Ekonomi
( 40789 )Proyek IKN Berjalan, BUMN Karya Cuan
Pemerintah terus mempercepat pembangunan ibukota negara (IKN) Nusantara. Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (17/1), Menteri PUPR Basuki Hadimulyono menyebutkan, hingga kini ada 40 kegiatan konstruksi pembangunan infrastruktur di IKN yang sudah terkontrak, dengan nilai mencapai Rp 25,98 triliun,
Geliat pembangunan proyek IKN tersebut tentu menjadi angin segar bagi emiten konstruksi. Terutama bagi BUMN konstruksi yang diproyeksi paling banyak dapat porsi proyek. Salah satunya PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Farid Budiyanto, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, mengatakan, perolehan kontrak baru ADHI di tahun ini ditargetkan tumbuh 15%-20%, termasuk kontrak IKN. Hingga saat ini ADHI sudah mengerjakan beberapa proyek IKN. Di antaranya proyek gedung dan infrastruktur dengan total kontrak Rp 2,6 triliun.
Selain ADHI, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga akan gencar memburu proyek-proyek IKN. SVP Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho mengatakan, emiten ini telah memenangkan tender proyek IKN sebesar Rp 4,16 triliun.
Investor Asing yang Masuk ke Pasar Perdana Mencapai Rp 16 Triliun
Hasil lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (17/1) diserbu investor. Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat membuat pelaku pasar berburu SUN di harga murah.
Kemarin, total penawaran yang masuk pada lelang SUN mencapai Rp 59,05 triliun. Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, antusias investor pada lelang SUN kali ini mulai meningkat tercermin dari naiknya penawaran masuk dari lelang SUN sebelumnya Rp 28,32 triliun.
Data ekonomi domestik juga menunjukkan kinerja positif yakni rilis data neraca perdagangan bulan Desember kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,89 miliar. Deni menambahkan, aliran dana asing pada lelang SUN terus meningkat ditandai dengan jumlah penawaran dari asing yang mencapai Rp 15,37 triliun, naik dari lelang sebelumnya Rp 4,31 triliun.
Jumlah penawaran masuk dari investor asing tersebut mayoritas pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun yaitu Rp 11,54 triliun atau 75,11% dari total penawaran masuk investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 10,74 triliun atau 46,7% dari total penawaran yang diterima.
SIASAT RI PUPUK INVESTASI
Satu lagi lampu indikator ekonomi nasional menyala terang. Kemarin, Selasa (17/1), Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa realisasi investasi sepanjang 2022 mencapai Rp1.207 triliun, alias melewati target yang ditetapkan Rp1.200 triliun. Data itu juga melengkapi keberhasilan kinerja sektor lain sepanjang 2022. Mulai dari inflasi yang berhasil dijangkar di level 5,51%, surplus neraca perdagangan terbesar sepanjang sejarah, hingga performa fiskal yang makin prima. Sederet capaian itu pun menjadi bekal bagi Indonesia untuk melintasi rute ketidakpastian ekonomi tahun ini. Sejumlah strategi pun sudah dirancang pemerintah pusat dan daerah agar aliran investasi tak surut terhalang sentimen geopolitik dan geoekonomi. Apalagi, dalam survei terhadap Chief Communications Officers (CCO) pada World Economic Forum (WEF) 2023, sebanyak 41% dari responden memandang ketidakpastian ekonomi yang mencakup inflasi dan resesi menjadi kendala ekspansi bisnis. Survei yang dirilis jelang WEF 2023 yang digelar di Davos, Swiss, pada 16—20 Januari itu menggambarkan adanya sinyal wait and see pebisnis. Presiden Joko Widodo pun mengamini bahwa kondisi ekonomi pada tahun ini sangat tidak mudah karena adanya risiko perlambatan ekonomi, resesi, hingga lesatan inflasi yang akan menyumbat aliran modal. Sementara itu, kalangan pelaku usaha menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan langkah taktis dua arah. Pertama, membenahi persoalan di dalam negeri terutama dari aspek perizinan. Kedua, terus melakukan promosi di negara lain baik secara bilateral maupun dengan memanfaatkan berbagai forum internasional sehingga mampu mengakselerasi investasi. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Juan Permata Adoe, keterlibatan Indonesia dalam aneka forum kerja sama multilateral akan berdampak besar terhadap kepercayaan investor asing.
