Teknologi Informasi
( 850 )Pemerintah Akan Bentuk Badan Pengawas Publisher Rights
JAKARTA, ID – Pemerintah akan membentuk badan/lembaga pengawas ntuk pelaksanaan Hak Cipta Jurnalistik/Penerbit (Publisher Rights) di Tanah Air yang diatur dalam draf Peraturan Presiden (Perpres) Hak Cipta Jurnalistik yang rencananya disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2023. Tugas utama badan pengawas/pelaksana akan mengatur mekanisme kerja sama antara platform digital dan perusahaan media/pers di Indonesia. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama kementerian/lembaga terkait, serta konstituen media, yakni Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), sedang menuntaskan pembahasan draf perpresnya. Perpres akan menjadi regulasi yang mengatur kerja sama antara media massa/pers di Tanah Air dan platform digital. Nantinya, media pers bisa menuntut tanggung jawab platform digital yang umumnya global, antaralain Google, Facebook, dan TikTok untuk memberikan nilai ekonomi atas konten berita media pers yang dimuat di platformnya. (Yetede)
Pentingnya Informasi dan Manfaatnya
Perkembangan teknologi dan informasi di era modern saat ini berjalan sangat pesat. Dampaknya informasi menjadi sesuatu yang sangat penting dan krusial bagi bagi banyak pihak termasuk organisasi. Terdapat pepatah yang mengatakan bahwa siapa yang dapat menguasai dunia informasi maka pihak tersebut akan menguasai dunia. Dengan kecanggihan perkembangan media informasi maka informasi dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjajah pikiran manusia dan menggerakkan mereka sesuai keinginan pemilik informasi. Informasi dapat digunakan untuk mendesain pikiran dan membalikkan logika serta mempengaruhi massa dengan jumlah yang tidak terbatas untuk mengikuti wacana yang diinginkan suatu pihak. Informasi dapat menjadi penentu apakah seseorang suatu pihak akan mendapatkan empati dan pembelaan atau sebaliknya justru dimusuhi, ditakuti, atau dilawan.
Terdapat kebutuhan yang besar dan mendesak mengenai akses dan ketersediaan informasi pada masyarakat dewasa ini. Informasi dibutuhkan untuk menunjang berbagai tujuan karena merupakan alat bantu dalam pengambilan keputusan para pembuat kebijakan. Keberadaan informasi akan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pribadi bagi penerimanya, yang kemudian berdampak pada perubahan pola pikir dan perilaku yang lebih baik. Informasi juga dapat menciptakan informasi baru untuk digunakan mendukung kegiatan atau proses lainnya.
Keberadaan informasi menjadi penting dan signifikan perannya didasari oleh alasan bahwa penggunaan informasi sering lebih bertaji dibandingkan dengan tradisi. Dengan adanya informasi memungkinkan terdapat alasan yang tepat untuk mengubah sistem lama karena dapat dibuktikan bahwa sistem yang baru akan lebih baik. Informasi juga akan membantu menentukan arah kebijakan organisasi ataupun perusahaan. Informasi akan meningkatkan efisiensi biaya karena dapat memprediksi tren dan/atau risiko ke depan. Adanya informasi akan memunculkan inovasi berdasarkan prediksi tren di masa depan. Selain itu, informasi juga dapat digunakan sebagai dasar melakukan evaluasi dan memperbaiki permasalahan yang ada.
Penerapan informasi yang telah diproses lebih lanjut banyak diubah menjadi bentuk research, tesis, jurnal, dan artikel. Ini dapat mendorong proses perubahan di segala bidang yang telah berlangsung selama ini sehingga menjadi lebih baik penerapannya. Penerapan informasi yang diproses lebih lanjut ini misalnya dalam bidang kesehatan untuk menemukan metode pengobatan yang lebih baik. Dalam bidang bisnis informasi dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan tenaga, material, keuangan, produksi dan pemasaran, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapat dengan lebih optimal. Informasi juga dapat mendorong pengembangan research and development serta pengembangan teknologi.
