;
Tags

Properti

( 407 )

Tren Pasar Bergeser ke Rumah Segmen Menengah

KT1 17 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan bahwa terjadi pergeseran pasar perumahan ke segmen menengah di rentang harga Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar sepanjang triwulan I-2023. “Saya melihat saat ini pasar bergeser kesegmen menengah Rp 500 juta hingga Rp 2miliar. Tapi, banyak pengembang yang masih membuat produk segmen atas. Pasarnya bukan tidak ada, hanya saja terbatas karena pembeli di segmen ini relatif hampir sama,” ujar Ali Tranghanda, direktur eksekutif IPW kepada Investor Daily, Selasa (16/5/2023). Temuan IPW di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) serta Tangerang dan Serang (Banten) pada triwulan I-2023 memperlihatkan bahwa 38,84% rumah yang terjual ada di rentang harga Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Lalu, terbesar kedua adalah di bawah Rp 300 juta (26,10%), rentang harga Rp 300-500 juta (20,36%), dan Rp 1-2 miliar (13,93%). Kondisi pasar saat ini menggambarkan pasar terus bergeser ke segmen lebih rendah sejak tiga triwulan terakhir. Riset IPW menyebutkan, pada triwulan I-2023, secara umum ke cenderungan pasar di Jabodebek Banten terus bergeser ke segmen Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar. “Di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi segmen > Rp 1 miliar cenderung mengalami penurunan, kecuali yang terjadi di wilayah Banten yang mengalami kenaikan, meskipun secara rata-rata masih memperlihatkan penurunan tipis,” beber riset tersebut. (Yetede)

Blibli Bangun Gudang Terbesarnya di Marunda

KT3 12 May 2023 Kompas

PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli mulai membangun gudang seluas 10 hektar di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, yang disebut sebagai gudang terbesarnya. Gudang ini di-harapkan dapat mengatasi tantangan logistik. Chief Executive Officer dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, Kamis (11/5/2023), mengatakan, Blibli berupaya mendorong pertumbuhan ekosistem perdagangan melalui dukungan logistik dan rantai pasok yang kuat. (Yoga)

Rangsek Segmen Menengah Bawah, APL Tuai Berkah

KT1 12 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID- PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) merangsek segmen menengah bawah lewat proyek Kota Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat sejak 2020. “Sejak kami berdiri hingga kini berusia 53 tahun, untuk pertama kali Agung Podomoro main di kelas menengah ke bawah lewat Kota Podomoro Tenjo,” kata Anak Agung Mas Wirajaya, direktur PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) dalam Live Seminar: Kolaborasi Strategis Agung Podomoro dan Bank Mandiri “Perkuat Ekonomi Negeri”, dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis (10/5/2023). Dia menerangkan, kala itu, APL masuk ke segmen menengah bawah berdasarkan pertimbangan bahwa pandemi Covid-19 berdampak kepada kalangan menengah bawah. Padahal, di sisi lain, mereka membutuhkan hunian yang layak dan berkualitas. “Kami main ke segmen Kota Podomoro Tenjo walau harga Rp 200 jutaan, tapi kualitas bangunan dan fasilitasnya adalah menengah ke atas,” ujar Agung. Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2020 hingga kini, jelas dia, penjualan Kota Podomoro Tenjo direspons pasar cukup baik. “Kami launching Kota Podomoro Tenjo saat puncak pandemi, yaitu 17 Agustus 2020, hingga kini kami sudah jual lebih dari 5.000 unit. Ini segmen untuk menengah bawah,” tutur Agung. Dia menegaskan, karena pandemi berdampak ekonomi, pihaknya melihat dan yakin bahwa properti tetap diperlukan sebagai kebutuhan, khususnya menengah bawah. “Kami banting setir, pertama kali kami main di kelas menengah ke bawah,” tegasnya. (Yetede)

Properti Ditopang Pendapatan Berulang

HR1 08 May 2023 Kontan

Mayoritas emiten properti mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih selama tiga bulan pertama tahun ini. Meskipun begitu, kinerja emiten properti hingga akhir tahun ini masih berada di bawah bayang-bayang kenaikan bunga. Salah satu emiten properti yang mencetak laba tinggi adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Laba bersih BSDE melonjak 154,09% menjadi Rp 883,98 miliar. Sementara itu, laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tumbuh 60,65% secara tahunan. PT Intiland Development (DILD) juga membalikkan kerugian Rp 99,7 miliar di kuartal I-2022 menjadi laba bersih Rp 391,7 miliar pada kuartal I 2023. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, pendorong kinerja emiten properti ialah musim serah terima dari aset properti yang terjual pada tahun 2022. Alhasil pendapatan pun tumbuh positif dari tahun lalu. Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian mengatakan, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memperpanjang pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) hingga akhir tahun 2023 juga ikut mendorong penjualan properti. Hal itu menjadi langkah antisipatif terhadap dampak dari kenaikan suku bunga acuan BI yang berpotensi meningkatkan bunga KPR. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, dampak negatif kenaikan suku bunga hanya akan terjadi dalam jangka pendek. Karena itu, Sukarno merekomendasi trading buy untuk saham DILD, BSDE, dan SMRA dengan target harga masing-masing Rp 190, Rp 1.225, dan Rp 655 per saham.

