;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Faktor Kupon dan Keamanan Menjadi Daya Pikat ST009

11 Nov 2022

Peminat obligasi negara ritel diperkirakan masih besar. Seri terakhir obligasi ritel pemerintah yang ditawarkan tahun ini, sukuk tabungan seri ST009 dinilai akan banjir peminat. ST009 ini ditawarkan mulai Jumat (11/10) hingga 30 November. Pemerintah mematok bunga ST009 6,15% per tahun dengan floating floor. Ini artinya bunga ini menjadi batas terendah imbal hasil yang diberikan kepada investor. Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah optimistis, dengan imbal hasil ST009 yang diberikan, masyarakat akan meminati sukuk ini. Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi juga yakin, peminat ST009 masih akan tinggi, lantaran kupon surat utang ini lebih tinggi dari seri yang ditawarkan sebelumnya. Untuk ST009 ini early redemption ditetapkan 25 Oktober-3 November 2023. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menambahkan, selain imbal hasil, faktor keamanan jadi salah satu daya tarik ST009. "Instrumen ini dijamin sepenuhnya oleh negara," kata dia.

PERUSAHAAN RINTISAN : RI BERPELUANG JADI PEMAIN GLOBAL

11 Nov 2022

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan Indonesia berpeluang membangun perusahaan rintisan kelas dunia karena potensinya masih besar dengan dukungan populasi mencapai 273,9 juta. Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau startup terbanyak keenam di dunia dengan total 2.321 unit startup. Saat ini, negara dengan startup terbanyak masih dipegang Amerika Serikat dengan jumlah 73.791 unit startup, selanjutnya India dengan 14.793 unit startup, Inggris sebanyak 6.569 startup, Kanada 3.562 unit startup dan Australia sebanyak 2.513 startup. Erick mengatakan startup di Indonesia masih didominasi oleh sektor teknologi finansial yang mencapai porsi 23%. Erick menyayangkan startup yang bergerak di bidang agrikultur hanya 4%. Padahal, sektor agrikultur termasuk empat potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. “Agriculture baru 4% tetapi untuk fintech, retail, logistik, dan e-commerce besar mencapai 45%,” katanya dalam acara Satu Festival, Digital Imperative Do More With Less di Jakarta, Kamis (10/11).

KOMODITAS EKSPOR NASIONAL : Furnitur Terimbas Pelemahan Permintaan

11 Nov 2022

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, sejumlah negara tujuan impor furnitur nasional melakukan pembatalan pemesanan sejak Juli 2022. Hal itu salah satunya disebabkan oleh melemahnya permintaan di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa. “Ordernya berhenti. Itu terbaca sejak Juli 2022, sehingga mau tidak mau pertumbuhan ekspor akan mengalami penurunan,” katanya, Kamis (10/11). Dia menyebut, pada kuartal III/2022 saja terjadi penurunan ekspor mebel hingga 20% secara tahunan, sehingga nilainya menjadi US$754 juta. Pada kuartal terakhir tahun ini pun ekspor mebel diperkirakan hanya bakal menyentuh US$662 juta. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, pemerintah optimistis industri furnitur akan bangkit pada tahun depan, karena masih ada peluang pasar di negara Timur Tengah, Asia Tenggara, dan India. Dari sisi suplai, kata dia, industri furnitur di Tanah Air sudah siap untuk mengiringi upaya itu, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk melakukan diversifikasi produk


INDUSTRI PARIWISATA : G20 DONGKRAK KUNJUNGAN WISMAN

11 Nov 2022

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meyakini kunjungan wisatawan mancanegara hingga akhir tahun ini bisa menembus di atas 3 juta orang didorong acara Konferensi Tingkat Tinggi G20. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S. Uno mengatakan keyakinan itu juga ditopang libur akhir 2022 yang bisa mendongkrak pergerakan di sektor pariwisata. “Untuk kuartal IV, kami lebih optimistis ada liburan akhir tahun dan peningkatan wisman yang kami harapkan bisa di atas 3 juta,” katanya di Jakarta, Kamis (10/11). Dengan keyakinan itu, Sandiaga berani menargetkan sebanyak 6 juta wisatawan asing bakal datang ke Indonesia pada 2023 meskipun ada ancaman resesi global. Menurutnya, sikap optimistis itu berangkat dari tingginya antusiasme calon wisatawan dari Inggris dan negara Eropa lain untuk datang secara khusus ke Indonesia. Hasil kunjungannya ke World Travel Market London beberapa hari lalu, dia melihat banyak yang ingin datang ke Indonesia. Optimisme Menparekraf itu bukan tanpa alasan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III/2022, yakni 5,72% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY) atau lebih tinggi dari triwulan II/2022 sebesar 5,45% (YoY). Dia menegaskan Indonesia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi dan konsumsi pada kuartal III/2022 menunjukkan pertumbuhan yang baik. “Sektor konsumsi, investasi, dan ekspor yang kinerjanya positif, serta terciptanya peluang-peluang lapangan kerja yang bisa menompang momentum kebangkitan ke depan,” ujarnya.