"ChatGPT: Menjelajahi Keuntungan dan Ancaman Teknologi AI"
Artificial Intelligence (AI) saat ini sedang berkembang pesat dan memberikan banyak peluang untuk pengembangan teknologi yang lebih maju. Salah satu teknologi AI yang sedang menarik perhatian banyak orang adalah chat-based language model atau ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer). Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk menganalisis dan menghasilkan teks layaknya manusia, sehingga memungkinkan ChatGPT untuk melakukan tugas seperti penerjemahan, summarizing, dan menjawab pertanyaan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ChatGPT telah menjadi sangat meluas, mulai dari customer service chatbots hingga pembuatan konten yang diotomatisasi.
ChatGPT adalah produk dari OpenAI, sebuah perusahaan AI yang didirikan pada 2015 oleh Elon Musk, Sam Altman, Ilya Sutskever, Greg Brockman, dan Wojciech Zaremba. Mereka memiliki visi untuk membuat teknologi AI yang bermanfaat bagi umat manusia dan memulai dengan status nirlaba setelah menerima dana $1 miliar dari para pendonor, dengan Elon Musk sebagai donatur utama. Walau Elon Musk keluar dari perusahaan pada 2018, OpenAI tetap berkembang dengan signifikan, salah satunya karena penggunaan ChatGPT yang kini sangat populer.
Dikutip dari Reuters (10/01/2023) menyebutkan bahwa Microsoft sedang dalam tahap pembicaraan untuk berinvestasi senilai $10 miliar ke OpenAI. Jika terealisasi, valuasi OpenAI akan bernilai $29 miliar. Ini menunjukkan potensi tumbuh dan berkembangnya OpenAI sebagai perusahaan teknologi besar dan sukses.
OpenAI juga mencatatkan traffic web yang tinggi, dengan rata-rata 21 juta pengunjung bulanan pada Desember 2022. Openai.com menjadi situs populer ke-141 di dunia dengan 21% dari total traffic OpenAI berasal dari Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa OpenAI memiliki audiens yang dedicated dan kuat. Selain itu, sebagian besar traffic datang dari pencarian dan tautan langsung, masing-masing 43,63% dan 48,98%, yang menandakan bahwa orang-orang secara aktif mencari dan terlibat dengan konten OpenAI.Shure Tawarkan Solusi Converence dengan Stem Ecosystem
Untuk berkolaborasi secara efektif dalam iklim bisnis hybrid saat ini, teknologi audio harus mengatasi masalah nyata yang dihadapi setiap hari oleh end user, IT Profesional, dan Integrator AV. Inovasi dalam kualitas audio terbukti penting untuk mengadakan rapat dengan meningkatkan pengalaman rapat bagi partisipan jarak jauh dan tatap muka. Bahkan sebelum peralihan baru-baru ini ke meeting virtual, survey tahun 2019 yang dilakukan oleh Shure dengan Ilumnas menenukan bahwa dua pertiga dari bisnis profesional percaya bahwa perusahaan mereka tidak memiliki teknologi kenferensi yang tepat. Sepertiga rapat perusahaan mereka tidak memiliki masalah teknis dan para pengguna sering menghadapi kesulitan saat bekerja dengan teknologi konferensi. Dengan teknologi Stem Ecosystem yang telah meraih penghargaan, siapapun memiliki kebebasan untuk memadukan dan mencocokkan (mic& match) perangkat dalam menciptakan audio yang sempurna di ruang apapun. (Yetede)
Banyak Berdampak Negatif, Impor Vape Perlu Dilarang
JAKARTA, ID – Impor rokok elektrik—yang biasa disebut vape—perlu segera dilarang karena lebih banyak berdampak negatif. Di samping membunuh petani tembakau dan industri rokok di dalam negeri, vape justru jauh lebih merusak kesehatan dibanding rokok tembakau. Pemerintah diminta untuk tidak ragu-ragu melarang impor maupun peredaran vape di seluruh wilayah Indonesia. Keputusan itu tetap harus didasarkan pada kajian yang mendalam dan menyeluruh terkait manfaat dan mudarat yang ditimbulkan vape dari sisi sosial, kesehatan, maupun ekonomi, termasuk keuangan negara. Tapi, yang sudah terlihat di depan mata, vape lebih banyak mudarat. Sebagian besar vape yang luas beredar di Tanah Air adalah produk impor. “Melarang rokok tembakau akan mengganggu ekonomi rakyat karena ada banyak multiplier effect-nya, mulai petani tembakau, pekerja pabrik rokok, distributor, hingga pedagang rokok. Tapi, rokok elektrik lebih banyak impor,” ujar anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada Investor Daily, Rabu (18/01/2023). (Yetede)