Triwulan I-2023, Proyek Hunian Dongkrak Pendapatan Gapuraprima

KT1 08 May 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID- PT Perdana Gapuraprima Tbk (Gapuraprima) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 25% pada triwulan pertama 2023 dibandingkan periode yang sama 2022. Per akhir Maret 2022, pendapatan emiten berkode saham GPRA itu baru tercatat sekitar Rp 78,93 miliar, sedangkan per akhir Maret 2023 melompat ke posisi Rp 98,33 miliar. “Kenaikan karena kita banyak buka cluster baru untuk perumahan di daerah Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Cilegon,” ujar Arvin F Iskandar, direktur utama PT Perdana Gapuraprima Tbk kepada Investor Daily, Kamis (4/5/2023). Dia menambahkan, faktor lain yang mengerek pendapatan itu karena GPRA memberikan diskon yang menarik dan subsidi bunga KPR menjadi 3% per tahun. “Proyek Bukit Cimanggu City dan Gardenville di Bogor menjadi kontributor utama,” tutur Arvin. Arvin mengatakan, untuk sepanjang 2023 pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan berkisar 5-10%. ”Karena tahun politik dan indikasi inflasi, bahkan ada sinyal resesi,” tuturnya. Guna mencapai target tersebut, Gapuraprima membangun dan men jual perumahan dengan tipe kecil dari luas bangunan 36 meter persegi (m2) sampai dengan 90 m2. Bangunan itu memiliki luas tanah dari 70-90 m2. “Produk ini sangat diminati dengan harga Rp 500-800 juta per unit,” papar Arvin. Dia menambahkan, pihaknya berharap laba bersih tahun 2023 bisa tumbuh berkisar 10-15% dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau mencapai sekitar Rp 80 miliaran. (Yetede)

Pengelolaan Ancol Terindikasi Maladministrasi

KT1 08 May 2023 Tempo

JAKARTA – Ombudsman RI mendesak agar pembangunan dan pengoperasian Music Stadium di gedung Ancol Beach City segera dievaluasi. Alasannya, Ombudsman menemukan dugaan maladmisnistrasi dalam perjanjian kerja sama antara PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) dan pihak pelaksana proyek. Kepala Ombudsman, Mokhammad Najih, mengatakan dugaan maladministrasi ini tertuang dalam laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) dengan Nomor B/353//LM.08-34/0173.2020/V/2020 tanggal 20 Mei 2020. Ombudsman telah mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Direktur Utama PT PJA. “Sudah kirim surat dua kali, tapi belum ada tanggapan,” kata Najih, 3 Mei lalu. “Nanti kami kirim surat ketiga. Misalnya enggak ada respons juga, akan kami beri rekomendasi.”

Dalam perjalanan berikutnya, PT PBCS tidak bisa menyelesaikan proyek dan dianggap wanprestasi. Kerja sama itu kemudian diputus. PT PJA selanjutnya meneruskan proyek bersama PT Wahana Agung Indonesia (WAI) dengan nomor nota perjanjian 208 pada 26 April 2007. Perjanjian ini sekaligus mengalihkan hak dan kewajiban PT PBCS kepada PT WAI.

Belakangan, PT WAI ternyata juga tidak mampu memenuhi tenggat penyelesaian proyek sesuai dengan perjanjian. Untuk merampungkan proyek tersebut, PT PJA akhirnya bekerja sama dengan PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP). Namun kerja sama ini hanya dilakukan di bawah tangan alias tanpa dicatatkan di notaris. Ombudsman menduga PT PBCS, PT WAI, dan PT WAIP dimiliki orang yang sama, yaitu Fredie Tan. Menurut Najih, dalam pembangunan dan pengoperasian Music Stadium, PT PJA awalnya bekerja sama dengan PT Paramitha Bangun Cipta Sarana (PBCS). Perjanjian kerja sama itu tertuang di akta notaris Nomor 50 pada 10 Agustus 2004. Adapun pemilik PT PBCS diketahui bernama Fredie Tan

Developer Kian Percaya Diri, Bisnis Hunian Makin Prospektif

KT1 03 May 2023 Investor Daily

Jakarta, ID- Bisnis hunian yang mencakup rumah tapak dan hunian vertikal (apartemen) dinilai kian prospektif pada 2023 seiring menguatnya kepercayaan diri developer. Indikasi itu terlihat dari prapenjualan (marketing sales) triwulan I/2023 dua pemain besar, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk yang mencapai Rp 2,43 triliun. Rudy Halim, chief executive officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk, mengatakan bahwa pihaknya melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. “Selama kuartal pertama tahun 2023, kami berhasil melakukan pra penjualan sesuai dengan target yang ditetapkan walaupun menghadapi banyak tantangan di sektor properti seperti suku bunga acuan yang meningkat dan tekanan inflasi,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini. Per akhir Maret 2023, Lippo Cikarang mencatat prapenjualan sebesar Rp337 miliar, naik 2% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Torehan itu setara dengan 25% dari target untuk tahun 2023 yang sebesar Rp 1,37 triliun. Prapenjualan triwulan I/2023 Lippo Cikarang didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek rumah tapak (Waterfront Uptown dan Cendana Spark). Lalu, didorong oleh permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3 dan Newt on Techno Park). Kontribusi kedua segmen itu masing-masing sebesar 49% dan 35%. Sisanya 16% terdiri atas penjualan residensial low-rise apartemen yang baru (Newville), apartemen highrise yang ada, dan ruko-ruko komersial. (Yetede)

