjadi bagian pemberdayaan pelaku UMKM. Pemerintah juga mendorong agar kemitraan perusahaan besar dan UMKM semakin banyak terbentuk. Hal ini disampaikan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri peresmian Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas, Senin (3/10) di Jakarta. Gerakan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. ”UU Cipta Kerja memberikan kemudahan dan pemberdayaan kepada UMKM. Hari ini ada penandatanganan nota kesepahaman antara kami dan Kadin Indonesia mengenai kemitraan multipihak untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Kami juga berikan bantuan KUR kepada UMKM tahun ini Rp 373,17 triliun dan tahun depan dinaikkan menjadi Rp 460 triliun,” kata Airlangga. Realisasi penyaluran KUR pada 2021 sebesar Rp 281,86 triliun dengan baki debet Rp 376 triliun. Realisasi penyaluran itu didominasi oleh KUR segmen mikro sebesar 63,71$ dan KUR segmen kecil sebesar 32,71 % (Yoga)
OJK Minta Waspadai Resesi Global
Kekhawatiran akan resesi global semakin tampak nyata. Seberapa besar resesi yang akan terjadi dan berapa lama hal itu akan terjadi masih belum dapat diprediksi. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tetap baik. ”Kita pahami bahwa resesi global hampir pasti akan terjadi, setidaknya pada 2023. Kalau tidak, lebih cepat lagi. Prakiraan dari perekonomian Indonesia untuk tahun ini dan tahun depan tetap akan tumbuh pada tingkat yang tidak berbeda dengan perkiraan, yaitu di atas 5 %. Oleh karena itu, kita harus melihat dua kondisi itu dalam perspektif yang lengkap,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar optimistis dalam jumpa pers Rapat Dewan Komisioner September, Senin (3/10) di Jakarta. Mahendra memastikan, OJK akan terus berupaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai dengan sasaran pemerintah, yaitu mencapai tingkat pertumbuhan. Mahendra belum dapat merinci relaksasi yang akan diberikan oleh OJK. Salah satu kebijakan OJK yang mungkin akan diperpanjang adalah restrukturisasi kredit perbankan. Perpanjangan ini dilakukan karena kondisi perekonomian Indonesia yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19, juga tantangan global. (Yoga)
PMI Manufaktur Indonesia Menguat
Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada September 2022 tercatat 53,7 atau naik dari 51,7 pada Agustus 2022. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (3/10) menyampaikan, PMI Manufaktur Indonesia pada September ini melampaui PMI Manufaktur Dunia dan ASEAN. Kenaikan indeks ini didorong peningkatan produksi dan permintaan domestik. (Yoga)
Waspadai Inflasi Ke Depan
BPS mencatat pada September 2022, inflasi 1,17% month to month (mtm). Ke
depan, tekanan inflasi diperkirakan meningkat terutama pada
kelompok transportasi karena
belum semua wilayah melakukan
penyesuaian tarif pasca penaikan
harga BBM, 3 September lalu.
Kepala BPS Margo Yuwono
mengatakan, inflasi September sebesar 1,17%, tertinggi sejak Desember tahun
2014. Pada Desember 2014, inflasi 2,46% akibat kenaikan
harga BBM pada November 2014.
Penyumbang inflasi September 2022 berasal dari kenaikan harga bensin,
tarif angkutan dalam kota, beras,
solar, tarif angkutan antar kota, tarif
kendaraan online, dan bahan bakar
rumah tangga.
Sementara tingkat inflasi
tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84% dan tingkat
inflasi tahun ke tahun (September
2022 terhadap September 2021)
sebesar 5,95%.
“Hal yang perlu diwaspadai ke
depan berdasarkan series data
BPS inflasi Oktober ini khususnya
pada kelompok transportasi karena
belum semua wilayah melakukan
penyesuaian, ucap Margo Yuwono dalam
telekonferensi pers di Kantor BPS
pada Senin (3/10). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









