TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN : Momentum AI Indonesia untuk Asia Tenggara
Besarnya potensi Indonesia dalam industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan menjamurnya pebisnis rintisan di Tanah Air dinilai menjadi momentum yang tepat bagi raksasa Asia Tenggara ini untuk mengembangkan teknologi tersebut. Optimisme potensi AI Indonesia itu datang dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft Corporation.
Direktur Legal, Korporasi, dan Hubungan Pemerintahan Microsoft ASEAN Jasmine Begum menilai bahwa potensi pengembangan AI di Indonesia ini tak terlepas dari banyaknya perusahaan rintisan (startup) berbasis AI, jumlah penduduk yang banyak, dan angkatan kerja yang banyak. Bahkan, Jasmine mengungkapkan bahwa dari 72 startup berbasis AI di Indonesia, 11 di antaranya termasuk dalam startup AI terbesar di Asia. Oleh sebab itu, ia sangat menantikan bagaimana startup itu dapat berkembang di Indonesia, termasuk ke wilayah terpencil di Tanah Air, serta ke luar Indonesia.
“Saat saya melihat jumlah startup AI di seluruh wilayah. Kami juga melihat peluang untuk tidak hanya mengembangkan ekosistem, tetapi juga bagi masyarakat terpencil, masyarakat yang berada di wilayah yang jauh dapat memperoleh manfaat dari penggunaan AI,” jelasnya. Jasmine berkeyakinan bahwa kehadiran AI akan membuka banyak peluang baru. Oleh karena itu, Jasmine mengajak para talenta digital Indonesia untuk memanfaatkan AI untuk menciptakan peluang yang lebih besar, kemajuan sosial, serta ekonomi yang lebih cepat.
Sementara itu, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan bahwa saat ini semua negara memiliki titik mulai yang sama dengan akses yang sama dalam hal pengembangan AI. Oleh sebab itu, imbuhnya, dengan kolaborasi segenap ekosistem digital di Indonesia, maka Negara ini dapat menciptakan berbagai nilai ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara inklusif, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Dharma mengungkapkan bahwa melalui komitmen sukarela tersebut, pemerintah dan pelaku industri dapat berkolaborasi lebih kuat untuk memastikan sistem AI dapat selalu berada dalam kontrol manusia. Pengembangan serta pengimplementasiannya pun mampu membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Dia menilai era AI merupakan zaman untuk kolaborasi dan membangun bersama.
Apabila sebuah negara bisa memaksimalkan penggunaan AI, negara ataupun perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya juga akan makin maju. Dengan demikian, Indonesia dapat berkontribusi dalam pertukaran informasi yang akan lebih menguntungkan negara ini.
Dia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut pada AI. Pasalnya, Dharma menilai bahwa AI hanya sebagai alat yang membantu manusia dan tidak akan menggantikan manusia.
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023