;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Pemodal Domestik Didorong Lebih Aktif

23 Apr 2025
Arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia yang telah mencapai lebih dari Rp50 triliun sepanjang 2025 menunjukkan dampak nyata dari ketidakpastian global, terutama akibat kebijakan tarif resiprokal yang digulirkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun meningkat, namun investor domestik berhasil menunjukkan ketangguhan dengan terus melakukan aksi beli, membatasi penurunan indeks.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kepemilikan investor lokal kini telah mencapai 59%, menandakan pergeseran kendali pasar dari asing ke domestik. Aksi buyback oleh 21 emiten senilai Rp15 triliun, serta net buy investor ritel dan institusi setelah Lebaran, menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan dan kedewasaan investor lokal.

Dalam konteks ini, otoritas bursa seperti Bursa Efek Indonesia diharapkan terus mendorong pertumbuhan partisipasi lokal melalui edukasi, modernisasi infrastruktur, efisiensi regulasi, serta diversifikasi produk investasi agar pasar saham Indonesia makin mandiri dan tahan terhadap gejolak eksternal.

Milenial Jadi Sasaran Baru Pengembang Properti

23 Apr 2025
Usulan untuk menaikkan plafon harga rumah subsidi menjadi Rp250 juta mencuat seiring peningkatan batas maksimal penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga Rp14 juta per bulan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait. Usulan ini disampaikan oleh Ketua Umum Apersi Djunaidi Abdillah guna menjangkau kelompok masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT), terutama kalangan milenial perkotaan yang belum memiliki rumah.

Sementara itu, Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar menyarankan peninjauan ulang definisi MBR agar lebih inklusif terhadap kelompok MBT. Djunaidi menegaskan perlunya kuota proporsional agar subsidi tetap tepat sasaran dan tidak terserap oleh kelompok berpenghasilan lebih tinggi.

Pemerintah sendiri telah merealisasikan 147.265 unit rumah subsidi sejak Oktober 2024 hingga April 2025. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mencatat lonjakan penyaluran FLPP sebesar 1.273% secara tahunan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam distribusi pembiayaan rumah subsidi.

Menteri Maruarar Sirait juga memastikan distribusi rumah subsidi merata untuk berbagai profesi termasuk wartawan, petani, tenaga kesehatan, dan TNI-Polri, serta menekankan pentingnya kualitas dan ketepatan sasaran berdasarkan data BPS by name by address. Dukungan dari Presiden Prabowo, DPR, Danantara, hingga Bank Indonesia turut memperkuat program ini, menjadikannya pilar utama pemenuhan kebutuhan hunian terjangkau di Indonesia.

KPK Hadapi Hambatan Teknis di Lapangan

23 Apr 2025
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita motor Royal Enfield milik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan iklan PT Bank BJB pada Maret 2025. Namun, hingga kini motor tersebut belum dibawa ke gudang sitaan KPK karena kendala teknis. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan disebabkan oleh alasan efisiensi anggaran. Ia menjelaskan bahwa aset sitaan seperti kendaraan mewah memang memerlukan biaya perawatan guna menjaga nilainya untuk proses lelang di kemudian hari. Fitroh juga menyebut bahwa kondisi serupa pernah terjadi dalam kasus lain, seperti saat KPK menunda pengangkutan mobil mewah milik Japto Soerjosoemarno.

Harga Emas Naik, Emiten Tambang Tancap Gas

23 Apr 2025
Tahun 2025 diprediksi menjadi masa keemasan bagi industri emas global dan domestik, didorong oleh lonjakan harga emas yang luar biasa. Harga emas spot global tercatat melonjak 66,52% sejak awal tahun, sementara di Indonesia, emas Antam meningkat 39,18%, dan harga saham emiten seperti ANTM dan HRTA turut meroket.

Menurut Muhammad Thoriq Fadilla, analis dari Lotus Andalan Sekuritas, lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat gejolak geopolitik dan pelemahan dolar AS. Salah satu penggerak penting adalah aksi beli emas besar-besaran oleh bank sentral, terutama Bank Sentral China (PBoC) yang telah menambah cadangan emasnya secara signifikan dan kini menjadi pemilik cadangan emas terbesar keenam di dunia.

