;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Perbankan Diminta Naikkan Sistem Elektronik

15 May 2023

JAKARTA, ID - Industri perbankan sudah seharusnya belajar banyak dari kasus serangan siber di masa lalu dan terus meningkatkan ketahanan sistem elektroniknya. Lebih dari itu, setiap bank mesti lebih antisipatif memperkuat organisasi tanggap darurat, meramu metode analisis bersama, hingga mengentaskan persoalan minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi (TI). Kejahatan siber (cyber crime) semakin variatif dan frekuensinya semakin tinggi. Technopreneur Bidang Keamanan Informasi Budi Rahardjo menyampaikan, data pada 2020 menerangkan bahwa 175,4 juta orang atau mencakup 64% dari total populasi Indonesia telah mengadopsi internet. Jumlah ini punya skala potensi yang besar, sekaligus risiko yang besar pula. Pandemi pun mengakselerasi adopsi masyarakat terhadap penggunaan dan pemanfaatan perkembangan TI. Mulai dari kebutuhan belanja di e-commerce, membeli tiket secara online, berkomunikasi melalui sosial media, tak terkecuali pemanfaatan layanan jasa keuangan. “Kita sudah sangat bergantung kepada TI. Artinya, ini tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kalau terjadi masalah keamanan, maka ini dampaknya besar,” ungkap Budi dalam suatu seminar, dikutip Minggu (14/5/202). (Yetede)

Ekosistem Industri Syariah Masih Jalan Masing-masing

15 May 2023

KONVERSI sejumlah bank konvensional menjadi bank syariah mendorong peningkatan kinerja perbankan syariah di Tanah Air. Pada akhir 2022, misalnya, aset perbankan syariah nasional tumbuh 15,36 persen, diikuti pertumbuhan dana pihak ketiga yang naik 12,93 persen, serta pembiayaan yang pada awal 2023 tumbuh hingga 20,9 persen. Berbagai indikator tersebut melampaui kinerja perbankan konvensional yang pertumbuhan asetnya sebesar 9,42 persen, dana pihak ketiga 8,58 persen, dan pembiayaan 10,6 persen.

Kepala Unit Usaha Syariah PT Bank OCBC NISP Tbk, Mahendra Koesumawardhana, mengatakan konversi bank konvensional menjadi bank syariah, seperti yang dilakukan Bank Aceh, Bank NTB, dan Bank Riau Kepri, juga turut mendorong market share perbankan syariah di Tanah Air menembus batas 5 persen yang bertahan sejak lama. Per tahun lalu, OJK melaporkan, market share perbankan syariah nasional sudah di posisi 7 persen.

Namun pertumbuhan itu, menurut Mahendra, masih belum terlalu kencang. Terutama jika mempertimbangkan potensi Indonesia yang sangat besar. “Pertumbuhan perbankan syariah ini terjadi secara anorganik, dipicu oleh adanya konversi bank,” ujar dia dalam pertemuan bersama sejumlah jurnalis di Jakarta, Rabu, 10 Mei lalu. Mahendra menilai pertumbuhan perbankan syariah juga idealnya terjadi secara organik, ditopang oleh peningkatan jumlah nasabah, penyaluran pembiayaan, dan sebagainya. “Agar pertumbuhannya lebih sustainable.” (Yetede)

SISI LAIN KTT ASEAN, Seberangi Lautan demi Meriahkan Pesta Rakyat

13 May 2023

Sejumlah perempuan perajin di Kabupaten Lembata, NTT, tampak piawai menenun di bawah tenda yang berdiri di balik puluhan gerai di pameran Pesta Rakyat di Lapangan Waekesambi, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (7/5). Terhalang di sudut lapangan, letak tenda nyaris tidak terlihat pengunjung kala memasuki pameran. Diadakan untuk memanggungkan budaya dan karya kreatif masyarakat lokal, pameran itu turut memeriahkan KTT Ke-42 ASEAN. Proses pembuatan tenun ikat dimunculkan dalam pameran untuk mengangkat kekayaan budaya tenun di NTT. Diperkirakan, ada 700 motif tenun di NTT. ”Supaya tamu dari luar negeri bisa menyaksikan proses ini,” ujar Bernadus Keytimu, koordinator kelompok tenun dari Lembata. Untuk menghasilkan satu helai kain tenun ikat alami ukuran 1x2 meter membutuhkan waktu hampir dua tahun. Satu helai dibanderol paling murah Rp 30 juta.

