;
Tags

Teknologi Informasi

( 857 )

Digitalisasi Jadi Motor Pertumbuhan

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Kendati banyak perusahaan teknologi tengah mengalami rasionalisasi struktur biaya, ekonomi digital dinilai tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Meluasnya penetrasi internet dan pola konsumsi masyarakat yang makin lekat dengan digitalisasi akan mengakselerasi ekonomi  digital di Tanah Air. Demikian benang merah dalam diskusi Kompas 100 CEO Forum-CEO Live Series, Selasa (22/11) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara, Managing Partner East Ventures Roderick Purwana, Chief Executive Officer (CEO) Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) Mia Melinda, dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Roderick mengatakan, perekonomian digital berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi Covid-19. Ke depan, terbuka peluang pertumbuhan ekonomi digital makin terakselerasi. ”Saatini baru bagian awalnya saja. Kita akan memasuki era keemasan ekonomi digital dalam 5-10 tahun ke depan,” ujar Roderick. Ia menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi digital ditopang oleh jumlah pengguna internet yang telah mencapai lebih dari 200 juta orang. Selain itu, pandemi yang membatasi mobilitas orang juga telah mengakselerasi digitalisasi secara lebih cepat.

Berdiri pada 2009, East Ventures telah berinvestasi ke berbagai perusahaan rintisan, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Pperusahaan yang disuntik dana oleh East Ventures, antara lain, GoTo, Traveloka, dan Fore. Roderick mengaku sangat beruntung menyaksikan kelahiran ekonomi digital sejak awal hingga saat ini. Salah satunya adalah saat East Ventures menginvestasikan dana di Tokopedia sejak 2010. ”Kami beruntung melihat pertumbuhan ekonomi digital dari awal perintisannya hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami yakin di masa depan ekonomi digital akan makin bertumbuh,” ujar Roderick. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku konsumen menjadi kian akrab dengan digitalisasi. Ketika pandemi mulai mereda dan kegiatan luring sudah menggeliat, perilaku digital konsumen tidak akan menurun. Menurut Neneng, selama pandemi, pihaknya telah membantu 2 juta UMKM masuk ke ekosistem digital. Selain itu, pihaknya juga telah membantu 5.200 pedagang pasar di tujuh kota memanfaatkan teknologi digial. (Yoga)


Perusahaan Teknologi Hadapi Krisis

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Setelah booming bertahun-tahun, perusahaan teknologi terkena krisis. Terjadi penurunan pendapatan dan PHK. ”Setiap orang telah mengingatkan dalam dua dekade terakhir bahwa ini pasti berakhir. Akhirya pertumbuhan tahun demi tahun berakhir juga,” kata Marc Weil (35), Manajer Teknisi Stripe, yang juga kehilangan pekerjaan (The Washington Post, 14 September). Mendadak berubah kejayaan perusahaan teknologi yang pernah meraih kinerja akbar. Microsoft dan Google adalah dua perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi ke-3 dan ke-4 di dunia setelah Apple dan Saudi Aramco. Pada tahun 2020, industri teknologi menyumbang 10,2 % PDB AS. Kenaikan harga-harga saham Amazon, Google, Microsoft, Facebook, Netflix, Tesla, Salesforce, dan lainnya telah mengisi rekening dana pensiun jutaan orang AS. Perusahaan teknologi berkontribusi 30 % total kapitalisasi S&P 500 pada Maret 2022. Situasi kini berbalik. Indeks Nasdaq, berisikan perusahaan teknologi, anjlok 30 % sejak Januari 2022. Rentetan PHK melanda Meta (Facebook), Twitter, Stripe, Coinbase, Shopify, Netflix, Microsoft, Snap, Robinhood, Lyft, Chime, WATCH.

Lebih dari 35.000 karyawan di-PHK sejauh ini di AS. Hal itu juga melanda perusahaan serupa di dunia walau belum separah AS. ”Situasinya mirip krisis dotcom di era 2000,” kata Lise Buyer, seorang analis. Era perekrutan dengan gaji tinggi, minimal 200.000 USD per tahun, untuk lulusan terbaru universitas telah berakhir. Masalah bagi perusahaan teknologi tergolong bukan gambaran umum perekonomian AS. Perusahaan teknologi terpukul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Saat pandemi perusahaan-perusahaan tergiur berekspansi karena mendadak warga beralih ke dunia daring. Pejabat keuangan (CFO) Zoom Video Communications Inc, Kelly Steckelberg, menuturkan, warga mengurangi pertemuan daring. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan telanjur menghabiskan uang untuk investasi termasuk Metaverse. ”Saya salah perkiraan,” kata Mark Zuckerberg (Associated Press, 10 November). Lalu ada kenaikan suku bunga AS. Pada era suku bunga rendah, sangat mudah mendapat uang, kini berubah. Bayangan resesi membuat penerimaan iklan menurun. ”Banyak Perusahaan akan lenyap,” kata pemimpin Credit Suisse, Axel Lehmann. (Yoga)


