Batu Bara
( 291 )HARGA BATU BARA ACUAN : BERGANTI FORMULA MENGIKUTI PASAR
Pemerintah secara resmi telah menggunakan formula baru dalam menetapkan harga batu bara acuan atau HBA Maret 2023. Dalam keputusan terkininya, pemerintah menetapkan tiga harga untuk jenis batu bara yang berbeda. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya tidak lagi menggunakan indeks batu bara asing yang selama ini mendapat kritikan dari pelaku usaha dalam menetapkan HBA. Dalam formula baru, pemerintah menggunakan rata-rata realisasi harga jual bulan sebelumnya dengan proporsi 70%, sedangkan 30% sisanya diambil dari rata-rata realisasi harga 2 bulan sebelumnya. Rata-rata harga yang dijadikan acuan pun diambil dari data realisasi penjualan batu bara yang disampaikan oleh badan usaha pertambangan pada saat memenuhi kewajiban pembayaran royalti. Hasilnya, pemerintah menetapkan tiga HBA untuk batu bara dengan jenis yang berbeda mulai periode Maret 2023, yakni US$283,08 per ton untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,58%, total sulfur 0,71%, dan ash 7,58%. HBA tersebut bakal digunakan pemerintah sebagai acuan dalam penentuan tarif royalti, dan perhitungan harga patokan untuk batu bara dengan kalori lebih dari 6.000. Kemudian, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 5.200 kcal/kg GAR, total moisture 23,12%, total sulfur 0,69%, dan ash 6% sebesar US$136,70 per ton. Harga ini kemudian disebut sebagai HBA I, serta menjadi acuan dalam menghitung royalti dan harga pokok batu bara dengan nilai kalori 5.200—6.000.
“HBA II ini digunakan sebagai acuan pada perhitungan harga pokok baru bara dengan kalori kurang dari atau sama dengan 5.200,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, pekan lalu. Penggunaan formula baru HBA itu sendiri mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha. Indonesia Energy and Mining Forum (IMEF) menilai formula HBA yang melepas indeks harga emas hitam negara lain bakal berdampak positif bagi pelaku usaha. Singgih Widagdo, Ketua IMEF mengatakan bahwa penggunaan GCNC dan NEX selama ini mengganggu penetapan HBA. Alasannya, kedua indeks harga tersebut sangat rentan berfluktuasi karena sentimen global, seperti perang Rusia-Ukraina. Formula HBA sebelumnya, kata dia, jelas menguntungkan negara melalui PNBP, sehingga perlu dibentuk Indonesian Government Coal Index, dan panel sendiri dalam penetapan harga batu bara. Sementara itu, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai formula HBA saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya, karena indeks harga batu bara Australia tidak lagi mendominasi dalam perhitungan yang digunakan pemerintah.
Harga Batubara Acuan 283 Dollar AS Per Ton
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan harga batubara acuan Maret 2023 dengan nilai kalori 6.322 kilokalori per kilogram (kkal/kg) sebesar 283,08 USD per ton. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama pada Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Sabtu (18/3) penentuan harga batubara saat ini berdasarkan kandungan kalori, yaitu di atas 6.000 kkal/kg; 5.200-6.000 kkal/kg; dan di bawah 5.200 kkal/kg. Harga pada Februari lalu 277,05 USD per ton. (Yoga)
Buram Lagi Rencana Penghiliran Batu Bara
Proyek penghiliran batu bara kembali tertunda. Satu-satunya investor yang berpotensi mewujudkan proyek ini, Air Products and Chemicals Inc, memilih hengkang, satu tahun lebih pasca-penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah. Pelaksana harian Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Idris Sihite, menuturkan pembatalan niat investasi Air Products itu disampaikan melalui surat pada awal Maret lalu. "Mereka memilih investasi ke arah yang lain, blue hydrogen," ujar Idris, akhir pekan lalu. Perusahaan asal AS itu mundur karena pemerintah AS menawarkan lebih banyak insentif untuk proyek energi terbarukan ketimbang proyek terkait dengan batu bara.
Nota kesepahaman Air Products dengan pemerintah, yang diwakili Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dilakukan pada November 2021. Bahkan Presiden Jokowi turut menyaksikan acara penandatanganan yang dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam kesepakatan tersebut, Air Products berkomitmen membawa investasi senilai US$ 15 miliar. Rencana masuknya Air Products saat itu seakan-akan menjadi titik terang proyek penghiliran batu bara di dalam negeri yang tersendat lama. Sejak 2009, pemerintah memang mewajibkan para pemegang izin usaha pertambangan melakukan penghiliran. Namun hanya segelintir pengusaha yang berhasil mengolah batu bara menjadi produk turunannya, antara lain menjadi briket dan semi-kokas.. (Yoga)
Bank Mandiri, BNI, dan BRI Memungut Iuran Batubara
Skema pungutan batubara semakin mengerucut. Pemerintah memastikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan memungut iuran dan menyalurkannya (pungut-salur) kepada perusahaan batubara. Status badan pemungut iuran juga berubah dari semula Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Mitra Instansi Pengelola (MIP).