Kiwoom Sekuritas Indonesia menegaskan bahwa tren kenaikan ini bukan hanya euforia sesaat, melainkan berbasis fundamental ekonomi yang kuat dan meningkatnya kehati-hatian pasar. Diperkirakan harga emas bisa menembus US$ 4.000 per ons troi dalam waktu dekat.

Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo, menyatakan bahwa tren ini membuka peluang besar bagi emiten produsen emas untuk ekspansi dan meningkatkan produksi. Salah satunya, PT Bumi Resources Minerals (BRMS) menargetkan produksi emas meningkat menjadi lebih dari 75.000 ons troi pada 2025, seiring harga emas yang telah menembus US$ 3.000 per ons troi.

Praska juga menambahkan bahwa dalam jangka pendek hingga menengah, saham emiten emas berpotensi memberikan keuntungan besar, sedangkan logam mulia tetap menjadi pilihan investasi jangka panjang yang aman dan bernilai warisan.

Dengan dukungan faktor global seperti kebijakan bank sentral dan kondisi geopolitik, harga emas yang terus naik memberikan dorongan besar bagi kinerja sektor pertambangan emas dan menarik minat luas dari investor, sebagaimana ditegaskan oleh tokoh-tokoh seperti Thoriq Fadilla, Praska Putrantyo, dan Herwin Wahyu Hidayat.

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Hingga Semester Dua

23 Apr 2025
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan di level 5,75% pada April 2025, seiring dengan masih tingginya gejolak pasar keuangan global dan melemahnya nilai tukar rupiah. Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah dan mencegah capital outflow yang bisa melemahkan daya tarik aset domestik.

Nilai tukar rupiah tercatat melemah ke Rp 16.860 per dolar AS, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Oleh karena itu, menjaga interest rate differential (IRD) dibanding negara lain menjadi penting agar surat berharga domestik tetap menarik, seperti disampaikan oleh Banjaran Surya Indrastomo dari Bank Syariah Indonesia.

Meski demikian, sejumlah ekonom melihat ruang penurunan BI-Rate tetap terbuka, terutama jika inflasi terjaga dan tekanan global mereda. Banjaran memproyeksikan penurunan hingga 50 basis poin pada kuartal II dan III 2025, sedangkan Hosianna Evalita Situmorang dari Bank Danamon memprediksi pelonggaran bunga 25 bps pada kuartal III. Bahkan, Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia melihat peluang penurunan total hingga 75 bps, sehingga BI-Rate bisa turun ke 5% pada akhir tahun.

Di sisi lain, Fakhrul Fulvian dari Trimegah Sekuritas mengingatkan bahwa perang dagang global kemungkinan bersifat jangka panjang. Oleh sebab itu, ia menilai langkah pemotongan bunga sebaiknya dimulai lebih awal, termasuk sejak April 2025, guna mengantisipasi perlambatan ekonomi domestik.

Meskipun BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat demi stabilitas nilai tukar dan menjaga arus modal, sejumlah ekonom—seperti Josua Pardede, Banjaran Surya Indrastomo, Hosianna Evalita Situmorang, Myrdal Gunarto, dan Fakhrul Fulvian—menilai bahwa ruang pelonggaran tetap tersedia dalam beberapa bulan ke depan, seiring perkembangan inflasi, arus modal, dan kebijakan The Fed.

Efisiensi Tak Menghambat Ekspansi Bisnis

23 Apr 2025
Di tengah tekanan harga energi global, prospek PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih dinilai solid oleh para analis. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyoroti langkah efisiensi MEDC, seperti penerbitan obligasi Rp 1 triliun untuk refinancing utang, dan penggunaan belanja modal (capex) untuk mempertahankan produksi serta efisiensi operasional.

Meskipun diperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan sebesar 8% dan laba bersih 4% pada 2025, diversifikasi portofolio energi dan kontribusi segmen gas memberikan bantalan terhadap fluktuasi harga minyak. Selain itu, Andhika Audrey dari Panin Sekuritas menilai fundamental MEDC tetap kuat, terutama karena kontribusi laba dari entitas asosiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 141% yoy pada 2024.

