Ekonomi
( 40430 )Tarif dan Urgensi Deregulasi
Majalah The Economist (22/2( memasang foto Trump dengan mahkota di kepala dengan judul di sampul depannya ”The would-be king”. Republik AS serasa kerajaan: Trump menetapkan kenaikan tarif semena-mena dan mengubahnya sesuai dengan selera pribadinya. Pemerintahan Trump periode pertama (2017-2021) telah mengedepankan America First dan pada periode kedua ini lebih agresif menerjemahkan prinsip MAGA (Make America Great Again). Pemberlakuan tarif resiprokal pada lebih dari 60 negara (2/4) hanyalah salah satu kebijakan yang bertumpu pada prinsip yang sudah dihidupinya lebih dari 40 tahun tersebut. Di bidang perdagangan, Trump telah dinobatkan sebagai penganut paham merkantilisme gaya baru yang agresif.
Pada 2024, neraca perdagangan barang AS defisit 1,2 triliun USD AS atau naik 17 % dibanding periode sebelumnya. Impor barang AS tumbuh dua kali lebih besar dari pertumbuhan ekspor, hingga lebih banyak barang masuk ketimbang barang keluar. Pada periode tersebut, defisit perdagangan barang dengan China mencapai angka tertinggi di 295 miliar USD. Penerapan tarif resiprokal merupakan upaya paksa guna mengubah arah defisit secara instan. Kantor perwakilan perdagangan AS atau United States Trade Representative (USTR) pada 28 Februari 2025 menerbitkan laporan berjudul ”Foreign Trade Barrier” yang menjelaskan berbagai hambatan perdagangan yang dianggap merugikan AS. Berdasarkan dokumen ini, diterapkan hitungan angka sebagai acuan pengenaan tarif balasan pada puluhan negara tersebut.
Indonesia menempati peringkat ke-16 sebagai partner dagang AS dengan surplus terbesar. Dengan alasan itu, Pemerintah AS menerapkan tarif 32 % untuk berbagai produk Indonesia. Dokumen USTR merinci berbagai kebijakan di banyak sektor yang dianggap tidak fair, mulai dari keterlibatan Bulog pembelian beras, sistem katalog dalam industri farmasi, hingga aturan kepabeanan. Di sektor keuangan aturan OJK membatasi kepemilikan bank oleh satu pemegang saham tidak boleh melebihi 40 % juga dipersoalkan. Selain itu, aturan BI mengenai penerapan standar QRIS dalam sistem pembayaran serta pembatasan kepemilikan asing untuk perusahaan pemeringkat kredit juga disorot.
Sisi positif penerapan tarif resiprokal oleh AS menunjukkan cukup detail kelemahan kelembagaan dan tata kelola bisnis kita. Presiden menyatakan akan menghilangkan seluruh kuota impor dan melakukan pembenahan melalui deregulasi. Langkah ini perlu ditindaklanjuti secara nyata, tetapi proporsional. Dunia tengah berubah dan keseimbangan baru akan terbentuk. Kita tidak akan pernah menemui kembali situasi seperti sebelum terjadi perang tarif. Trump telah mengubah peradaban (perdagangan) global. Hambatan tarif dalam perdagangan global menjadi realita baru yang punya implikasi besar, luas, dan panjang. Indonesia sebagai negara kecil harus siap dengan implikasi yang muncul, baik oleh kebijakan AS maupun konsekuensinya terhadap produk China. (Yoga)
Trump diminta Tidak Plin-plan oleh Dunia Usaha AS
Tidak ada tanda-tanda perang tarif China dan AS akan mereda. China mendesak AS segera membatalkan sepenuhnya semua tarif timbal balik. Seruan China menyusul pengumuman AS untuk mengecualikan tarif bea masuk impor (BMI) atas 20 jenis komoditas. Akan tetapi, tidak sampai sehari, pemerintahan Donald Trump membuat pernyataan berbeda lagi. Dilaporkan Associated Press, Senin (14/4) mengutip Mendag AS, Howard Lutnick, pengecualian tarif pada ponsel pintar dan komputer buatan China hanya berlaku sementara waktu. Kemungkinan hanya akan berlaku satu atau dua bulan. Barang-barang elektronik dari China tetap akan kena tarif.