Tingginya semangat memperkenalkan tenun mendorong Bernadus bersama sembilan perempuan penenun dating jauh-jauh dari Lembata ke Labuan Bajo. Lembata ada di seberang timur Pulau Flores, sedang Labuan Bajo di sisi barat Flores, berjarak 723 kilometer. Mereka berlayar selama 3,5 jam ke Pelabuhan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, dilanjutkan dengan kendaraan ke Maumere, Kabupaten  ikka, selama 4 jam. Lalu, menumpang kapal ke Labuan Bajo selama 15 jam. Ironis, tiba di Labuan Bajo, mereka tidak kebagian stan pameran. Mereka lantas menyewa tenda dengan tarif Rp 400.000 per hari. Di tenda itu pula, mereka tidur lantaran semua hotel dan penginapan di Labuan Bajo terisi tamu KTT Ke-42 ASEAN. Pameran itu pun hanya digelar satu hari. ”Kami datang jauh-jauh, tetapi pameran hanya  dibuka satu hari. Kalau seperti ini, bagaimana orang bisa melihat produk kami,” kata Bernadus mengungkapkan kekecewaan.

Di stan pameran lain, Erlin Owa (33) bersama dua rekannya datang dari Kabupaten Nagekeo, NTT. Membawa hasil olahan berupa kacang goreng, keripik pisang, dan pisang cokelat, mereka datang menggunakan kapal dengan waktu tempuh 19 jam. Mereka juga tidak kebagian stan sehingga harus menyewa tenda. ”Kami tidak terlalu peduli berapa banyak uang yang kami dapatkan dari pameran ini, tetapi yang paling penting adalah produk kami diketahui orang,” ujarnya. Tapi, Bony Oldam Romas yang menjabat Ketua Kadin Kabupaten Manggarai kebagian stan. Sebanyak empat pengusaha kopi ikut. Selama momentum KTT ASEAN berlangsung, ia memperkirakan penghasilan setiap pengusaha kopi mencapai lebih dari Rp 20 juta. Ia berharap pameran seperti itu dapat digelar lebih dari satu hari agar ruang pengenalan lebih lama. Waktu pelaksanaan pameran yang hanya satu hari dinilai tidak cukup. Padahal, ribuan orang tengah berkunjung ke Labuan Bajo. (Yoga)


Jaga Konsumsi, Raih Investasi

13 May 2023

Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal angka. Pertumbuhan yang idealnya menyejahterakan seluruh rakyat juga berkorelasi dengan pembangunan manusia. Konsumsi rumah tangga menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan sumbangan terhadap PDB di atas 50 %. Pada triwulan I-2023, berdasarkan data BPS, perekonomian Indonesia tumbuh 5,03 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,54 %, dengan sumbangan 52,88 % terhadap PDB Indonesia. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, berdasarkan sensus penduduk 2020, pendapatan yang dibelanjakan masyarakat menopang pertumbuhan PDB. Namun, situasi berubah pada awal pandemi Covid-19, Maret 2020, ketika pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan yang berlanjut dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menekan konsumsi rumah tangga. Jutaan orang kehilangan pendapatan akibat PHK atau pengurangan jam kerja. Akibatnya, konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2020 tumbuh minus 5,52 % secara tahunan, yang berlanjut hingga triwulan I-2021.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, tanpa menafikan peran konsumsi rumah tangga,  ada baiknya komponen PDB lain ditingkatkan. Pembentukan modal tetap bruto atau investasi, misalnya, punya efek pengganda dalam perekonomian. Investasi menghasilkan barang atau jasa yang bisa dikonsumsi di dalam negeri atau diekspor sehingga menghasilkan devisa ekspor. Investasi memerlukan  bahan baku, barang modal, dan bahan penolong, yang mudah-mudahan bisa dipenuhi dari dalam negeri. Investasi juga menyerap tenaga kerja. Selanjutnya, tenaga kerja akan menggunakan upah atau gajinya,  antara lain, untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan. Ditengah kondisi ketenagakerjaan Indonesia, serapan tenaga kerja merupakan hal penting. Per Februari 2023, tingkat pengangguran terbuka 5,45 % atau ada 7,99 juta penganggur di Indonesia. Dari 138,63 juta orang bekerja, 83,34 juta orang atau 60,12 % di antaranya merupakan pekerja informal. Sebanyak 39,96 % penduduk bekerja di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, naik dibandingkan Februari 2022 yang 39,1 % dengan upah rata-rata Rp 1,9 juta per bulan. Untuk itu, kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja mesti ditingkatkan. (Yoga)


