;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Jaga Upaya Integrasi Transportasi Jakarta Berlanjut

15 Oct 2022

Jakarta melengkapi integrasi transportasi umum dengan system tarif integrasi untuk LRT, MRT, dan Transjakarta. Namun, bukan berarti pekerjaan rumah selesai, karena integrasi yang mencakup sarana dan prasarana, layanan, jadwal, tarif dan sistem pembayaran, serta data dan informasi mesti berlanjut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meluncurkan sistem tarif integrasi, Jumat (7/10) menjelang akhir masa jabatannya. Sistem tarif integrasi ini adalah kelanjutan dari pengembangan transportasi berbasis transit. “Kami tengah menyiapkan peraturan daerah rencana induk transportasi Jakarta sebagai landasan hukum semua pemangku kepentingan,” tutur Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam diskusi ”Menjaga Keberlangsungan Integrasi Transportasi Jakarta, Jumat (14/10).

Integrasi ini menghubungkan first mile dengan last mile. Hal ini merupakan bagian pengembangan transportasi berbaris transit. First mile adalah perjalanan dari tempat asal menuju angkutan umum dan last mile ialah perjalanan dari tempat transit ke tujuan akhir. Untuk melengkapi integrase  ni, Jakarta juga membangun atau merevitalisasi 240 km jalur pedestrian, 104 km jalur sepeda, integrasi intra dan antarmoda angkutan umum, dan menyediakan 30 bus listrik Transjakarta. Pembenahan ini membuat pengguna Transjakarta naik dari 400.000 per hari pada tahun 2017, menjadi 1 juta pelanggan per hari sebelum pandemi Covid-19. Contoh paling ideal dari integrasi transportasi umum ini ialah integrasi KRL, MRT, Transjakarta, dan Trans-Jabodetabek di kawasan Dukuh Atas. Pejalan kaki dan pesepeda terhubung dengan moda angkutan umum melalui trotoar dan terowongan. (Yoga)


Pengelolaan Keuangan dalam Menghadapi Inflasi Global

15 Oct 2022

Seluruh negara di dunia sedang menghadapi ancaman inflasi global. AS mengalami inflasi 8,3 %, Inggris 9,9 %, dan Uni Eropa 10 % pada Agustus 2022. Inflasi di Indonesia juga mengalami kenaikan, September 2022, inflasi Indonesia naik menjadi 5,95 %, lebih tinggi dari Agustus 2022 yang 4,69 %. Kenaikan inflasi di Indonesia merupakan dampak dari inflasi global dan kenaikan harga BBM. Efek dari inflasi yang paling kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah harga barang dan jasa semakin naik, sementara daya beli menurun. Kita juga bisa melihat banyak PHK di berbagai perusahaan. Namun, kita patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan masih baik, bahkan kredit perbankan tumbuh 10,62 % pada Agustus 2022.

Berikut cara mengelola keuangan di tengah inflasi global ini; Pertama, kelola pos keuangan dengan baik dan hidup hemat. Atur keuangan dengan memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Kedua, mencari tambahan pendapatan di luar pendapatan rutin. Kita dapat memanfaatkan hadirnya berbagai platform lokapasar (marketplace) untuk memasarkan produk atau jasa secara daring, misalnya. Hobi membuat kue atau memasak juga bisa dimaksimalkan sebagai sumber penghasilan tambahan. Ketiga, siapkan dana darurat untuk kebutuhan tidak terduga, seperti terkena PHK, mengalami kecelakaan, kehilangan sumber mata pencarian, dan hal buruk lainnya. Keempat, berinvestasi sesuai profil risiko, dengan memilih instrument investasi yang minim risiko dan mendiversifikasikan investasi ke berbagai instrumen. (Yoga)


Saham Bank Digital Berguguran

15 Oct 2022

Harga saham bank digital berguguran pada perdagangan di BEI, Jumat (14/10). Dari tujuh saham bank digital yang tercatat di BEI, hanya satu bank yang harga sahamnya ditutup menguat, yaitu PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), naik Rp 16 (5,8%) menjadi Rp 292. Sementara enam saham bank digital lainnya ditutup melemah dalam rentang 4,67% hingga 6,94%. Ke enam bank itu adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang mengalami penurunan harga saham Rp 375 (6,94%) menjadi Rp 5.025, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) turun Rp 125 (6,94%) menjadi Rp 1.675, dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) turun Rp 50 (6,25%) menjadi Rp 750. Selanjutnya, PT Bank Aladin Syariah Tbk merosot Rp 90 (5,61%) menjadi Rp 1.515, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) susut Rp 27 (5,24%) menjadi Rp 488, dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terkikis Rp 5 (4,67%) menjadi Rp 102.

