;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

China-AS Rebut Dukungan Global Lewat Diplomasi Ekonomi

19 Apr 2025

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China semakin memanas, dengan kedua negara saling mencari mitra untuk membatasi perdagangan satu sama lain. Presiden China, Xi Jinping, mengunjungi tiga negara Asia Tenggara—Kamboja, Vietnam, dan Malaysia—untuk memperkuat hubungan dan mempromosikan konsep "Asian family" sebagai upaya melawan konfrontasi geopolitik berbasis blok. Dalam kunjungannya, Xi menekankan pentingnya kerja sama di berbagai sektor seperti industri, rantai pasok, data, dan pengembangan talenta, serta menandatangani sejumlah perjanjian penting dengan Malaysia dan Vietnam.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga intensif berusaha membatasi hubungan negara-negara lain dengan China. AS, melalui penasihat ekonomi Trump, tengah berdiskusi dengan puluhan negara untuk memberikan sanksi terhadap China, termasuk meminta negara sekutu untuk tidak menyerap barang-barang kelebihan dari China. Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand dianggap sebagai negara yang menjadi perpanjangan tangan China dalam perdagangan, dan AS berusaha mempengaruhi mereka untuk tidak tergantung pada China.

Dengan situasi ini, baik China maupun AS tengah berupaya membangun aliansi ekonomi dan politik di Asia Tenggara, sebuah kawasan yang semakin penting dalam konteks perdagangan global dan geopolitik.

Saatnya Mengalihkan Investasi Emas dan Properti

19 Apr 2025

Meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, menyusul kebijakan tarif bea masuk (BM) Amerika Serikat ke sejumlah negara mendorong investor global, termasuk di Indonesia, mengalihkan dana ke instrusmen investasi yang lebih stabil dan aman. Aset seperti emas dan properti kini menjadi pilihan utama. Sejumlah kalangan menilai, saat ini adalah momentum tepat untuk berinvestasi emas dan properti, karena prospek harga ke depan sangat menjanjikan. Sepanjang 2025, harga emas melonjak 25% ke level US$ 3.320 per troy ounces (oz) dibandingkan awal tahun US$ 2.646 per oz. Pada Rabu (16/4/20250) harga emas menyentuh level tertinggi (all time high/ATH) di US$ 3.357 per oz, dipicu makin kerasnya perang dagang antara AS dan China.

AS diketahui menaikkan tarif BM ke China hingga 245%. Beijing dikabarkan menolak pembalasan tarif, melainkan berniat menghantam ekspor jasa AS. Ke depan, harga emas disebut bisa menebus US$ 4.000 per oz. Skenario dasar Goldman Sachs, harga emas bertengger di US$ 3.700 per oz pada akhir 2025. Namun, jika AS resesi dan ketidakpastian makin meningkat, harga emas bukan mustahil menyentuh US$ 4.500 per oz. Sementara itu, harga properti yang kini cenderung tertekan menjadi pintu masuk untuk membeli. Sejarah kenaikan harga properti selepas pandemi Covid-19 berpotensi terulang lagi. Kala itu, banyak investor mendulang capital gain setelah membeli murah dan menjual tinggi. (Yetede) 

Penambahan Impor Pangan Masuk Paket Negosiasi Demi Menyeimbangkan Neraca Perdagangan

19 Apr 2025

Pemerintah menargetkan negosiasi penerapan tarif resiprokal AS dirampungkan dalam waktu 60 hari ke depan. Dalam perundingan tersebut, Indonesia menawarkan sejumlah jalan tengah agar terjadi hubungan perdagangan yang tidak memberatkan salah satu pihak. Salah satu poin baru adalah penambahan impor pangan dari AS demi menyimbangkan neraca perdagangan. Sebelumnya, hanya berniat meningkatkan impor energi dari AS. Masuknya pangan ke paket negosiasi dilakukan karena tarif resiprokal AS mengancam ekspor sektor padat karya, seperti tekstil dan alas kaki. Seperti diketahui, AS mengeluarkan tarif kebijakan BM impor baru kepada beberapa negara di dunia yan berlaku mulai 9 April 2025. Indonesia kena tarif BM sebesar 32% dari tadinya 10%.

