Kualitas Inklusi dan Literasi Keuangan Syarat Capai Negara maju
JAKARTA,ID-Kualitas inklusi dan literasi keuangan harus ditingkatkan agar Indonesia dapat mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Sebab, sektor keuangan menjadi salah satu pendukung dalam perekonomian nasional dan menjadi penopang dari sektor riil. Pemerintah menargetkan inklusi keuangan dapat mencapai 90% pada 2024. Survey Nasional Literasi dan Inklusi keuangan (SNLIK) 2022 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,10% Sementara itu, pemerintah meluncurkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Dalam visi tersebut pemerintah menargetkan agar saat ualng tahun Indonesia ke 100 nanti Indonesia bisa keluar dari jebakan perangkap kelas menangah (middle income trap) dan menjadi negara maju. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teguh Dartanto mengatakan, indeks literasi dan inklusi memang semakin membaik. SNLIK adalah survei 3 tahunan dimana pada 2019, indeks literasi keuangan hanya 38,03% sedangkan indeks inklusi sebesar 76,19%. "Inklusi yang sifatnya bebar-benar memanfaatkan layanan untuk kepentingan produktif itu belum banyak. Artinya, untuk ke depan sektor keuangan yang perlu didorong adalah financial inclusion yang lebih berkualitas. Bagaimana mendorong masyarakat ini bisa memanfaatkan layanan dan jasa keuangan formal itu untuk kegiatan produktif," jelas teguh dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (29/06/2026). (Yetede)
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023