Teknologi Informasi
( 857 )TRANSFORMASI BISNIS, Tanggap dan Jeli Merespons Perubahan
Jeli melihat perubahan zaman dan tren konsumsi masyarakat
menjadi salah satu kunci perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh
berkelanjutan. Menjawab kebutuhan masyarakat dan menggali potensi pasar juga
menjadi bagian integralnya. Demikian, pesan yang dibagikan Dirut PLN Icon Plus
Ari Rahmat Indra Cahyadi dan Wakil Presiden Direktur Asia Pulp Paper (APP) Suhendra
Wiriadinata pada acara CEO Talks Kompas100 CEO Forum 2023 Powered by PLN.
Masing-masing membagikan pengalamannya pada 1 Desember 2023 dan 17 November
2023. Ari menjelaskan, PT PLN Icon Plus adalah anak usaha PT PLN yang bergerak
di bidang penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi digital bagi
pelanggan. ”Jadi, kami punya major concern jadi value leverage ke publik dari layanan
digitalisasi kelistrikan,” ujar Ari. PLN Icon Plus sudah memiliki 45 juta dari
85 juta pelanggan listrik yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN
Mobile untuk menikmati layanan ini. Digitalisasi, menurut Ari, sudah menjadi
tren global.
Namun, isu pemerataan akses internet masih belum dirasakan di
sejumlah daerah di Tanah Air. Berbekal infrastruktur kelistrikan dari PLN, PLN
Icon Plus hadir menyambung koneksi digital di daerah-daerah itu. ”Kami
menjangkau masyarakat suburban dan rural,” ujar Ari. Selain memperluas akses
internet ke daerah-daerah, pihaknya menggali potensi bisnis dengan
mengakomodasi perubahan tren konsumsi masyarakat akan internet yang tak sekadar
konten atau bermain gim, tetapi bagaimana masyarakat melihat seberapa jauh konsumsi
listrik dari solar panelnya atau CCTV-nya melalui jaringan internet. Pihaknya
juga bekerja sama dengan banyak perusahaan rintisan teknologi untuk menciptakan
permintaan akan layanan internet.
Suhendra menyatakan, perkembangan zaman, teknologi, dan tren
gaya hidup digital makin mengurangi penggunaan kertas. Ini adalah keniscayaan.
”Kita tidak bisa lari dari era digitalisasi, otomasi, dan sebagainya. Maka,
kami harus merespons segala perubahan itu,” ujar Suhendra. APP memanfaatkan
perkembangan teknologi dengan menggunakan otomasi mesin dari industri hulu
hingga hilir. Ini meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Digitalisasi
menciptakan peluang baru yang dimanfaatkan perusahaan. Misalnya, seiring
maraknya perdagangan digital, meningkat pula kebutuhan kertas kemasan untuk membungkus
barang e-dagang. Pihaknya juga terus berinovasi menciptakan produk yang
dibutuhkan masyarakat, misalnya, tisu untuk lap tangan, yang juga untuk tisu dapur
dengan spesifikasi ramah lingkungan. (Yoga)
Menggenggam Pasir, Menaklukkan Dunia
Hidup manusia modern kian bergantung pada cip. Berkat cip,
ponsel di tangan kita dapat memperlihatkan rute mencapai alamat tujuan dengan
presisi tinggi melalui aplikasi penunjuk arah. Berkat cip pula, ilmuwan dapat
memetakan gen secara cepat, tak perlu memakan waktu bertahun-tahun seperti
beberapa dekade lalu. The Economist (23 Januari 2021) menyebutkan, tiap tahun
dunia menghasilkan 1 triliun cip. Setiap orang kini dikelilingi oleh banyak
cip. Ponsel memiliki cip, televise cerdas (smart television) memiliki cip,
laptop mengandung cip, mobil memiliki cip, dan sebagainya. Mobil listrik mengandung
3.000 cip.
Materi utama cip ialah silikon (Si), unsur yang ditemukan di
pasir. Wujud pasir silikon di alam selalu terpadu dengan oksigen, berupa
silikon dioksida (SiO2). Cip merupakan bagian dari perkembangan teknologi transistor,
komponen elektronik yang berperan seperti sakelar: bersifat mengantarkan
listrik atau tidak berdasarkan sinyal listrik yang diberikan padanya. Cip
memungkinkan teknologi kecerdasan buatan berkembang luas. Industri komputasi
awan (cloud computing) global yang bernilai ratusan miliar USD per tahun
bergantung pada cip. Berkat komputasi awan, berbagai perusahaan tak perlu
membangun server pengolah data dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan sendiri,
tetapi cukup menyewa dari penyedia komputasi awan.