Sementara itu, AS  mengenakan tarif BM ke Tiongkok sebesar total 54%, Uni Eropa 20%, Jepang 24%, Korea Selatan 25%, India 26%, sedangkan tarif dasar mencapai 10%. Perkembangan terbaru, AS menunda penerapan tarif hingga 90 hari, kecuali untuk China, yang kini kena tarif 245%. Sejumlah negara, termasuk Indonesia menempuh jalur negosiasi. Berdasarkan data BPS, ekspor Indonesia ke AS naik menjadi US$ 26 miliar tahun lalu dibandingkan 2023 sebesar US$ 23 miliar. Porsinya mencapai 10,5% dari total ekspor US$ 264 miliar. Adapaun impor asal AS naik menjadi US$ 9,4 miliar dari US$ 9,2 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencetak surplus perdagangan US$ 16,6 miliar. (Yetede)

Emiten BUMN Guyur Likuiditas Rp 12 Triliun

19 Apr 2025
Sebanyak lima emiten BUMN papan atas, yakni PT Bank rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia TbK (TLKM), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai total sekitar Rp 12 triliun. Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat menambah likuiditas di pasar saham, di tengah hengkangnya dana asing yang mendekati angka Rp 50 triliun. Sejak awal tahun 2024 hingga penutupan perdagangan kamis (17/4/2025), saham BBRI telah terkoreksi 10,78% ke posisi Rp3.640, disusul BMRI yang melemah 19,30% ke Rp4.600, BBNI turun 7,13% ke Rp4.040, TLKM turun 5,9% ke Rp2.559, dan SMRG berkurang 25,53%. Manajemen Telkom mengungkapkan, perseroan berencana melaksanakan buyback saham sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun menggunakan kas internal perusahaan. Emiten BUMN Telekomunikasi ini berencana memimta persetujuan aksi korporasi tersebut dalam rapat umum pemgang saham tahunan (RUPST) pada 27 Mei mendatang, dengan periode pelaksanaan buyback pada 28 Mei 2025-27 Mei 2026. (Yetede)

ULN yang Tercatat US$ 427,2 Miliar pada Februari 2025

19 Apr 2025
Nilai Utang Luar Negeri (ULN) yang tercatat US$ 427,2 miliar pada Februari 2025 atau lebih rendah dari posisi ULN pada januari 2025 yang sebesar US$ 427,9 miliar, dipengaruhi oleh penguatan  dolar AS. Berkaitan itu, pemerintah dan otoritas moneter diharapkan memantau gejolak perekonomian global dan kemampuan membayar utang tersebut. Berdasarkan data BI secara tahunan ULN Indonesia tumbuh 4,7% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan 5,3% pada januari 2025. Perkembangan tersebut berasal dari perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta,. "Posisi ULN Februari 2025 dipengaruhi oleh faktor penguatan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Dia menjelaskan, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena pengelolaan  yang dilakukan dengan penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari penurunan rasio ULN Indonesia terhadap PDB menjadi 30,2% pada Februari 2025, dari 30,3 pada Januari 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 84,7% dari total ULN. BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN untuk menjaga struktur ULN. (Yetede)

