Pemerintah Tinggalkan Ketergantungan "Windfall" demi Strategi Pajak Berbasis Kepatuhan Sukarela
Kinerja penerimaan pajak yang
sempat mengalami tekanan pada tahun 2025 akibat pelemahan konsumsi dan
meningkatnya restitusi korporasi menjadi pelajaran berharga. Pemerintah kini
secara tegas menyatakan akan meninggalkan ketergantungan pada windfall revenue
atau penerimaan tak terduga dari lonjakan harga komoditas global.
Wakil Menteri Keuangan, Juda
Agung, dalam Keynote Speech-nya pada Seminar Nasional KOMPAK bulan April
2026 lalu, menekankan bahwa outlook penerimaan pajak ke depan sangat
dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan fluktuasi energi. Oleh karena itu,
penguatan penerimaan diarahkan pada perluasan basis pajak yang berkeadilan,
integrasi data lintas sektor, dan optimalisasi sumber ekonomi baru. Upaya ini
ditopang oleh empat pilar utama: penguatan basis penerimaan struktural,
kepatuhan berbasis risiko dan data, keseimbangan penerimaan dengan pertumbuhan,
serta transformasi SDM.
Target penerimaan pajak untuk
tahun 2026 sendiri ditetapkan pada angka yang sangat menantang, yakni Rp2.357,7
Triliun, yang menuntut tingkat pertumbuhan sebesar 22,9% dari realisasi tahun
2025. Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, memaparkan bahwa Strategi
penerimaan pajak masa depan tidak lagi bertumpu pada penegakan semata, tetapi
pada kemitraan berbasis kepatuhan dan integrasi data untuk menciptakan
kepastian, keadilan, dan keberlanjutan fiskal negara.
Ke depannya, Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) akan mengedepankan pendekatan cooperative compliance. Pendekatan
ini merupakan paradigma baru dalam membangun kemitraan antara otoritas pajak
dan wajib pajak yang berbasis pada manajemen risiko. Dengan model ini, DJP
berupaya meningkatkan kepastian pajak, menurunkan sengketa, dan menekan biaya
kepatuhan wajib pajak itu sendiri. Dengan strategi ini, penerimaan pajak
diharapkan tidak hanya meningkat secara kuantitatif, tetapi juga berkelanjutan,
adaptif terhadap kompleksitas ekonomi modern, dan mampu mendukung ketahanan
fiskal nasional.
Tags :
#PajakPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023