Ekonomi
( 40789 )PASAR MODAL INDONESIA TERJAGA
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi berbincang dengan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Djustini Septiana, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Yunita Linda Sari, dan Direktur Hubungan Masyarakat Darmansyah sebelum menggelar Konferensi Pers mengenai Prioritas Kebijakan dan Penguatan Pengawasan Pasar Modal di Jakarta, Jumat (14/10). Kinerja Pasar Modal Indonesia menorehkan pertumbuhan positif dengan volatilitas yang relatif terjaga dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara (Asean). FINANSIAL
KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL : Hutama Karya Amankan Kontrak Penataan Danau Toba
PT Hutama Karya (Persero) berhasil mengamankan kontrak proyek pembenahan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional atau KSPN Super Prioritas Danau Toba dengan anggaran senilai Rp161 miliar. Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi mengatakan bahwa pengerjaan sarana wisata pada proyek Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele KSPN Danau Toba. Pekerjaan tersebut terdiri atas penataan Patung Boraspati Tano & Boru Saniangnaga, Patung Pustaha & Syair Tao Toba, Display Batuan Geologi Toba, Atraksi Seni Air Mancur Aek Menari, Panggung Apung Aek Natio, serta Instalasi Seni Musik Aek Margondang.
“Proyek KSPN Toba ini senilai Rp161 miliar dengan luas lahan penataan kurang lebih 6,4 hektare, serta luas lahan penataan Kawasan Panorama Tele kurang lebih 0,97 hektare,” katanya, Jumat (14/10).Agar bisa memastikan mutu dan target pengerjaan kontrak sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan, perusahaan menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk merancang desain yang optimal.
DIGITALISASI UMKM : PERKUAT JARINGAN INTERNET
Transformasi digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan keniscayaan. Perkembangan teknologi yang cukup pesat telah mendorong pergeseran aktivitas jual-beli dari tatap muka ke dalam jaringan (daring). Pemerintah pun terus berupaya mendorong pelaku UMKM agar dapat masuk ke dalam ekosistem digital. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, saat ini sebanyak 83% pelaku UMKM nasional bergantung pada digitalisasi. Dari angka itu, 73% di antaranya telah memiliki akun di lokapasar (e-commerce), dan sebanyak 82% telah memasarkan produknya secara digital. Hingga September 2022, jumlah UMKM yang telah onboarding digital atau masuk ke dalam ekosistem digital telah mencapai 21 juta pelaku usaha, atau sekitar 33% dari total UMKM yang tercatat sekitar 64 juta pelaku usaha.
Inflasi Tinggi, Masyarakat Menahan Belanja
Inflasi tinggi akibat kenaikan harga BBM membuat masyarakat menahan belanja. Hal itu terjadi pula di daerah penghasil komoditas ekspor dan berbasis pariwisata. Konsumsi rumah tangga sebagai komponen terbesar penopang pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh melambat. Hasil riset Mandiri Institute tentang belanja masyarakat per 2 Oktober 2022 menunjukkan, tingkat belanja masyarakat masih terus tertahan di tengah lonjakan inflasi akibat kenaikan harga BBM. Selama empat pekan setelah kenaikan harga BBM, tingkat belanja tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pemerintah menaikkan harga pertalite dan solar pada 3 September 2022. Per 2 Oktober 2022, indeks nilai dan frekuensi belanja masyarakat masing-masing 128,6 dan 158,6. Adapun per 26 Agustus 2022, indeks nilai dan frekuensi belanja masyarakat masing-masing berada di level 128,7 dan 158,7.
Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/10) mengatakan, perlambatan tingkat belanja masyarakat itu terjadi akibat kenaikan inflasi pada September 2022. Kenaikan inflasi itu dipicu kenaikan harga BBM. ”Kendati terus turun, tingkat belanja masyarakat tersebut masih cukup resilien, terutama untuk pembelian barang-barang tidak tahan lama (nondurable goods). Hal itu ditunjukkan oleh angka indeks yang masih di atas ambang batas 100,” ujarnya. Menurut Dendi, penurunan tingkat belanja masyarakat juga terjadi di daerah-daerah penghasil komoditas ekspor, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Hal initidak hanya disebabkan tingginya inflasi di daerah itu,tetapi juga akibat penurunan harga komoditas global. Namun, daya beli mereka masih cukup resilien karena harga komoditas global masih relatif tinggi kendati trennya turun. (Yoga)
Harga Acuan Belum Berdampak, Pengaturan Suplai Mendesak
Kenaikan harga acuan pembelian dinilai belum cukup menstabilkan harga jual ayam pedaging di tingkat peternak. Bukan hanya harga jual yang rendah, peternak juga sedang tertekan akibat kenaikan harga BBM. Ketum Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko berpendapat, tekanan harga jual rendah dan modal tinggi menyelimuti Hari Ayam dan Telur Nasional yang diperingati setiap 15 Oktober. ”Kenaikan harga BBM membuat ongkos angkut pakan peternak naik 30 %. Di sisi lain, harga jual peternak berkisar Rp 12.000-Rp 15.000 per kg,” katanya saat dihubungi, Jumat (14/10). Padahal, pemerintah telah menaikkan harga acuan melalui Peraturan Badan Pangan Nasional No 5 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras, dan Daging Ayam Ras. Aturan itu ditetapkan 5 Oktober 2022.
Dalam aturan baru tersebut, harga acuan pembelian ayam pedaging di tingkat produsen ditetapkan Rp 21.000-Rp23.000 per kg, sedangkan acuan penjualan di tingkat konsumen Rp 36.750 per kg. Pada regulasi sebelumnya, yakni Permendag No 7 Tahun 2020, harga acuan pembelian ayam pedaging di tingkat peternak Rp 19.000-Rp 21.000 per kg dan penjualan di konsumen Rp 35.000 per kg. Meski demikian, kata Singgih, regulasi itu belum mampu mengerek harga. Rendahnya harga jual di tingkat peternak disebabkan suplai berlebih. Dia memperkirakan, kelebihan suplai yang terjadi sekitar 20 % kebutuhan masyarakat setiap minggu. Menurut dia, upaya menyerap dan menyimpan oleh perusahaan-perusahaan yang telah ditunjuk Badan Pangan Nasional masih terbatas. ”Penyalurannya pun belum optimal. Hal ini mesti disokong program pemerintah yang mendorong konsumsi,” ujarnya. (Yoga)
PERDAGANGAN, WTO dan Sepak Bola
Pasar pakaian sepak bola dunia mencakup; kaus, celana, kemeja, kaus kaki, syal, dan jaket. Nilai pasarnya sangat besar. Technavio, perusahaan riset pasar dan konsultan global AS, memperkirakan, nilai pasar pakaian sepak bola akan tumbuh 2,62 Miliar USD pada 2020 hingga 2025 dengan tingkat pertumbuhan tahunan 4,97 %. Tidak mengherankan jika WTO menandatangani nota kesepahaman (MOU) tentang sinergi ekonomi sepak bola dan pemberdayaan masyarakat FIFA pada 27 September 2022. MOU yang berlaku hingga 31 Desember 2027 itu dilakukan 10 hari menjelang Hari Kapas Dunia yang diperingati setiap 7 Oktober. Dengan MOU itu, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan FIFA berkomitmen menjadikan perdagangan internasional dan sepak bola berfungsi sebagai katalis pertumbuhan ekonomi, inklusi sosial, dan mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program kapas WTO juga menjadi elemen utama dari perjanjian. Program itu mencakup pengembangan produksi kapas dan pemberdayaan petani-perajin kapas di negara-negara kurang berkembang.
