Ekonomi
( 40789 )Ekspansi Ritel Mulai Gencar
Kinerja pusat perbelanjaan dan ritel yang semakin pulih mendorong ekspansi terus dilakukan oleh peritel. Geliat sektor ritel ini, antara lain, ditandai masuknya peritel asing ke Indonesia serta ekspansi ritel ke luar Jawa. Hal ini, antara lain, tampak pada perusahaan ritel PT ACE Hardware IndonesiaTbk (ACES), unit usaha dari Kawan Lama Group, yang memperluas pasar dengan meresmikan lima toko baru selama Januari-April 2023. Penambahan toko tersebut dilakukan di luar Jawa, yakni Tarakan (Kaltara), Banda Aceh (Aceh), Denpasar dan Gianyar (Bali), serta Singkawang (Kalbar). Ekspansi toko itu menambah jaringan toko ACE menjadi 230 toko di seluruh Indonesia. Direktur ACE Gregory S Widjaja, dalam keterangan pers, Rabu (26/4) menyebutkan, pembukaan lima toko baru ini telah didukung evaluasi dan riset komprehensif, baik dari sisi pasar maupun sarana infrastruktur penunjang distribusi, sehingga ACE dapat menjangkau daerah baru yang potensial.
Konsultan properti JLL Indonesia mencatat, selama triwulan I-2023, tren ritel kian membaik. Restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga kembali mendominasi aktivitas peritel. Adapun tingkat hunian pusat perbelanjaan rata-rata 88 %. Pada tahun 2023, pasokan mal baru di Jabodetabek diperkirakan seluas 115.000 meter persegi. Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengemukakan, sejalan dengan membaiknya ritel, beberapa jenama internasional membuka toko pertama di Indonesia pada triwulan I-2023. Peritel baru itu terutama untuk makanan dan minuman. ”Beberapa peritel internasional mulai aktif membuka cabang pertamanya di pusat perbelanjaan di Indonesia,” katanya, pertengahan April lalu. Konsultan properti Knight Frank Indonesia dalam laporan terbaru, Jakarta Property Highlight, beberapa waktu lalu, menyebutkan, sektor ritel merupakan salah satu subsektor properti yang masih prospektif karena geliat ekonomi setelah pandemi mereda. (Yoga)
Gaya Abadi Rencanakan ”Right Issue”
Produsen sepeda motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS) memerlukan tambahan modal. Direktur Utama GAS Edi Hanafiah, Rabu (26/4/2023), mengatakan, tambahan modal ini direncanakan didapat dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue). GAS direncanakan mengeluarkan saham baru bernilai Rp 147 miliar. (Yoga)
Panen Transaksi Uang Elektronik
JAKARTA- Uang elektronik berbasis kartu menjadi salah satu alat pembayaran yang populer di musim mudik Lebaran 2023. Bank-bank penerbit kartu elektronik pun berupaya menggenjot nilai dan volume transaksi di momen tahunan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di antaranya, mencatatkan transaksi kartu Mandiri e-Money pada periode arus mudik Idul Fitri 2023 sebesar Rp 100 miliar per hari.Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, menuturkan perseroan menyiapkan inovasi dan strategi khusus untuk memperluas, mempermudah, dan memperbanyak akses Mandiri e-Money bagi nasabah dan masyarakat umum. “Penguatan strategi tersebut berfokus pada sektor transportasi, gerai retail, dan e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.
