Ekonomi
( 40512 )PELUANG KOLABORASI PEBISNIS ASEAN
Rangkaian pertemuan antar pelaku bisnis kawasan Asia Tenggara sejak Minggu (3/9) hingga Senin (4/9), dalam forum Asean Business & Investment Summit (ABIS) 2023 kian menyulut optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Pasalnya, forum tersebut turut membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih besar di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, kawasan tersebut sejauh ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang pesat pasca hantaman pandemi. Geliat ekonomi Asean juga diharapkan bakal terakselerasi dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar hari ini, Selasa (5/9), di Jakarta. Ajang tersebut menjadi momentum bagi yurisdiksi di kawasan ini untuk merapatkan barisan guna meningkatkan soliditas serta memantik deru ekonomi lebih kencang. Dalam satu dekade terakhir, perekonomian kawasan berhasil tumbuh rata-rata di kisaran 4%-5%, mempertahankan posisi sebagai eksportir terbesar keempat di dunia, dan pada tahun lalu menjadi tujuan investasi asing langsung terbesar kedua sejagat. Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid menegaskan, kesuksesan Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) yang masuk dalam rangkaian KTT Asean, membuat posisi Indonesia makin kuat. Sebagaimana diketahui Asean-BAC membawa lima proyek strategis yang melibatkan pemerintah hingga sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara-negara Asean. Kelima proyek tersebut berkenaan dengan digital transformation, sustainable development, health resilience, food security, serta trade & investment facilitation. Dia berharap forum ABIS dapat memfasilitasi pertukaran ide dan perspektif dalam upaya kolaborasi strategis Asean. Kemarin, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pemimpin negara Asean, serta petinggi organisasi penting dunia seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF) dan World Economic Forum. Pertumbuhan ekonomi Asean menjadi bahasan dalam berbagai pertemuan itu. Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyoroti kondisi ekonomi dunia yang masih dalam keadaan tidak dapat diprediksi. Namun, dia menilai Asean merupakan salah satu bright spot di tengah situasi dunia yang tidak pasti. Dalam forum yang sama, Generasi ketiga Salim Group yang kini menduduki posisi sebagai Direktur PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA), Axton Salim menyatakan besarnya potensi pasar keuangan digital Indonesia dapat mendukung perekonomian kawasan Asean.
Selangkah Memimpin Blok Ekonomi Digital
Indonesia diproyeksikan bakal mulai menikmati bonus demografi pada 2030 dan mencapai Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Saat menyampaikan pidato tentang Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 16 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus dapat memanfaatkan dua peluang untuk dapat mencapai Indonesia Emas 2045. Dua peluang besar tersebut adalah bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030-an dan tingginya kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Bonus demografi yang akan mencapai puncak pada dekade 2030 adalah peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045 karena 68% penduduk berusia usia produktif, yang menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional kita. Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana terjadi peningkatan penduduk sebuah negara pada usia produktif yaitu berkisar antara 16 hingga 65 tahun. Peningkatan tersebut biasanya diikuti pula dengan menurunnya angka kelahiran serta kematian. Sebut saja Presidensi G20, keketuaan Indonesia di Asean hingga proyeksi sejumlah lembaga multilateral, salah satunya Bank Dunia, yang menyebut sejumlah negara-negara berkembang Asia seperti India, China, hingga Indonesia akan tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju. Capaian-capaian RI di tengah krisis akibat pandemi dalam tiga tahun terakhir terbukti telah mendongkrak dan menempatkan Indonesia dalam peta percaturan dunia. Lembaga think tank Australia, Lowy Institute, menyebut Indonesia sebagai middle power di Asia dengan pengaruh diplomatik yang terus meningkat tajam. Indonesia juga disebut termasuk satu dari enam negara di Asia yang mengalami kenaikan comprehensive power. Ekonomi digital sendiri diangkat sebagai salah satu pilar strategis Keketuaan Asean Indonesia pada 2023 untuk dapat mengakselerasi transformasi digital yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan digital di kawasan. Sebagai catatan, Indonesia sudah menjadi salah satu pemain utama digital di Asia Tenggara karena 40% dari nilai total transaksi ekonomi digital Asean berasal dari Indonesia, negara dengan jumlah startup terbesar keenam di dunia dengan lebih dari 2.400 startup dan penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 76,8%.
PROYEK MIGAS : ‘Langit Cerah’ dari Proyek LNG Tangguh
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, Tangguh Train 3 bakal beroperasi secara komersial atau on stream pada pertengahan September 2023. Kepastian tersebut didapat setelah audiensi antara petinggi BP yang menggarap proyek tersebut dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) arifin Tasrif. “Beberapa hari ke depan akan first drop. Targetnya pertengahan September ini, tetapi mudah-mudahan bisa dipercepat,” katanya, Senin (4/9). Dia menjelaskan, proyek Tangguh Train 3 juga sudah menyelesaikan persoalan kepastian pembelian gas dari beberapa calon pembeli di dalam negeri. Hal itu membuat perkara komersialisasi gas angkut dari tambahan produksi Lapangan Tangguh telah tuntas. Tangguh Train 3 rencananya bakal memiliki kapasitas 3,8 million tons per annum (mtpa) yang dikembangkan berdasarkan persetujuan plan of development (POD) II dengan nilai investasi mencapai US$11 miliar. Kementerian ESDM menyebut, 75% produksi dari Tangguh Train 3 sudah dikontrak oleh PT PLN (Persero), sedangkan sisanya akan dilepas ke pasar luar negeri.