G20 Perkuat Posisi RI sebagai Magnet Investasi

10 Nov 2022

KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022 akan memperkuat posisi Indonesia sebagai magnet investasi global. Karena itu, pemerintah, pengusaha, dan seluruh elemen bangsa harus all-out menyukseskan perhelatan akbar tersebut. Investasi, khususnya aliran investasi asing langsung (foreign direct investment / FDI) harus digenjot agar ekonomi Indonesia tumbuh lebih impresif. Selama ini, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) berkontribusi sangat signifikan terhadap PDB pengeluaran, yakni mencapai 30-32% atau nomor dua setelah konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 56%. Masuknya FDI bukan saja akan melipatgandakan penyerapan tenaga kerja, tapi juga menambah penerimaan negara, meningkatkan cadangan devisa, serta memperkuat nilai tukar rupiah. Selain itu, masuknya FDI akan memperkokoh ketahanan dan daya saing industri di dalam negeri.

Agar KTT G20 efektif menjaring investor global, pemerintah harus lebih banyak menggalakkan forum bisnis dan forum investor. Pemerintah harus menawarkan sektor-sektor industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu mendorong proses hilirisasi di dalam negeri, dengan tetap mengacu pada tiga topik utama KTT, yaitu arsitektur kesehatan global, transisi energi, dan digitalisasi. Sektor-sektor yang bisa dit[1]awarkan pemerintah kepada investor dan negara-negara peserta G20 di antaranya ekonomi digital, transisi energi rendah karbon, perikanan, pertanian, dan industri manufaktur masa depan, seperti kendaraan listrik dan pariwisata. Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan, posisi Indonesia selaku Presidensi G20 2022 akan memperkuat keper cayaan pasar terhadap prospek perekonomian dan stabilitas sistem keuangan domestik ke depan. (Yoga)


Pemerintah Terus Dorong Industri Sawit Berkelanjutan

10 Nov 2022

Plt Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan Baginda Siagian menyampaikan, industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis bagi Indonesia mengingat kontribusi ekspornya terhadap devisa negara yang mencapai 80-90%. Karena itu, Indonesia perlu terus berupaya agar produk sawit Indonesia bisa diterima di pasar internasional, hal itu utamanya untuk merespons tren industri sawit yang lebih hijau. “Jadi, saat ini, transformasi menuju sawit berkelanjutan harus menjadi program prioritas, baik bagi pemerintah, pelaku usaha, maupun petani sawit,” kata Baginda. Baginda menjelaskan, sebenarnya, Indonesia saat ini tengah menuju ke industri kelapa sawit yang berkelanjutan,  melalui penerapan sertifikasi ISPO yang bersifat wajib. Upaya pemerintah ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, tidak hanya pengusaha tapi juga koperasi dan akademisi.

“Untuk membangun sustainability di Indonesia, Kementan siap bekerja sama dengan instansi lain, sehingga kelapa sawit Indonesia dapat diterima oleh internasional, utamanya Tiongkok,” ujar dia saat diskusi bertajuk Menjaga Akses Pasar Utama Sawit Asia Tenggara di Jakarta, Rabu (09/11). Sementara itu, Supply Chain and Livelihood Transformation Senior Manager di World Resources Institute (WRI) Indonesia, Bukti Bagja, mengatakan, dua pasar ekspor utama sawit RI saat ini telah menunjukkan transformasi hijau. India misalnya, telah meluncurkan aliansi sawit berkelanjutan Sustainable Palm Oil Coalition for India (India-SPOC). Di sisi lain, Tiongkok selama empat tahun terakhir juga telah menelurkan beberapa inisiatif hijau, di antaranya peluncuran China Sustainable Palm Oil Alliance (CSPOA) pada 2018, lalu Proposal Kebijakan Rantai Nilai Hijau pada 2020, dan Pedoman Konsumsi Minyak Sawit oleh Kamar Dagang Bahan Makanan dan Produk Asli China pada 2022. Karena itu, kata dia, dibutuhkan forum multipihak yang dapat menyinergikan upaya bersama para pemangku kepentingan industri sawit nasional. (Yoga)


Indonesia Harus Jadi ”Start up Nation”

10 Nov 2022

Di tengah ancaman resesi global, Indonesia masih menarik bagi investor usaha rintisan. Daya Tarik ini  harus menjadikan Indonesia sebagai ”Start up Nation”. Sesuai laporan studi e-Economy SEA 2022,  Indonesia masih menjadi negara yang menarik untuk berinvestasi ke usaha rintisan bidang teknologi atau start up walaupun kini terdapat hambatan ketidakpastian makroekonomi. Indonesia masih menarik 25 % dari total pendanaan swasta di kawasan Asia Tenggara. Adanya ketidakpastian makroekonomi itu menjadi perhatian utama para investor. Berdasarkan studi e-Economy SEA 2022, para investor memandang 2023 sebagai tahun yang menantang dan tahun 2024 mungkin baru mulai pulih. Kunci bertahan bagi para pengusaha rintisan adalah memiliki strategi pertumbuhan yang berkelanjutan (Kompas, 9/11).