Telkom Kembangkan Proyek Web 3,0

KT1 23 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) agresif mengembangkan proyek industri Web 3.0 atau internet generasi ketiga. Investasi Telkom di perusahaan-perusahaan rintisan juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mempersiapkan diri dalam menangkap potensi proyek Web 3.0. Deputy EVP Digital Tecnology & Platform Business Telkom Ery Unta menyampaikan bahwa sebagai digital telco, Telkom tentu terus bersiap diri untuk turut andil dalam pengembangan Web 3.0 di Indonesia. “Kami bekerja sama dengan telco par tner. Kami juga mengembangkan sendiri dengan membangun talenta digital dan berinvestasi untuk itu. Karenanya, kami mencari talenta-talenta digital terbaik,” ungkap Ery di acara Indonesia Digital Conference bertajuk Industri Telekomunikasi di Era Web 3.0, Selasa (22/11/2022) di Jakarta. “Jadi, Pijar ini ada ijazahnya atau sertifikatnya. Sehingga untuk memastikan ijazahnya benar atau tidak, track and tracenya seperti apa, kita bisa memanfaatkan teknologi ini,” ucap Ery. (Yetede)

PERUSAHAAN RINTISAN : Startup Tempuh Jalan Efisiensi

HR1 22 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Indonesia ICT Institute menilai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi tengah melakukan efisiensi untuk bertahan hidup di tengah potensi perlambatan ekonomi global pada 2023. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, upaya efisiensi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan itu bisa membantu keberlangsungan ekosistem dan mitra yang ada di dalamnya. Saat ini, situasi global berada dalam istilah winter is coming atau terjadi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dunia. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan perusahaan rintisan atau startup salah satunya melalui pemangkasan karyawan adalah merupakan hal realistis. “Efisiensi dilakukan agar perusahaan bisa survive. Saat ini yang dialami sebagian startup di Indonesia adalah terjadinya pengurangan investasi dari investor di luar negeri,” jelasnya seperti dikutip Antara.

Pentingnya Regulasi dan Pengawasan Berbasis Teknologi

KT3 08 Nov 2022 Kompas (H)

Pemerintah dan DPR sedang membahas RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau RUU P2SK. Regulasi berformat omnibus ini diharapkan bisa meredefinisikan kembali sektor keuangan agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini. Sebagai fondasi penting untuk memperkuat sektor keuangan, UU ini akan diturunkan dalam peraturan di bawahnya agar dapat diimplementasikan dengan baik. Beberapa survei industri keuangan memperkirakan biaya pemenuhan kewajiban kepatuhan (compliance cost) mencapai 5 % total biaya. Adapun potensi biaya karena tidak memenuhi kepatuhan bisa dua hingga tiga kali lipat. Dalam hal ini, regulatory technology (RegTech) dan supervisory technology (SupTech) dapat membantu. RegTech adalah penerapan teknologi agar regulator dan pelaku industri bisa lebih efektif dan efisien. Misalnya, pada proses perizinan, pelaku industri yang mengajukan izin umumnya berurusan dengan birokrasi, sulit mengetahui sampai di mana proses perizinan berlangsung dan kapan akan keluar. Saat ini regulator, seperti OJK dan BI, mulai menyediakan mekanisme perizinan digital atau e-licensing yang diharapkan transparan, seperti halnya e-dagang memiliki mekanisme pemantauan pesanan. e-licensing akan banyak membantu pelaku industry keuangan.

Ke depannya, konsep machine-readable regulation tidak hanya dapat digunakan untuk pengaturan  bersifat kuantitatif, tetapi juga pengaturan konseptual dan kualitatif. Untuk itu, regulator perlu menerbitkan peraturan dalam format yang bisa dianalisis dan dipahami secara semantik dengan  kecerdasan artifisial dan machine learning di sisi pelaku industri. Selain RegTech, regulator juga perlu menerapkan SupTech atau pengawasan berbasis teknologi. SupTech bisa diterapkan untuk pelaporan yang kini masih relatif manual. Beberapa regulator memang mulai menerapkan pelaporan daring misalnya BI dengan BI Antasena dan OJK dengan OJK-BOX (OBOX). Namun, umumnya data yang disimpan oleh pelaku industri diolah dulu menjadi laporan dengan format tertentu, lalu diunggah ke sistem pelaporan daring. Pengolahan manual di sisi regulator pun tidak jarang masih harus dilakukan. Ini bisa dibuat lebih mulus dengan mewajibkan pelaku industri melaporkan dalam format digital standar, misalnya menggunakan extensible business reporting language (XBRL), di mana semua field pelaporan distandardisasi. Dengan standardisasi yang baik antar-regulator pelaku industri yang harus melapor kepada dua atau lebih regulator dapat membuat pelaporan lebih efisien karena tidak menggunakan format khusus dari regulator tertentu. (Yoga)


