Teknologi Informasi
( 863 )Teknologi Efisienkan Budidaya Perikanan di Maluku
Teknologi digital dinilai mampu mengefisienkan produksi
sektor perikanan budidaya. Pemilihan lokasi dan pemberian pakan berlebih
menjadi permasalahan utamanya. Namun, sektor ini berpotensi tumbuh dengan bantuan
teknologi digital. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Sarwono
menjelaskan, potensi perikanan budidaya di Maluku, khususnya Ambon, masih terbuka
lebar. Minat masyarakat mulai meningkat. Namun, mayoritas masyarakat masih
memilih bidang perikanan tangkap karena faktor kebiasaan dan teknik budidaya yang
dinilai sulit. Budidaya ikan yang dilakukan di Maluku pun masih didominasi di
air laut. Padahal, khusus di Ambon, potensi budidaya ikan air tawar relatif
besar. Total potensi lahan budidaya air tawar mencapai 17 hektar. Namun, luas
lahan yang dimanfaatkan kurang dari 10 %. Teknologi di sektor budidaya, sudah
berkembang sehingga budidaya ikan seharusnya menjadi lebih mudah.
Teknologi membantu digitalisasi rantai produksi, mulai dari
pemilihan lokasi budidaya menggunakan satelit, penghitungan benih yang ditebar,
serta pemberian pakan otomatis. Optimalisasi produksi penting agar ukuran ikan
seragam. Keseragaman hasil produksi membantu pembudidaya memasarkan produknya
di pasar. ”Kerja sama dengan pihak swasta pengembang teknologi budidaya perlu
ditingkatkan, sementara BPBL fokus mengembangkan benihnya. Rantai produksi yang
efisien membuat harga ikan juga bisa lebih optimal sehingga menguntungkan konsumen
dan produsen,” kata Sarwono di Ambon, Maluku, Selasa (12/3). Vice President
Public Affairs eFishery Muhammad Chairil mengatakan, teknologi di bidang
budidaya yang dimiliki perusahaannya mencoba menjawab permasalahan-permasalahan
tersebut. ”Pembudidaya di Ambon belum ada yang menggunakan teknologi ini. Kami
berharap digitalisasi ini bisa masuk dan membantu,” ujarnya. (Yoga)
Utilasi Proyek Palapa Ring Capai 60%
Kemenkominfo melalui Badan Layanan Umum Beban
Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) terus meningkatkan utilisasi
(penggunaan) jaringan palapa ring. Proyek palapa ring sendiri telah diresmikan
oleh Presiden Jokowi pada 2019 lalu. Saat ini tingkat utilisasi secara
nasional, yaitu palapa ring paket barat, tengah dan timur sudah mencapai 50 % -
60 %. Adapun hingga 2023, utilisasi paket barat mencapai 69 %, paket tengah 37.67
% dan paket timur 37,38 %.
Dirut BAKTI Fadhilah Mathar Mengatakan,
perkembangan tingkat Utilisasi palapa ring terus mengalami peningkatan. “Kita
targetkan selalu mengalami peninkatan. Memang tidak sama utilisasi di barat,
tengah maupun timur. Tetapi bukan berarti utilisasi ini rendah. Palapa ring ini
kan backbone. Jadi kita perlu menambahkan, menggelar kembali supaya bisa
dimanfaatkan sampai last mile atau akses yang sedang diupayakan dalam program
fiberisasi palapa ring integrase,” kata Fadhilah Mathar saat acara kopi bareng
media di Kantor Kemenkominfo, Jumat (8/3). (Yetede)
Utilisasi Jaringan Palapa Ring Dioptimalkan
Tingkat utilisasi rata-rata jaringan tulang punggung
telekomunikasi Palapa Ring saat ini masih sekitar 60 %. Untuk meningkatkan
utilisasi secara optimal, pemerintah berencana membangun jaringan lanjutan supaya terintegrasi
dan memikat minat operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur tersebut. Proyek
jaringan tulang punggung telekomunikasi Palapa Ring digagas tahun 2016. Proyek
pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional ini
ditujukan untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia. Proyek
Palapa Ring terdiri dari Palapa Ring Barat (selesai dibangun 2018), Palapa Ring
Tengah (selesai awal 2019), dan Palapa Ring Timur (selesai dibangun Agustus
2019). Total nilai tiga proyek ini Rp 7,63 triliun.
Presiden Jokowi meresmikan pengoperasiannya pada Oktober
2019. Setelah beroperasi, jaringan tulang punggung Palapa Ring dapat disewa
oleh operator telekomunikasi. Proyek itu menghubungkan sekitar 90
kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel serat optic darat
dan laut sepanjang 12.148 kilometer dan jaringan radio microwave 55 hop. Skema
pembangunan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo
Fadhilah Mathar saat sesi Ngopi Bareng Kominfo, Jumat (8/3/2024), di Jakarta,
menyebutkan, per Desember 2023, tingkat utilisasi Palapa Ring Barat mencapai 69
%, Palapa Ring Tengah 37,67 %, dan Palapa Ring Timur 37,38 %.
