;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

ARUS KONTAINER 2023 : Pelindo Targetkan Kenaikan 3,3%

17 Jan 2023

PT Pelindo Terminal Petikemas menargetkan arus peti kemas di seluruh pelabuhan milik induk usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sepanjang tahun ini naik tipis 3,3% menjadi 11,53 juta twenty foot equivalent unit. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Widyaswendra memaparkan jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan capaian perusahaan sepanjang 2022 sebanyak 11,16 juta twenty foot equivalent units (TEUs). Adapun, arus peti kemas pada 2021 tercatat sebanyak 11,04 juta TEUs. “Prediksi kami pada 2022 akan ada kenaikan sekitar 5%—7% dari 2021. Namun, realisasinya naik sekitar 1,08%. Untuk tahun ini target kami kurang lebih sebanyak 11,53 juta TEUs,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/1). Sejumlah terminal peti kemas akan dipoles untuk meningkatkan produktivitas yang diharapkan dapat mengurangi waktu singgah kapal (port stay). Terminal peti kemas dimaksud meliputi TPK Jayapura, TPK Pantoloan, TPK Kupang, TPK Tarakan, TPK Kendari, dan TPK Bitung.


Investor Makin Rasional, Bursa Lebih Stabil

17 Jan 2023

JAKARTA, ID— Kebijakan Bank Indonesia dan pemerintah selama masa pandemi, 2020 hingga 2021, ikut mendongkrak jumlah investor di pasar modal. Namun, jumlah pemodal yang didominasi investor ritel membuat pasar pasar saham kurang stabil, diwarnai volatilitas yang cukup tinggi. Mulai tahun ini, pasar saham akan lebih stabil karena investor institusi akan lebih berperan. Lonjakan pemodal selama pandemi dipicu oleh penurunan suku bunga di berbagai negara. Untuk mengangkat daya beli masyarakat, bank sentral memangkas suku bunga dan pemerintah memberikan dana perlindungan sosial. Suku bunga rendah dan pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi mendorong investor individu ke pasar saham dan kripto. Namun, ketika suku bunga sudah menanjak tinggi, pemodal besar mengalihkan investasi portofolio ke obligasi, termasuk obligasi negara. (Yetede)

Surplus Neraca Perdagangan Perkuat Kurs Rupiah

17 Jan 2023

JAKARTA, ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (16/1/2023) sore ditutup naik tajam didukung oleh surplus neraca perdagangan pada Desember 2022 dan revisi aturan devisa hasil ekspor (DHE) oleh pemerintah. Rupiah ditutup menguat 104 poin atau 0,68% ke posisi Rp 15.045 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Jumat (13/1/2023) Rp 15.149 per dolar AS. “Surplus perdagangan bisa menambah suplai dolar AS di Tanah Air, apalagi ditambah dengan revisi kebijakan DHE,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (16/1/2023) seperti dilansir Antara. Sementara itu, derdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2022 mengalami surplus US$ 3,89 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas sebesar US$ 5,61 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$ 1,72 miliar. (Yetede)

Sunarso: Himbara Tumbuh Agresif Tapi Hati-Hati di 2022

17 Jan 2023

JAKARTA, ID – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sampai dengan akhir 2022 mengaku memperoleh kinerja yang tumbuh positif cenderung agresif. Namun, kinerja agresif tersebut tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga kualitas aset terjaga baik. Ketua Himbara Sunarso mengatakan, saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo, pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan lainnya memberikan masukan sekaligus laporan yang dilakukan industri pada 2022. “Alhamdulillah dari sisi perbankan, terutama saya sebagai Ketua Himbara menyampaikan walaupun laporan keuangan belum diterbitkan, tapi Insya Allah tahun 2022 Himbara bisa melampauinya dengan sangat baik. Kinerja kami solid, terutama kami masih bisa tumbuh agresif tapi hati-hati,” ujar Sunarso di Istana Merdeka secara virtual, Senin (16/1/2023). Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) ini juga mengungkapkan bahwa kehati-hatian yang dilakukan terbukti dari kualitas aset yang dapat dikelola jauh membaik. Menurut dia, hal tersebut tak lepas dari kebijakan OJK juga, termasuk kebijakan memperpanjang masa relaksasi untuk menentukan aktiva produktif yang memang dibutuhkan. (Yetede)