Digitalisasi Bikin BUMDes Detusoko Barat Melaju

HR1 04 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bisa mendorong kemajuan desa jika bisa dioptimalkan dengan baik. Desa yang berkembang maju akan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakatnya. Memajukan dan menggerakan perekonomian desa menjadi salah satu tujuan Ferdinandus Watu, di masa-masa akhir kuliah di Miami Dade College, Florida, Amerika Serikat, pada 2015 silam. Nando, begitu ia biasa disapa, mendapatkan beasiswa Fulbright untuk menuntut ilmu jurusan Tourism and Hospitality Management, di Negeri Paman Sam. Untuk mewujudkan cita-citanya, Nando bekerja di Kantor Desa Detusoko Barat yang ada di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama bekerja di Desa Detusoko Barat, Nando mulai mengamati potensi ekonomi lokal apa yang bisa dikembangkan di desa ini. Hasilnya, di tangan Nando, dalam setahun Desa Detusoko Barat bisa masuk ke dalam daftar 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Visi menjadikan Detusoko Barat sebagai desa yang berka­rak­ter lokal, berdaya saing, berbasis pertanian terpadu, dan ekowisata dengan mengedepankan teknologi informasi, perlahan-lahan mulai terwujud.  “ADWI merupakan apresiasi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk mendukung perkembangan desa-desa kreatif di Indonesia. Jadi ada tiga kata kunci yang kami jalankan, yakni pertanian, pariwisata, dan teknologi informasi,” kata Nando kepada tim Jelajah Sinyal Bisnis Indonesia, Se­lasa (1/11). 

Menurut Nando, pemilihan tiga kata kunci itu berangkat dari potensi dan kondisi yang ada di desanya. Pertama, jelas dia, sekitar 95% penduduk Desa Detusoko Barat mengandalkan sektor pertanian, seperti padi, kopi, kakao, lalu ada juga tanaman pangan, kemiri, dan juga hortikultura umbi-umbian. Kedua, sambung Nando, Desa Detusoko Barat berada di jalur utama jalan Trans-Flores, dan menjadi area penyangga Danau Kelimutu. Lokasinya hanya berjarak 33 km dari Kota Ende atau sekitar 45–60 menit berkendara dari Bandara Ende. Kata kunci ketiga, jelas Nando, terkait dengan era digital yang saat ini meng­ubah pola hidup masyarakat secara masif. Kondisi itu, jelasnya, harus dimanfaatkan untuk mengoptimalkan dua kata kunci lainnya.

Centang Biru di Twitter Rp 125.000 Per Bulan

KT3 03 Nov 2022 Kompas

Di bawah bos baru, Elon Musk, platform media sosial Twitter berencana memungut biaya 8 dollar AS atau Rp 125.000 per bulan untuk akun bercentang biru. Hal ini guna menyelesaikan persoalan bot dan troll di platform itu sekaligus menciptakan pendapatan baru bagi Twitter agar tak bergantung iklan. ”Kekuatan bagi setiap orang! Biru seharga 8 dollar per bulan,” cuit Musk, Selasa (1/11). (Yoga)

2024, 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

KT3 02 Nov 2022 Kompas

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki di Jakarta, Selasa (1/11) menjelaskan, pihaknya bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan platform digital yang tergabung dalam Indonesian E-commerce Association (idEA) akan berkolaborasi untuk mengupayakan agar 30 juta UMKM bisa masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024. (Yoga)