Hadirnya kecerdasan buatan generatif (AI generative) membuat kebutuhan cip meningkat karena pemakaian teknologi AI meluas. Dalam riset penggunaan kecerdasan buatan generatif di puluhan fungsi pekerjaan di berbagai bidang (perbankan hingga farmasi), AI generatif memberikan tambahan nilai ekonomi 2,6 triliun USD-4,4 triliun USD per tahun. Berkat kecerdasan buatan generatif, dampak teknologi kecerdasan meningkat 15-40 % (McKinsey & Company, Juni 2023). Cip yang unsur utamanya adalah pasir silika telah mejadi senjata penting dalam persaingan geopolitik. Kuasailah pasir, dan dunia pun akan takluk. (Yoga)
Menggali Peluang di Bisnis Solusi TI
PT Mastersystem Infotama Tbk optimistis dengan persaingan usaha di sektor teknologi informasi (TI). Perkembangan zaman menuju era serba digital, menjadi peluang bisnis bagi emiten teknologi yang memiliki kode saham MSTI ini. MSTI menawarkan berbagai solusi Information and Communication Technology (ICT) secara komprehensif kepada pelanggan dengan mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan komunikasi ke dalam sistem yang kohesif dan fungsional. Sehingga memungkinkan kolaborasi dan interaksi tanpa hambatan sistem teknologi yang beragam. VP Corporate Communication Mastersystem Infotama, Miranti mengatakan, MSTI yakin bahwa bisnis di industri teknologi memiliki pertumbuhan yang bagus di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang pesat. Menurut Laporan Euromonitor, pasar solusi TI Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang kuat antara tahun 2023 hingga 2027 dengan CAGR sebesar 18,0%. Miranti meyakini, MSTI dapat terus bertumbuh dengan menggaet lebih banyak pelanggan dan memperluas kemitraan. "MSTI menargetkan pertumbuhan positif di tahun 2024, baik dari sisi penjualan maupun dari sisi laba, kata Miranti, belum lama ini. Emiten yang baru listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2023 MSTI meraup dana segar Rp 637,96 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dana IPO ini, untuk melunasi utang bank dan modal kerja. Pelanggan MSTI sebagian besar bergerak di industri jasa keuangan dan telekomunikasi. Kedua industri ini bergantung perkembangan teknologi dalam menjalankan aktivitas usaha. Sebagai contoh, industri jasa keuangan membutuhkan teknologi-teknologi terbaru untuk memperkuat keamanan (security) terhadap cyber attack dan industri telekomunikasi membutuhkan teknologi yang dapat memperkuat kecepatan akses internet. MSTI memberikan layanan menyeluruh untuk pelanggan dengan merencanakan, mendesain, mengimplementasi dan mengoptimasi infrastruktur ICT. Dalam menyediakan solusi cloud platform, MSTI memberikan jasa untuk membangun sendiri infrastruktur cloud berdasarkan spesifikasi pelanggan maupun bekerjasama dengan beberapa prinsipal, seperti Amazon, Google, VMWare, Cisco dan HP. Perusahaan ini menawarkan paket layanan purna jual berupa layanan pasca implementasi dan pemeliharaan infrastruktur TI. Kondisi pandemi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mempercepat transformasi digital. Preferensi dan gaya hidup konsumen beralih ke kanal online akibat pembatasan mobilitas, tercermin dari pertumbuhan kuat pada tren e-commerce dan pola kerja hybrid.
Nilai X Merosot 71 Persen sejak Dipegang Musk
Manuver Raksasa Dikte E-Dagang Asia Tenggara
Manuver dan pertarungan antara para raksasa teknologi dari China dan
Singapura akan menentukan tren e-dagang Asia Tenggara pada 2024. Persaingan
ketat para raksasa teknologi itu dalam memperebutkan pasar e-dagang Asia
Tenggara yang besar akan membentuk lanskap dan dinamika e-dagang kawasan. Perusahaan
analisis mahadata pasar e-dagang Cube Asia, dalam Cube Pulse Report 2023, yang
dirilis akhir Desember 2023, menyebutkan, konvergensi layanan bermedia social dan
e-dagang dalam satu platform menjadi satu dari lima tren e-dagang yang
diprediksi semakin berkembang pada 2024 dan seterusnya di Asia Tenggara.