Walhasil, nilai transaksi Mandiri e-Money naik lebih dari 30 persen dibanding rata-rata transaksi harian sebelum periode Idul Fitri. Thomas mengatakan Bank Mandiri juga terus menerbitkan kartu dengan desain yang menarik. Adapun strategi memudahkan layanan top up dilakukan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri pada ponsel pintar yang memiliki fitur NFC (near field communication), melalui e-commerce dan minimarket, ataupun lewat ATM dan kantor cabang Bank Mandiri. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri mencatat nilai transaksi kartu e-money telah lebih dari Rp 5 triliun. Sedangkan di sepanjang tahun lalu, transaksi yang dibukukan secara keseluruhan sebesar lebih dari Rp 21 triliun atau tumbuh 20 persen. “Tahun ini kenaikan transaksi di momen Lebaran lebih tinggi, mengingat waktu libur yang menyebar dan tidak ada lagi pembatasan perjalanan,” kata Thomas. (Yetede)
LEBARAN TURUT MENDORONG PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL
Ramadhan dan Idul Fitri turut mempercepat perputaran ekonomi nasional. Bagaimana tidak, besaran pengeluaran untuk konsumsi cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Tak hanya oleh penduduk yang merayakannya, euforia Ramadhan dan Lebaran yang sudah membudaya turut diikuti hampir seluruh penduduk Indonesia. Pada Lebaran 2019, momentum Lebaran turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 sebesar 5,05 % secara tahunan. Demikian pula pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2022 yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri membuat perekonomian tumbuh 5,44 % secara tahunan. Tahun ini, Lebaran membawa harapan peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Hasil survei Kemenhub menunjukkan hampir separuh dari populasi Indonesia, yakni 123,8 juta jiwa, akan melakukan perjalanan selama libur Lebaran 2023.
Dibandingkan dengan tahun lalu, prediksi jumlah pemudik tahun ini naik 14,2 %. Lonjakan jumlah pelaku perjalanan tersebut tentu saja akan mengakselerasi beragam kegiatan ekonomi yang berdampak langsung bagi daerah yang menjadi tujuan para pemudik. Nilai transaksi belanja beraneka produk yang dijual di daerah-daerah melonjak, sajian-sajian kuliner laris diserbu banyak pembeli dari luar daerah. Angka kunjungan wisata lokal juga turut meningkat seiring maraknya jumlah pemudik yang hadir di wilayah setempat. Konsumsi di sektor transportasi turut terakselerasi. Masifnya penggunaan kendaraan pribadi dan transportasi umum membuat belanja sektor ini memiliki andil besar dalam berkontribusi mendorong kemajuan ekonomi masa Lebaran. (Yoga)
Kerja Antarnegara Makin Ketat
Persaingan mendapatkan pekerja meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk usia tua di negara berpenghasilan tinggi dan menengah. Fenomena ini membutuhkan kebijakan yang memperkuat tata kelola migrasi, kesetaraan pendidikan dan keterampilan, serta perlindungan pekerja. Bank Dunia dalam laporan ”World Development Report 2023: Migrants, Refugees, and Societies” yang dirilis Selasa (25/4) menyatakan, populasi di seluruh dunia menua dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, persentase orang yang berusia di atas 65 tahun telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni 19 % pada tahun 2022 dan diperkirakan terus naik. Populasi lansia di negara seperti itu diproyeksikan tumbuh 118 juta pada tahun 2050, sedangkan populasi usia kerjanya (usia 20-64 tahun) akan menurun sekitar 53 juta orang. Sebagian besar negara berpenghasilan menengah memasuki transisi demografis mereka. Jumlah anak yang lahir per perempuan juga turun di beberapa negara berpenghasilan menengah. Sementara itu, sebagian besar negara berpenghasilan rendah diperkirakan menghadapi pertumbuhan populasi yang cepat.
Hal ini akan menempatkan mereka di bawah tekanan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi kaum muda. ”Migrasi dapat menjadi kekuatan untuk pembangunan. Apabila migrasi dikelola dengan baik, ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat di negara asal dan tujuan,” ujar Senior Managing Director Bank Dunia Axel van Trotsenburg, dalam siaran pers. Dalam beberapa decade mendatang, porsi orang dewasa usia kerja akan turun tajam di banyak negara. Negara-negara seperti Meksiko, Thailand, Tunisia, dan Turki akan membutuhkan lebih banyak pekerja asing karena populasinya tidak lagi bertambah. Chief Economist of the World Bank Group dan Senior Vice President for Development Economics Indermit Gill mengatakan, negara asal harus menjadikan migrasi tenaga kerja sebagai bagian eksplisit dari strategi pembangunan. Misalnya, menurunkan biaya pengiriman uang dan memfasilitasi transfer pengetahuan dari diaspora. (Yoga)
Fokus Lagi ke Bursa Saham Usai Libur Lebaran
Langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Lebaran mungkin masih akan berat. Jika dilihat beberapa tahun ke belakang, biasanya transaksi di pasar masih cenderung sepi di pekan pertama setelah libur panjang hari raya.
