Ekonomi
( 40789 )Melambat, Ekonomi 2023 Diramal Tumbuh 5%
Ekonomi Indonesia masih akan berada di kisaran 5% tahun depan. Berarti selama kurang lebih 10 tahun, ekonomi Indonesia selalu berkutat sekitar 5% saja.
Sejumlah lembaga internasional pun sudah memproyeksi laju ekonomi Indonesia tahun depan di kisaran angka tersebut. Proyeksi tersebut diperkuat dengan prediksi dari Bank Indonesia (BI). Bank Sentral memproyeksi ekonomi Indonesia di kisaran 4,5% - 5,3% di 2023. Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui, Indonesia masih punya modal untuk bisa membuat ekonomi tumbuh positif tahun depan. Namun, ketidakpastian global tahun depan menjadi faktor penghambat.
"Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2023 memang tetap kuat, tetapi sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5% yoy hingga 5,3% yoy tersebut,” terang Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2022, Rabu (30/11) di Jakarta.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan, pemerintah tetap akan hati-hati dalam mengambil langkah.
Perbankan Menghindari Pembiayaan Pembangunan Apartemen
Kondisi pasar apartemen di Indonesia terus menunjukkan perlambatan sejak memasuki pandemi Covid-19. Hal ini menjadi perhatian perbankan dalam menyalurkan pembiayaan dalam pembangunan gedung-gedung apartemen. Beberapa bank bahkan mengaku menghindari sektor tersebut dan fokus menyelesaikan kredit konstruksi proyek highrise building yang sedang bermasalah. Penurunan penjualan properti ditunjukkan dari Colliers Indonesia. Konsultan properti ini mencatat penjualan apartemen sejak awal tahun hingga September 2022 baru mencapai 782 unit. Data Colliers menunjukkan permintaan apartemen pada 2019 mencapai 5.000 unit, lalu pada 2020 turun menjadi sekitar 2.000 unit, dan pada 2021 hanya mencapai sekitar 1.000 unit. Adapun pada tahun 2015, permintaannya lebih dari 10.000 unit. Lalu pada tahun 2016 berada di kisaran 8.000 -10.000 unit, tahun 2017 menjadi 8.000 unit, pada 2018 mendekati 6.000 unit. Sebelumnya, BTN menyebutkan akan melakukan penjualan aset dari beberapa proyek highrise building secara bulksales lewat skema asset swap atau tukar guling aset dengan surat berharga kepada investor. Perseroan menargetkan mengantongi penjualan sebesar Rp 1 triliun dari skema ini tahun ini. Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, program bulksales Bank BTN tetap terus berproses dan masih sesuai dengan timeline yang ditetapkan.
HATI-HATI JAGA EKONOMI
Upaya menjaga deru mesin ekonomi nasional makin menantang di tengah situasi ekonomi dunia yang masih serba tak pasti. Namun, capaian positif sejumlah indikator ekonomi Indonesia belakangan ini dapat menjadi pengingat untuk terus menjaga optimisme, meski tetap harus hati-hati. Jika ditelaah, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu dijaga agar mesin ekonomi nasional terus menderu yakni kinerja ekspor, investasi, serta konsumsi rumah tangga. Pada aktivitas ekspor, tren surplus neraca dagang terus berlanjut dan per Oktober 2022 telah mencapai US$45,52 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan surplus sepanjang tahun lalu. Performa penanaman modal pun tak kalah prima yakni Rp892,4 triliun per kuartal III/2022, atau setara dengan 74,4% dari total target investasi yang pada tahun ini disasar mencapai Rp1.200 triliun. Pun dengan konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh 5,39% (year-on-year/YoY) pada kuartal III/2022, serta tetap kokoh menyangga fondasi produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, dari sisi moneter dan inflasi, Bank Indonesia (BI) telah memasang kuda-kuda khusus. Ada lima siasat yang siap dieksekusi oleh otoritas moneter. Pertama, menyesuaikan kebijakan suku bunga acuan dengan mengacu pada perkembangan dan ekspektasi inflasi. Kedua, melonggarkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong kredit pada sektor unggulan. Ketiga, mendorong akselerasi integrasi ekonomi dan keuangan digital. Keempat, mengakselerasi pendalaman pasar uang dan valas untuk memperkuat operasi dan transmisi kebijakan. Kelima, memperluas program pengembangan ekonomi keuangan inklusif pada UMKM dan syariah.