KTT KE-43 ASEAN : RI Optimalkan Konektivitas Digital ASEAN
Indonesia yang memimpin ASEAN pada 2023 berada di garis depan untuk mengoptimalkan konektivitas digital di kawasan yang tengah mengalami gelombang digitalisasi dengan potensi ekonomi sektor e-commerce mencapai US$130 miliar. Dengan pengguna internet mencapai 460 juta – dengan tambahan 100 juta peng guna dalam tiga tahun terakhir – kawasan ini mem posisikan dirinya sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital. ASEAN juga di proyeksikan menjadi salah satu ekonomi digital regional dengan pertumbuhan tercepat.Karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan, sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia memegang peran penting dalam mengoptimalkan konektivitas digital untuk seluruh negara ASEAN. “Seiring tren dan potensi digitalisasi, Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi agenda transformasi digital nasional, termasuk memperkuat konektivitas digital, khususnya melalui Keketuaan ASEAN tahun 2023,” ujarnya dalam Seminar Konektivitas Digital ASEAN untuk Memperkuat Epicentrum of Growth untuk Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lemhannas belum lama ini.
Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, menjadi momentum untuk menjawab tantangan kesenjangan digital di kawasan Asia Tenggara. Menteri Budi menjelaskan sebagai Ketua ASEAN di sektor digital, Indonesia me ngusung isu-isu terkini dalam pencapaian Komunitas Digital ASEAN 2040.“Kami mengangkat isu kesenjangan digital dengan mengedepankan program pemerintah seperti Palapa Ring, dan program pengembangan SDM digital, serta, isu pelindungan data pribadi sesuai dengan UU PDP [Pelindungan Data Pribadi],” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kominfo Mira Tayyiba mengatakan Indonesia mengajak negara ASEAN mengembangkan ekosistem digital untuk kepentingan semua negara anggota agar menjadi contoh di tingkat global.Sebagai Ketua ASEAN Telecommunication Regulators’ Council (ATRC) ke-19, Mira Tayyiba menyatakan kawasan ASEAN kini menjadi sebuah ekosistem inovasi. Penerapan kota pintar hingga teknologi pertanian mutakhir untuk memberdayakan petani menjadi bukti nyata sektor digital menggerakan pertumbuhan kawasan.
PENGENDALIAN INFLASI SUMSEL : Peningkatan Tarif Transportasi Diwaspadai
Tim pengendali inflasi daerah (TPID) di Sumatra Selatan dinilai patut mewaspadai peningkatan tarif transportasi dalam upaya mengendalikan laju inflasi di wilayah tersebut. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, M Latif, mengatakan kewaspadaan menjadi keharusan kendati provinsi tersebut pada Agustus 2023 mengalami deflasi sebesar 0,04% secara bulanan (month-to-month). Pasalnya, jelas dia, kenaikan tarif sejumlah moda transportasi bisa menjadi ancaman. Pihaknya juga memperkirakan akan ada peningkatan pada tarif udara dan angkutan antarkota bertepatan dengan momen libur Hari Raya Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhir September 2023. Meski demikian, kata Latif, inflasi di Bumi Sriwijaya juga diprediksi akan tertahan oleh periode panen raya padi, yang akan terjadi pada bulan ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel melaporkan pada Agustus 2023 terjadi inflasi 3,19% secara tahunan (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,68. Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto memerinci inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Menurutnya, kelompok transportasi menjadi kontributor terbesar.