Membaca Pergeseran Budaya Mencari Hiburan
Terhalangnya aktivitas di luar rumah akibat pembatasan kegiatan sosial saat pandemic membuat orang mencari hiburan mengandalkan jaringan internet. Kebiasaan ini berlanjut, bahkan saat pandemic sudah terkendali. Perubahan perilaku dan gaya hidup dalam mencari hiburan ini terpantau dari hasil jajak pendapat Kompas, 15-17 November 2022. Dimana, hanya aktivitas mencari hiburan yang mayoritas masih dilakukan secara daring, sedangkan aktivitas lainnya sudah dijalankan secara luring. Survei yang dilakukan Populix menemukan, 24 % dari 3.000 responden memutuskan berlangganan VOD setelah pandemi dan 52 % diantaranya mengaku menjadi tipe penonton yang kerap melakukan binge watch atau menonton film serial tanpa jeda. Layanan musik streaming digital di Indonesia pun semakin populer dan mengalami peningkatan signifikan setiap tahun. Laporan Statista mengungkapkan, selama masa pandemi nilai pasar musik streaming Indonesia tembus hingga 148 juta USD atau Rp 2,1 triliun. Menurut data Digital Report 2020 dari Hootsuite, dari 175,4 juta pengguna internet di Indonesia, 80 % melakukan streaming musik. Survei yang dilakukan International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) di 22 negara (termasuk Indonesia) menemukan, akibat pandemi, waktu yang digunakan untuk mendengarkan musik semakin lama pada tahun 2022, mencapai 20,1 jam setiap pekan.
Jjajak pendapat Kompas memotret, pencari hiburan melalui layanan streaming didominasi generasi milenial yang memiliki ciri melek terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kebiasaan bermedia sosial. Empat dari 10 responden pencari hiburan tersebut berusia 24-39 tahun. Pascapandemi dengan kondisi yang semakin baik dan terkendali menjadi momentum dunia hiburan bangkit kembali. Bagi industri perfilman, ada harapan dengan meningkatnya jumlah penonton film di bioskop. Menurut data Kemenpafrekraf, meski menurun di 2020 dan anjlok di 2021 hingga hanya 4 juta penonton, pada tahun 2022 penonton mulai kembali memenuhi studio-studio bioskop di Tanah Air. Tercatat 21 juta penonton bioskop, mendekati kondisi tahun 2019 di 29,6 juta penonton. Rekor yang diperoleh film KKN Desa Penari turut mendongkrak capaian tersebut dan bisa menjadi contoh sineas lainnya untuk memproduksi film-film box office. Film KKN Desa Penari mendapat momentum ketika akhirnya tayang di bioskop setelah pandemi melandai dan pada momen hari raya. Film yang ditunggu audiens itu memecahkan rekor sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dalam waktu kurang dari sebulan sejak tayang perdana pada 30 April 2022 hingga mencapai 9 juta penonton. Menemukan strategi baru yang tepat untuk menarik konsumen agar mau melangkahkan kaki kembali ke bioskop dan menonton pertunjukan musik secara langsung menjadi pekerjaan rumah pelaku bisnis hiburan. (Yoga)
Satelit Nano Indonesia Buah Kerja Bersama
Surya Satellite-1 atau SS-1 yang merupakan satelit nano pertama buatan Indonesia resmi dilepaskan dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) menuju orbit Bumi rendah dengan modul deployer milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Peluncuran satelit ini menjadi tonggak pencapaian industri antariksa nasional yang dipelopori ilmuwan muda Indonesia. Pelepasan SS-1 dari ISS menuju orbit Bumi rendah (low earth orbit/LEO) ini dilakukan Jumat (6/1) dan disiarkan secara langsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, serta Tsukuba Space Center, Jepang. Turut menyaksikan peristiwa ini dari Gedung BJ Habibie, antara lain, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan Dubes Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji. Sebelum mengorbit di LEO, SS-1 telah diluncurkan menuju ISS pada Minggu, 27 November 2022. Peluncuran SS-1 menuju ISS tersebut menggunakan roket SpaceX CRS-2 dari NASA di Kennedy Space Center, Florida, AS. Pelepasan SS-1 menuju orbit ini membuat satelit tersebut akan beroperasi di ketinggian 400-420 kilometer di atas permukaan Bumi dengan sudut inklinasi 51,7 derajat.