Kelak, lembaga pungut-salur iuran batubara akan mengani perputaran dana yang tak sedikit di sektor batubara, yakni mencapai ratusan triliun rupiah
Iuran batubara nantinya digunakan untuk menutup selisih antara harga batubara
domestic market obligation
(DMO) dan harga internasional. Tujuannya ialah meningkatkan kepatuhan perusahaan batubara dalam memenuhi kewajiban pasokan dalam negeri.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria menyatakan, ada tiga bank Himbara yang menjadi Mitra Instansi Pengelola dalam melaksanakan pungut salur dana kompensasi batubara. "Mandiri, BNI dan BRI sudah berpengalaman sebagai pengelola keuangan dan memiliki sistem. Jadi tiga bank ini akan menjadi pihak pungut salur," ungkap dia, kemarin.
Sebelumnya Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Irwandy Arif menjelaskan, lembaga pungut salur komoditas batubara dari sebelumnya BLU sudah diubah menjadi MIP yang diharapkan terlaksana pada Maret 2023. "Kalau koordinasi antar kementerian kadang-kadang agak lama, perlu paraf segala macam. Baru sampai segitu perkembangannya, jadi semuanya masih berkeinginan itu terwujud," jelas dia, belum lama ini. Pelaksanaan pungutan batubara akan di bawah payung hukum peraturan presiden (perpres).
Gencar Ekspansi, Bukit Asam Siapkan Capex Rp 6,4 T
JAKARTA, ID - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 6,4 triliun pada 2023, melonjak menjadi dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu Rp 2,9 triliun. Capex ini digunakan untuk ekspansi bisnis dan investasi pada anak usaha. Direktur Utama PTBA Arsal smail menjelaskan, harga batu bara cenderung ber fluktuasi dipengaruhi berbagai sentimen, termasuk dari sisi geopolitik. Membaiknya suplai batu bara dari negara lain, lanjut dia, akan menekan harga batu bara di pasar global. “Oleh karena itu, Bukit Asam sudah menyiapkan beberapa upaya berkelanjutan dengan fokus pada efisiensi dan penetrasi pasar. Meski harga batu bara terkoreksi, kami bersama stakeholder lain akan menjaga Bukit Asam untuk tetap positif,” ujar Arsal dalam konferensi pers, kemarin (09/03/2023). PTBA optimistis produksi meningkat tahun ini. Manajemen menargetkan produksi batu bara menjadi 41 juta ton, naik 11% dibanding realisasi tahun 2022 sebesar 37,1 juta ton. (Yetede)
Masyarakat Jambi Gugat Pemerintah Rp 5 Triliun
Masyarakat Jambi menggugat Menteri ESDM, Gubernur Jambi, dan tujuh perusahaan tambang terkait masalah pengangkutan batubara yang terus berlarut di Jambi. Para tergugat dituntut membayar denda Rp 5 triliun. Gugatan hukum tersebut disampaikan Aliansi Masyarakat Jambi Menggugat, yang mewakili masyarakat, beserta para kuasa hukum ke Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (8/3). Jubir aliansi, Ibnu Kholdun, mengatakan, ada 13 pihak tergugat. Tergugat I adalah Menteri ESDM, tergugat II Gubernur Jambi, serta tergugat III hingga tergugat IX merupakan tujuh korporasi pemegang izin tambang batubara di Jambi. Aliansi juga menggugat KPK, Direktorat Jenderal Pajak, Kapolri cq Kapolda Jambi, serta Ketua DPRD Provinsi Jambi sebagai turut tergugat.
”Gugatan ini sebagai respons atas keresahan masyarakat atas kemacetan berkepanjangan serta jalan rusak dan rentetan kecelakaan akibat buruknya pengaturan pengangkutan batubara di Jambi,” katanya. Ia menyebut lebih dari 10.000 angkutan setiap hari melintasi jalan-jalan di Jambi. Membeludaknya jumlah angkutan batubara tak diiringi peningkatan kapasitas jalan. Tidak disediakan pula jalan khusus untuk pengangkutan batubara. Akibatnya, masyarakat menjadi korban dari aktivitas distribusi hasil tambang itu. Kondisi itu kian menyengsarakan kehidupan warga yang disebut sebagai bentuk pengabaian negara yang menyebabkan masyarakat kehilangan hak atas lingkungan hidup yang sehat serta jaminan keselamatan. Aliansi menuntut pembayaran ganti rugi kepada masyarakat sebesar Rp 5 triliun, untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak dan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak. (Yoga)
Cuan Genjot Produksi Batubara Jadi 1,1 Juta Ton
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menargetkan produksi batubara bisa mencapai 1,1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama CUAN Michael mengatakan, angka ini sesuai dengan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang sudah disetujui oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Produksi batubara ini nantinya akan dilakukan lewat anak usaha CUAN, yakni Tamtama Perkasa. "Kenaikan produksinya mungkin bisa di atas 50% dari realisasi produksi tahun lalu," kata Michael, kemarin.