KRISIS CIP : Industri IoT Butuh 41 Juta Semikonduktor

HR1 01 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Industri internet of things atau IoT dalam negeri membutuhkan setidaknya 41 juta unit cip semikonduktor sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut 11% lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan tahun lalu.Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) Teguh Prasetya menjelaskan bahwa 41 juta unit cip semikonduktor yang dibutuhkan industri IoT akan digunakan untuk ponsel pintar sebanyak 30 juta unit, perangkat smart home 10 juta unit, serta smart building dan smart industry 1 juta unit.Peningkatan kebutuhan cip semikonduktor di industri IoT didorong oleh kenaikan permintaan pada tiap subsektor tersebut. Bahkan, permintaan konsumen terhadap perangkat ponsel pintar di Tanah Air diperkirakan tumbuh sekitar 8% pada tahun ini.Sementara itu, permintaan untuk perangkat smart home seperti CCTV masih sesuai dengan tren pertumbuhan, yakni 10 juta per tahun. Mengutip WSTS, penjualan cip semikonduktor diperkirakan naik secara menyeluruh di pasar global. Penjualan di kawasan Asia Pasifik sendiri diperkirakan naik 10,5% secara tahunan. Sementara itu, kawasan Benua Amerika dan Jepang 14,2%, serta Eropa 14%.

Baduy di Instagram

KT3 29 Oct 2022 Kompas (H)

Bagi mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, masyarakat suku Baduy yang mereka kenal dan sering dijumpai adalah orang dari Desa Kanekes, Banten, yang berjalan tanpa alas kaki, berpakaian hitam atau putih, memakai telekung atau lomar (ikat kepala), membawa tas rajut coklat, berjualan madu, dan seterusnya. Pakaian dan penampilan adat Baduy ini menjadi terkenal ketika dikenakan Presiden Jokowi saat menghadiri Sidang Tahunan MPR, Agustus 2021. Gambaran tentang masyarakat suku Baduy yang sering dijumpai di jalanan menjadi berbeda begitu kita memasuki dunia media sosial, terutama Instagram. Nuansa Baduy di Instagram memang tetap menunjukkan elemen-elemen tradisi, tetapi tampil lebih anggun, cantik, bersih, elegan, dan eksotik. Tidak seperti bayangan umumnya sebagai  masyarakat yang menolak atau tak kenal modernitas, mereka sangat beradaptasi dengan teknologi digital. Ini bisa dilihat dalam akun Instagram @ayudewibaduy (29K pengikut), @dewi.baduy.507 (3K), @wisatasukubaduy (13K), @souvenirbaduy (12K), @batikbaduy (7K), @jejak_baduy (49K), dan lainnya.

Penggunaan Instagram oleh anak-anak Baduy menunjukkan transformasi budaya yang terjadi di suku tersebut. Agama masyarakat Baduy memang tetap Sunda Wiwitan dan mereka yang tak lagi memegang agama tersebut akan keluar dari kampung adat. Menikah dengan non-Baduy juga menyebabkan kehilangan hak untuk tetap berada di desa adat. Bahkan, hingga sekarang ini, Baduy Dalam tetap tak menerima kunjungan orang asing. Baik di Baduy Luar maupun Dalam, tidak boleh memiliki TV, radio, jaringan listrik, dan kendaraan bermotor. Mereka juga tidak memakai rekening bank, karena itu mereka menyimpan uangnya dalam bentuk emas atau tanah. Di balik proses penjagaan terhadap tradisi itu, ternyata yang bisa masuk ke sana adalah media sosial dan peranti digital. Jaringan internet di kampung Baduy cukup bagus. Instagram menampilkan masyarakat Baduy di dua dunia secara berbeda pada saat bersamaan; dunia maya dan dunia nyata. Penampilan beberapa orang Baduy di Instagram sering jadi seperti cermin terbalik dari realitas kehidupan Baduy di Kanekes.

Transformasi kultural itu terjadi ketika orang-orang Baduy mengambil snapshot diri mereka sendiri, mengunggah di Instagram, mendapatkan komentar dan like. Apalagi, dengan follower atau pengikut yang jumlahnya hingga puluhan ribu, seperti yang dimiliki @ayudewibaduy. Ini terjadi ketika sebagian dari masyarakat di sana sebetulnya masih melarang pengunjung untuk mengambil foto orang-orang Baduy. Ringkasnya, apa yang terjadi di Instagram adalah sebuah konstruksi identitas kultural baru tentang suku Baduy. Di Instagram, mereka harus mengikuti logika-logika media sosial untuk bisa sukses serta memiliki ribuan pengikut dan gambarnya disukai oleh banyak orang. Karena audience yang  berbeda, image atau foto diri yang tampil menjadi berbeda pula. Jadi, Instagram tidak hanya mengenalkan dan mempromosikan suku Baduy ke dunia luas. Namun, dengan akun-akun orang Baduy yang ada, maka budaya, tradisi, adat, dan agama Baduy ditampilkan dalam bentuk yang lebih atraktif bagi masyarakat non-Baduy.  (Yoga)