;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Kinerja Perdagangan Indikasikan Ekonomi Tiongkok Suram

10 May 2023

BEIJING, ID – Impor Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dilaporkan mengalami kontraksi tajam pada April 2023, sementara itu, ekspor naik dengan laju lebih lambat. Kondisi ini makin memperkuat tanda-tanda lemahnya permintaan domestik, meskipun aturan pembatasan Covid-19 telah dicabut, dan makin menekan perekonomian negara yang telah berjuang untuk menghadapi pertumbuhan global yang turun. Catatan bea cukai yang dirilis pada Selasa (09/05/2023) menunjukkan, tingkat pengiriman masuk ke negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu turun 7,9% year-on-year (yoy) pada April. Angka ini memperpanjang penurunan 1,4% yang terlihat sebulan sebelumnya, sementara ekspor tumbuh 8,5% dengan penurunan dari lonjakan 14,8% pada Maret. Menurut laporan, ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh lebih cepat dari perkiraan kuartal I-2023 berkat konsumsi jasa yang kuat. Namun, produksi pabrik dikabarkan masih tertinggal dan angka-angka perdagangan terbaru menunjukkan  momentum sebelum pandemi di RRT. Para ekonom yang disurvei dalam jajak pendapat Reuters pun memperkirakan, tidak ada pertumbuhan impor dan kenaikan ekspor sebesar 8,0%. “Pada awal tahun ini, orang akan berasumsi bahwa impor akan dengan mudah melampaui level 2022 setelah pembukaan kembali, tetapi itu tidak terjadi. Meskipun pemulihan pasca-Covid di Tiongkokberlangsung cepat dan tajam, sebagian besar terjadi secara mandiri dan tidak dirasakan oleh seluruh dunia,” ujar Xu Tianchen, seorang ekonom di Economist Intelligence Unit, yang dikutip Reuters. (Yetede)

Hutama Karya akan Segera Naikkan Tarif Tol Bakter dan Mebi

10 May 2023

JAKARTA, ID - PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya akan segera menaikkan tarif dua ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yaitu tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) dan tol Medan-Binjai (Mebi). Penyesuaian tarif dua ruas tol tersebut mempertimbangkan kondisi perekonomian saat ini yang telah pasti. “Dengan pertimbangan saat ini perekonomian telah pulih kembali, di mana inflasi di April 2023 itu lebih rendah dari Oktober tahun lalu, sehingga ini saat yang tepat untuk dilakukan penyesuaian tarif,” kata Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro dalam keterangan resminya, dikutip pada Selasa (09/05/2023). Koentjoro menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang (UU) Jalan Nomor 2 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan Pada Pasal 48 ayat 3, yang menyebutkan bahwa penyesuaian tarif jalan tol dapat dilakukan setiap dua tahun sekali, berdasarkan pengaruh laju inflasi dan evaluasi terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol. Sejak dioperasi kan pada Oktober 2017 lalu, Tol Mebi belum pernah dilakukan penyesuaian tarif, yang seharusnya sudah dilakukan pada 2019 dan 2021 lalu, namun dilakukan penundaan akibat pandemi Covid-19 dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Oktober 2022 hingga mencapai 30%. “Untuk Tol Bakter, sesuai regulasi, sudah saatnya dilakukan penyesuaian tarif kembali setelah sebelumnya pernah dilakukan penyesuaian pada 2021,” kata Koentjoro.  (Yetede)

