Ekonomi
( 40789 )Kisah Kedelai Negeri Messi dan Jokowi
Inilah kisah kedelai di negeri Lionel Messi dan Presiden Jokowi. Yang satu mendorong ekspor, satunya lagi bergantung impor. Yang satu mengeluarkan kebijakan soybean dollar, satunya lagi mengganti selisih harga pembelian kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe. Hampir setiap awal tahun harga kedelai dunia naik. Perang Rusia-Ukraina semakin melambungkan harga kedelai dunia ke titik tertinggi, tembus di level 17 USD per gantang pada Maret, April, dan Mei 2022. Meski trennya turun, harga kedelai masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari 2023 ini, harganya berada di kisaran 15 USD per gantang. Saat ini, mata uang negeri pemenang Piala Dunia 2022 itu tengah terdepresiasi. Tak hanya itu, tanaman kedelai terancam kekeringan akibat mundurnya musim hujan. Departemen Pertanian AS (USDA) menurunkan perkiraan produksi kedelai Argentina di Januari 2023 sebesar 4 juta ton menjadi 45,5 juta ton. Kementerian Ekonomi Argentina memperkirakan bakal kehilangan pendapatan dari kedelai sebesar 10 miliar USD. Banyak petani Argentina yang mengutamakan menyimpan kedelai untuk cadangan pangan. Padahal permintaan kedelai dari China tengah meningkat untuk memenuhi kebutuhan Imlek.
Di sisi lain, Argentina membutuhkan tambahan USD untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya, yakni peso. Oleh karena itu, negeri Lionel Messi ini mengeluarkan kebijakan “dollar kedelai” (soybean dollar). Para petani yang mau mengekspor kedelai akan diberi insentif nilai tukar eksklusif, yaitu 200 peso per USD. Saat kebijakan itu digulirkan pada September 2022, nilai tukar peso di level 165 peso per USD. Kebijakan itu terus dilanjutkan pada 28 November 2022-6 Januari 2023. Nilai tukar eksklusif dinaikkan menjadi 230 peso per USD. Hasilnya, per 3 Januari 2023, sebanyak 78,9 % hasil panen kedelai pada triwulan IV-2022 telah diekspo, lebih rendah dibandingkan periode sama 2021 di 80 %. Sama seperti Argentina, Indonesia tengah bergelut dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD dan menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. Per 20 Januari 2023, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.121 per USD. Untuk meredam depresiasi dan inflasi, pemerintah dan otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan bank sentral, menjaring devisa hasil ekspor yang disimpan eksportir di luar negeri, mengimpor beras dan kedelai masing-masing 500.000 ton dan 350.000 ton, hingga memberikan subsidi selisih harga kedelai impor. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, aturan bantuan penggantian selisih harga tanpa persyaratan tengah digodok. Meskipun begitu, Kemendag akan mengupayakan program itu bisa berlanjut tahun ini karena harga kedelai impor masih tinggi. Melalui program itu, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu-tempe bisa Rp 11.000 per kg-Rp 12.000 per kg ujarnya melalui siaran pers, Jumat (20/1) malam. (Yoga)
Suku Bunga Tinggi Mulai membebani Nasabah
JAKARTA-Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reserve Repo Rate) berdampak pada kemampuan nasabah membayar cicilan. Terlebih untuk jenis kredit bertenor panjangan dengan sistem bunga mengembang atau floating, seperti yang dialami Ristya Fahira. Perempuan berusia 32 tahun ini selama empat bulan terakhir kelimpungan dengan pembengkakan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR). Tadinya, dia mendapat promosi suku bunga tetap atau fixed untuk tiga tahun pertama sebesar 4%. Namun, pada Juli lalu, untuk pertama kalinya cicilan KPR tersebut mengikuti sistem floating, menyesuaikan dengan suku bunga acuan bank sentral. Saat mulai mencicil dengan skema bunga mengambang, Ristya dan pasangannya harus menyetor cicilan 20% lebih mahal dari sebelumnya. Dibulan-bulan berikutnya, nominal cicilan pun naik secara bertahap. Sehingga kami kewalahan, karena sudah diluar bujet," ujarnya kemarin (Yetede)
Mobil Listrik Sulit Wujudkan Net Zero Emission
Secara global, hanya ada satu dari 50 mobil baru yang sepenuhnya bertenaga listrik pada 2020, dan satu dari 14 di Inggris. Meskipun menimbulkan kesan impresif, bahkan jika semua mobil baru sekarang menggunakan tenaga listrik, masih perlu waktu 15-20 tahun untuk menggatikan armada mobil berbahan bakar fosil di dunia. Penghematan emisi dengan cara mengganti semua mesin pembakaran internal dengan mesin alternatif nol karbon akan terlalu lambat untuk membuat perbedaan yang diperlukan dalam waktu yang kita miliki: lima tahun ke depan. Penangan krisis iklim dan polusi udara memerlukan penertiban semua transportasi bermotor secepat mungkin, terutama mobil pribadi. Jika hanya berfokus pada kendaraan listrik, usaha untuk menuju nol emisi karbon akan melambat. (Yetede)