BI Daulat BSI sebagai Pendukung Pengendali Moneter dan UMKM Terbaik
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) meraih dua penghargaan dalam ajang Bank Indonesia Award 2022. Bank dengan aset terbesar ke-7 di Indonesia ini untuk kedua kalinya meraih penghargaan sebagai Bank Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah & Valas Terbaik dan Bank Pendukung UMKM Terbaik. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam acara Bank Indonesia Award 2022. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan penghargaan ini diharapkan bisa memacu pihaknya untuk senantiasa mendukung tugas-tugas bank sentral. Capaian ini tidak terlepas dari kinerja positif BSI yang hingga September 2022 membukukan peningkatan laba bersih hingga 42 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp3,21 triliun. Kinerja moncer itu didukung kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp245,18 triliun atau tumbuh 11,86 persen YoY per triwulan III/2022.
ANCAMAN RESESI GLOBAL : RUMAH ELITE MARAK DILEGO
Pusat Studi Properti Indonesia menengarai maraknya penjualan rumah elite di Jakarta dan sekitarnya dipicu sentimen kondisi inflasi dan ancaman resesi pada 2023.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit mengatakan sentimen itu mendorong masyarakat untuk menjual rumah sehingga memperoleh dana tunai yang cukup di tahun depan. “Pemilik-pemilik rumah di kawasan elite itu kan ada pengusaha yang membutuhkan cash, makanya dia harus menjual rumahnya dengan harga di bawah harga pasar,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/11). Selain kebutuhan uang tunai, menurutnya, ada motif lain yakni keinginan pemilik rumah untuk pindah ke hunian yang lebih kecil atau ke apartemen. Selain itu, sebagian lainnya memilih lokasi yang lebih sepi dan hijau seperti di Bogor atau Serpong, Tangerang.
Pada umumnya, motif itu dilakukan oleh pemilik rumah yang berstatus pensiunan, CEO, Direktur, ASN, pejabat tinggi, maupun warga senior lainnya. Fenomena penjualan rumah seken di kawasan elite Jakarta lebih marak terjadi pada 2022, bahkan tidak sedikit rumah mewah yang diobral murah oleh pemiliknya.
INFRASTRUKTUR PERKERETAAPIAN : Kereta Cepat Jadi Tulang Punggung Transportasi
Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau KCJB bisa belajar dari China, yang menjadikan kereta cepat sebagai tulang punggung transportasi penggerak ekonomi. China menjadikan kereta cepat sebagai tulang punggung transportasi di wilayahnya, tidak seperti Indonesia yang mengandalkan pesawat terbang atau jalan tol. “Jalur transportasi barang dan orang benar-benar terpisah, dan frekuensi logistik bisa tinggi dan bersaing,” ujarnya Rabu (30/11). Menurutnya, China Railway, BUMN perkeretaapian China, dan pemerintah pusat bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab untuk mengembangkan jalur kereta cepat. Pemerintah daerah juga memiliki peran untuk memberikan pertimbangan agar keberadaan KCJB menimbulkan multiplier effect. Oleh sebab itu, KCJB yang juga digarap oleh China didorong untuk bisa melibatkan lebih banyak peran pemerintah setempat. Utamanya, terkait dengan fasilitas angkutan umum pengumpan (feeder) dari dan ke kawasan perumahan dan permukiman.
Inflasi Uni Eropa Masih Berpeluang Naik
Inflasi Uni Eropa, yang menembus 10,7 % pada Oktober 2022, masih berpeluang naik. Lonjakan harga energi dan pangan jadi penyebab utama kenaikan itu. Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisa terdampak upaya pengendalian inflasi UE. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan, semua faktor pembentuk inflasi menunjukkan kenaikan. Makanan, energi, dan aneka kebutuhan lain terus naik harganya. ”Kami tidak melihat bagian atau arah yang bisa membuat saya yakin bahwa kita mencapai puncak inflasi dan inflasi akan turun dalam waktu dekat,” ujar Lagarde dalam dengar pendapat di parlemen Eropa, Senin (28/11 sore waktu Brussels. Eurostat mencatat, 53 % inflasi dipicu harga energi dan makanan. (Yoga)
Sirnanya Swasembada Beras
Belum lama ini, Dirut Bulog Budi Waseso menyarankan pemerintah mengimpor beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah yang jumlahnya kian berkurang. Stok beras di Bulog sangat rendah, tersisa 614.000 ton di minggu ketiga November. Seharusnya stok akhir tahun minimal 1,2 juta ton. Sementara harga gabah/beras terus merangkak naik sejak Agustus walaupun intervensi pasar Bulog tinggi, sebanyak 1 juta ton. BPS melaporkan, harga beras eceran kualitas umum di minggu kedua November Rp 12.000/kg, sedang pada minggu pertama Oktober masih di bawah Rp 11.000/kg. Harga gabah kering panen (GKP) tingkat petani Rp 5.010/kg. Keinginan impor disampaikan Budi secara terbuka di media massa. Selama ini, Budi kurang menyukai impor beras. Pada awal diangkat sebagai Dirut Bulog, April 2018, ia berpolemik secara terbuka dengan Mendag Enggartiasto Lukita tentang impor beras Bulog sampai Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko diperintahkan Presiden mendamaikannya.