Tingkat utilisasi rata-rata dari ketiga proyek itu berkisar
50-60 %. ”Tingkat utilisasi jaringan memang tidak sama antara Palapa Ring
Barat, Tengah, dan Timur. Kami berusaha menggenjot utilisasi dengan menawarkan
aneka model bisnis yang memikat bagi operator telekomunikasi,” ujarnya. Fadhilah
mengatakan, supaya tingkat utilisasi Palapa Ring semakin optimal alias bisa dimanfaatkan
untuk sambungan jaringan sampai ke level last mile (jaringan akhir dekat dengan
konsumen), Bakti Kemenkominfo akan mengupayakan melalui pembangunan proyek Palapa
Ring Integrasi. Proyek ini, menurut rencana, akan menggunakan skema KPBU dengan
nilai proyek Rp 23 triliun. (Yoga)
China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar
Duel Sengit AS Versus China dalam Teknologi
Perang teknologi antara AS dan China memanas, terutama di
ranah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kedua negara itu
berusaha saling memblokir dengan alasan keamanan. Kasus di perusahaan teknologi
AS, Google, menjadi contoh terkini. Departemen Kehakiman AS resmi menggugat
Ding Linwei (38), warga China dan mantan insinyur di Google, atas tuduhan
mata-mata dan pencurian teknologi. Ia dituduh mencuri 500 berkas rahasia
mengenai komputasi super dan pengembangan teknologi AI di perusahaan itu. Ia
ditangkap di California, AS, Kamis (7/3) pagi waktu Indonesia.
”Kami dengan keras melindungi teknologi sensitif yang dikembangkan
di AS agar tak jatuh ke tangan yang tidak berhak,” ujar Jaksa Agung AS Merrick
Garland. Direktur FBI Christopher Wray menyatakan, penangkapan Ding membuktikan
perusahaan yang berbasis di China menghalalkan segala cara untuk memperoleh
informasi inovasi teknologi AS. ”Pencurian teknologi inovatif dan rahasia-rahasia
perdagangan dari perusahaan-perusahaan AS bisa berdampak pada hilangnya
lapangan pekerjaan serta berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional,”
ujar Wray.
Ding bekerja di Google sejak tahun 2019. Melalui posisinya
sebagai insinyur teknologi informasi, ia memiliki akses terhadap berbagai
berkas sensitif dan rahasia Google. Pada 26 Desember 2023, ia mengundurkan
diri. Tiga hari kemudian, Ding telah diangkat menjadi salah satu direktur di
sebuah perusahaan teknologi di China yang focus mengembangkan AI. Google pun
menyelidiki Ding. Mereka menemukan bukti Ding mengunggah berbagai berkas
rahasia mengenai AI ke akun komputasi awan sejak tahun 2022. ”Kami segera
melapor ke aparat penegak hokum bahwa terjadi pencurian rahasia perusahaan dan
teknologi yang sensitif,” kata juru bicara Google, Jose Castaneda.
Berdasarkan dakwaan, pada Juni 2022, Ding didekati CEO
Beijing Rongshu Lianzhi Technology Co, perusahaan rintisan teknologi China. Ia
ditawari jabatan pemimpin bagian teknologi (chief technology officer) dengan
gaji 14.800 USD atau Rp 231,5 juta per bulan. Menjelang Mei 2023, Ding
mendirikan perusahaan sendiri di China, Shanghai Zhisuan Technology Co. Ia
menetapkan diri sebagai CEO. Dakwaan Departemen Kehakiman AS menyebutkan, Ding
tidak pernah memberi tahu Google soal afiliasinya dengan Rongshu atau Zhisuan. Jika
terbukti bersalah di pengadilan, Ding dapat diganjar hukuman penjara maksimum
10 tahun dan denda hingga 250.000 USD (Rp 4 miliar) per dakwaan. (Yoga)
Pengembangan AI Angkat Saham Telekomunikasi
Kinerja saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi dalam negeri
naik sepekan terakhir bersamaan penandatanganan sejumlah kerja sama pengembangan
layanan. Aksi perusahaan dalam peningkatan layanan berbasis kecerdasan buatan
atau AI membawa prospek cerah dalam jangka panjang. Harga saham beberapa
perusahaan operator telekomunikasi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dan
PT XLAxiata Tbk (EXCL) melejit beberapa pekan terakhir. Saham ISAT pada Senin
(4/3) ditutup di harga Rp 11.500 per lembar. Secara historis, harga naik 5 % dalam
sepekan dan 20 % dalam sebulan. Sementara saham EXCL ditutup di angka Rp 2.490
per lembar, naik 7 % sepekan terakhir dan 10 % dalam sebulan terakhir.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jesse Jonghoon Won,
menilai tren positif pada harga saham perusahaan-perusahaan telekomunikasi
tersebut dipengaruhi berbagai aksi penandatanganan kemitraan dengan perusahaan global, termasuk terkait
pengembangan layanan berbasis AI. ”Saya memandang positif bahwa perusahaan
telekomunikasi Indonesia sedang mempertimbangkan dan memulai bisnis terkait AI
meskipun bisnis terkait ini diperkirakan memerlukan waktu untuk menghasilkan
pendapatan,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/3), di Jakarta. Baru-baru ini,
Indosat Ooredoo Hutchison Group berkolaborasi dengan beberapa perusahaan global
untuk membentuk lanskap teknologi.