Awas Ekonomi Sentra Komoditas Tergerus

13 May 2023

Ekonomi sejumlah daerah penghasil komoditas ekspor tumbuh signifikan atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2023. Kenaikan harga komoditas ekspor dan hilirisasi menjadi penopangnya. Akan tetapi, ke depan, pertumbuhan ekonomi sejumlah daerah itu bisa tergerus seiring dengan normalisasi harga komoditas dan pelemahan permintaan global. Pada triwulan I-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 % secara tahunan. Dua daerah yang perekonomiannya tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional adalah Kalimantan dan Sulawesi. Ekonomi Kalimantan tumbuh 5,79 % dan Sulawesi tumbuh 7 % secara tahunan.Vice President for Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Jumat (12/5) mengatakan, Kalimantan merupakan daerah penghasil batubara dan CPO. Sejak triwulan III-2022 hingga triwulan I-2023, ekonomi Kalimantan tumbuh di atas 5,7 %.

Begitu juga Sulawesi yang perekonomiannya banyak ditopang oleh nikel dan hilirisasi nikel. Sepanjang triwulan III-2022 hingga triwulan I-2023, ekonomi wilayah tersebut terjaga di kisaran 7-8,25 %. ”Dampak tetesan ke bawah (trickle down effect) juga telah dirasakan masyarakat kedua wilayah tersebut meski masih belum optimal,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta. Dendi menjelaskan, dampak tetesan ke bawah dari kenaikan harga CPO global secara langsung dinikmati petani sawit. Namun, untuk batubara dan nikel sebagian besar buah kenaikan harga komoditas tersebut masih dinikmati korporasi. Saat ini, lanjut Dendi, harga komoditas dunia mulai turun menuju titik keseimbangan baru. Hal itu akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Pemerintah pusat dan daerah perlu mencermati kondisi ini. Beberapa upaya bisa dilakukan, seperti mengimbangi penurunan harga komoditas dengan meningkatkan volume dan mengoptimalkan hilirisasi. (Yoga)


Antara Harga Tiket dan Isi Dompet

13 May 2023

Anisa senang bukan kepalang saat mengetahui band favoritnya, Coldplay, akan menghibur secara langsung penggemar pada Rabu, 15 November 2023, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. ”Harus beli. Harus nonton. Enggak mau tahu gimana caranya, harus nonton!” ujarnya bersemangat saat dihubungi, Jumat (12/5). Namun, untuk bisa mewujudkan melihat Chris Martin dan kawan-kawan secara langsung itu, Anisa harus terlebih dahulu membeli tiket konser. Harga tiket dijual mulai dari Rp 800.000 hingga Rp 11 juta. Nyali gadis 19 tahun yang masih duduk di bangku kuliah universitas swasta di Depok, Jabar, ini pun ciut.

Uang jajan bulanannya Rp 750.000 tak cukup untuk membeli tiket termurah. Saking tergiurnya ingin menonton Coldplay, Anisa nekat ingin meminjam uang secara daring. Ia pun mengunduh beberapa aplikasi pinjaman daring. Untuk membayar utang di pinjaman daring itu, dia berencana berjualan cemilan di kampus. Rencana nekat itu terendus kakaknya yang kemudian menceritakan keinginan Anisa itu kepada kedua orangtuanya. Beruntungnya, ayahnya saat masih kuliah dulu juga menyukai Coldplay. Akhirnya sang Ayah memutuskan akan menemani Anisa nonton bersama. ”Agak enggak seru, sih, sama orangtua. Tapi, enggak apa-apa daripada enggak jadi nonton sama sekali,” ujarnya terkekeh.

Rio (28), karyawan swasta perusahaan swalayan, pun menilai tiket yang dijual terbilang mahal. Apalagi Rio sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Kendati demikian, Rio yang sudah menyukai Coldplay sejak SMP berencana tetap membeli tiket konser untuk menonton bersama istrinya. Dia memperkirakan uang yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket di posisi yang diinginkannya mencapai Rp 6,5 juta. Nilai itu bahkan lebih dari 70 % gajinya saat ini. Untuk bisa membeli tiket itu, dia mengatakan akan menggunakan dulu dana darurat miliknya. Setelahnya, Rio berjanji kepada dirinya sendiri untuk segera melunasi kembali dana daruratnya. ”Jadwal konser ini, kan, kita tidak pernah tahu. Jadi, belum siap-siap keuangannya juga. Saya anggaplah ini seperti halnya kejadian tak terduga, jadinya pakai dana darurat,” ujarnya.

