Teknologi Informasi
( 850 )Kemenkominfo Minta X Turunkan 107 Akun Iklan Judi Daring
Pengelolaan Bisnis Pusat Data Dioptimalkan
Operator telekomunikasi seluler ramai-ramai melepas aset fasilitas pusat data. Aksi korporasi ini tidak membuat industri pusat data meredup, tetapi justru bisa lebih optimal. Operator telekomunikasi seluler yang memutuskan melepas aset fasilitas pusat data yaitu PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) dan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren). Pada Desember 2023, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indosat Ooredoo Hutchison melepas sisa aset fasilitas pusat data pada PT Starone Mitra Telekomunikasi atauBDx Indonesia. Total nilai transaksi yang diperoleh oleh Indosat Rp 2,625 triliun. BDx Indonesia yang bergerak di pusat data adalah perusahaan joint venture antara PT Aplikanusa Lintasarta, anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison, dan BDx Asia Data Center Holdings Pte Ltd. Keputusan manajemen Indosat Ooredoo Hutchison melepas sisa aset pusat data mempertimbangkan agar BDx Indo-nesia dapat lebih optimal mengembangkan bisnis pusat data di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (Idpro) Hendra Suryakusuma, saat dihubungi terpisah, berpendapat, rata-rata operator telekomunikasi seluler tengah fokus ke bisnis solusi teknologi. Jika bisnis ini mau dikuatkan agar mampu melayani konsumen, bisnis hulu berupa infrastruktur dilepas ke pihak lain. ”Mengembangkan bisnis pusat data perlu keahlian yang berbeda dengan bisnis telekomunikasi,” ujarnya. Menurut Hendra, bisnis pusat data di Indonesia tetap akan kemilau. Sebab, penetrasi peng-guna internet di Indonesia sudah menyentuh 70 % dari total populasi penduduk. Pada akhir Desember 2023, kapasitas pusat data di antara perusahaan pusat data anggota Idpro sudah mencapai 300 MW.
Kapasitas ini diyakini lebih tinggi karena ada perusahaan teknologi bangun sendiri, seperti AWS dan Microsoft. Pada 2024, di antara perusahaan anggota Idpro masih akan menambah 300 MW lagi. Hendra memperkirakan tahun 2030 kapasitas pusat data di Indonesia bisa menyentuh di atas 2 gigawatt (GW). ”Keputusan Pemerintah Singapura untuk melarang pembangunan fasilitas pusat data berkapasitas besar di negaranya akan mendorong investasi di negara-negara sekitar. Tantangan Indonesia cuma perizinan yang masih dianggap investor kalah mudah dengan negara ASEAN lainnya,” ucapnya. Menurut laporan ”2023 Global Data Center Market Comparison” yang dirilis oleh Cushman and Wakefield, pasar pusat data di kawasan Asia Pasifik meningkat, seperti di Bangkok, Johor, Ho Chi Minh, dan Manila. (Yoga)
JASA KEUANGAN, Risiko Kejahatan Siber 2024 Dinilai Masih Tinggi
Potensi risiko kejahatan siber masih menjadi ancaman yang
mengintai sektor jasa keuangan Tanah Air pada 2024. Berkaca dari tahun sebelumnya,
kapasitas sumber daya internal perusahaan dinilai perlu diperhatikan guna mengantisipasi
atau meminimalkan risiko terkait ancaman kejahatan siber. Indonesian Financial
Group (IFG) Progress, dalam Economic Bulletin Issue 43 bertajuk ”Potret Risiko
pada Sektor Jasa Keuangan dan Sektor Riil Tahun 2023” yang dirilis akhir tahun
2023, menemukan, aspek keamanan data dan informasi atau kejahatan siber menjadi
risiko tertinggi pada sektor jasa
keuangan, baik dilihat dari potensi maupun dampaknya terhadap bisnis. Senior
Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman menyampaikan, survei tersebut
dilakukan jauh sebelum terjadi gejolak global, seperti konflik di Timur Tengah dan
gejolak menjelang tahun politik. Namun, berbagai risiko selama tahun 2023 juga
berpotensi terjadi pada 2024 dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi.