Indonesia memang menjadi anomali. Di negara lain investor usaha rintisan mulai mengerem penyaluran dana ke usaha rintisan, tetapi di Indonesia kabar investasi terus saja mengalir ke sejumlah usaha rintisan. Investor global masih memandang Indonesia sebagai tempat yang menarik  untuk menanamkan uang. Pertumbuhan usaha rintisan yang terus terjadi, dan juga kondisi ekonomi makro yang membaik, menjadikan Indonesia tetap diincar investor. Mereka tetap melihat bahwa usaha rintisan yang memiliki visi menyelesaikan masalah akan langgeng. Di Indonesia berbagai masalah itu muncul sehingga menantang wirausaha untuk menyelesaikannya. Pasar Indonesia yang besar juga menjadi alasan investor untuk masuk ke negeri ini. Ada pembicaraan di kalangan investor, usaha rintisan boleh menyatakan sukses mengemangkan usahanya, tetapi kalau belum masuk ke Indonesia, boleh dibilang belum teruji. Indonesia menjadi batu ujian bagi usaha-usaha rintisan Indonesia berpeluang menjadi ”Start up Nation” karena memiliki jumlah usaha rintisan terbanyak nomor  empat di dunia. (Yoga)


Bunga Rendah untuk Cadangan Pangan

10 Nov 2022

Pemerintah akan memberikan subsidi bunga pinjaman kepada Perum Bulog dan BUMN kluster pangan untuk pengadaan cadangan pangan pemerintah. Badan Pangan Nasional berharap bunga pinjaman itu bisa sebesar 4,75 %. Pemberian subsidi bunga pinjaman dalam rangka pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP)itu tertuang dalam Permenkeu (PMK) No 153 Tahun 2022. Regulasi tersebut diundangkan pada 2 November 2022. Subsidi bunga hanya berlaku untuk pengadaan 11 komoditas yang ditetapkan sebagai CPP dalam Perpres No 125/2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah.

Kesebelas komoditas itu adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging ayam, telur ayam, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Penyelenggara pengadaan CPP itu adalah Bulog dan BUMN lain di sektor pangan. PMK No 153/2022 hanya membolehkan penyelenggara CPP mendapatkan pinjaman dari bank milik negara dengan jangka waktu pinjaman paling lama enam bulan. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, Rabu (9/11) mengatakan, besaran plafon, suku bunga, dan subsidi bunga pinjaman ditentukan dalam rapat koordinasi antara Kemenkeu, NFA, dan Kementerian BUMN. Sumber dana subsidi bunga pinjaman itu berasal dari APBN. (Yoga)


Rupiah Digital Dapat Menjadi Alat Bayar

10 Nov 2022

RUU Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan atau RUU P2SK memungkinkan rupiah digital menjadi alat pembayaran yang sah. Mata uang Negara KesatuanRepublik Indonesia adalah rupiah. Mengubah UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, RUU P2SK mengusulkan rupiah bisa dalam bentuk kertas, logam, dan digital. Usulan dalam RUU P2SK ini mengantisipasi kebutuhan alat pembayaran di tengah perkembangan teknologi digital. Kendati demikian, persiapan pembuatan rupiah digital tetap perlu kehati-hatian agar tetap menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.

Rupiah digital adalah mata uang digital yang dikeluarkan bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC). Penerbit rupiah digital adalah BI, sebagaimana otoritas pengatur peredaran uang saat ini. Berbeda dengan uang elektronik, seluruh keberadaan dan proses transaksi rupiah digital di dunia digital. DirekturCenter ofEconomic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Rabu (9/11) mengatakan, penerbitan CBDC seperti rupiah digital menjadi jalan tengah dari munculnya berbagai mata uang digital kripto yang tidak dapat diregulasi bank sentral. Bank sentral di dunia, termasuk BI, membuat mata uang digital agar bisa memosisikan aset kripto sebagai komoditas tanpa menggantikan peran rupiah. (Yoga)


Emiten Bursa Capai 52 Perusahaan Tahun Ini

10 Nov 2022

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru, yakni PT Puri Sentul Permai Tbk dan PT Primadaya Plastisindo Tbk, Rabu (9/11). Dengan tambahan itu, total emiten baru yang tercatat di BEI tahun ini mencapai 52 emiten. ”Jadi, perusahaan publik adalah awal langkah untuk utilisasi pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada seremoni pencatatan perdana saham dua perusahaan tersebut. (Yoga)