Pembiayaan Infrastruktur Daerah
Pembangunan infastruktur masih menjadi agenda utama pemerintah saat ini. Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023, secara spesifik disebutkan bahwa pembangunan infrastruktur diharapkan bisa menjadi alat untuk mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.Meskipun demikian, tidak murah untuk membangun infrastruktur. Diperkirakan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp6.445 triliun, di saat yang bersamaan alokasi belanja modal relatif kecil dan proyek infrastruktur belum terklasifikasi berdasarkan jenis sehingga cukup sulit untuk menyusun prioritas dan bagaimana bentuk pendanaan yang sesuai. Hal ini ditambah fakta bahwa, pemerintah pusat hanya dapat memberikan kontribusi mencapai 37% saja dari total kebutuhan pendanaan di atas.
Dari 542 daerah hanya ada 1 daerah yang masuk dalam kategori sangat mandiri dalam hal pengelolaan fiskal daerah. Baru 8 provinsi dan 2 kota yang tergolong mandiri serta 18 provinsi dan 36 kabupaten/kota dengan kondisi fiskal menuju mandiri. Adapun Pemda yang kondisi fiskalnya belum tergolong mandiri ada 8 provinsi dan 458 kabupaten/kota (DJPK, Kementerian Keuangan,2022).
Oleh karena itu, diperlukan terobosan dan sinergi pendanaan untuk pembangunan infrastruktur di daerah.
Inovasi dilakukan oleh Pemda Provinsi Sulawesi Utara ketika membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pada pembangunan RSUD tersebut, Pemda melakukan kolaborasi pembiayaan yang merupakan gabungan dari APBN, APBD, hibah dan pinjaman melalui PT SMI, dengan total pinjaman mencapai Rp300 miliar. Tentu apa yang dilakukan oleh Pemda Sulawesi Utara bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membiayai infrastruktur di daerah
INDUSTRI HULU MIGAS : MENINGKATKAN NILAI TAMBAH GAS BUMI
Melimpahnya cadangan gas bumi di Tanah Air membuka peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan tambahan manfaat dari komoditas tersebut melalui peningkatan nilai tambah di sektor petrokimia. Gas bumi dinilai sebagai sumber daya yang strategis untuk mendorong pengembangan industri petrokimia di dalam negeri. Terlebih, saat ini sebagian besar produk petrokimia yang digunakan di dalam negeri masih berasal dari impor. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, mengatakan gas bumi memiliki dua peran di industri petrokimia, yakni sebagai bahan baku dan sumber energi. “Peluang untuk dapat mendorong pengembangan industri petrokimia Indonesia masih cukup besar. Dengan kapasitas produksi petrokimia Indonesia yang saat ini sekitar 7,1 juta ton per tahun, sekitar 70% kebutuhan petrokimia untuk domestik masih harus dipenuhi dari impor,” katanya, Selasa (17/1). Lemigas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat gas bumi sebenarnya bisa diolah lebih lanjut sebagai bahan baku produk petrokimia, seperti olefin rendah, dan bahan pelumas dasar sintetik. Saat ini, Indonesia tercatat 43,6 triliun kaki kubik (TCF) cadangan terbukti gas, dengan realisasi penyaluran sebesar 5.734 BBTUD. Dari jumlah penyaluran tersebut, 66% di antaranya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Realisasi Investasi 2022 Capai Rp 1.207 Triliun
JAKARTA, ID – Presiden Joko Widodo mengatakan, realisasi investasi nasional selama 2022 mencapai Rp 1.207 triliun atau lebih tinggi dari target realisasi investasi yang sebesar Rp 1.200 triliun. Menurut dia, investasi yang tumbuh tinggi menjadi kunci dalam upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional. “Dari target realisasi Rp 1.200 triliun tercapai yaitu Rp 1.207 triliun pada 2022. Ini sangat bagus, karena bisa menciptakan lapangan kerja 1,3 juta. Investasi jadi kunci pertumbuhan ekonomi,” ucap Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forkompinda 2023, Selasa (17/1/2023). Menurut Jokowi, komponen investasi dan ekspor menjadi dua penopang pertumbuhan ekonomi domestik. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendorong realisasi investasi. “Hati-hati yang namanya investasi sekarang menjadi rebutan bagi semua negara. Jangan sampai mengurus izin (investasi) berbulan-bulan. Dalam situasi yang sangat sulit, investasi dan ekspor menjadi kunci,” kata Jokowi. Ia mengatakan, saat ini masih ada dua permasalahan besar yang menghambat laju investasi. Dalam hal ini perlu kerja sama antar pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pertama, kesulitan investor dalam mengurus Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). “Separuh daerah masih belum menyelesaikan KKPR-nya. Saya minta, ketua DPRD agar dengan pemerintah daerah segera menyelesaikan urusan ini,” kata dia. (Yetede)