Asean Jangkar Stabilitas Ekonomi Global
JAKARTA,ID-Kawasan Asean berpotensi menjadi jangkar stabilitas perekonomian global, sebab kawasan ini terus menunjukkan lintasan pertumbuhan yang menjanjikan. Untuk merealisasikan hal tersebut, perlu dilakukan sejumlah langkah di antaranya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi regional, mendorong tindakan pembangunan berkelanjutan yang kolaboratif, serta lebih banyak melibatkan partisipasi swasta. "Saat ini, kawasan kita adalah salah satu dari sedikit titik terang untuk pertumbuhan ekonomi," kata Menteri Koordinasi Bidang Perekonomain Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di jakarta, Senin (04/09/2023). Ekonomi LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuki Riefki juga sepakat dengan pernyataan Airlangga. Menurut dia, potensi kawasan Asean untuk menjadi jangkar stabilitas perekonomian global memang cukup beralasan. Pasalnya, sejumlah negara di kawasan ini memiliki pertumbuhan ekonomi bagus diantaranya Indonesia dengan ukuran ekonomi yang besar, Vietnam yang telah masuk dalam rantai pasok dunia, dan Singapura yang telah menjadi salah satu hub keuangan global. (Yetede)
Merah Putih Fund Siap Tangkap Ekonomi Digital
JAKARTA,ID-Pemerintah melalui perusahaaan modal ventura (corporate ventura capital.CVC) Merah Putih Fund (MPF) menggalang dana kelolaan sebesar US$ 300 juta atau setara Rp 4,5 triliun yang siap disuntikkan ke perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Ini dilakukan untuk menangkap potensi ekonomi digital yang dikalkulasi tembus US$ 130 miliar atau nyaris Rp2.000 triliun pada 2023. Dana itu berhasil dihimpun oleh MPF dari lima CVC yang terdiri atas Mandiri Capital sebesar US$ 82,5 juta, BRI Ventures sebesar US$ 82,5 juta, Group PT Telkom sel Mitra MDI Venture dan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) sebesar US$ 100 juta, serta BNI Venterus sebesar US$ 30 juta. Wakil Menteri Badan Usaha (BUMN) Rosan Roeslani menerangkan, dana kelolaan US$ 300 juta tersebut merupakan langkah awal positif yang mendapatkan dukungan penuh dari Kementrian BUMN dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong perusahaan-perusahaan rintisan dalam negeri bertransformasi menjadi unicorn dan decacorn. Rosan meyakini, dukungan pendanaan kepada startup-startup bervaluasi soonicorn "Inilah langkah awal dan kami harapkan setelah first closing, jumlah dana kelolaannya akan terus meningkat seiring dengan semakin banyaknya startup yang bisa kami bantu ke depan," ujar dia (Yetede)
Bersiap Spin Off, UUS Perbankan Masih Kaji Model Bisnis
JAKARTA,ID-Ketentuan pemisahan unit usaha syariah (UUS) dari bank induk telah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejumlah UUS perbankan masih melakukan kajian mendalam terkait model bisnis sebelum spin off. Pada Juli lalu, diterbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah (POJK UUS) sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2KS) Pasal 68 mengenai ketentuan pemisahan UUS, konsolidasi, dan sanksi. POJK UUS selain mengatur pemisahan UUS, juga memuat aturan mengenai UUS, juga memuat aturan mengenai UUS secara konprehensif mulai pembukaan, kepengurusan, jaringan kantor, sampai dengan pencabutan izin usaha UUS atas permintaan bank umum konvensional (BUK). Salah satunya PT Bank CIMB Niaga Syariah Tbk yang masih menggodok strategi pemisahaan UUS. "Spin off ini kan peraturan yang harus ditaati. Saat ini kami masih melakukan assesment untuk jalan terbaik dari sisi model bisnis," jelas Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan kepada Investor Daily, Senin (4/9/2023). (Yetede)
KTT Asean Beri Angin Segar ke Pasar Saham
JAKARTA,ID-Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke 43 yang belangsung pada 5-7 September 2023 di Jakarta diyakini bisa memberi angin segar ke pasar saham di dalam negeri. Terlebih indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini masih terus mencoba menembus level psikologis 7.000, di mana pada perdagangan kemarin ditutup menguat 19,09 poin ke posisi 6.996,75. KTT yang akan dihadiri 11 pemimpin negara Asean, 9 perwakilan negara mitra, dan 9 pemimpin organisasi internasional ini, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama regional dan global. Dalam puluhan pertemuan yang akan digelar selama KTT berlangsung juga diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan subtansial, termasuk upaya meningkatkan infrastruktur Asean, menjaga keamanan pangan, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memajukan ekonomi digital dan ekosistem digital dan ekosistem pembayaran. "Pertemuan antar kepala negara ini memiliki nilai strategis terhadap pereokonomian, dan tentunya hasil KTT diharapkan lebih banyak lagi menghasilkan kerja sama ekonomi. Ini positif bagi pasar karena tentu itu mendorong ekonomi lebih tumbuh," kata Pengamat Pasar modal dan Direktur Ekuator Swarna Capital Hans Kwee kepada Investor Daily di jakarta. (Yetede)
Tahun 2024, Kemenkominfo Tuntaskan Proyek TIK
JAKARTA,ID-Komisi I DPR RI menyetujui alokasi pagu anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tahun 2024 sebesar Rp14,84 triliun dari usulan daftar daftar isian pelaksaan anggaran (DIPA) senilai Rp19,7 triliun. Sebagian besar anggaran atau Rp 9,86 triliun (66,44%) akan dialokasikan untuk melanjutkan dan menuntaskan pembangunan infrastuktur teknologi, informasi,dan komunikasi (TIK). Ada lima program prioritas Kemenkominfo tahun 2024, yaitu program penyediaan infrastruktur TIK, diantaranya Palapa Ring, operasional satelit Satria-1, operasional BTS 4G di area tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penyediaan akses internet dan digitalisasi penyiaran publik (LPP), serta pengukuran kualitas layanan telekomunikasi. Menteri Komunikasi dan Komunikasi (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menjelaskan, perubahan anggaran TA 2024 tersebut terjadi antara lain karena adanya pagu blokir (otomatic adjusment) Rp 358 miliar, realokasi anggaran blokir ke bendahara anggaran umum Rp39 miliar, serta penambahan anggaran terkait dukungan diseminasi Asean dan Pemilihan serentak tahun 2024 sebesar Rp 68 miliar. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