”Secara struktural, risiko 2024 dimungkinkan akan sama dibandingkan
dengan tahun sebelumnya, dengan kompleksitas yang lebih tajam, baik dari aspek
internal maupun eksternal. Risiko tersebut diharapkan dapat termoderasi dengan
adanya regulasi terkait keamanan siber, seperti implementasi UU PDP (UU
Pelindungan Data Pribadi),” tuturnya saat dihubungi dari Jakarta, Senin
(8/1/2024). Berdasarkan National Cybersecurity Index (NCSI) 2023, Indonesia
berada pada peringkat ke-49 di dunia dengan indeks 63,64 atau terpaut 31,17
basis poin dari Belgia yang menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan
tingkat keamanan siber terbaik. Terkait dengan keamanan siber sektor jasa
keuangan, kajian IFG Progress juga menemukan, keterbatasan kompetensi menjadi
tantangan terbesar dalam meningkatkan kapasitas internal.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi
(CISSReC) Pratama Persadha menyebutkan, sektor jasa keuangan menjadi salah satu
target utama para aktivis sekaligus peretas (hacktivist) untuk mendapatkan
akses pribadi, keuntungan finansial, prestise, tujuan politis, dan spionase. Ancaman
tersebut akan menimbulkan kegaduhan dan menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi
serta keuangan global mengingat sektor jasa keuangan tergolong dalam
Infrastruktur Informasi Vital (IIV). ”Selain kerugian finansial, serangan siber
memengaruhi kepercayaan public terhadap sektor jasa keuangan dan ekonomi secara
keseluruhan. Hilangnya kepercayaan masyarakat dapat mengganggu stabilitas
ekonomi, sosial, dan politik,” lanjutnya. (Yoga)
TRANSFORMASI BISNIS, Tanggap dan Jeli Merespons Perubahan
Jeli melihat perubahan zaman dan tren konsumsi masyarakat
menjadi salah satu kunci perusahaan agar bisa bertahan dan tumbuh
berkelanjutan. Menjawab kebutuhan masyarakat dan menggali potensi pasar juga
menjadi bagian integralnya. Demikian, pesan yang dibagikan Dirut PLN Icon Plus
Ari Rahmat Indra Cahyadi dan Wakil Presiden Direktur Asia Pulp Paper (APP) Suhendra
Wiriadinata pada acara CEO Talks Kompas100 CEO Forum 2023 Powered by PLN.
Masing-masing membagikan pengalamannya pada 1 Desember 2023 dan 17 November
2023. Ari menjelaskan, PT PLN Icon Plus adalah anak usaha PT PLN yang bergerak
di bidang penyedia jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi digital bagi
pelanggan. ”Jadi, kami punya major concern jadi value leverage ke publik dari layanan
digitalisasi kelistrikan,” ujar Ari. PLN Icon Plus sudah memiliki 45 juta dari
85 juta pelanggan listrik yang telah mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN
Mobile untuk menikmati layanan ini. Digitalisasi, menurut Ari, sudah menjadi
tren global.
Namun, isu pemerataan akses internet masih belum dirasakan di
sejumlah daerah di Tanah Air. Berbekal infrastruktur kelistrikan dari PLN, PLN
Icon Plus hadir menyambung koneksi digital di daerah-daerah itu. ”Kami
menjangkau masyarakat suburban dan rural,” ujar Ari. Selain memperluas akses
internet ke daerah-daerah, pihaknya menggali potensi bisnis dengan
mengakomodasi perubahan tren konsumsi masyarakat akan internet yang tak sekadar
konten atau bermain gim, tetapi bagaimana masyarakat melihat seberapa jauh konsumsi
listrik dari solar panelnya atau CCTV-nya melalui jaringan internet. Pihaknya
juga bekerja sama dengan banyak perusahaan rintisan teknologi untuk menciptakan
permintaan akan layanan internet.
Suhendra menyatakan, perkembangan zaman, teknologi, dan tren
gaya hidup digital makin mengurangi penggunaan kertas. Ini adalah keniscayaan.