Developer Kian Percaya Diri, Bisnis Hunian Makin Prospektif

KT1 03 May 2023 Investor Daily

Jakarta, ID- Bisnis hunian yang mencakup rumah tapak dan hunian vertikal (apartemen) dinilai kian prospektif pada 2023 seiring menguatnya kepercayaan diri developer. Indikasi itu terlihat dari prapenjualan (marketing sales) triwulan I/2023 dua pemain besar, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk yang mencapai Rp 2,43 triliun. Rudy Halim, chief executive officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk, mengatakan bahwa pihaknya melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. “Selama kuartal pertama tahun 2023, kami berhasil melakukan pra penjualan sesuai dengan target yang ditetapkan walaupun menghadapi banyak tantangan di sektor properti seperti suku bunga acuan yang meningkat dan tekanan inflasi,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini. Per akhir Maret 2023, Lippo Cikarang mencatat prapenjualan sebesar Rp337 miliar, naik 2% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Torehan itu setara dengan 25% dari target untuk tahun 2023 yang sebesar Rp 1,37 triliun. Prapenjualan triwulan I/2023 Lippo Cikarang didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek rumah tapak (Waterfront Uptown dan Cendana Spark). Lalu, didorong oleh permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3 dan Newt on Techno Park). Kontribusi kedua segmen itu masing-masing sebesar 49% dan 35%. Sisanya 16% terdiri atas penjualan residensial low-rise apartemen yang baru (Newville), apartemen highrise yang ada, dan ruko-ruko komersial. (Yetede)

Developer Kian Percaya Diri, Bisnis Hunian Makin Prospektif

KT1 03 May 2023 Investor Daily

Jakarta, ID- Bisnis hunian yang mencakup rumah tapak dan hunian vertikal (apartemen) dinilai kian prospektif pada 2023 seiring menguatnya kepercayaan diri developer. Indikasi itu terlihat dari prapenjualan (marketing sales) triwulan I/2023 dua pemain besar, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk yang mencapai Rp 2,43 triliun. Rudy Halim, chief executive officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk, mengatakan bahwa pihaknya melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. “Selama kuartal pertama tahun 2023, kami berhasil melakukan pra penjualan sesuai dengan target yang ditetapkan walaupun menghadapi banyak tantangan di sektor properti seperti suku bunga acuan yang meningkat dan tekanan inflasi,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini. Per akhir Maret 2023, Lippo Cikarang mencatat prapenjualan sebesar Rp337 miliar, naik 2% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Torehan itu setara dengan 25% dari target untuk tahun 2023 yang sebesar Rp 1,37 triliun. Prapenjualan triwulan I/2023 Lippo Cikarang didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek rumah tapak (Waterfront Uptown dan Cendana Spark). Lalu, didorong oleh permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3 dan Newt on Techno Park). Kontribusi kedua segmen itu masing-masing sebesar 49% dan 35%. Sisanya 16% terdiri atas penjualan residensial low-rise apartemen yang baru (Newville), apartemen highrise yang ada, dan ruko-ruko komersial. (Yetede)

Developer Kian Percaya Diri, Bisnis Hunian Makin Prospektif

KT1 03 May 2023 Investor Daily

Jakarta, ID- Bisnis hunian yang mencakup rumah tapak dan hunian vertikal (apartemen) dinilai kian prospektif pada 2023 seiring menguatnya kepercayaan diri developer. Indikasi itu terlihat dari prapenjualan (marketing sales) triwulan I/2023 dua pemain besar, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk yang mencapai Rp 2,43 triliun. Rudy Halim, chief executive officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk, mengatakan bahwa pihaknya melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. “Selama kuartal pertama tahun 2023, kami berhasil melakukan pra penjualan sesuai dengan target yang ditetapkan walaupun menghadapi banyak tantangan di sektor properti seperti suku bunga acuan yang meningkat dan tekanan inflasi,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini. Per akhir Maret 2023, Lippo Cikarang mencatat prapenjualan sebesar Rp337 miliar, naik 2% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Torehan itu setara dengan 25% dari target untuk tahun 2023 yang sebesar Rp 1,37 triliun. Prapenjualan triwulan I/2023 Lippo Cikarang didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek rumah tapak (Waterfront Uptown dan Cendana Spark). Lalu, didorong oleh permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3 dan Newt on Techno Park). Kontribusi kedua segmen itu masing-masing sebesar 49% dan 35%. Sisanya 16% terdiri atas penjualan residensial low-rise apartemen yang baru (Newville), apartemen highrise yang ada, dan ruko-ruko komersial. (Yetede)