Dalam laporannya, Cube Asia menyebutkan, 25 % e-dagang di Asia Tenggara
sekarang dikaitkan dengan perdagangan sosial (social commerce). Pemain
lokapasar, seperti Shopee dan Lazada, mengintensifkan upaya streaming penjualan.
Kemunculan Tiktok Shop mendorong merek global membuat konten komersial untuk penjualan
langsung dan menjadikan perdagangan sosial sebagai aspek penting dalam menjaga
hubungan dengan konsumen pada 2024. Tiktok Shop berbasis di China. Tren lain
yang masih berkaitan adalah kelanjutan pengumuman penggabungan Tiktok Shop ke
Tokopedia. Jika sinergi keduanya berjalan lancar berarti akan terjadi sinergi
kekuatan konten Tiktok dan infrastruktur yang sudah Tokopedia miliki, seperti
pembayaran dan logistik. Keduanya layak dicemati karena akan membentuk lanskap
pasar e-dagang baru di Indonesia pada 2024.
Tren kedua adalah bagaimana Shopee, perusahaan yang berbasis di
Singapura, menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Setelah hampir
satu dekade merugi, tahun 2023 menandai tonggak penting bagi Shopee dan perusahaan
induknya, Sea Ltd, karena membukukan pendapatan bersih. Masing-masing membukukan
87 juta USD dan 331 juta USD selama dua triwulan berturut-turut. Akan tetapi,
mulai triwulan III-2023, Shopee diduga memilih mengorbankan profitabilitas
karena memprioritaskan tumbuh dan mengamankan pangsa pasarnya dari pesaing, seperti
Tiktok Shop. Akibatnya, Shopee merugi 144 juta USD pada triwulan III-2023. Cube
Asia memperkirakan lokapasar tersebut akan tetap berjuang menyeimbangkan cara
meraih untung dan pertumbuhan. (Yoga)
Secure Connection Umumkan Ekspansi Produk IT ke Pasar Indonesia
5 Tren TI Dunia Tahun 2024
Kisah Hidup ”Rungkad” Pejudi Daring
Bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, judi bisa menjadi
pertaruhan hidup yang menghancurkan segalanya. Rungkad, tumbang, hancur lebur, dan
habis-habisan. Situasi ini memungkinkan karena uang deposit bertarif murah mampu
meraup pasar pejudi kalangan bawah. Seorang pejudi menceritakan kisahnya di
tepi Teluk Jakarta, Sabtu (11/11). Sambil mengisap rokok, Oni (28) mengingat
lagi momen krusial yang membuat hidupnya rusak akibat judi online (judol). Ia
mulai berjudi sejak 2021. Ketika itu, ia memasukkan uang deposit ke situs judi
slot Rp 50.000, lantas memutarnya di gim mahjong. Ia kalah. Penasaran, dia
deposit lagi Rp 100.000 dan meledak! Total kemenangannya malam itu Rp 15 juta.
Sejak itu, dia bermain judi slot setiap hari. ”Momen itu yang enggak bisa gue
lupa dan bikin gue hancur seperti sekarang,” ujarnya. Kian nekat, ia memasukkan
uang ke situs judi sebesar Rp 10 juta. Saat uang gajinya tak cukup meladeni
hasrat judinya, Oni mencari dana dari pinjaman online (pinjol). Ia pun memasuki
tahap ekstrem dan berbahaya, yakni terikat oleh duet maut judol dan pinjol.
Dengan pola ini, utang pinjol bukannya berkurang, malah
menjadi-jadi. Oni mulai kusut. Klimaks terjadi pada September 2021 ketika ayahnya
meninggal. Sehari setelah peristiwa itu, ia minta ibu dan adiknya mengabaikan
apabila ada yang menelepon dan menagih utang. Ibunya juga meminjamkan uang Rp
17 juta untuk menutup utang pinjol Oni. ”Kalau utang ditotal, ada Rp 120 juta.