Apalagi, usai libur Lebaran tahun ini, ada sejumlah data dan agenda penting yang bakal membuat investor mengambil sikap hati-hati. Salah satunya adalah agenda pertemuan
Federal Open Market Committee
(FOMC) pada awal Mei mendatang, yang akan memutuskan soal arah suku bunga The Fed.
Sejumlah analis yang dihubungi KONTAN memperkirakan, sentimen rapat FOMC masih akan menahan laju kenaikan IHSG. Pelaku pasar juga masih akan merespons keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 18 April lalu, yang menahan BI 7 day reverse repo rate (BI 7
-day-
RR) di level 5,75%.
Hans Kwee, Direktur Ekuator Swarna Investama, mengatakan, kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lagi sekitar 25 basis poin. "Jadi, dampaknya ke pasar saham kemungkinan akan membuat cenderung tertekan," ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, aksi korporasi pembagian dividen emiten juga akan menjadi katalis penggerak IHSG. Untuk pekan pendek kali ini, Nafan memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam
minor sideways
di rentang 6.744-6.869.
Pesta Laba Jumbo Perbankan Berlanjut di Awal Tahun
Tak cuma masyarakat yang bahagia karena mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Senyum para bankir saat mendekati Lebaran bahkan mengembang lebih lebar.
Industri perbankan memanen laba besar di kinerja kuartal I 2023. Laba itu seiring kenaikan kredit yang menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih bank.
Namun, penopang laba bukan melulu bercerita soal kinerja. Perbankan masih melanjutkan memangkas biaya pencadangan seiring perbaikan kualitas kredit. Nah, peningkatan laba diprediksi terus berlanjut, seiring optimisme regulator dan bankir terkait permintaan kredit di sepanjang tahun 2023.
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 25,2% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 12,6 triliun pada kuartal pertama 2023. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut secara konsolidasi, kredit tumbuh 12,36% yoy, menjadi Rp 1.205 triliun.
Bank Mandiri optimistis, sampai dengan akhir tahun 2023 pertumbuhan kredit tumbuh antara 10%-12%. Penyaluran pembiayaan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga di level optimal.
Tak mau kalah, Bank BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi 31,8% yoy menjadi Rp 5,2 triliun pada kuartal pertama 2023. Penyaluran kredit BNI tumbuh 7,2% yoy mencapai Rp 634,3 triliun. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati menyampaikan, pencapaian pada kuartal I 2023 sejalan visi BNI tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Berharap Stabilitas Rupiah dari Dedolarisasi
Dedolarisasi atau proses mengganti dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang untuk perdagangan dan investasi lintas negara tengah diupayakan oleh sejumlah negara di dunia. Langkah ini ditempuh guna mengurangi ketergantungan pada mata uang utama tersebut.
Dedolarisasi baru-baru ini tengah dibicarakan organisasi dagang BRICS. Aliansi yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan tersebut mengutarakan niatnya untuk mengurangi transaksi yang menggunakan dollar AS. Selain untuk menekan biaya, juga untuk mengurangi ketergantungan dengan mata uang tersebut.
Salah satu langkah yang ditempuh dalah melalui kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan, investasi dan sistem pembayaran atau
local currency transaction
(LCT) yang sebelumnya dikenal sebagai
local currency settlement
(LCS) dengan sejumlah negara. Teranyar, Indonesia bakal meneken kerja sama LCT dengan Korea Selatan bulan depan. "Sebentar lagi, pada awal bulan Mei 2023 kami akan menandatangani kerja sama LCS dengan Korea Selatan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo belum lama ini.