Kerontokan harga saham bank digital itu juga telah memicu pelemahan IHSG BEI menjelang akhir pekan di tengah kenaikan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 66,1 poin atau 0,96% ke posisi 6.814,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,74 poin atau 1,2% ke posisi 966,74. Bila ditarik lebih jauh ke belakang, penurunan harga saham bank digital telah menjadi faktor utama pemicu kemerosotan IHSG sepanjang tahun ini. Penurunan tersebut makin dalam setelah saham-saham sektor teknologi juga turun dalam beberapa bulan terakhir. Secara year to date (ytd), indeks saham teknologi tercatat melemah hingga 28%. Terakhir saham AMAR turun 24,74% dari Rp 388 menjadi Rp 292 per saham. Analis Samuel Sekuritas Paula Ruth menyebutkan, seluruh harga saham emiten bank digital telah terkoreksi sepanjang tahun berjalan dan membuat market cap bank digital terhempas. Meski demikian, saham bank digital masih menyisakan prospek dalam jangka panjang, tulis Paula dalam riset terbaru yang dikutip Investor Daily, Jumat (14/10)  (Yoga)


Rupiah Terpangkas 0,9% Dalam Sepekan, Dana Asing 4,2 Triliun Keluar Dari Pasar Modal

15 Oct 2022

Dana asing senilai Rp 4,22 triliun keluar dari pasar modal Indonesia selama 10- 13 Oktober 2022. Foreign capital outflow tersebut membuat rupiah melemah 0,9% selama pekan ini, menjadi Rp 15.390 per US$, berdasarkan kurs Jisdor BI. Berdasarkan data BI, pada periode tersebut, nonresiden (asing) mencetak jual bersih (net sell) Rp 3,43 triliun di pasar surat berharga negara (SBN) dan net sell Rp 0,79 triliun di pasar saham domestik. Sedangkan secara year to date, berdasarkan data setelmen hingga 13 Oktober 2022, asing mencatatkan net sell Rp 170 triliun di pasar SBN dan beli bersih (net buy) Rp 71,85 triliun di pasar saham.

Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan, pada Jumat (14/10), rupiah dibuka pada level bid Rp 15.355 per US$. Sementara itu, yield SBN tenor 10 tahun naik ke level 7,36%. “BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan mengoptimalkan strategi bauran kebijakan, untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. Hal ini untuk mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujar Junanto dalam keterangan resmi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ambles 0,96% ke level 6.814,5. Kemerosotan IHSG terjadi di tengah penguatan bursa regional. Indeks US$ tercatat naik 0,2% menjadi 112,52. Berdasarkan data RTI, kemarin, investor asing mencetak net sell saham Rp 425 miliar. (Yoga)


Naik Tarif bila Subsidi Melemah

15 Oct 2022

Sejumlah kalangan khawatir dampak negatif realisasi rencana pembelian saham PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) oleh PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Aditya Dwi Laksana, mengatakan tarif KRL komuter Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih sangat bergantung pada subsidi kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) pemerintah pusat. “Rencana soal PSO belum jelas jika KCI dipegang MRT. Tentunya, jika PSO mengecil, tarif KRL jadi lebih mahal,” ucapnya kepada Tempo, kemarin. Rencana pembelian saham anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI itu kembali menggema ketika manajemen MRT mengusulkan Penyertaan Modal Daerah (PMD) 2023 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Dari rencana PMD senilai Rp 6,2 triliun, manajemen mengalokasikan Rp 1,71 triliun untuk dukungan akuisisi saham KCI.