Hal itu turut mendorong Indonesia ikut memimpin revolusi AI
dalam penyediaan infrastruktur komputasi awan (cloud) hingga pengembangan kompetensi
talenta berkelas global. Kerja sama itu salah satunya dengan NVIDIA, perusahaan
teknologi multinasional AS, yang kapitalisasi pasarnya telah menyaingi
perusahaan teknologi Amazon di bursa AS. Adapun XL Axiata menggandeng Huawei
untuk mempercepat operasional bisnis digital berbasis AI, mendorong keunggulan
operasional, serta mengoptimalkan sistem cloud dan penggunaan perangkat lunak
yang lebih efektif. ”Kemitraan dengan Huawei ini akan memungkinkan XL Axiata
mempercepat proses transformasi digital dan peningkatan layanan kepada
pelanggan,” kata Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini. XL Axiata
berharap mereka mampu menghasilkan personalisasi layanan yang lebih baik dan
melahirkan inovasiinovasi terbaru untuk kebutuhan lebih dari 57 juta pelanggan
mereka. (Yoga)
Biaya Perekrutan Baru ”Start Up” di ASEAN Dikurangi
Sebanyak 41 % perusahaan rintisan bidang teknologi digital
atau start up di Asia Tenggara menurunkan anggaran perekrutan karyawan baru
sepanjang 2023, karena akses terhadap pendanaan ke investor yang kian
berkurang. Situasi itu terungkap dalam laporan riset ”Southeast Asia Startup
Talent Trends Report 2024”. Laporan riset yang juga laporan tahunan Glints dan
Monk’s Hill Ventures edisi tahun 2024 ini dirilis resmi pekan lalu. Meski
anggaran perekrutan baru menurun, 78 % start up di Asia Tenggara masih berupaya
merekrut tenaga profesional yang mampu mendukung perusahaan berekspansi dan
berinovasi. Hanya 19 % start up menyatakan tidak ada perekrutan baru dan 3 %
yang menyatakan tidak yakin akan membuka lowongan pekerjaan baru.
Laporan riset Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024
menganalisis lebih dari 10.000 data lowongan pekerjaan start up di Singapura,
Indonesia, dan Vietnam, serta wawancara kepada lebih dari 70 start up di
wilayah tersebut. Menurut laporan itu, gaji pekerja start up di Asia Tenggara
yang bekerja di bidang pengembangan bisnis dan penjualan telah meningkat 20 %.
Ini mencerminkan kebutuhan mendesak start up untuk menghasilkan uang di tengah
kondisi pendanaan yang semakin sulit. Sementara bidang pekerjaan teknisi pada
start up di Asia Tenggara mengalami penurunan gaji terbesar yang dipengaruhi PHK
dan pemotongan biaya. Situasi ini menyebabkan meningkatnya pasokan talenta teknologi
di pasar sehingga memberikan tekanan pada gaji. Gaji untuk insinyur turun 2 %
pada 2023 dan posisi insinyur yunior turun paling tajam, yakni 6 %. (Yoga)
AI, Antara Keamanan dan Ketergesaan
GoTo Andalkan Layanan ”On-Demand” dan Tekfin
Lini bisnis layanan on-demand dan teknologi finansial menjadi
andalan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dalam memperluas jangkauan dan
monetisasi pasar selama 2024. Kedua lini bisnis ini juga dianggap bisa membantu
perseroan mengejar laba. Direktur/Presiden Teknologi Finansial GoTo Hans Patuwo
saat sesi paparan publik, Rabu (28/2) di Jakarta, mengatakan, laporan riset E-Conomy
SEA2023 yang dirilis Google,Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, layanan
on-demand, seperti transportasi dan pengantaran makanan, di Indonesia
diprediksi akan tumbuh sekitar 20 miliar USD pada 2030. Industri layanan
pembayaran digital diperkirakan tumbuh 760 miliar USD dan pembukuan pinjaman
digital tumbuh 40 miliar USD pada 2030. ”Riset itu menggambarkan potensi bisnis
yang besar bagi segmen on-demand dan teknologi finansial,” ujarnya.