Saat ini, Jepang menjadi kontributor terbesar dengan porsi 40% hingga 45% dari total penjualan batubara CUAN. "Ada juga ketentuan untuk menjual ke pasar dalam negeri, di mana selama ini kami juga menjual ke pasar domestik bagi konsumen industri yang membutuhkan, sambung Michael.
AKSI KORPORASI : Titan Group Bidik Lonjakan Produksi Batu Bara
Titan Infra Energy Group mengincar pertumbuhan produksi batu bara sebesar 42,8% menjadi sekitar 20 juta ton pada tahun ini dari sebelumnya 14 juta ton pada 2022 melalui pengoperasian proyek 1D Upgrade Phase 1.Direktur Utama PT Titan Infra Energy Darwan Siregar mengatakan, pengoperasian proyek tersebut bakal meningkatkan fasilitas pelabuhan yang saat ini, sehingga mampu mendukung target produksi sebanyak 20 juta ton per tahun.Dia memastikan perusahaan melalui PT Swarnadwipa Dermaga Jaya akan terus mengembangkan fasilitas di pelabuhan yang terletak di Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatra Selatan itu agar bisa menyesuaikan produksi dengan permintaan pasar.
Untuk diketahui, Titan Infra Energy telah memiliki jalur khusus angkutan batu bara yang dikelola oleh anak perusahaannya PT Servo Lintas Raya. Saat ini, setidaknya ada 15 perusahaan tambang yang memanfaatkan jalur sepanjang 120 kilometer yang menghubungkan mulut tambang hingga stockpile di sungai.Chairman Titan Group Handoko A. Tanuadji mengatakan, selain meningkatkan produksi perusahaan, pihaknya juga bakal membawa Servo Lintas Raya dan Swarnadwipa Dermaga Jaya melantai di Bursa Efek Indonesia.
HARGA ACUAN : Utak-Atik Formula HBA
Rencana pemerintah untuk mengubah formula harga batu bara acuan (HBA) belum mencapai kesepakatan, meski fl eksibilitas harga pembentuk menjadi poin utamanya.Sejumlah rumusan yang ditawarkan seperti opsi menaikkan persentase Indonesia Coal Index (ICI) dari indeks lainnya, serta menghapus indeks Newcastle Export Index (NEX), dan Globalcoal Newcastle Index (GCNC) belakangan tidak diambil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menteri ESDM Arifin Tasrif ingin suatu formula pembentuk HBA yang lebih bersifat fleksibel di tengah fluktuasi harga komoditas energi primer saat ini. Artinya, saat harga batu bara kembali normal, formula pembentuk HBA dapat mengikuti penurunan itu secara otomatis. “Pemerintah juga berhati-hati kalau harga kembali normal bagaimana,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif saat acara Mining for Journalist, Sabtu (25/2).
“Semenjak formula HBA belum direvisi tentu akan berdampak pada eksportir kita karena kita terbebani oleh disparitas HBA yang jauh lebih tinggi dari harga jual kita,” kata Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia.
Terseret Penurunan Harga Komoditas
JAKARTA-Pelemahan kinerja ekspor Indonesia tak lepas dari tren penurunan harga komoditas sumber daya alam (SDA) unggulan. Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M.Habibullah, menuturkan, setelah mengalami harga lonjakan fantastis sepanjang tahun lalu., kini sejumlah harga komoditas mulai merosot di tingkat global. Diantaranya batu bara dan nikel yang menunjukkan penurunan signifikan. "Ada juga minyak sawit, bijih besi, minyak mentah, dan gas alam yang harganya menurun dibanding pada 2022," ujarnya, kemarin. Sementara itu, tantangan lainnya datang dari Cina yang sudah membuka keran impor batu bara Australia. Begitu pula dengan India yang turut memacu produksi batu bara dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan logistik. "Ini akan berpotensi mengurangi pangsa batu bara Indonesia,". Menurut BPS, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2023 sebesar US$ 22,31 miliar atau turun 6,36% dibanding Desember 2022, yang mencapai 23,83%. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Waspadai Sentimen Geopolitik
05 Aug 2022 -
BABAK BARU RELASI RI-JEPANG
28 Jul 2022