Satelit ini akan melewati Indonesia selama 1,5 jam hingga 2 jam sekali. Peluncuran satelit nano relatif baru di Indonesia karena mayoritas yang beroperasi dan dipakai saat ini merupakan satelit mikro. Berdasarkan spesifikasinya, SS-1 adalah satelit nano atau cubesat yang berukuran 10 sentimeter x 10 cm x 11,35 cm. Satelit ini memiliki berat 1-1,3 kg atau lebih kecil daripada satelit mikro yang memiliki berat 50-70 kg. Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN Robertus Heru Triharjanto menyampaikan, dengan dimensi SS-1 yang sangat kecil, satelit ini dapat beroperasi minimal hingga dua tahun. Lama waktu SS-1 mengorbit juga bergantung pada baterai yang tertanam di satelit ini. Setelah beroperasi, satelit nano ini bisa berfungsi sebagai media komunikasi via satelit dalam bentuk pesan singkat (SMS). Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk mitigasi bencana, pemantauan jarak jauh dan level ketinggian air, serta komunikasi darurat. Beragam fungsi SS-1 membuat satelit ini sangat efektif, terutama untuk Indonesia sebagai negara kepulauan. (Yoga)
Ketersediaan Data Valid jadi Kunci Dukung Pembangunan
JAKARTA, ID – Pemerintah meluncurkan portal Satu Data Indonesia (SDI) sebagaimana salah satu solusi dalam mengambil keputusan yang tepat untuk mendukung pembangunan di Tanah Air. Portal SDI juga dapat berfungsi sebagai marketplace data pemerintah yang mempertemukan supply and demand terhadap data. Melalui portal tersebut, seluruh data dari berbagai kementerian/ lembaga (K/L) dan daerah terhubung menjadi satu, sehingga bisa menjadi sumber data utama yang valid di Indonesia. Sejauh ini portal SDI telah menghubungkan portal K/L mencapai 58% atau sebanyak 43 dari 83 kementerian/ lembaga. Sementara itu, di tingkat provinsi sudah mencapai 68% atau 26 dari 38 provinsi di Indonesia. Untuk tingkat kabupaten/kota baru mencakup 18% atau sebanyak 95 dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. “Presiden mengatakan data itu seperti ‘minyak baru’ yang lebih berharga dari minyak, dan data menjadi valid dan menjadi salah satu kunci pembangunan,” kata Suharso dalam grand launching Portal Satu Data Indonesia, Jumat (23/12/2022). (Yetede)
BATIK LASEM Pemasaran melalui Metaverse Dijajaki
Pengusaha batik terus berinovasi memasarkan produk mereka secara daring, seperti melalui media sosial dan situs di internet. Tidak hanya itu, para perajin batik di Lasem, Rembang, Jateng, juga mulai menjajaki dunia virtual atau metaverse. Saat Covid-19 mewabah, para perajin batik merasakan kunjungan wisatawan ke daerah batik di Lasem berkurang drastis. Akibatnya, penjualan kain batik berkurang. Melalui Tim Kedaireka Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, para perajin batik tulis Lasem dapat menjual produknya secara daring dalam bentuk tiga dimensi. Ketua Peneliti Kedaireka Metaverse Batik Lasem Ridwan Sanjaya menjelaskan, kehadiran inovasi ini sebagai bentuk jawaban dari tantangan yang dihadapi saat pandemi Covid-19 dan perubahan akses jalan pantura. Menurut Ridwan, inovasi ini dapat menjadi solusi alternatif penjualan produk batik tulis Lasem. Melalui metaverse atau ruang tiga dimensi (metasmesta), konsumen bisa merasakan seperti datang secara langsung dan melihat secara nyata kain batik, meskipun mereka hanya menyaksikan secara virtual.