Andhika juga menekankan keberhasilan efisiensi operasional MEDC, dengan penurunan rasio Opex terhadap penjualan dari 11% menjadi 9%. Ia tetap optimistis pada prospek MEDC meskipun harga minyak dan logam diprediksi fluktuatif.

Arief Budiman dari Ciptadana Sekuritas menambahkan bahwa pencapaian pengiriman gas di atas target, rencana ekspor listrik ke Singapura, serta program buyback saham senilai US$ 50 juta menjadi katalis positif lainnya. Ia menilai penurunan laba dari anak usaha PT Amman Mineral Nusa Tenggara bersifat sementara karena transisi produksi.

Dana Tabungan Pribadi Masih Belum Pulih

23 Apr 2025
Kontraksi Dana Pihak Ketiga (DPK) dari nasabah perorangan masih berlanjut pada awal 2025, mencerminkan perubahan perilaku keuangan masyarakat. Berdasarkan data Bank Indonesia, DPK secara keseluruhan memang tumbuh 5,1% yoy per Februari 2025, tetapi DPK perorangan mengalami penurunan 1,8%, setelah sebelumnya turun 3,4% pada Januari.

Trioksa Siahaan, Senior Vice President LPPI, menilai penurunan ini disebabkan meningkatnya konsumsi rumah tangga yang didanai dari tabungan serta peralihan dana ke instrumen investasi seperti emas dan surat berharga. Ia menyarankan bank lebih kreatif menjaga dana masyarakat, misalnya lewat program gimmick berhadiah.

Evi Dempowati, SVP Bank Mandiri, menyebut tekanan ekonomi menyebabkan masyarakat kelas menengah ke bawah "makan tabungan". Meski demikian, Bank Mandiri tetap mencatatkan pertumbuhan DPK perorangan 5% yoy, terutama dari tabungan yang naik 9% yoy per Maret 2025. Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan DPK dua digit dengan strategi digitalisasi seperti Livin by Mandiri, pengembangan produk tabungan fleksibel, dan berbagai program loyalitas.

Frengky Rosadrian, Kepala Divisi Retail Funding BTN, mencatat DPK perorangan BTN naik 6,5% yoy per Maret 2025. Ia mengakui daya beli masih lemah, namun inisiatif digital seperti Bale by BTN mampu mendorong tren positif. BTN berkomitmen terus menyesuaikan produk dan mendorong investasi nasabah agar tren DPK perorangan membaik di kuartal II meski tantangan masih ada.

Meskipun pertumbuhan DPK perorangan secara industri melambat akibat tekanan ekonomi dan perubahan preferensi investasi, bank-bank besar tetap optimistis dengan strategi digital dan inovasi produk untuk mempertahankan dan meningkatkan dana masyarakat.

Selamat Jalan, Sri Paus

22 Apr 2025

Kabar duka datang dari Vatikan. Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Senin (21/4), wafat dalam usia 88 tahun, sehari setelah menemui ribuan umat yang memadati Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, di Minggu Paskah. Berkat untuk Kota dan Dunia atau Urbi et Orbi yang disampaikan Paus dari balkon Basilika Santo Petrus, di Minggu Paskah (20/4) adalah berkat terakhirnya untuk dunia. Dalam kesempatan itu, Paus kembali menegaskan pentingnya membangun dialog demi hadirnya perdamaian di dunia. Ketika menyapa umat dari balkon, Paus tampak terengah-engah. Pada Februari lalu, Paus mendapat perawatan khusus lantaran serangan pneumonia ganda.

”Dengan kesedihan yang mendalam, saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita, Fransiskus,” kata Kardinal Kevin Farrell di saluran TV Vatikan. ”Pukul 07.35 ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa”. Setelah dirawat selama 38 hari di rumah sakit sejak 14 Februari 2025, Paus tidak banyak muncul di publik. Dokter meminta Paus mengurangi kegiatannya demi pemulihan. Namun, dalam rangkaian Pekan Suci menjelang Paskah, Paus menyempatkan diri berkunjung ke penjara dan menyapa umat. ”Dengan rasa syukur tak terhingga atas keteladanannya, kami serahkan jiwa Paus Fransiskus kepada kasih Tuhan yang tak terbatas dan penuh belas kasihan,” tutur Farrell. Selamat jalan Sri Paus. (Yoga)