Menurut Aditya, selama ini Kementerian Perhubungan mendanai PSO layanan KRL Jabodetabek yang daya angkutnya mencapai 1-1,2 juta penumpang per hari. Dana dari kas negara itu bahkan dialirkan untuk layanan KRL rute Yogyakarta-Solo. Bila diakuisisi MRT yang merupakan BUMD, operasional aset KCI  hanya menerima PSO dari pemda, “Apakah DKI kuat? tutur dia, merujuk data hingga Januari 2022, Kemenhub  mengalokasikan Rp 3,2 triliun lebih untuk keperluan PSO kereta publik serta subsidi kereta api perintis pada 2022. Sebanyak Rp 186,7 miliar dari jumlah yang dialirkan lewat PT KAI itu untuk keperluan PSO, termasuk pada layanan KRL. (Yoga)


Di Bawah Bayang-bayang Inflasi Tinggi Amerika

15 Oct 2022

Biro Tenaga Kerja AS mengumumkan tingkat inflasi 8,2 % secara tahunan pada September 2022. Angka tersebut melandai dari bulan sebelumnya, 8,3 %. Tapi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,4 %, angka tersebut masih terhitung tinggi. IMF memperkirakan inflasi AS akan tetap tinggi, mencapai 8,1 % pada akhir 2022. Kendati begitu, bank sentral AS The Federal Reserve terus secara agresif mengerek naik suku bunganya guna menjinakkan inflasi. IMF memperkirakan laju inflasi di AS mulai melandai ke 3,5 % pada 2023 dan 2 % pada 2024.

Tren itu selaras dengan inflasi global yang diperkirakan bakal memuncak ke 8,8 % akhir tahun ini dan mulai melandai ke 6,5 % pada 2023 lalu menuju 4,1 % pada 2024. Sejatinya, kata Konsuler Ekonomi IMF Pierre-Oliver Gourinchas, seperti halnya AS, berbagai negara juga telah memperketat kebijakan moneternya untuk mengendalikan membubungnya inflasi. Hanya, tekanan harga yang terjadi ternyata cukup membandel. "Sejauh ini tekanan harga terbukti cukup keras kepala dan menjadi sumber perhatian utama bagi pembuat kebijakan," ujar Gourinchas, dinukil dari Laporan World Economic Outlook Edisi Oktober 2022 yang dirilis IMF.

Inflasi Indonesia diproyeksikan relatif lebih rendah, yakni 4,6 % pada 2022 dan 5,5 % pada 2023. Kendati demikian, Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengingatkan bahwa inflasi tinggi, khususnya di AS, akan memberi risiko ekonomi bagi Indonesia. "Inflasi tinggi memaksa The Fed menaikkan suku bunga acuan secara agresif, sehingga melemahkan perekonomian AS. Hal ini akan ikut menarik perekonomian global untuk juga melemah, karena posisi AS sebagai perekonomian terbesar di dunia," ujar Yusuf. (Yoga)


Investor Mulai Tak Tertarik Mendanai Fintech

13 Oct 2022

Perusahaan financial technology atau fintech sempat menjadi sektor yang digadang-gadang sebagai masa depan layanan keuangan. Bahkan, industri ini sempat menjadi primadona bagi investor untuk menempatkan dananya. Daya tarik sektor fintech mulai muncul ketika pandemi Covid-19 menyebar dan memaksa orang-orang untuk berdiam di rumah. Kini keadaan berubah. Namun belakangan ini pamor fintech mulai memudar. Di kuartal I tahun 2022 nilai investasi di sektor ini hanya sekitar US$ 29,7 miliar dan terus berlanjut hingga terbaru di kuartal III yang hanya mencapai US$ 12,9 miliar. Jumlah tersebut turun 64% secara tahunan.

LABA SOLID BANK JUMBO

13 Oct 2022

Penaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) yang berimbas pada kenaikan suku bunga simpanan, rupanya tak serta merta membuat bank buru-buru mengerek bunga kredit. Bahkan, kelompok bank besar, yang menjadi magnet bagi nasabah perbankan, diperkirakan masih menahan suku bunga kredit, meskipun biaya dana mulai meninggi. Tak ayal, strategi tersebut diprediksi membuat profitabilitas bank-bank besar pada akhir tahun ini tetap moncer. Apalagi, permintaan kredit diramal tetap tinggi kendati risiko lonjakan inflasi membayangi. Gelagat itu sejatinya sudah terlihat dari kinerja industri perbankan sejauh ini. Hingga semester I/2022 saja, total laba industri bank tembus Rp97,2 triliun, atau melonjak 43,95% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba itu menjadi indikasi bahwa bank, terutama di kelompok bank papan atas, berhasil mengelola selisih atau spread antara bunga pinjaman dengan bunga simpanan. Faktanya, selama ini kontribusi laba bank-bank besar terhadap total laba industri selalu dominan. Jika dilihat pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 saja, laba per semester I/2022 tembus Rp68,94 triliun, atau hampir 70% dari total industri. Saat dimintai tanggapan, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Supari mengatakan bahwa laba yang dibukukan perseroan pada tahun ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu.