Neraca Perdagangan 2022 Surplus US$ 54,46 Miliar

17 Jan 2023

JAKARTA, ID — Meski sektor migas defisit US$ 24,39 miliar, neraca perdagangan Indonesia 2022 surplus US$ 54,46 miliar. Kontribusi terbesar surplus negara perdagangan adalah sektor nonmigas yang surplus US$ 78,85 miliar. Neraca perdagangan Indonesia Desember 2022 surplus US$ 3,89 miliar. Surplus perdagangan nonmigas sebesar US$ 5,61 miliar tergerus oleh defisit perdagangan sektor migas, US$ 1,72 miliar. Badan Pusat Statistik (BPS) juga melaporkan, laju ekspor secara kumulatif Indonesia Januari–Desember 2022 mencapai US$ 291,98 miliar, meningkat 26,07% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ekspor yang tinggi ditopang oleh ekspor nonmigas senilai US$ 275,96 miliar atau meningkat 25,80% (yoy), sedangkan untuk ekspor migas tercatat US$ 16,02 miliar atau meningkat 30,82% (yoy). “Jika dilihat dari sharenya ekspor nonmigas sepanjang Januari-Desember 2022 terbesar berasal dari bahan bakar mineral dengan total US$ 54,98 miliar, atau 19,92% dari total pangsa ekspor,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono di Jakarta, Senin (16/1/2023). (Yetede)

Tembus 1 Juta Lagi, Bisnis Otomotif Kian Menantang

16 Jan 2023

Penjualan mobil menembus 1 juta unit pada tahun 2022. Tahun ini, tren pertumbuhan penjualan mobil masih bisa berlanjut. Namun industri otomotif bisa macet di 2023 lantaran terganjal sejumlah tantangan, mulai dari pelemahan daya beli, kenaikan harga komponen hingga ancaman resesi global. Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil wholesales (pabrik ke diler) pada 2022 naik 18,1% year on year (yoy) dan menembus 1,05 juta unit. Begitu pula penjualan mobil retail (diler ke konsumen) yang tumbuh 17,4% (yoy) menjadi 1,01 juta unit pada tahun lalu. Meski proyeksi ini di bawah 1 juta unit, Gaikindo optimistis pasar otomotif Indonesia dalam tren positif. "Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil tahun ini," kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, Minggu (15/1). Pengamat Otomotif Bebin Djuana memprediksi, laju pertumbuhan penjualan mobil tahun ini kemungkinan tak sebesar tahun sebelumnya. Sebab, Indonesia dibayangi ancaman resesi ekonomi global. Di samping itu, kenaikan harga komponen dan potensi berlanjutnya kelangkaan semikonduktor menjadi tantangan bagi industri otomotif nasional. "Kalau penjualan mobil tahun ini bisa menyamai pencapaian tahun lalu, maka itu suatu prestasi," kata dia.

BKPM Klaim Realisasi Investasi 2022 Lebihi Target

16 Jan 2023

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, realisasi investasi 2022 melampaui angka Rp 1.200 triliun. Artinya, capaian investasi tahun lalu telah melampaui target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kabar baiknya lagi, capaian realisasi investasi kita di tahun 2022 ini kembali melebihi target dari Bapak Presiden, yakni Rp 1.200 triliun lebih sedikit. Berapa lebihnya nanti akan kita umumkan di akhir bulan ini," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (15/1). Dari data Kementerian Investasi, realisasi investasi pada kuartal III-2022 mencapai Rp 307,8 triliun, tumbuh 1,9% dibanding kuartal sebelumnya. Dengan demikian, secara kumulatif, total realisasi investasi Januari hingga September 2022 mencapai Rp 892,4 triliun atau 74,4% dari target.