2023, Penjualan Rumah Kian Prospektif

10 May 2023

JAKARTA, ID- Penjualan rumah tapak (landed house) dinilai kian prospektif sepanjang 2023 seiring perbaikan daya beli dan masih tingginya kebutuhan hunian di Indonesia. Masih potensialnya bisnis ini tercermin dari pendapatan 43 emiten properti triwulan I-2023 yang melonjak 32% dibandingkan periode sama 2022, yakni dari Rp 5,94 triliun menjadi Rp 7,84 triliun. “43 emiten ini lebih banyak menggarap segmen pasar perumahan dengan harga di atas Rp 1 miliar. Jadi, kenaikan penjualan sebesar 32% ini merupakan salah satu indikator mulai pulihnya pasar perumahan segmen menengah dengan harga di atas Rp 1 miliar,” kata Panangin Simanung kalit kepada Investor Daily, Selasa (9/5/2023). Panangian memerkirakan tren penjualan rumah akan terus bertumbuh pada 2023. ”Ini terlihat dari tren pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bank-bank di lndonesia yang mulai meningkat. Tahun lalu sebesar 7%, sedangkan tahun ini diperkirakan bisa mendekati 10%. Begitu pula tahun depan diperkirakan menembus angka pertumbuhan double digit,” tutur dia. Hal ini menjadi bukti, anggapan sebagian besar pelaku bisnis property bahwa pemilu menggangu kinerja penjualan rumah adalah mitos belaka. “Karena sudah terbukti sejak reformasi tahun 2000-an bisnis properti sudah terpisah dari isu politik (decoupling).Booming properti pertama kali, pascareformasi justru terjadi pada 2004, saat pilpres,” papar Panangian. Segmen Harga Mengutip laporan keuangan para emiten properti di Bursa Efek Indonesia (BEI), per akhir Maret 2023, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) merupakan pengembang yang paling tinggi meraup penjualan, yakni Rp 2,08triliun. (Yetede)

Subur Miliuner dari Kekayaan Alam

10 May 2023

JAKARTA – Kekayaan dari komoditas alam menjadi salah satu alasan masuknya Indonesia ke jajaran negara yang paling banyak memiliki miliuner. Kepala Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho, mengatakan struktur ekonomi di Indonesia masih bersifat tradisional dan ditopang oleh hasil komoditas, terutama tambang dan perkebunan. “Ekspor kita didominasi komoditas alam,” katanya kepada Tempo, kemarin.

Indonesia masuk kelompok 20 negara yang paling banyak memiliki miliuner pada 2023 versi Forbes. Menurut majalah bisnis dan finansial asal Amerika Serikat tersebut, jumlah “crazy rich” Indonesia mencapai 29 orang, berkurang satu dibanding pada tahun lalu. Para empunya kekayaan jumbo asal Indonesia bergabung bersama 2.640 miliuner terkaya yang berasal dari 77 negara. Jumlah itu sudah mencakup orang kaya dari dua negara yang baru diikutkan Forbes untuk survei pada 2023, yakni Armenia dan Panama. (Yetede)

Pendapatan Usaha Tempo Inti Media Naik Rp 22 Miliar

10 May 2023

JAKARTA – Perusahaan media massa dan penerbitan PT Tempo Inti Media Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan yang positif selama 2022. Direktur Utama Tempo, Arif Zulkifli, mengatakan pendapatan usaha emiten berkode perdagangan TMPO itu pada 2022 mencapai Rp 211,1 miliar, naik Rp 22 miliar dibanding pada 2021. “Tren positif ini memberi angin segar dan ruang tumbuh yang lebih baik bagi Tempo Inti Media,” tutur Arif di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Gedung Tempo, kemarin. Lonjakan pemasukan itu disokong oleh berbagai divisi kerja di Tempo Media. Pendapatan barang cetakan, sebagai contoh, tumbuh 34,5 persen atau naik Rp 17,7 miliar. Pendapatan kanal berita daring Tempo.co juga tumbuh 33,4 persen atau naik Rp 13,8 miliar. Demikian pula pendapatan dari Tempo TV serta bisnis kertas yang melambung, masing-masing sebesar 53,4 persen dan 8,4 persen. Adapun beberapa lini yang pendapatannya turun, antara lain, sirkulasi dan iklan pada majalah serta koran, jasa penyelenggara acara, serta jasa rumah kreatif. Namun, secara umum, laba kotor korporasi naik dari Rp 75 miliar pada 2021 menjadi Rp 77 miliar. (Yetede)