Bahkan, AS akan menyelidiki soal perdagangan keamanan nasional terhadap sektor semikonduktor. ”Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya dengan membatalkan sepenuhnya tariftimbal balik yang salah dan kembali ke jalan yang benar untuk saling menghormati,” kata jubir Kemendag China, Minggu (13/4). Pernyataan Trump yang sering berubah membingungkan semua pihak. Dunia usaha AS juga bingung. Mereka meminta Pemerintah AS tidak mengubah pernyataan setiap hari. Setelah mengatakan ada pengecualian bagi ponsel pintar dan komputer, beberapa jam kemudian di media sosial Trump mengatakan tidak ada pengecualian sama sekali karena barang-barang itu hanya ”dipindahkan ke kategori tarif yang berbeda”.
China tetap akan menghadapi tarif 20 % sebagai bagian dari upaya AS menghukum China karena berperan dalam perdagangan fentanil. Sementara Badan Perbatasan dan Cukai AS (CBP) mengatakan, barang-barang seperti ponsel pintar, komputer jinjing, hard drive, monitor layar datar, beberapa cip, dan mesin pembuat semikonduktor termasuk dalam pengecualian tarif. Pendiri dan Kepala Strategi Pasar untuk Northman Trader, Sven Henrich, menyarankan agar Pemerintah AS tidak mengubah pernyataannya setiap hari. Dunia usaha AS tidak bisa merencanakan atau berinvestasi jika pernyataan pemerintah berubah terus. (Yoga)
Ditangkapnya Pembobol Bank Rp 23,6 Triliun
Pelarian Mehul Choksi (65) berakhir di Belgia. Pengusaha perhiasan itu diburu sejak 2018 dengan tudingan membobol Punjab National Bank Rp 23,6 triliun. Media India, seperti Hindustan Times, NDTV, dan The Times of India, mengulas penangkapan Choksi lewat laporan pada Senin (14/4). Choksi ditangkap di Antwerp, Belgia, akhir pekan lalu. Pengacara Choksi, Vijay Agarwal, menyatakan tengah mengajukan praperadilan atas penangkapan itu. Choksi, kata Agarwal, tinggal secara sah di Belgia dan menjalani pengobatan kanker di sana selama beberapa waktu terakhir. Alasan kesehatan diajukan untuk mengeluarkan Choksi dari tahanan. Ia memegang izin tinggal yang berlaku maksimum lima tahun di Belgia, karena istrinya, Preeti Choksi, berkewarganegaraan Belgia.
Dari Belgia, menurut India Today, Choksi akan menuju Swiss dengan alasan mau berobat. Menurut India Today, sejumlah aparat India segera menuju Belgia untuk mengawal proses ekstradisi Choksi. Proses itu masih harus menunggu persidangan yang baru akan dimulai. Bobol bank Choksi diburu aparat India sejak 2018. Perburuan bermula dari laporan Punjab National Bank (PNB) atas keanehan di salah satu cabang PNB di Mumbai, India. Manajemen PNB menemukan keanehan dari penerbitan 1.212 surat jaminan pembayaran, yang diterbitkan pada 2011-2016. Mayoritas surat untuk pembelian mutiara. Choksi, lewat Gitanjali Group, mengelola jaringan toko perhiasan. Inti bisnisnya berlian. Total ada 4.000 toko perhiasan di India yang dikendalikan Gitanjali Group.
Dalam pembobolan PNB, Choksi bersekongkol dengan keponakannya, Nirav Modi, yang juga diburu aparat India. Mereka dijerat dengan serangkaian tuduhan terkait aturan perbankan dan pencucian uang. Aparat juga memburu saudara dan istri Modi, Nishal dan Ami Choksey. Mertua Modi, Amukuraj Choksey, juga pedagang berlian dan aneka perhiasan. Bisnis Amukuraj tidak sebesar bisnis Choksi. Pertama kali kasus itu dilaporkan pada Februari 2018, taksiran kerugian mencapai 280 miliar rupee. Waktu itu, 1 USD setara 64 rupee. Dengan demikian, taksiran kerugiannya mencapai 4,3 USD. Belakangan, setelah audit menyeluruh, ditemukan kerugian 110 miliar rupee atau 1,718 miliar USD. Waktu itu, nilai tukar per USD setara Rp 13.775. Dengan demikian, kerugiannya mencapai Rp 23,6 triliun. (Yoga)
Berupaya untuk Mengurangi Ketergantungan
Operasi kemanusiaan termasuk yang paling terdampak kondisi perekonomian global, sehingga perlu bekerja keras mencari sumber pendanaan baru. Pukulan bertubi-tubi dialami para pegiat kemanusiaan. Selama ini mereka bekerja dengan anggaran dana terbatas, di bawah tekanan, bahkan kerap menjadi sasaran kekerasan bersenjata. Belakangan, kondisi ini diperburuk oleh pengurangan atau penghentian bantuan dari sejumlah negara donor, terutama AS. Situasi ini memaksa Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) merumahkan lebih dari 500 pegawai atau 20 % dari 2.600 pegawainya. Laporan AFP, akhir pekan lalu, menyebutkan, OCHA kekurangan dana 60 juta USD untuk memenuhi anggaran tahun 2025 sebesar 430 juta USD.