Menurut Hans, pada triwulan IV-2023, adjusted EBITDA, atau
laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan, pada
GoTo positif. Nilai adjusted EBITDA GoTo terus membaik dalam tujuh triwulan
terakhir. Untuk memperkuat kinerja, GoTo menyusun strategi guna mencapai
adjusted EBITDA grup positif tahun 2024. Pilar pertamanya adalah meningkatkan
frekuensi pelanggan lamaserta terus memperluas jangkauan pasar, melalui
produk-produk yang menjangkau konsumen dengan karakteristik suka
memprioritaskan harga, seperti GoCar hemat, GoFood hemat, dan aplikasi GoPay. Pilar
keduanya, meningkatkan monetisasi melalui produk teknologi finansial yang mampu
menghasilkan take rate atau komisi lebih tinggi, seperti GoPayLater, GoPay
Pinjam, dan GoPay Tabungan yang bekerja sama dengan Bank Jago. Di luar kedua
pilar itu, perseroan juga berkomitmen disiplin mengelola beban usaha yang
mencakup beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban
operasional tetap, serta insentif dan promosi. (Yoga)
WTO Bahas Subsidi Perikanan, Penyelesaian Sengketa, dan Netflix
Pembahasan mengenai pembatasan subsidi perikanan dan isu
ketahanan pangan berjalan alot dalam Konferensi Tingkat Menteri Ke-13
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Penyegaran fungsi-fungsi organisasiini, utamanya
dalam penyelesaian sengketa, diperlukan di tengah kondisi perdagangan internasional
yang penuh gejolak. WTO menggelar KTM ke-13 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
(UEA), 26-29 Februari. Acara dibuka pada Senin (26/2) petang WIB. Pada hari
kedua, Selasa, para menteri perdagangan dunia memasuki agenda pembahasan
negosiasi terkait sector perikanan dan pertanian. Dilansir dari AFP, Selasa, pembicaraan
tertutup akan berlangsung pada hari kedua konferensi yang dijadwalkan berlangsung
hingga Kamis.
Namun, pembahasan bisa molor karena tak kunjung ada konsensus
di antara 163 negara anggota dan anggota baru, yakni Komoros dan Timor Leste. Kesepakatan
penghapusan subsidi yang mendorong penangkapan ikan berlebihan (overfishing)
dan mengancam keberlanjutan stok ikan belum mencapai konsensus pada KTM ke-12,
Juni 2022. Implementasi Kesepakatan Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies
Agreement/FSA) baru dilakukan apabila sudah diratifikasi dua pertiga dari
seluruh anggota WTO. Selain isu subsidi perikanan, isu pertanian yang berkaitan
dengan program kepemilikan saham publik untuk tujuan ketahanan pangan menjadi
tema perundingan hari kedua.
Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris
Witjaksono mengatakan, terkait isu pertanian, Indonesia bersama negara anggota
G33, kelompok negara Afrika, Karibia, dan Pasifik, kelompok negara Afrika,
serta negara-negara kurang berkembang mendorong adanya kesepakatan mengenai
Pemilikan Saham Publik untuk ketahanan pangan. Mengenai isu subsidi perikanan,
lanjut Djatmiko, Indonesia akan memperjuangkan di fase perundingan tahap ke-2
ini agar tercipta kesepakatan yang seimbang dan efektif, khususnya, terkait
permasalahan yang belum terselesaikan, yakni overfishing overcapacity (OFOC) serta
perlakuan khusus dan berbeda (special and differential treatment/SDT) di pilar
OFOC.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies
(Celios), Nailul Huda, menjelaskan, moratorium menyebabkan hingga saat ini perusahaan
luar negeri penyedia layanan streaming musik, video, dan komutasi awan di Indonesia
tidak dibebankan tarif impor data untuk aktivitas layanan mereka. Dari sisi
pendapatan negara, kebijakan itu merugikan sejumlah negara,termasuk Indonesia, karena
menghilangkan potensi pendapatan. Secara rinci, kata Nailul, harga berlangganan
layanan streaming digital, seperti Netflix, Spotify, dan Vidio, saat ini tak menghitung
biaya impor jasa ”data” dari luar negeri. Penghentian moratorium akan menyebabkan
biaya berlangganan Netflix lebih mahal karena ada biaya bea masuk layanan data
dari luar negeri. (Yoga)
Pilihan Editor
-
25 Tahun Lagi Cadangan Timah Indonesia Habis
14 Dec 2021 -
Emiten Komponen Otomotif Kian Menderu
14 Dec 2021