Tersebab Naiknya Biaya Haji
JAKARTA-Pemerintah menyebutkan kenaikan biaya haji pada 2023 atau 1444 Hijriah terjadi karena kenaikan harga-harga, seperti akomodasi dan transportasi. Selain kenaikan harga barang. calon anggota jamaah harus membayar lebih banyak biaya haji pada tahun ini karena berkurangnya "subsidi" nilai manfaat yang diberikan kepada setiap calon haji. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan usulan kenaikan biaya haji penyelenggaran ibadah haji (BPIH) mencakup sejumlah pertimbangan dan perhitungan. Usulan itu mencakup layanan akomondasi, konsumsi, dan transportasi selama jamaah berada di Jeddah, Mekah, dan Madinah. Pemerintah mengusulkan kenaikan biaya haji ada 2023 mencapai Rp98,8 juta per calon anggota jamaah haji. Biaya tersebut meliputi ongkos penerbangan ulang-pergi Rp 33,97 juta, akomodasi di mekah Rp 18,7 juta, akomodasi di Madinah Rp4,08 juta, visa Rp 1,22 juta, dan paket masyair sebesar Rp 5,54 juta. (Yetede)
Layak Koleksi Meski Suku Bunga Tinggi
JAKARTA-Saham-saham sektor properti diyakini masih tetap menarik dikoleksi dengan orientasi investasi jangka panjang. Analisis dan Infovesta Kapotal Advisorim Fajar Dwi Alfian, menuturkan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli saham emiten properti yang tengah murah atau undervalue karena tekanan pasar. Sebagaimana diketahui, tekanan silih berganti menghampiri industri properti, khususnya yang berhubungan dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia serta inflasi Bank Indonesia serta inflasi global. "Ada saham-saham emiten properti dengan nilai PER (price earning ratio) di bawah rata-rata sektor properti dan memiliki fundamental yang bagus," ujar Fajar, kemarin. Fundamental yang baik itu tercermin dari perolehan penjualan dan capaian laba bersih hingga kuartal III 2022 yang masih meningkat. (Yetede)
Industri Pertahanan Masih Hadapi Tantangan
Tantangan industri pertahanan RI untuk masuk dalam rantai pasok global adalah masih belum lengkapnya informasi aset nasionalnya terkait industri pertahanan. Hal ini disampaikan Yono Reksoprodjo, Kepala Divisi Transfer Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan saat Workshop Online Lab45 dan RSIS, Jumat (20/1). (Yoga)
Suku Bunga dan Tekanan Inflasi
Seperti diprediksi, BI kembali menaikkan bunga acuan 25 basis poin ke 5,75 %. Langkah ini mampu meredakan inflasi yang naik akibat kenaikan harga BBM dan barang impor. BI menjelaskan, kenaikan bunga acuan ini dimaksudkan untuk mengembalikan inflasi inti ke target 2-4 % pada semester I-2023 (Kompas, 20/1). Dengan inflasi inti serta inflasi umum per Desember 2022 tercatat 3,36 % dan 5,51 % (yoy) di atas sasaran 2-4 %. Para pengamat sebelumnya sudah memprediksi, BI masih akan agresif menaikkan bunga acuan, 3-4 kali tahun ini, dengan suku bunga di akhir 2023 diprediksi 6,0-6,5 %. Sejak Agustus 2022, BI tercatat enam kali menaikkan suku bunga dengan total kenaikan 225 basis poin (bps).
Hanya sedikit pengamat yang meyakini BI untuk sementara menahan suku bunga kali ini. Alasan mereka, meskipun masih dihadapkan pada inflasi global yang tinggi dan tren kenaikan suku bunga acuan yang agresif di negara-negara maju,tekanan inflasi di dalam negeri relatif terkendali beberapa bulan terakhir. Demikian pula tekanan terhadap rupiah, dengan nilai tukar rupiah sempat terkoreksi. Di satu sisi, kenaikan suku bunga BI bisa menahan inflasi, tetapi pada saat yang sama, naiknya suku bunga bisa berdampak pada pertumbuhan sektor riil, konsumsi dalam negeri, dan pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan dan ramuan bauran kebijakan yang tepat menjadi penting. (Yoga)
Eksportir Berminat Tempatkan Devisa
Para eksportir merespons positif rencana pemerintah dan BI membuat skema khusus penempatan devisa hasil ekspor. Langkah tersebut dinilai bisa menarik minat eksportir menaruh devisanya di dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Jumat (20/1) mengatakan, pada prinsipnya, pelaku usaha menyambut baik ajakan pemerintah agar eksportir menyimpan devisa hasil ekspornya di dalam negeri ketimbang di luar negeri. Selama ini, eksportir memang membutuhkan jaminan dan insentif dari pemerintah agar penyimpanan dana devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri tidak merugikan eksportir. Ia menilai rencana pemberian sejumlah kemudahan yang sedang disusun pemerintah, seperti jaminan suku bunga yang kompetitif terhadap negara lain, insentif pajak, serta imbal hasil yang kompetitif, itu bisa menarik minat sekaligus memberi jaminan pada pelaku usaha.