Penguatan Rupiah Dongkrak Pasar Saham
JAKARTA, ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 4% sepanjang 2023 menjadi Rp 15 ribu, dibandingkan bulan lalu Rp 15.700, didorong derasnya aliran dana asing ke pasar surat berharga negara (SBN). Hal ini mampu mendongkrak pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir. Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia melesat 1,1% ke level 6.767, melanjutkan tren positif sejak perdagangan Jumat pekan lalu. Nilai transaksi saham mencapai Rp 12,8 triliun, di atas rata-rata sepanjang 2023 sebesar Rp 10,58 triliun, berdasarkan data BEI. Indeks saham-saham unggulan, seperti LQ45, IDX 30, dan IDX 80, berkibar, dengan kenaikan 1,81%, 1,9%, dan 1,64%. Adapun dua indeks sektoral mencetak kinerja impresif, yakni material dasar dan teknologi masing-masing 0,3% dan 1,94%. Kedua indeks sektoral itu mencetak pertumbuhan tertinggi sepanjang 2023, terdiri atas material dasar sebesar 4,3% dan teknologi 4%. (Yetede)
Sumbang 55% Ekspor Nonmigas, 5 Pasar Utama Perlu Diamankan
JAKARTA, ID – Menyerap 55,012% ekspor nonmigas, lima pasar utama Indonesia —Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia— perlu mendapat perhatian khusus pemerintah di samping memperluas pasar baru. Selama 2022, total ekspor nonmigas ke lima negara ini mencapai US$ 151,8 miliar atau 55,02% terhadap total ekspor nonmigas Indonesia 2022 yang mencapai US$ 275,96 miliar. Peluang peningkatan ekspor nonmigas masih terbuka lebar, terutama Tiongkok, seiring kebijakan Negeri Tirai Bambu tersebut mencabut lockdown. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Tiongkok masih meraup surplus pada perdagangan dengan Indonesia. Pada tahun 2022, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok sebesar US$ 63,55 miliar, sedang impor nonmigas mencapai US$ 67,16 miliar. Dengan demikian, surplus perdagangan RRT dengan RI sebesar US$ 3,61 miliar. Tidak jauh beda dengan surplus neraca perdagangan nonmigas Indonesia Desember 2022 sebesar US$ 5,61 miliar. Kalangan pengamat memperkirakan, selepas lockdown, kegiatan ekonomi Tiongkok yang melambat selama pandemi Covid-19 akan mengalami akselerasi signifikan. (Yetede)
OJK Tuntut Perbankan Lebih Efisien
JAKARTA, ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai struktur perbankan saat ini belum efisien, sehingga masyarakat masih dibebankan suku bunga yang tinggi. Oleh karena itu, selain memiliki modal dan pencadangan yang kuat, perbankan dituntut lebih efisien, agar bisa memberikan layanan yang murah kepada nasabah dan berdaya saing. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, di samping tantangan global dan tantangan domestik, pihaknya meyakini perbankan Indonesia ke depan bisa berjalan dengan stabil didukung dengan berbagai kebijakan yang diberikan sebagai upaya menghadapi tantangan tersebut. Arah kebijakan yang dilakukan OJK bukan semata-mata persoalan dampak ekonomi global dan domestik, tapi juga melakukan berbagai upaya di berbagai bidang. “Struktur pasar perbankan kita belum efisien. Ada upaya tertentu untuk perbaikan efisiensi struktur pasar bank kita,” ujar Dian dalam webinar OJK Institute Tren Perbankan di 2023, Selasa (17/1/2023). (Yetede)
Beban Petani Terasa Hingga Pasar
Musim hujan berkepanjangan akibat fenomena cuaca La Nina sepanjang tahun lalu menambah beban bagi Muhammad Sukron. Petani padi asal Bogor itu harus mengeluarkan biaya lebih untuk memproduksi gabah kering lantaran harus menyewa gudang penghangat. Pasalnya, di wilayahnya, matahari hanya muncul sekitar pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Selepas itu, cuaca cenderung berawan dan tak jarang hujan. "Kalau cuaca panas, saya bisa menjemur gabah basah hasil panen di lapangan," ujar Sukron kepada Tempo selepas menyetor karung gabah ke sebuah penggilingan di Bogor, kemarin. Beban Sukron bukan hanya untuk sewa gudang. Pengeluaran dia dan para petani lain kian bengkak akibat kenaikan harga pupuk, bibit, upah buruh, hingga sewa kerbau atau traktor untuk membajak sawah. Kenaikan biaya produksi tersebut, menurun Sukron, terjadi berangsur-angsur sejak beberapa bulan lalu. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









