PENURUNAN PERMINTAAN EKSPOR : Booster Baru untuk Pulihkan Industri Tekstil
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan industri tekstil memiliki potensi besar seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan daya beli masyarakat. “Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk mempertahankan ekonomi di sektor tekstil dan produknya,” katanya, dikutip Rabu (10/5). Beberapa upaya yang dilakukan adalah melakukan reformasi kebijakan investasi secara berkelanjutan yang terbukti berhasil menarik banyak investasi ke dalam negeri. Dia menilai, sebenarnya kinerja sektor tekstil telah mengalami tren perbaikan selepas pandemi Covid-19. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan kondisi kelesuan permintaan ekspor industri tekstil telah terjadi sejak kuartal IV/2022. Lesunya perekonomian sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat (AS), dan negara-negara Eropa dituding sebagai salah satu penyebab utamanya. Selain itu, rantai pasok global juga disebut masih terganggu akibat perang Rusia-Ukraina. Dia memperkirakan kinerja industri tekstil pada tahun ini berpotensi jatuh lebih dalam, karena masih dibayangi oleh sejumlah faktor eksternal.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023