Saat ini OCHA berkarya di 60 negara dan harus mengurangi skala operasi mereka di Kamerun, Kolombia, Eritrea, Irak, Libya, Nigeria, Pakistan, Turki, dan Zimbabwe. Organisasi yang mengoordinasikan respons PBB serta memberikan laporan dari garis depan wilayah konflik ini masih beroperasi di Ukraina, Gaza, Sudan, dan zona konflik lainnya untuk menyediakan bantuan kemanusiaan. AS adalah penyandang dana kemanusiaan terbesar dengan sumbangan 63 juta USD per tahun. Tantangan bagi para pegiat kemanusiaan ini memburuk sejak pembekuan Badan untuk Pembangunan Internasional AS (USAID).
Setidaknya 83 persen program kemanusiaan dari organisasi yang memiliki dana tahunan sebesar 42,8 miliar USD ini terhenti (Kompas.id, 12/4/2025). Salah satu langkah penting adalah mengurangi ketergantungan pada satu negara donor. Upaya memperluas kerja sama dengan negara Teluk, misalnya, perlu didorong untuk menjaga kelangsungan kegiatan kemanusiaan. Selain itu, membangun kemitraan dengan pihak swasta lewat program tanggung jawab sosial perusahaan. Di sisi lain, perlu tata kelola yang bersih guna mencegah kebocoran dan mengefisienkan penggunaan anggaran. (Yoga)
Terbangnya Modal Asing dan Domestik
Hingga medio April 2025, sebesar Rp 12,32 triliun modal portofolio asing terbang keluar dari pasar keuangan domestik. Di sisi lain, penempatan investasi domestik di luar negeri cenderung meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Tekanan ganda di pasar keuangan domestik ini berisiko memperlemah ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Mengutip data BI, aliran modal investor asing sejak awal tahun hingga 10 April 2025 telah keluar Rp 12,32 triliun di pasar keuangan domestik. Ini terdiri dari jual neto sebesar Rp 32,48 triliun di pasar saham, serta beli neto di Sekuritas Rupiah BI (SRBI) sebesar Rp 7,11 triliun dan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 13,05 triliun.
Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, Arianto Muditomo pada Senin (14/4) berpendapat, tren aliran modal asing yang berbalik keluar itu mencerminkan berkurangnya kepercayaan investor terhadap stabilitas jangka pendek perekonomian Indonesia. Adapun nilai tukar rupiah kini berada di kisaran Rp 16.700 per USD. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah ditutup di level Rp 16.773 per USD pada penutupan perdagangan Senin (14/4) atau terdepresiasi 3,81 % dibanding akhir 2024.
Di sisi lain, pasar keuangan domestik juga menghadapi tekanan berupa keluarnya dana milik penduduk residen ke luar negeri. Bloomberg melaporkan, orang-orang kaya Indonesia tercatat memindahkan ratusan juta USD ke luar negeri di tengah meningkatnya kekhawatiran atas disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi negara. Menurut Arianto, keluarnya modal penduduk domestik ke luar negeri dapat semakin memperburuk persepsi risiko serta mempercepat keluarnya aliran modal asing. Apalagi jika itu terjadi bersamaan dengan penurunan kepercayaan terhadap sistem perbankan atau ketidakpastian politik. (Yoga)
Pemerintah Telah MenyiapkanEmpat Proposal Negosiasi
Tarif Donlad Trump Beban Rakyat US
CIMB Niaga Bagikan Dividen Senilai Rp 3,9 Triliun
PT PLN Masdar Kembangkan PLTS Terapung di RI
KPK Geledah Rumah Senator DPD La Nyalla di Kota Surabaya
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









