Investasi Berkualitas Makin Diperlukan
Pertumbuhan ekonomi tak bisa bergantung semata-mata pada konsumsi rumah tangga. Peningkatan laju investasi yang berkualitas dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih resilien sekaligus mengentaskan warga dari kemiskinan. Meski demikian, berbagai faktor ketidakpastian global dan nasional tahun ini dapat menahan laju investasi. Kinerja perekonomian pada triwulan I-2023 menunjukkan, pertumbuhan 5,03 % secara tahunan masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga. Realisasi pertumbuhan sebesar 53,88 % disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,54 % secara tahunan, meski laju pertumbuhannya masih di bawah level normal 5 %. Di posisi ke dua, investasi melalui komponen pembentukan model tetap bruto (PMTB) berkontribusi 29,11 % terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan investasi melambat 2,11 % secara tahunan, menjadi yang terendah sejak 2013 atau sebelum pandemi Covid-19. Sebagai perbandingan secara tahunan, pada triwulan I-2022, pertumbuhan PMTB tercatat 4,08 % dan pada triwulan IV-2022 sebesar 3,33 %.
Pelambatan investasi dalam bentuk bangunan dan nonbangunan itu terjadi karena ketidakpastian ekonomi global yang membuat harga komoditas dan nilai tukar bergejolak sejak tahun lalu.Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, dengan jumlah penduduk besar, konsumsi memang akan selalu jadi andalan perekonomian Indonesia. Namun, harapannya, Indonesia tidak terus hanya bergantung pada konsumsi masyarakat. ”Untuk jangka pendek, konsumsi memang banyak membantu. Ini juga sesuatu yang sudah pasti, karena kita populasi terbesar di Asia Tenggara. Tetapi, untuk jangka menengah-panjang, kita tidak bisa terus terlena dengan konsumsi. Kita harus mulai memacu investasi karena ini sangat penting kaitannya dengan penciptaan lapangan pekerjaan,” kata Josua, Rabu (10/5). Dengan peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, angka pengangguran dan kemiskinan akan turun. Hal itu akan menggenjot konsumsi masyarakat. Konsumsi tidak perlu bergantung pada faktor musiman seperti dorongan daya beli karena THR. Sebab, masyarakat bisa memiliki tingkat pendapatan yang lebih kuat. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023