Kontrak Baru PT PP Naik 32%

19 Apr 2025
PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan kontrak baru senilai Rp 6,27 triliun pada kuartal 1-2025, meningkat 32% dibandingkan periode sama tahun lalu. "Perolehan nilai kontrak baru PTPP sampai dengan bulan Maret 2025 berhasil melebihi 151% dari yang di targetkan pada kuartal awal 2025, dan telah mencapai 21% dari target akhir tahun 2025," kata Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo. Joko menyebutkan, perolehan nilai kontrak baru itu didominasi oleh proyek dengan sumber dana BUMN sebesar 52,1% swasta 28,6%, dan pemerintah 19,3%. Adapaun raihan  kontrak baru tertinggi yaitu pada sektor pelabuhan sebesar 37,2%, gedung 32,9%, jalan dan jembatan 22,6%, bendungan 4,3%, irigasi 2,8%, serta minyak dan gas 0,3%. "Capaian kontrak baru yang berhasil diraih PPTP pada bulan Maret 2025 diantaranya yaitu Proyek New Priok East Access (NPEA) seksi II senilai Rp 2,33 triliun dan proyek mandiri Financial Center PIK senilai Rp878,3 miliar," ujar dia. Joko mengungkapkan bahwa terdapat proyek dengan nilai kontrak jumbo yang berhasil diperolah  PTPP diakhir kuartal 1-2025. Sehingga, terdapat kenaikan signifikan pada pencapaian nilai kontrak baru dari sebelumnya yang dilaporkan pada bulan februari 2025. (Yetede)

China Tidak Perduli Lagi Angka-Angka Tarif yang Dilancarkan AS

19 Apr 2025
Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengabaikan permainan angka  tarif yang terus-menerus dilancarkan AS. Hal ini disampaikan pada Kamis (17/4/2025) menyusul pernyataan Gedung Putih yang  menguraikan tentang bagaimana China menghadapi pemberlakuan tarif balasan hingga 245 % oleh AS. Mengutip dokumen yang dirilis pada Selasa (15/4/2025), Gedung Putih mengatakan bahwa total bea masuk China termasuk tarif resiprokal terbaru mencapai sebesar 125%. Di mana pemberlakuan tarif 20% bertujuan mengatasi krisisi fentanil, dan penerapan besaran tarif sekitar 7,5% dan 100% ditujukan ke barang-barang tertentu guna mengatasi praktik-praktik perdagangan yang tidak adil. Minggu lalu, Pemerintah China sempat mengumumkan telah menghentikan aksi retaliasi tarif fan menyatakan penaikan berikutnya oleh AS akan dianggap sebagai lelucon yang tidak akan dihiraukan. Alih-alih terus berfokus pada tarif barang, China memilih menggunakan angkah-langkah lain, termasuk strategi menargetkan sektor jasa Amerika. Sementara Presiden Donald Trump sebagian berfokus dengan rencana tarif. Pemerintah China dilaporkan telah meluncurkan serangkaian tindakan pembatasan non-tarif, termasuk memperluas  kontrol ekspor mineral logam langka dan membuka perusahaan-perusahaan AS, seperti raksasa informasi DuPont dan perusahaan teknologi informasi Google. (Yetede)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

Tegakkan Aturan Perlintasan Bidang

19 Apr 2025

Pemerintah harus mempertegas aturan perlintasan sebidang antara jalur jalan dan jalur kereta yang menjadi penyebab kecelakaan fatal kereta dan kendaraan. Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengatakan kecelakaan antara truk muatan kayu dan Kereta Api Commuter Line (CL) Jenggala relasi Indra - Sidoarjo di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 11 pada Selasa (8/4) lalu menjadi alasan perlunya penegasan aturan. "Terutama pada pedoman teknis perlintasan sebidang, seperti tata cara berlalu lintas di perlintasan sedibang. Ini sepele tapi fatal jika tidak disosialisasi dan dikampanyekan dengan masif," ungkapnya.

Djoko menjelaskan bahwa perlintasan sebidang antara jalan dengan jalur  kereta api, pengemudi kendaraan wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama pada kendaraan yang lebih dulu melintasi rel. "Tidak mendahului ketika sudah ada kendaraan pertama yang melintasi perlintasan sebidang," katanya. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK 770/KA.401/DRJD/2005 tentang Pedoman Teknis Perlintasan Sebidang antara Jalan Dengan Jalur Kereta Api disebutkan setiap pengemudi kendaran bermotor dan tidak bermotor yang melintasi perlintasan sebidang kereta wajib mengurangi kecepatan kendaraan sewaktu melihat rambu peringatan adanya perlintasan. (Yetede)