Abaikan Saja Dulu Saran dari Bank Dunia

10 May 2023

Bank Dunia atau World Bank merekomendasikan Pemerintah Indonesia mencabut pajak pertambahan nilai (PPN) 0% atas sejumlah barang dan jasa. Cara ini dinilai jalan cepat menaikkan penerimaan pajak, sehingga dana yang diperoleh bisa digunakan untuk membiayai program pengentasan kemiskinan. Dalam laporan bertajuk Pathways Towards Economic Security: Indonesia Poverty Assessment yang dirilis Selasa (9/5), Bank Dunia menyatakan Indonesia perlu menghapus pembebasan PPN atas sejumlah barang dan jasa, menaikkan pajak minumam beralkohol, tembakau, gula, dan karbon. Menurut Bank Dunia, sejumlah barang dan jasa yang dikecualikan dari PPN tersebut memang dinikmati oleh kalangan miskin. Namun, kalangan lebih mampu juga turut menikmati insentif tersebut. Alhasil, sebut Bank Dunia, sepertiga dari potensi penerimaan PPN atau 0,7% dari produk domestik bruto (PDB) di Indonesia hilang dengan struktur pembebasan PPN ini. Padahal, angka itu cukup untuk mendanai seluruh anggaran bantuan sosial. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sepakat bahwa rekomendasi World Bank ini bisa mengerek penerimaan pajak. Terlebih lagi, PPN masih menjadi tulang punggung penerimaan pajak saat ini. Dia menyinggung sektor pendidikan. "Jadi pendidikan salah satu yang dikecualikan PPN-nya. Tapi kita tahu pendidikan ada yang level atas dan rendah. Oleh karena itu, perlakuan ini harus dibedakan," kata Sri Mulyani, kemarin. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, pemerintah perlu berhati-hati mengotak-atik kebijakan PPN. Dia khawatir perluasan objek PPN bisa berdampak kepada daya beli masyarakat. "Momentumnya harus diperhitungkan matang," kata dia.

Saham FMCG Masih Moncer

10 May 2023

Emiten yang bergerak di bisnis barang konsumen habis pakai alias fast moving consumer goods (FMCG) sudah merilis laporan kinerja keuangan kuartal I-2023. Hasilnya, rata-rata emiten di sektor ini membukukan kinerja positif. Ambil contoh PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD). Emiten ini mencatatkan kenaikan laba bersih 67,96% secara tahunan menjadi Rp 156,47 miliar di kuartal I -2023. Kinerja apik juga dicatat PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Pada tiga bulan pertama tahun ini, MYOR mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 727,71 miliar. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih 63,27% secara tahunan menjadi Rp 3,84 triliun dari Rp 2,35 triliun pada periode yang sama tahun 2022. Meski mencatat kinerja positif di kuartal I-2023, saham emiten FMCG masih bergerak volatil. Contoh saham GOOD. Kemarin, saham GOOD naik 0,43% ke level Rp 466. Namun, jika diakumulasi sejak awal tahun, saham GOOD sudah longsor 11,24%. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai, masih merahnya kinerja saham sejumlah emiten barang konsumen dipicu beberapa faktor. Salah satunya mahalnya valuasi saham emiten. Meski begitu, Nafan melihat. prospek emiten barang konsumen masih cerah. Katalis positif emiten akan ditopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang diproyeksi berkisar 5%. Menurut Nafan, kinerja perekonomian tahun ini akan ditopang pertumbuhan konsumsi pasca pandemi. Momentum Pemilu 2024 juga akan menggenjot konsumsi masyarakat. "Sentimen positifnya ada di tingkat konsumsi yang tinggi," katanya. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang sepakat. Dia menilai, faktor pendorong pertumbuhan kinerja emiten konsumen adalah pemulihan konsumsi masyarakat yang relatif stabil di awal 2023.

Berkah Lebaran, Kinerja Peritel Bakal Lebih Tinggi di Kuartal II

10 May 2023

Ramadan dan Lebaran Idul Fitri menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kinerja emiten ritel pada kuartal II-2023 mendatang. Pasalnya, ada lonjakan penjualan selama momentum tersebut. Berkah Ramadan dan Lebaran ini dirasakan oleh emiten ritel dari berbagai segmen, baik di bisnis barang konsumen primer maupun nonprimer. Seperti yang dialami oleh emiten ritel fesyen, PT Mega Perintis Tbk (ZONE). Sekretaris Perusahaan ZONE Luki Rusli memprediksi, omzet pada momen puasa dan Lebaran tahun 2023 tumbuh di level dua digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Ramadan dan Lebaran selalu menjadi kontribusi penjualan tertinggi bagi ZONE, dibanding musimlainnya," kata Luki kepada KONTAN, Selasa (9/5). Emiten pengelola Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) juga menjaring cuan dari Ramadan dan Lebaran. Direktur dan Sekretaris Perusahaan MIDI Suantopo Po memberikan gambaran, secara historis, penjualan di periode ini bisa tumbuh sekitar 15% dibandingkan hari biasa. Sehingga, dia optimistis, kinerja perusahaan di kuartal II-2023 akan lebih tinggi. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey mengamati, pertumbuhan kinerja emiten ritel juga terkait dengan pemilihan segmen pasar dan format gerai. Misalnya untuk format gerai mini seperti pada Alfamidi (MIDI) dan Alfamart atau PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang cenderung menyasar pasar menengah hingga bawah. Di sisi lain, emiten dengan segmentasi menengah ke bawah seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga turut terpapar berkah Ramadan. Sehingga, dia memprediksi, kinerja emiten ritel akan mengalami pertumbuhan pada kuartal II-2023.