”Instrumen forex dalam negeri selama ini kalah bersaing dengan negara tetangga. Dengan skema baru ini, diharapkan bisa lebih kompetitif dan menang bersaing. Namun, harus diingat, Indonesia itu menganut rezim devisa bebas, bukan devisa kontrol, untuk menarik investasi,” tutur Benny. Kepala Sekolah Ekspor dan Ketua GPEI Handito Joewono menambahkan, pemerintah perlu menerapkan pendekatan yang berbeda untuk tiap sektor karena kebutuhan eks-portir di tiap sektor berbeda-beda. Menurut dia, sejumlah kemudahan dan insentif yang saat ini disiapkan pemerintah bisa menarik minat pelaku ekspor di sektor pengolahan serta eksportir pemula. Namun, instrumen serupa belum tentu menarik bagi eksportir komoditas sumber daya alam. (Yoga)
Dampak Perilaku CEO ke Merek
Dunia terus menyoroti Elon Musk. Dari soal disrupsi yang dilakukan, aksi korporasi, hingga perilakunya. Selama ini dia mendapat puja-puji, tetapi belakangan public ”menghukumnya”. Citra perusahaan jadi bermasalah. Perilaku CEO memang tak bisa dilepaskan dari citra perusahaan. Publik memiliki penilaian sendiri kendati CEO berusaha memoles diri. Bisnis perusahaan bisa terdampak. Survei terbaru yang dilakukan oleh Morning Consult Brand Intelligence dan dikutip Forbes menyebutkan, saat ini hanya 13,4 % orang dewasa AS yang suka Tesla, perusahaan Elon Musk. Angka ini turun dibandingkan bulan lalu 16 % dan 28,4 % pada Januari 2022. Turun 15 % selama setahun. Masalah bisnis dan keterbelahan politik jadi penyebab penurunan itu. Problem Musk yang tak menentu di Twitter dan investor Tesla frustrasi karena Musk terlalu fokus pada platform media sosial. Di sisi lain, popularitas Tesla buruk di kalangan orang yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Partai Demokrat. hasil survei itu makin menarik ketika kita melihat lebih detail. Hanya 3 % orang dewasa itu yang memiliki penilaian baik terhadap merek kendaraan listrik itu. Angka ini turun dari 10,3 % pada Desember 2022. Kelompok orang dewasa ini penting karena memiliki daya beli.
Kesimpulan umum menyebutkan bahwa perilaku CEO berpengaruh terhadap citra perusahaan dan merek. Riset di Lituania dengan 186 responden yang merupakan konsumen potensial dari perusahaan Lituania yang sukses menunjukkan, ciri-ciri psikologis dan perilaku verbal dan nonverbal CEO memiliki dampak tertinggi bagi merek. Sebaliknya, kepemimpinan CEO memiliki dampak terendah pada kepercayaan konsumen terhadap organisasi. Di Malaysia, riset terhadap 102 responden di peritel dengan spesialis produk kecantikan di Kuala Lumpur menunjukkan persepsi merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, persepsi terhadap CEO tak berpengaruh signifikan terhadap konsumen saat membeli produk kosmetik. Riset di Korsel untuk produk fashion menunjukkan, citra CEO dalam hal kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan daya tarik pribadi berdampak pada citra perusahaan. Dampak citra itu berwujud dalam citra produk, citra tanggung jawab social perusahaan, dan citra kultur perusahaan. CEO Net Reputation Adam Petrilli dalam sebuah tulisannya di Ceoworld Magazine menyebutkan, citra CEO bernilai 50 % dari reputasi merek. Reputasi CEO buruk, otomatis berpengaruh pada nilai reputasi merek. (Yoga)
Bappebti Siapkan Bursa Aset Kripto Tahun Ini
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko pada penutupan Rapat Kerja Bappebti di Jakarta, Jumat (20/1) menyatakan, Bappebti bersiap menghadirkan bursa aset kripto pada tahun 2023. Hal ini tertuang dalam rumusan hasil rapat kerja tersebut. Komitmen itu juga sesuai mandat UU No 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