Tapi ini agregat, ya. Kan, gue abis bayar langsung minjam lagi. Gue pinjam buat
main judi. Kalau menang, langsung bayar. Kalau kalah, pinjam di pinjol lain
lagi,” tuturnya. Lalu, Oni menjual sepeda motornya, juga koleksi compact disc
(CD) dan kaus band metal favoritnya yang sudah dikumpulkan sejak SMP. ”Sampai
di rumah, gue nangis,” kenangnya, setelah menjual 150 CD dan 40 kaus senilai Rp
10 jutaan. Hasil dari penjualan barang itu masih belum cukup untuk melunasi
utangnya. Keadaan diperparah karena dia masih main judi slot. ”Slot ini gila. Bahkan,
gue memandangnya lebih parah dari narkoba,” katanya. (Yoga)
Indonesia Masih Jadi Konsumen Teknologi
ATURAN KECERDASAN BUATAN : REGULASI BERI RUANG INOVASI
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence tak bisa dihindari. Rencana pemerintah melakukan pengaturan, perlu dilakukan secara cermat. Regulasi terkait dengan artificial intelligence (AI) harus tetap memberi ruang bagi inovasi, selain melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi penyalahgunaan yang muncul. Masyarakat Telematika Indonesia mengusulkan pengaturan kecerdasan buatan menggunakan pendekatan regulatory sandbox yakni pendekatan penyusunan regulasi dengan cara menguji produk atau model bisnis digital di lingkungan terbatas di bawah pengawasan regulator. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sigit Puspito Wigati Jarot mengatakan bahwa pendekatan regulatory sandbox lebih cocok karena teknologi AI manfaatnya masih lebih besar daripada risikonya. Menurutnya, kehadiran AI khususnya di bidang telekomunikasi berdampak pada peningkatan efisiensi dan akurasi pekerjaan, mengurangi biaya operasional dan pelatihan. Menurutnya, sekarang pun sebagian kerja operasional telah tergantikan oleh sistem berbasis AI. Akan tetapi, Sigit menilai sudah waktunya pemerintah meregulasi kecerdasan buatan. Berkaca sejumlah negara yang sudah meregulasi AI, mereka cenderung memitigasi potensi buruk AI sambil menjaga peluang inovasinya. Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan pemerintah akn mengatur kecerdasan buatan di Indonesia secara bertahap. Nezar menyebutkan surat edaran yang sedang dalam tahap finalisasi hanyalah soft regulation dalam bentuk ethical guidelines. Namun, dia menyatakan nantinya akan ada yang bersifat regulasi.
Adapun regulasi AI tersebut, kata Nezar, akan dibuat dengan memperhatikan dinamika, perkembangan, ataupun percepatan yang terjadi di dunia AI global. “Kita terus memonitor dan kita juga coba mengidentifikasi risiko-risiko yang akan muncul dari tahap saat ini yang berkembang di Indonesia,” ujar Nezar. Dalam kesempatan lain, Ketua Pusat Studi Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef menyebut sejumlah pekerjaan di sektor teknologi sudah tergantikan dengan kecerdasan buatan, mulai dari customer service, engineer atau technical support analyst, dan pemasang submarine cable. Selain itu, sistem analisa yang dimiliki AI kerap kali menjadi salah satu penghasil keputusan yang mempengaruhi masa depan perusahaan. Namun, Ian mengatakan teknologi tersebut masih berpotensi menyebabkan banyak dampak buruk. Mulai dari analisa profil yang disalahgunakan hingga chatbot yang bisa membuat kabar bohong. Sebaliknya, pemerhati teknologi Khoirul Anwar mengatakan perlu ada sekitar 2 kali-3 kali pembuatan surat edaran baik soal etika ataupun aspek lainnya, sebelum akhirnya regulasi dibuat. “Memang secara umum sulit membuat aturan untuk teknologi yang masih berkembang. Karena bisa terlanjur dibuat tapi tidak pas,” ujar Khoirul. Setiap surat edaran diluncurkan, dia menyatakan akan diiringi pula dengan kajian terhadap penemuan AI terbaru, respons industri terkait, ataupun pengguna AI. Khoirul juga mengungkapkan tugas pemerintah masih panjang soal AI. Menurutnya, fungsi pemerintah tidak akan berhenti saat nantinya regulasi AI sudah selesai, tetapi juga monitoring penerapan regulasi.
Pilihan Editor
-
Kayuhan Ekonomi Sepeda di Yogyakarta
11 Dec 2021 -
Konglomerasi Menguasai Asuransi Umum
04 Oct 2021 -
Ribbit Capital Danai Bank Jago
05 Oct 2021 -
PPATK : Transaksi Narkoba Tembus Rp 120 Triliun
30 Sep 2021