”Kita tidak bisa lari dari era digitalisasi, otomasi, dan sebagainya. Maka,
kami harus merespons segala perubahan itu,” ujar Suhendra. APP memanfaatkan
perkembangan teknologi dengan menggunakan otomasi mesin dari industri hulu
hingga hilir. Ini meningkatkan efisiensi dan daya saing produksi. Digitalisasi
menciptakan peluang baru yang dimanfaatkan perusahaan. Misalnya, seiring
maraknya perdagangan digital, meningkat pula kebutuhan kertas kemasan untuk membungkus
barang e-dagang. Pihaknya juga terus berinovasi menciptakan produk yang
dibutuhkan masyarakat, misalnya, tisu untuk lap tangan, yang juga untuk tisu dapur
dengan spesifikasi ramah lingkungan. (Yoga)
Menggenggam Pasir, Menaklukkan Dunia
Hidup manusia modern kian bergantung pada cip. Berkat cip,
ponsel di tangan kita dapat memperlihatkan rute mencapai alamat tujuan dengan
presisi tinggi melalui aplikasi penunjuk arah. Berkat cip pula, ilmuwan dapat
memetakan gen secara cepat, tak perlu memakan waktu bertahun-tahun seperti
beberapa dekade lalu. The Economist (23 Januari 2021) menyebutkan, tiap tahun
dunia menghasilkan 1 triliun cip. Setiap orang kini dikelilingi oleh banyak
cip. Ponsel memiliki cip, televise cerdas (smart television) memiliki cip,
laptop mengandung cip, mobil memiliki cip, dan sebagainya. Mobil listrik mengandung
3.000 cip.
Materi utama cip ialah silikon (Si), unsur yang ditemukan di
pasir. Wujud pasir silikon di alam selalu terpadu dengan oksigen, berupa
silikon dioksida (SiO2). Cip merupakan bagian dari perkembangan teknologi transistor,
komponen elektronik yang berperan seperti sakelar: bersifat mengantarkan
listrik atau tidak berdasarkan sinyal listrik yang diberikan padanya. Cip
memungkinkan teknologi kecerdasan buatan berkembang luas. Industri komputasi
awan (cloud computing) global yang bernilai ratusan miliar USD per tahun
bergantung pada cip. Berkat komputasi awan, berbagai perusahaan tak perlu
membangun server pengolah data dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan sendiri,
tetapi cukup menyewa dari penyedia komputasi awan.
Hadirnya kecerdasan buatan generatif (AI generative) membuat kebutuhan cip meningkat karena pemakaian teknologi AI meluas. Dalam riset penggunaan kecerdasan buatan generatif di puluhan fungsi pekerjaan di berbagai bidang (perbankan hingga farmasi), AI generatif memberikan tambahan nilai ekonomi 2,6 triliun USD-4,4 triliun USD per tahun. Berkat kecerdasan buatan generatif, dampak teknologi kecerdasan meningkat 15-40 % (McKinsey & Company, Juni 2023). Cip yang unsur utamanya adalah pasir silika telah mejadi senjata penting dalam persaingan geopolitik. Kuasailah pasir, dan dunia pun akan takluk. (Yoga)
Menggali Peluang di Bisnis Solusi TI
PT Mastersystem Infotama Tbk optimistis dengan persaingan usaha di sektor teknologi informasi (TI). Perkembangan zaman menuju era serba digital, menjadi peluang bisnis bagi emiten teknologi yang memiliki kode saham MSTI ini. MSTI menawarkan berbagai solusi Information and Communication Technology (ICT) secara komprehensif kepada pelanggan dengan mengintegrasikan berbagai komponen perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, dan komunikasi ke dalam sistem yang kohesif dan fungsional. Sehingga memungkinkan kolaborasi dan interaksi tanpa hambatan sistem teknologi yang beragam. VP Corporate Communication Mastersystem Infotama, Miranti mengatakan, MSTI yakin bahwa bisnis di industri teknologi memiliki pertumbuhan yang bagus di Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang pesat. Menurut Laporan Euromonitor, pasar solusi TI Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang kuat antara tahun 2023 hingga 2027 dengan CAGR sebesar 18,0%. Miranti meyakini, MSTI dapat terus bertumbuh dengan menggaet lebih banyak pelanggan dan memperluas kemitraan. "MSTI menargetkan pertumbuhan positif di tahun 2024, baik dari sisi penjualan maupun dari sisi laba, kata Miranti, belum lama ini. Emiten yang baru listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 November 2023 MSTI meraup dana segar Rp 637,96 miliar melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dana IPO ini, untuk melunasi utang bank dan modal kerja. Pelanggan MSTI sebagian besar bergerak di industri jasa keuangan dan telekomunikasi. Kedua industri ini bergantung perkembangan teknologi dalam menjalankan aktivitas usaha. Sebagai contoh, industri jasa keuangan membutuhkan teknologi-teknologi terbaru untuk memperkuat keamanan (security) terhadap cyber attack dan industri telekomunikasi membutuhkan teknologi yang dapat memperkuat kecepatan akses internet. MSTI memberikan layanan menyeluruh untuk pelanggan dengan merencanakan, mendesain, mengimplementasi dan mengoptimasi infrastruktur ICT. Dalam menyediakan solusi cloud platform, MSTI memberikan jasa untuk membangun sendiri infrastruktur cloud berdasarkan spesifikasi pelanggan maupun bekerjasama dengan beberapa prinsipal, seperti Amazon, Google, VMWare, Cisco dan HP. Perusahaan ini menawarkan paket layanan purna jual berupa layanan pasca implementasi dan pemeliharaan infrastruktur TI. Kondisi pandemi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mempercepat transformasi digital. Preferensi dan gaya hidup konsumen beralih ke kanal online akibat pembatasan mobilitas, tercermin dari pertumbuhan kuat pada tren e-commerce dan pola kerja hybrid.