Genjot Pertumbuhan Kinerja, AMRT Siapkan Strategi Usaha

16 Jan 2023

Kinerja emiten ritel diproyeksi masih moncer di sepanjang tahun ini. Selain karakternya bersifat defensif, emiten di sektor ini juga masih diselimuti katalis positif dari musim kampanye politik menjelang Pemilu 2024. Dus, sejumlah emiten pengelola ritel telah bersiap mengail peluang untuk mendongkrak kinerja di tahun ini. Contoh, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Pengelola gerai ritel Alfamart ini telah menyiapkan sejumlah strategi. Corporate Communications GM Alfamart Rani Wijaya menuturkan, tahun ini AMRT akan menerapkan strategi omnichannel dan penambahan jumlah gerai. Rani menjelaskan, strategi omnichannel akan dilakukan melalui aplikasi Alfagift. Sementara itu, strategi penambahan gerai akan difokuskan ke luar Pulau Jawa. "Masyarakat masih membutuhkan kehadiran ritel modern. Seperti di kota atau kabupaten di Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Papua," imbuh Rani.

KETAR - KETIR BISNIS PAYLATER

16 Jan 2023

Kemudahan fasilitas yang ditawarkan oleh penyedia layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater, memang memikat masyarakat. Namun, risiko membayangi bisnis keuangan berbasis digital itu. Jumlah pengguna fasilitas BNPL yang mencapai 33,55 juta hingga kuartal III/2022 dengan debitur mencapai hampir 13 juta, membentuk outstanding pembiayaan sebesar Rp15,63 triliun. Dari nilai pembiayaan BNPL itu, terdapat 4,19% dalam bentuk pinjaman macet. Jumlah kredit bermasalah di BNPL memang turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh 6,67%. Penurunan itu dipengaruhi oleh beberapa hal.

ATURAN BISNIS PAYLATER : Unsecured Lending Bikin Pening

16 Jan 2023

Inovasi di layanan keuangan digital yang makin marak belakangan, memunculkan berbagai model bisnis baru. Salah satu yang tumbuh pesat yakni Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater. Layanan ini menjadi opsi menarik bagi masyarakat untuk melakukan pembayaran. BNPL atau paylater merupakan fasilitas pinjaman online tanpa kartu kredit yang memungkinkan konsumen membayar suatu transaksi di kemudian hari, baik dengan sekali bayar atau dengan cara cicilan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan bahwa dengan mengambil lisensi sebagai multifinance, ada keuntungan yang didapat perusahaan tekfin yang menjalankan bisnis paylater. “Mereka bisa akses ke SLIK di OJK dan lebih mudah untuk bekerja sama dengan lembaga seperti biro kredit,” ujarnya kepada Bisnis. Vice President of Marketing and Communication PT Finaccel Finance Indonesia (Kredivo) Indina Andamari menyatakan paylater makin berkembang melihat fenomena kesenjangan kredit di Indonesia yang masih sangat lebar. “Alasan utamanya karena dengan jumlah penduduk yang besar, penetrasi kartu kredit masih 5%—7% dalam 20 tahun ter­akhir. Kami melihat ada peluang untuk memanfaatkan teknologi untuk memberikan akses kredit yang aman, cepat dan terjangkau,” katanya. “Kalau bunga sudah ada regulasinya, kami ikut multifinance. Kalau secure atau unsecured, memang paylater jatuhnya ke unsecured lending karena tidak ada jaminan. Sejauh ini, OJK juga suportif dengan paylater,” katanya. Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I OJK Bambang W. Budiawan menyatakan penyelenggara BNPL telah menjadi bagian dari ekosistem yang memanfaat­kan SLIK karena pemainnya merupakan bagian dari industri multifinance.