Politik dan Birokrasi
( 6653 )Jangan Lumpuhkan TKDN
Pemerintah berencana akan memberikan kelonggaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Rencana tersebut dapat memicu kaburnya investasi industri elektronik ke luar negeri. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Daniel Suhardiman mengatakan, kebijakan TKDN dibuat dalam rangka untuk meningkatkan investasi produk industri di Indonesia. "Jadi inilah yang kami sarankan kepada pemerintah untuk tidak terjadi pelonggaran," kata dia. Pemberlakuan TKDN terbukti meningkatkan demand produk manufaktur yang diproduksi di dalam negeri. Daniel menerangkan, implementasi TKDN telah memberikan jaminan kepastian investasi juga kepada investor untuk mau berinvestasi di Indonesia.
"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sudah cukup banyaknya industri yang produknya dibeli setiap tahun melalui kebijakan TKDN ini," ucap dia. Daniel mengimbau agar kebijakan TKDN harus diperkuat untuk menjaga daya saing industri dalam negeri. Apalagi sudah banyak produsen elektronik yang sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi lokal. Dia khawatir kalau TKDN dilonggarkan, maka negara atau sektor komoditas lain juga akan minta pelonggaran. "TKDN jangan sampai dilemahkan gitu. Justru harusnya diperkuat TKDN ini. Dan kalau mereka (AS) minta ada kelonggaran untuk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) ya ini tolong dibahas secara terpisah, di luar elektronika rumah tangga," kata Daniel.
ASDP Target Dekarbonisasi Nasional
Penundaan Tarif AS Tak Bisa Buat Terlena
RI Harus Siap Hadapi Utang yang Akan Jatuh Tempo
Potensi Impor Naik Bisa Ganggu Industri Lokal
Strategi Agar Tarif Tak Timbulkan Tekanan Kinerja
Tarif Trump Seberapa Kuat Dampaknya
Pelonggaran Syarat Tumbuhkan Permintaan KPR Subsidi
Maksimalkan Serapan Gabah dan Beras Petani
PDIP Siap Oposisi tapi Terbuka untuk Koalisi
Kunjungan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto ke kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada Senin (7/4) malam menjadi momen penting dalam dinamika politik nasional pasca-Idulfitri 2025. Pertemuan tersebut membahas berbagai hal, termasuk arah hubungan politik antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan.
Dalam pertemuan empat mata itu, Megawati, selaku Ketua Umum PDIP, menegaskan sikap partainya untuk tetap berada di luar pemerintahan, namun membuka diri terhadap kerja sama untuk kepentingan bangsa dan negara. Hal ini dibenarkan oleh Ahmad Muzani, Sekjen Partai Gerindra, yang menyebut bahwa meskipun PDIP akan berperan sebagai oposisi, mereka tetap mendukung agar pemerintahan Prabowo berjalan efektif dan stabil.
Muzani juga menekankan bahwa PDIP bisa menjadi mitra strategis, meskipun tidak berada dalam koalisi resmi pemerintahan. Sikap ini mencerminkan model oposisi konstruktif yang tetap menjaga kepentingan nasional di atas kepentingan politik jangka pendek.
Sementara itu, Guntur Romli, politikus PDIP, menambahkan bahwa suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, diwarnai dengan pemberian parsel berisi sayur-mayur kesukaan Megawati, termasuk tomat berukuran besar. Bahkan, Megawati sempat meminta bibit tomat untuk ditanam sendiri, menandakan nuansa personal yang erat antara keduanya.
Meski pertemuan tersebut bersifat mendadak, Guntur menjelaskan bahwa rencana untuk bertemu sebenarnya sudah dirancang sejak lama, namun tertunda karena padatnya agenda masing-masing.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