Kesenjangan antara harga tiket dan isi dompet jadi fenomena umum, tidak hanya pada konser Coldplay. Ini terjadi juga di pementasan musik lain. Perencana keuangan Tita Gracia menjelaskan, sebelum memutuskan membeli tiket konser, ada baiknya memeriksa dahulu kondisi keuangan. Ia mengatakan, jika pengeluaran masih lebih be sar dari pemasukan, memiliki utang, serta belum memiliki dana darurat dan asuransi, sebaiknya ditunda dulu membeli tiket konser. ”Pada intinya jangan egois beli tiket konser, tetapi setelahnya menderita dan keuangan terganggu. Boleh saja mengalokasikan keuangan untuk beli tiket, tetapi jangan sampai menyusahkan diri dan keluarga,” ujar Tita. (Yoga)


Bisnis Jasa Pembuatan ”Deepfake” Marak

13 May 2023

Lead Data Scientist di Kaspersky, Vladislav Tushkanov, menyatakan, penjahat dunia maya sering menggunakan deepfake untuk menipu. ”Deepfake tidak hanya menimbulkan risiko reputasi dan privasi seseorang, tetapi juga keuangan warganet. Di forum darknet, tawaran pembuatan deepfake marak. Biaya jasanya bervariasi, 300-20.000 dollar AS per menit,” katanya dalam siaran pers, Jumat (12/5/2023). Deepfake adalah salah satu tipe dari kecerdasan buatan yang digunakan untuk membuat foto, audio, dan video. (Yoga)

Kaltim Target Hilirisasi Industri Ekstraktif

13 May 2023

Penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim membuka peluang ekonomi bagi provinsi berjuluk ”Benua Etam” tersebut. Pemerintah Provinsi Kaltim pun menargetkan segera mendorong hilirisasi industri ekstraktif, seperti pertambangan dan penggalian, untuk penciptaan nilai tambah. Untuk itu, Kaltim perlu segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah untuk menggaet investor di sejumlah kawasan ekonomi dan industri. Sesuai amanat Perpres No 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, disebutkan secara khusus ada enam kluster dalam rencana pengembangan ekonomi di IKN dan sekitarnya. Sebanyak lima kluster berada diwilayah Kaltim, yakni Kawasan Industri Kariangau Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, Kota Samarinda, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di KutaiTimur, dan wilayah Kaltim lainnya.

Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Balikpapan, Jumat (12/5) mengatakan, ini peluang Kaltim untuk segera beralih ke hilirisasi industri. Selama ini struktur perekonomian Kaltim didominasi oleh pertambangan dan penggalian yang berkontribusi lebih dari 50 %. Saat harga batubara jatuh, pertumbuhan ekonomi Kaltim turut merosot lantaran nilai ekspor anjlok. IKN, kata Sri, membuat Kaltim beralih ke industri yang lebih ramah lingkungan dan lebih stabil secara ekonomi. ”Periode 2024-2026, Kaltim berkomitmen membangun transformasi ekonomi dengan melakukan investasi pada kegiatan dalam bentuk hilirisasi industri pengolahan. Selain itu, mendorong UMKM untuk mengolah hasil pertanian menjadi bahanbaku agar punyanilai lebih,” kata Sri. (Yoga)


Jateng Ekspor Produk Unggulan Rp 7,25 Miliar

13 May 2023

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/5/2023), melepas ekspor tujuh kontainer produk unggulan Jateng ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, dan China. Produk yang diekspor antara lain gula kelapa, minyak atsiri, mi, sapu, dan kerupuk senilai Rp 7,25 miliar. ”Saya berpesan satu saja, yakni agar tetap menjaga kualitas. Organik harus dijaga terus secara konsisten,” ujarnya. (Yoga)

Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Jatim

13 May 2023

Perekonomian Jawa Timur pada triwulan I-2023 tumbuh 4,95 persen dibanding pada triwulan I-2022. Selain industri pengolahan dan perdagangan besar ataupun eceran, pertanian masih menjadi tulang punggung kinerja ekonomi regional di Jatim. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat (12/5/2023), mengatakan, hal itu tak lepas dari kerja keras semua pihak. Ia berharap hal itu berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga. (Yoga)