Kerja Antarnegara Makin Ketat
Persaingan mendapatkan pekerja meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk usia tua di negara berpenghasilan tinggi dan menengah. Fenomena ini membutuhkan kebijakan yang memperkuat tata kelola migrasi, kesetaraan pendidikan dan keterampilan, serta perlindungan pekerja. Bank Dunia dalam laporan ”World Development Report 2023: Migrants, Refugees, and Societies” yang dirilis Selasa (25/4) menyatakan, populasi di seluruh dunia menua dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, persentase orang yang berusia di atas 65 tahun telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni 19 % pada tahun 2022 dan diperkirakan terus naik. Populasi lansia di negara seperti itu diproyeksikan tumbuh 118 juta pada tahun 2050, sedangkan populasi usia kerjanya (usia 20-64 tahun) akan menurun sekitar 53 juta orang. Sebagian besar negara berpenghasilan menengah memasuki transisi demografis mereka. Jumlah anak yang lahir per perempuan juga turun di beberapa negara berpenghasilan menengah. Sementara itu, sebagian besar negara berpenghasilan rendah diperkirakan menghadapi pertumbuhan populasi yang cepat.
Hal ini akan menempatkan mereka di bawah tekanan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi kaum muda. ”Migrasi dapat menjadi kekuatan untuk pembangunan. Apabila migrasi dikelola dengan baik, ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat di negara asal dan tujuan,” ujar Senior Managing Director Bank Dunia Axel van Trotsenburg, dalam siaran pers. Dalam beberapa decade mendatang, porsi orang dewasa usia kerja akan turun tajam di banyak negara. Negara-negara seperti Meksiko, Thailand, Tunisia, dan Turki akan membutuhkan lebih banyak pekerja asing karena populasinya tidak lagi bertambah. Chief Economist of the World Bank Group dan Senior Vice President for Development Economics Indermit Gill mengatakan, negara asal harus menjadikan migrasi tenaga kerja sebagai bagian eksplisit dari strategi pembangunan. Misalnya, menurunkan biaya pengiriman uang dan memfasilitasi transfer pengetahuan dari diaspora. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023