INDUSTRI HULU MIGAS : MENINGKATKAN NILAI TAMBAH GAS BUMI
Melimpahnya cadangan gas bumi di Tanah Air membuka peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan tambahan manfaat dari komoditas tersebut melalui peningkatan nilai tambah di sektor petrokimia. Gas bumi dinilai sebagai sumber daya yang strategis untuk mendorong pengembangan industri petrokimia di dalam negeri. Terlebih, saat ini sebagian besar produk petrokimia yang digunakan di dalam negeri masih berasal dari impor. Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, mengatakan gas bumi memiliki dua peran di industri petrokimia, yakni sebagai bahan baku dan sumber energi. “Peluang untuk dapat mendorong pengembangan industri petrokimia Indonesia masih cukup besar. Dengan kapasitas produksi petrokimia Indonesia yang saat ini sekitar 7,1 juta ton per tahun, sekitar 70% kebutuhan petrokimia untuk domestik masih harus dipenuhi dari impor,” katanya, Selasa (17/1). Lemigas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat gas bumi sebenarnya bisa diolah lebih lanjut sebagai bahan baku produk petrokimia, seperti olefin rendah, dan bahan pelumas dasar sintetik. Saat ini, Indonesia tercatat 43,6 triliun kaki kubik (TCF) cadangan terbukti gas, dengan realisasi penyaluran sebesar 5.734 BBTUD. Dari jumlah penyaluran tersebut, 66% di antaranya disalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Postingan Terkait
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023