Sejauh ini, transaksi penggunaan LCT Indonesia dengan keempat negara mitra itu meningkat cukup signifikan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan, dalam dua bulan pertama tahun 2023, total nilai transaksi LCT sebesar ekuivalen US$ 957 juta. Artinya, rerata penggunaan LCT per bulan pada dua bulan pertama tahun ini sekitar US$ 450 juta.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, upaya dedolarisasi yang dilakukan Indonesia dan sejumlah negara maju lainnya bakal berdampak positif. Terutama terhadap stabilitas rupiah.
Harga Batubara Loyo, ADRO Kejar Efisiensi
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan fokus melakukan sejumlah efisiensi di tahun ini. Salah satunya menekan pengeluaran kontraktor untuk penambangan batubara.
Maklum, kontraktor jadi salah satu penyumbang biaya terbesar operasional penambangan Adaro. Efisiensi ini juga perlu dilakukan ADRO seiring harga batubara yang sulit diprediksi. Terlebih, dibandingkan tahun 2022, harga batubara sejak awal tahun ini sudah cenderung melandai.
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan, harga batubara tahun ini tak sebagus tahun 2022. "Karena itu, kami terus melakukan efisiensi agar profitabilitas perseroan tetap menarik," ungkap pria yang lebih akrab disapa Boy Thohir ini, Rabu pekan lalu (19/4).
Meski melakukan efisiensi, Boy memastikan, ADRO tidak akan mengubah target kinerja tahun ini. Pada 2023, ADRO menetapkan target penjualan batubara bisa berada di kisaran 62 juta ton sampai 64 juta ton.
Analis UOB Kay Hian Sekurtas Limartha Adhiputra, menilai, dengan laba bersih tahun 2022 yang melonjak 167% secara tahunan, rasio pembayaran dividen final untuk tahun buku 2022 setidaknya bisa mencapai 60%.
Pada tahun ini, Limartha memproyeksi kinerja ADRO akan terkoreksi. Estimasinya, pendapatan ADRO akan tergerus 25,7% secara tahunan menjadi US$ 6,02 miliar pada tahun ini. Laba bersih ADRO tahun ini juga diprediksi ikut terpangkas 41,1% secara tahunan.
Ditopang Segmen Pinjaman Mikro
Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diprediksi masih akan tumbuh pada tahun ini. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh segmen pinjaman mikro.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi mengatakan, pertumbuhan kinerja BBRI sangat didorong oleh ekosistem ultra-mikro. Sepanjang tahun lalu, pendorong pertumbuhan pendanaan di BRI adalah
current account savings account
(CASA) atau dana murah.
CASA BBRI tumbuh sebesar 22% secara tahunan menjadi Rp 872 triliun. Sementara,
compounded annual growth rate
(CAGR) BBRI tercatat sebesar 15% sejak 2019.
Leonardo mengatakan, segmen pinjaman mikro berpeluang tumbuh 11%-13% di tahun 2023. Sedangkan pertumbuhan dari pinjaman nasabah BBRI diprediksi berkisar 10%-12% di tahun ini. Biaya kredit atau
cost of credit
(CoC) diprediksi akan bertengger di angka 2,2% - 2,4%.
BBRI memperoleh kuota KUR sebesar Rp 270 triliun pada tahun 2023, meningkat 4,9% secara tahunan. Leonardo mengatakan, ada skema KUR terbaru yang menarik untuk diperhatikan dampaknya terhadap kinerja BBRI.
Skema tersebut yaitu pemberlakuan kenaikan bunga berjenjang untuk perpindahan segmen kreditur dan pengajuan kredit baru. Untuk pengajuan pertama kali, suku bunga kredit ada di 6%, lalu meningkat menjadi 7%,8% dan 9% untuk perpanjangan pertama, kedua dan ketiga.
"Ketentuan baru ini akan berdampak positif untuk menjaga dan meningkatkan level pendapatan BBRI walaupun ada keinginan pemerintah untuk memigrasi kreditur KUR ke Kupedes, ujar Leonardo. Dengan skema KUR yang terbaru dan Kupedes, pertumbuhan kredit BBRI bisa naik sampai 10%.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