PENDANAAN KORPORASI : AMBIL MOMENTUM EMISI SURAT UTANG

13 Oct 2022

Sejumlah korporasi mengeksekusi rencana penggalangan dana dengan menerbitkan surat utang baru pada kuartal IV/2022. Momentum itu dipilih sebelum suku bunga naik dengan lebih agresif pada 2023.n Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penerbitan efek bersifat utang dan sukuk korporasi pada Januari—September 2022 mencapai 102 emisi dengan total penghimpunan dana Rp130,26 triliun. Nilai itu telah melampaui realisasi sepanjang 2021 yang tercatat sebanyak 96 emisi dengan nilai akumulasi Rp104,36 triliun. Tingginya minat korporasi menerbitkan surat utang berlanjut pada Oktober 2022. Pada awal bulan ini, Bursa Efek Indonesia mencatat penerbitan obligasi oleh tiga korporasi. Pertama, Obligasi Berkelanjutan II Sinar Mas Multiartha Tahap III Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) senilai Rp1,66 triliun. Kedua, Obligasi I Sejahteraraya Anugrahjaya Tahun 2022 yang diterbitkan oleh PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) senilai Rp950 miliar pada 10 Oktober 2022. SRAJ membagikan kupon 9,75% untuk tenor 3 tahun dan 10,5% untuk tenor 5 tahun. Ketiga, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menggalang dana Rp3,81 triliun dari penerbitan obligasi dan sukuk. Emiten kertas Grup Sinar Mas itu membanderol kupon obligasi sebesar 6% untuk tenor 370 hari, 9,75% tenor 3 tahun, dan 10,25% tenor 5 tahun.


PENGHILIRAN MINERAL LOGAM : PENGUSAHA KEBINGUNGAN CARI PEMBELI

13 Oct 2022

Pelaku usaha pertambangan nikel akan tetap mengekspor mengekspor olahan bijih nikel hasil pemurnian awal lantaran belum terciptanya industri perantara dan hilir yang kuat untuk menyerap komoditas setengah jadi tersebut. Langkah ekspor bijih nikel hasil pemurnian awal pun bakal membuat nilai tambah olahan komoditas dari sejumlah pabrik pemurnian dan pengolahan mineral logam atau smelter justru lari ke luar negeri. CEO Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus mengatakan bahwa belum siapnya industri anoda domestik untuk melanjutkan serapan turunan dari mixed hydroxide precipitate (MHP) seperti nikel sulfat (NiSO4) dan kobalt sulfat (CoSO4) membuat pengusaha kebingungan mencari industri yang siap menyerap produknya.“MHP kita masih ekspor karena kita belum olah di dalam negeri sampai ke sulfat, ke packing menjadi sel. Itu masih tahap satu setelah bijih nikel, karena siapa yang mau beli?” kata Alex saat ditemui di Jakarta, Rabu (12/10).Dengan demikian, Alex menegaskan bahwa nilai tambah dari kegiatan penghiliran tambang nikel di Morowali sebagian besar justru terjadi di luar negeri. Kawasan industri IMIP yang melingkupi luasan tambang nikel mencapai 43.000 hektare itu sendiri sudah memproduksi nickel pig iron (NPI) sebesar 3,63 juta MTPY. Selain itu, kawasan industri IMIP juga memproduksi katoda mencapai 195.000 MTPY dari tiga pelaku industri.

Sementara itu, President Director PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) Rachmat Makkasau memperkirakan 70% produksi katoda tembaga hasil pemurnian dari smelter domestik akan diekspor pada 2025 mendatang. Rachmat beralasan industri hilir baru mampu menyerap 30% dari kapasitas produksi katoda tembaga di dalam negeri. Berdasarkan hitung-hitungan Amman Mineral, smelter domestik akan mulai memproduksi 1,1 juta ton katoda tembaga pada 2025. Proyeksi itu berasal dari target commercial operation date dari smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Amman Mineral yang ditarget efektif pada akhir 2024.Sementara itu, permintaan katoda tembaga domestik saat itu baru mencapai di kisaran 300.000 ton.