Asa Tim 7 Menyiasati Tarif Trump

22 Apr 2025

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso selaku salah satu anggota tim 7 untuk negosiasi di Washington DC pada Senin (21/4) pagi WIB, mengatakan, ada tiga pihak utama yang harus ditemui untuk melakukan negosiasi, yaitu USTR (United States Trade Representative), Mendag AS, dan Menkeu AS. Untuk urusan negosiasi perdagangan dan kerja sama internasional, termasuk tarif, tugasnya USTR. Untuk kebijakan besar soal perdagangan internasional, ada di Mendag AS. Dengan Kemenkeu AS karena tarif itu, berpengaruh ke pendapatan negara. Jadi harus berhubungan juga dengan menkeunya.

“Kami sebenarnya sangat optimistis. Artinya, pihak USTR kooperatif. Mendag AS, Howard Lutnick mengapresiasi Pak Airlangga (Menko Perekonomian) karena Indonesia sudah menyiapkan tawaran yang konkret. Angkanya ada. Yang beli siapa, yang jual siapa, komoditasnya apa, sudah lengkap semuanya. Sinyalnya sangat bagus, apalagi, di tingkat teknis karena yang akan bernegosiasi adalah tim yang sudah sering berhubungan dengan Tim Kemenko Perekonomian. Jadi, kami optimistis. Tapi, keputusan akhirnya berada di Presiden Trump. Ditengah-tengah itu, kami terjadwal bertemu dengan pihak-pihak swasta AS secara langsung, seperti asosiasi-asosiasi dan USINDO (United States-Indonesia Society). Semua ingin membantu kita, Pemerintah Indonesia, melakukan pendekatan dengan Pemerintah AS,” ujarnya.

Defisit perdagangan hanya 18 miliar USD. Ini bisa dikompensasi dari energi dan produk pertanian saja. Dari energi, kita bisa impor 15 miliar USD. Dari produk pertanian, bisa 3,5 miliar USD - 4,5 miliar USD. Kita akan bernegosiasi agar tarif bea masuk Indonesia lebih rendah dari sejumlah negara pesaing. Menurut Airlangga, 20 komoditas ekspor utama kita ke US harus turun atau lebih rendah tarifnya dari kompetitor. Begitu tarif untuk Indonesia lebih rendah ketimbang negara pesaing, otomatis ekspor akan bertambah ke US, yang berpotensi mendorong investasi dan kapasitas manufaktur. Meski dampaknya ke PDB tidak besar, hal ini tetap penting untuk menjaga keberlanjutan industri manufaktur. (Yoga)


Target Ekspor Tak Tergoyahkan oleh Tarif AS

22 Apr 2025

Pemerintah menyatakan kebijakan tarif baru yang diterapkan AS terhadap produk asal Indonesia tidak akan memengaruhi target pertumbuhan ekspor Indonesia sebesar 7,1 % pada 2025. Berdasar data BPS, kinerja perdagangan Indonesia sepanjang 2024 meraih surplus 31,04 miliar USD dari akumulasi nilai ekspor sebesar 264,7 miliar USD, dikurangi volume impor tahunan sebesar 233,6 miliar USD. Awal tahun ini, Kemendag menargetkan kinerja ekspor pada 2025 akan tumbuh 7,1 % dari capaian akumulasi nilai ekspor sepanjang 2024. Artinya, akumulasi nilai ekspor sepanjang 2025 ditargetkan mencapai 283,5 miliar USD.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono tidak memungkiri hasil simulasi internal menunjukkan implementasi tarif bea masuk Pemerintah AS berdampak pada penurunan kinerja ekspor ke negara adidaya tersebut. Namun, penurunan ini dapat terkompensasi dengan berbagai kesepakatan baru yang Indonesia jalin dengan negara mitra perdagangan di luar AS. Selain itu, sejumlah perjanjian dagang yang sudah lama diimplementasikan dengan negara mitra juga ada yang diperbarui untuk menopang pertumbuhan kinerja ekspor. ”Dengan adanya perjanjian perdagangan yang baru, kita harapkan target (pertumbuhan ekspor 7,1 % pada 2025) yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” ujarnya dalam media briefing ”Kebijakan Tarif AS” di Jakarta, Senin (21/4). (Yoga)