Nilai X Merosot 71 Persen sejak Dipegang Musk
Manuver Raksasa Dikte E-Dagang Asia Tenggara
Manuver dan pertarungan antara para raksasa teknologi dari China dan
Singapura akan menentukan tren e-dagang Asia Tenggara pada 2024. Persaingan
ketat para raksasa teknologi itu dalam memperebutkan pasar e-dagang Asia
Tenggara yang besar akan membentuk lanskap dan dinamika e-dagang kawasan. Perusahaan
analisis mahadata pasar e-dagang Cube Asia, dalam Cube Pulse Report 2023, yang
dirilis akhir Desember 2023, menyebutkan, konvergensi layanan bermedia social dan
e-dagang dalam satu platform menjadi satu dari lima tren e-dagang yang
diprediksi semakin berkembang pada 2024 dan seterusnya di Asia Tenggara.
Dalam laporannya, Cube Asia menyebutkan, 25 % e-dagang di Asia Tenggara
sekarang dikaitkan dengan perdagangan sosial (social commerce). Pemain
lokapasar, seperti Shopee dan Lazada, mengintensifkan upaya streaming penjualan.
Kemunculan Tiktok Shop mendorong merek global membuat konten komersial untuk penjualan
langsung dan menjadikan perdagangan sosial sebagai aspek penting dalam menjaga
hubungan dengan konsumen pada 2024. Tiktok Shop berbasis di China. Tren lain
yang masih berkaitan adalah kelanjutan pengumuman penggabungan Tiktok Shop ke
Tokopedia. Jika sinergi keduanya berjalan lancar berarti akan terjadi sinergi
kekuatan konten Tiktok dan infrastruktur yang sudah Tokopedia miliki, seperti
pembayaran dan logistik. Keduanya layak dicemati karena akan membentuk lanskap
pasar e-dagang baru di Indonesia pada 2024.
Tren kedua adalah bagaimana Shopee, perusahaan yang berbasis di
Singapura, menyeimbangkan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Setelah hampir
satu dekade merugi, tahun 2023 menandai tonggak penting bagi Shopee dan perusahaan
induknya, Sea Ltd, karena membukukan pendapatan bersih. Masing-masing membukukan
87 juta USD dan 331 juta USD selama dua triwulan berturut-turut. Akan tetapi,
mulai triwulan III-2023, Shopee diduga memilih mengorbankan profitabilitas
karena memprioritaskan tumbuh dan mengamankan pangsa pasarnya dari pesaing, seperti
Tiktok Shop. Akibatnya, Shopee merugi 144 juta USD pada triwulan III-2023. Cube
Asia memperkirakan lokapasar tersebut akan tetap berjuang menyeimbangkan cara
meraih untung dan pertumbuhan. (Yoga)
Secure Connection Umumkan Ekspansi Produk IT ke Pasar Indonesia
5 Tren TI Dunia Tahun 2024
Pilihan Editor
-
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
Jasa Keuangan Paling Banyak Dikeluhkan
10 Dec 2021 -
Inflasi AS Melonjak 6,8% pada November
11 Dec 2021









