Coretax, AI, dan Integrasi "Single Profile": Wajah Baru Transformasi Digital Perpajakan Indonesia
Optimalisasi penerimaan negara kini
semakin bertumpu pada modernisasi administrasi melalui transformasi digital.
Peluncuran sistem Coretax tidak lagi dipandang sekadar sebagai pembaruan alat
kerja, melainkan sebagai tonggak reformasi mendasar dalam tata kelola
perpajakan di Indonesia. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional
KOMPAK Episode #3 yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Pajak pada bulan April
2026.
Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. Muhammad
Misbakhun, menyoroti bahwa pengembangan sistem Coretax adalah langkah strategis
negara menuju tata Kelola berbasis teknologi dan pengetahuan yang terintegrasi,
sekaligus memperkuat kemandirian teknologi dan kepercayaan publik.
Lebih jauh dari itu, Misbakhun
mendorong agar transformasi ini mencakup pemanfaatan teknologi kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk
meningkatkan pengawasan dan mendeteksi penghindaran pajak, serta didukung oleh
dokumentasi historis reformasi perpajakan sebagai fondasi memori institusional.
Selain Coretax, pemerintah juga tengah
mengeksekusi konsep single profile untuk menyatukan identitas dan data pelaku
usaha lintas sektor secara komprehensif. Konsep inovatif ini akan
mengintegrasikan data perpajakan, kepabeanan, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak
(PNBP) di bawah satu profil tunggal yang didukung oleh sistem single sign-on.
Integrasi ini tidak hanya terjadi di lingkup internal Kementerian Keuangan,
tetapi juga dihubungkan dengan otoritas moneter dan lembaga di sektor keuangan
lainnya.
Plt. Kepala Badan Pendidikan dan
Pelatihan Keuangan (BPPK), Sudarto, menambahkan bahwa penguatan penerimaan
negara ini mutlak membutuhkan sinergi dan SDM yang tangguh. Forum seperti
KOMPAK diharapkan terus menjadi laboratorium kebijakan yang menyatukan analis,
praktisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan berbasis data
(knowledge management). Pada akhirnya, penggunaan data yang terintegrasi secara
nasional ini diyakini dapat menutup berbagai celah potensi kebocoran penerimaan
negara, sekaligus memberikan efisiensi luar biasa bagi kelancaran administrasi
perpajakan.
Tags :
#PajakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023