Ekspor Tetap Tumbuh, Parkir Devisa Diatur Ulang
Pemerintah memproyeksikan ekspor Indonesia tetap tumbuh pada 2023 kendati mengalami perlambatan. Peningkatan ekspor diharapkan juga memperkuat cadangan devisa negara. Oleh karena itu, pengaturan devisa yang parkir di dalam negeri akan diubah. Hal ini dibahas dalam rapat terbatas terkait evaluasi ekspor Indonesia 2022 yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin, Rabu (11/1) di Jakarta. Dalam keterangan seusai rapat, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada 2022 meningkat cukup tinggi. Sampai November 2022, nilai ekspor Indonesia 268 miliar USD.
Peningkatan ini terjadi atas kontribusi beberapa komoditas utama, seperti besi baja, bahan bakar fosil, dan CPO. Negara tujuan ekspor Indonesia masih didominasi China dan AS. Ekspor nonmigas Indonesia ke China sampai November mencapai 57,7 miliar USD, sedangkan ke AS sebesar 26,1 miliar USD. India kini masuk sebagai salah satu tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai sampai November 2022 sebesar 21,6 miliar USD. Selain itu, masih ada Jepang dengan nilai ekspor 21,1 miliar USD. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Uni Eropa 19,6 miliar USD. Ke depan, menurut Airlangga, diharapkan negosiasi kesepakatan kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) bisa segera diselesaikan supaya hambatan tarif untuk beberapa komoditas bisa diatasi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023