”Kami memberi pengalaman berbeda. Dahulu orang datang mau beli, kan, kainnya diambil lalu dibuka. Sementara di metaverse, semua bisa tampil. Ada produk-produk yang dipasangkan di maneken sehingga tidak perlu dijahit dahulu baru bisa tahu hasil jadinya seperti apa,” kata Ridwan, saat diskusi Metaverse Ruang Virtual Masa Depan Pelestarian Batik Lasem, Minggu (18/12). Anggota tim Kedaireka Metaverse Batik Lasem, Freddy Koeswoyo, menambahkan, hingga saat ini ada 40 mitra pebatik di Lasem yang sudah bergabung, masing-masing mendapatkan 14 ruang pameran di platform Metaverse batik.com. Freddy menambahkan, pemasaran secara virtual bisa juga dipakai untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah dan motif kain batik. Hal ini yang kemudian akan terus dikembangkan lebih lanjut di dalam metaverse Batik Lasem. Perajin batik Kidang Mas Lasem, Rudi Siswanto, menyampaikan, platform metaverse menjadi tambahan media penjualan produk batik sehingga jangkauannya lebih luas sampai luar negeri. Rudi berharap, ke depan, semakin banyak perajin batik yang bergabung ke dalam metaverse. (Yoga)
PERDAGANGAN ELEKTRONIK Penjualan Langsung lewat Media Sosial Efektif
Menjual produk langsung melalui jaringan media sosial dan pesan instan atau social commerce tetap menjadi upaya terbaik mendorong lebih banyak transaksi perdagangan barang dan jasa. Aneka sektor industri, baik ritel maupun nonritel, telah memanfaatkan social commerce. Berdasarkan riset yang Cube Asia (perusahaan riset pasar asal Singapura) bertajuk ”Social Commerce in Southeast Asia 2022” (Desember, 2022), perdagangan secara elektronik atau e-dagang di media sosial mencapai 34 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara, faktor yang sangat memengaruhi adalah aspek sosial hubungan manusia, seperti komunikasi langsung, keaslian, dan kepercayaan. Sementara penjualan produk langsung melalui percakapan di media sosial ataupun aplikasi pesan instan (conversational commerce) mencapai 12 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara. Country Manager Infobip Indonesia (penyedia perangkat lunak untuk komunikasi berbasis komputasi awan) Rifa Haryadi, Jumat (16/12) di Jakarta, berpendapat, digitalisasi pemasaran dan penjualan akan tetap berlangsung meski pembatasan sosial sudah longgar. Konsumen yang terbiasa dengan internet akan tetap menggunakan aplikasi daring untuk beraktivitas sehari-hari.
”Sudah banyak pelaku industri menggunakan robot percakapan (chatbot) untuk mempermudah interaksi. Bukan hanya pelaku usaha ritel. Solusi kami sudah dipakai perusahaan finansial untuk akuisisi pelanggan baru ata sekadar kirim polis,” kata Rifa. Peneliti di Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, menambahkan, perdagangan barang dan jasa secara daring akan terus tumbuh di tengah aktivitas belanja luring yang kembali bergairah seusai pandemi. Dengan pertumbuhan e-dagang yang berpotensi lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat masa pembatasansosial, jenama barang dan jasa perlu berupaya mencari pelanggan baru. Senior Vice President Sprinklr untuk Asia Pasifik dan Jepang (perusahaan penyedia teknologi analisis media sosial) Florian Zenner, dalam siaran pers, mengatakan, pandemi mengubah perilaku konsumen selamanya, mempercepat adopsi produk dan layanan digital, serta meningkatkan pentingnya pelayanan secara daring. Di pasar Singapura, misalnya, 45 % pengguna internet berbelanja melalui aplikasi pesaninstan, sepertiWhatsapp dan Facebook Messenger. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Ekspor Perikanan Ditarget Naik 15,31 persen
24 Mar 2021 -
Kirim 20 Ribu Liter Reduktan ke Malaysia
19 Mar 2021 -
RI akan Produksi Pupuk di Nigeria
19 Mar 2021 -
Pemerintah Teken Kontrak Jargas Rp 604,92 Milyar
18 Mar 2021