Bisnis Kartu Kredit Kembali Ngegas

10 May 2023

Bisnis kartu kredit perbankan kembali menggeliat, setelah turun signifikan ketika diberlakukan pembatasan aktivitas selama pandemi. Data Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi kartu kredit perbankan di Februari 2023 mencapai Rp 63,23 triliun. Nilai tersebut tumbuh 40,54% year on year (YoY) dari Rp 44,99 triliun. Gesekan kartu kredit naik 18,42% YoY dari 51,79 juta kali transaksi menjadi 61,33 juta transaksi. Padahal jumlah kartu yang beredar turun 28,47% YoY menjadi 17,29 juta keping kartu. Salah satunya, rebound terjadi dari transaksi di sektor terkait pariwisata. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatatkan penyaluran kartu kredit senilai Rp 14,2 triliun di Maret 2023. Nilai tersebut naik 14,52% YoY dari Rp 12,4 triliun. Sedangkan pada 2019 hanya Rp 13,8 triliun. “Adapun rasio kredit bermasalah kartu kredit Bank Mandiri saat ini ada di bawah 1%,” papar Noorman Andrianto, VP Credit Card Group Bank Mandiri, kemarin. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat outstanding kartu kredit tumbuh 8,9% YoY menjadi Rp 12,9 triliun per Maret 2023. General Manager Divisi Bisnis Kartu BNI Grace Situmeang menyatakan, volume transaksi kartu kredit tumbuh di atas 20% YoY. “Pertumbuhan transaksi terutama di sektor wisata, resto dan hiburan,” papar Grace, Selasa (9/5). Sementara NPL kartu kredit BNI masih terjaga di bawah 2%. “BNI berharap nilai volume kartu kredit dapat tumbuh sebesar 20%, dengan kualitas NPL yang tetap terjaga dibawah 2%,” jelas Grace.

TAJI SEKTOR KONSUMSI RI

10 May 2023

Sempat kurang bertenaga, sektor konsumsi nasional kini mulai menunjukkan gelagat positif. Hal itu ditandai dengan pergerakan indeks ekspektasi dan optimisme konsumen April 2023 yang menanjak. Mengacu pada Survei Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada April 2023 mencapai 126,1, tertinggi sejak Juli 2022. Pun dengan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Data ini mengindikasikan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dieksekusi September 2022 berakhir lebih cepat. Sebab, sebelumnya baik pemerintah maupun ekonom memprediksi rentetan impak dari makin mahalnya harga BBM baru berakhir pada September 2023. Tak pelak, data ini pun menguatkan optimisme pemerintah dan bank sentral soal pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada 2023, setelah pada kuartal I/2023 kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) terpangkas. Data simpanan masyarakat pun menunjang asumsi tersebut. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sepanjang Januari—Maret 2023, simpanan masyarakat di bank terutama untuk segmen tabungan dan giro makin susut. Dana simpanan masyarakat di tabungan sampai Maret senilai Rp2.545 triliun turun 2,9% year-to-date (YtD), sedangkan simpanan di giro Rp2.462 triliun atau turun 4,5% (YtD). Simpanan yang susut itu menjadi indikasi adanya aktivitas ekspansi dan konsumsi, baik oleh korporasi maupun masyarakat. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan survei konsumen pada April 2023 mengindikasikan keyakinan terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023, alokasi belanja perlindungan sosial pada tahun ini mencapai Rp476 triliun, naik 3,14% dibandingkan dengan 2022. Di sisi lain, bank sentral pun memainkan instrumen moneter dengan cukup ciamik melalui kebijakan suku bunga acuan yang akomodatif. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemulihan konsumsi rumah tangga dihadapkan pada masalah yang cukup pelik, terutama dalam kaitan bantuan sosial.