Salah satu program yang diinisiasi adalah Cotton Four (C4) di Afrika, terdiri dari Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali. FIFA menjajaki peluang meningkatkan partisipasi C4 dan negara kurang berkembang produsen kapas lainnya dalam rantai nilai pakaian sepak bola global. Departemen Pertanian AS (USDA) pada Oktober 2022 memperkirakan volume ekspor kapas global 2022/2023 sebanyak 43,613 juta bal. Importir terbesarnya adalah China (19,94 %), disusul Vietnam, Pakistan, dan Turki. Indonesia sendiri merupakan negara produsen tekstil dan produk dari tekstil (TPT) tapi dari tahun ke tahun produksi kapas dan kapuk Indonesia berkurang sehingga menjadi importir kapas. Berdasarkan data BPS, pada 2021, Indonesia mengimpor kapas 1,87 miliar USD, meningkat dari 2020 yang senilai 1,33 miliar USD. Indonesia dapat membidik bahkan masuk dalam rantai nilai pakaian sepak bola global melalui industri TPT, sembari meningkatkan produktivitas kapas Indonesia untuk mengurangi ketergantungan impor kapas. 155 plasma nutfah kapuk yang dimiliki Indonesia bisa menjadi modal pengembangan kapas nasional. (Yoga)
Pemerintah Akan Lebih Agresif Menagih
Dari total piutang negara yang mencapai Rp 170,23 triliun, sumber terbanyak berasal dari aset para obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI. Pemerintah bertekad lebih agresif menagih dan mengejar asset para obligor, terutama mereka yang sekarang berada di luar negeri dan sudah berganti kewarganegaraan. Ditjen Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu mencatat, total piutang negara per September 2022 sebesar Rp 170,23 triliun. Dari jumlah tersebut, piutang terbanyak, Rp 110,45 triliun, berasal dari piutang BLBI ke sejumlah obligor. Sampai bulan lalu, Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) telah menyita aset para obligor Rp 27,8 triliun atau 25 % total piutang BLBI.
Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban, Jumat (14/10) mengatakan, ada sejumlah obligor yang kini sudah berada di luar negeri dan berganti kewarganegaraan. Pemerintah sudah mengantongi data nama pengemplang tersebut dan domisilinya serta akan bekerja sama dengan otoritas setempat di setiap negara terkait. Rionald memastikan, penagihan aset tetap berjalan meskipun obligor terkait sudah tidak lagi berdomilisi di Indonesia. ”Meski mereka di luar negeri, kami akan lebih agresif untuk memonitor dan mengejar aset-aset mereka yang ada di Indonesia, bahkan yang sudah dipindah tangankan sekalipun,” kata Rionald, yang juga Ketua Satgas BLBI, dalam acara Bincang Bareng DJKN secara virtual. Salah satu nama yang sudah dibuka adalah Trijono Gondokusumo, obligor PT Bank Putra Surya Perkasa (BPSP), yang sudah menjadi warga negara Singapura. Ia tercatat memiliki utang BLBI Rp 5,38 triliun, termasuk 10 % biaya administrasi. (Yoga)
Investasi Berbasis ESG Semakin Diminati
Permintaan investor institusi akan produk investasi terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (environment, social, governance/ESG) semakin tinggi. Menurut Direktur Panin Asset Management Rudiyanto, Jumat (14/10) di Jakarta, dalam tiga tahun terakhir, perkembangan minat terhadap produk reksa dana yang menggunakan prinsip ESG semakin meningkat. Pada tahun 2019, ada 10 produk reksa dana dengan dana kelolaan mencapai Rp 1 triliun. Hingga September 2022, sudah ada 22 produk reksa dana dengan dana kelolaan sebesar Rp 20 triliun. (Yoga)
OJK Lakukan Simulasi Ketahanan Pasar Modal
OJK tengah melakukan simulasi ketahanan pasar modal dengan skenario terburuk (stress test) dalam mengantisipasi potensi guncangan di industri pasar modal akibat resesi. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi, Jumat (14/10) mengatakan, skenario stress test itu untuk melihat sejauh mana ketahanan pasar modal ketika harga minyak mencapai 150-175 USD per barel. Skenario lainnya adalah bagaimana ketahanan pasar modal ketika nilai tukar rupiah terhadap USD menembus Rp 15.500. (Yoga)
Petani NTT Diminta Tak Buru-buru Menanam
Kepala Dinas Pertanian NTT Lecky F Koli mengingatkan petani agar tidak buru-buru menanam padi atau jagung di lahan tadah hujan. Saat ini belum masuk musim hujan kendati hujan beberapa kali turun di NTT. ”Jika petani memaksakan diri menanam, dikhawatirkan mereka mengalami gagal tanam. Apalagi saat ini ketersediaan bibit dan pupuk juga terbatas,” ujarnya, Jumat (14/10). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