Stasiun Kereta Cepat Karawang Mulai Bergeliat

19 Apr 2025
Stasiun kereta cepat Karwang yang beroperasi sejak Desember tahun lalu mulai bergeliat dibanding sebelum masa periode Angkutan Lebaran. Hal ini beralasan karena akhir pekan yang panjang menyambut hari paskahh 2025. Stasiun Whoosh Karawang mencatat lonjakan penumpang selama masa libur Lebaran 2025, total penumpang yang naik dan turun di Stasiun Karawang mencapai 22.419 orang, dengan puncak tertinggi terjadi pada H+2 atau 3 April 2025, yakni sebanyak 2.305 penumpang  dalam satu hari. Terjadi peningkatan hingga 4x lipat jika dibandingkan hari-hari biasa yang melayani sekitar 500 penumpang per hari. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa tahun ini menjadi momentum penting karena merupakan pertama kalinya Stasiun Karawang melayani periode libur lebaran sejak resmi beroperasi pada Desember 2024 lalu. Antusiasme masyarakat pun tercermin dari tingginya okupansi, baik dari arah Jakarta maupun Bandung bahkan hingga kini terpantau volume naik turun di Stasiun Karawang bertahap terus mengalami peningkatan positif. (Yetede)

ASEAN Diajak Memperkuat Perdagangan Dengan China

17 Apr 2025

Malaysia menyambut meriah kunjungan Presiden China Xi Jinping. China mengajak Malaysia dan negara anggota ASEAN lainnya melawan upaya pelemahan sistem global. Xi disambut secara resmi Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung XVII Sultan Ibrahim, Rabu (16/4) di Istana Negara Malaysia di Kuala Lumpur. Kekuatan hubungan Malaysia-China, tergambar di neraca perdagangan kedua negara. China menjadi mitra dagang teratas Malaysia. Dari China, Malaysia mengakumulasi surplus 147 miliar USD pada 2015-2024. Dari tiga negara ASEAN yang disambangi Xi dalam lawatan ini, cuma Malaysia yang selalu surplus dengan China. Pada lawatan kali ini, Xi mengunjungi Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. ASEAN merupakan salah satu sumber surplus China. Pada 2015-2024, akumulasi surplus China dari ASEAN bernilai 989 miliar USD. Di periode sama, Indonesia hanya menikmati surplus pada 2021-2023.

Otoritas kepabeanan China, GAC, menyebut ASEAN mitra dagang terbesar China. Pada caturwulan I-2025, 16,6 % perdagangan luar negeri China dilakukan dengan ASEAN. Jubir GAC, Lu Daliang pada harian Global Times, menyebutkan, 90,1 % komoditas perdagangan ASEAN-China berupa produk manufaktur. Konektivitas pembangunan infrastruktur antara China dan negara-negara ASEAN yang terus berkembang membuka jalan bagi pertukaran perdagangan yang lebih lancar sehingga meningkatkan hubungan ekonomi. Ia juga mencatat perundingan untuk Kawasan Perdagangan Bebas (FTA) China-ASEAN Versi 3.0 telah diselesaikan secara substantif. ”Kedua pihak akan memperluas kerja sama saling menguntungkan dalam industri yang sedang berkembang, seperti ekonomi digital dan hijau, serta konektitivitas rantai pasokan sekaligus meningkatkan integrasi di bidang standar dan peraturan,” kata Lu.

Meski sudah surplus 1 triliun USD, China masih mengajak ASEAN menjalin hubungan ekonomi lebih dekat. Pesan itu dibawa Xi dalam rangkaian lawatan ke Asia Tenggara kali ini. ”Kita harus menjunjung sistem perdagangan multilateral, menjaga rantai pasok dan industri global stabil, serta menjaga keterbukaan dan kerja sama internasional,” tulis Xi. China akan bekerja sama dengan Malaysia dan anggota lain ASEAN melawan upaya pelemahan sistem global. Kerja sama juga untuk menolak proteksionisme dan unilateralisme. Perdagangan bebas memang menjadi salah satu pesan Xi dalam lawatan ini. Ia menampilkan negaranya sebagai entitas stabil, bisa dipercaya, dan punya kepastian. (Yoga)