Intervensi pasar masif telah dilakukan Bulog, tapi harga beras tidak turun, taksiran stok yang dipegang swasta tak sebesar yang diduga, artinya, stok beras di masyarakat rendah, tak seperti yang diperkirakan. Stok beras Bulog berasal dari pengadaan dalam dan luar negeri. Sejak lama pemerintah berkeinginan memenuhi semua keperluan pengeluaran publik (PSO), terutama cadangan beras pemerintah (CBP) dari pengadaan dalam negeri. Peran beras impor dalam total pengadaan beras Bulog kian mengecil kecuali 2018. Sekarang, keputusan impor beras di tangan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Keputusan impor tanpa melihat jumlahnya membuat lembaga ini tak populer, apalagi Presiden baru saja menerima penghargaan swasembada IRRI. Sama saja membuat sirnanya swasembada beras. Namun, sebaliknya, jika keputusannya tidak impor. Apabila dalam tiga bulan mendatang terjadi instabilitas harga beras yang sulit dikelola, Bapanas akan disalahkan. Jika kriteria impor beras terpenuhi, jumlah impor harus terukur jumlah, kualitas beras, dan waktu kedatangan beras impor. (Yoga)
Industri Asuransi Tetap Perlu Waspada
Kendati tingkat penetrasi asuransi di Indonesia terus meningkat, perusahaan asuransi dinilai perlu mewaspadai ketidakpastian ekonomi tahun 2023. Menurut laporan AAJI, total polis meningkat 17,4 % atau 20,87 juta polis pada triwulan I-2022. CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman di Jakarta, Selasa (29/11) mengatakan, kondisi ekonomi saat ini dapat dikatakan positif. Namun, industri asuransi harus tetap berhati-hati. (Yoga)
Indeks Literasi Perkuat UMKM
Indeks yang mencerminkan tingkat literasi ekonomi digital di tataran kabupaten/kota bisa jadi landasan kebijakan penguatan UMKM, termasuk untuk mengekspor produknya. Produk ekspor UMKM bisa makin berdaya saing jika pelaku usaha bergabung sebagai suatu komunitas berbasis daerah yang terintegrasi dengan industri. Tim Litbang Kompas dan Lazada mempublikasikan studi berjudul ”Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022” pada Indonesia Digital Economy Conference yang digelar di Jakarta, Selasa (29/11). Studi ini menganalisis data sekunder untuk menilai 514 kota/kabupaten se Indonesia. Selain itu, ada wawancara terhadap 1.200 responden di 18 kota/kabupaten dalam penelitian tersebut. Ada lima dimensi yang di-aji dalam perumusan indeks untuk setiap kota/kabupaten, yakni infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pengadopsian inovasi dan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta ekosistem e-dagang.
Skor indeks berada di rentang 1-7. Di kelompok kota, Bandung, Jabar, memperoleh indeks tertinggi, yakni 5,34. Sementara di kelompok kabupaten, Sleman, DI Yogyakarta, menempati posisi teratas dengan indeks 5. Menurut Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo, data indeks tersebut dapat menjadi acuan menganalisis tingkat literasi ekonomi digital UMKM berbasis wilayah serta menyusun strategi untuk memperkuat ekspor UMKM. Melalui program yang baru berjalan enam bulan terakhir, kata Ferry, Lazada telah memfasilitasi 100-200 pelaku UMKM yang sudah memiliki kapasitas untuk ekspor. Negara tujuannya adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Ferry optimistis, permintaan ekspor produk UMKM meningkat. Salah satu pelaku UMKM asal Bandung yang mengekspor gamis ke Filipina, misalnya, memasok produknya ke Filipina lebih besar dibandingkan di dalam negeri. Artinya, model yang diproduksi pelaku tersebut cocok dengan selera pasar Filipina. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









