;

China-AS Rebut Dukungan Global Lewat Diplomasi Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 19 Apr 2025 Kontan
China-AS Rebut Dukungan Global Lewat Diplomasi Ekonomi

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China semakin memanas, dengan kedua negara saling mencari mitra untuk membatasi perdagangan satu sama lain. Presiden China, Xi Jinping, mengunjungi tiga negara Asia Tenggara—Kamboja, Vietnam, dan Malaysia—untuk memperkuat hubungan dan mempromosikan konsep "Asian family" sebagai upaya melawan konfrontasi geopolitik berbasis blok. Dalam kunjungannya, Xi menekankan pentingnya kerja sama di berbagai sektor seperti industri, rantai pasok, data, dan pengembangan talenta, serta menandatangani sejumlah perjanjian penting dengan Malaysia dan Vietnam.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga intensif berusaha membatasi hubungan negara-negara lain dengan China. AS, melalui penasihat ekonomi Trump, tengah berdiskusi dengan puluhan negara untuk memberikan sanksi terhadap China, termasuk meminta negara sekutu untuk tidak menyerap barang-barang kelebihan dari China. Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand dianggap sebagai negara yang menjadi perpanjangan tangan China dalam perdagangan, dan AS berusaha mempengaruhi mereka untuk tidak tergantung pada China.

Dengan situasi ini, baik China maupun AS tengah berupaya membangun aliansi ekonomi dan politik di Asia Tenggara, sebuah kawasan yang semakin penting dalam konteks perdagangan global dan geopolitik.