;
Tags

Batu Bara

( 291 )

Emiten Batu Bara Tebar Dividen Interim Rp 25 Triliun

KT1 23 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Sebanyak empat emiten batu bara membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar Rp 25,7 triliun, seiring berkibarnya kinerja keuangan. Mereka adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM). Kamis (22/12/2022), Adaro Energy mengumumkan pembayaran dividen interim sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,7 triliun dengan kurs rupiah Rp 15.500 per dolar AS. Dengan patokan kurs sama, dividen interim per saham Adaro mencapai Rp 248. Perseroan akan menggunakan kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) pada 3 Januari 2023 sebagai patokan konversi pembagian dividen interim. Sebelumnya, Bayan membagikan dividen interim tahun buku 2022 sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,5 triliun, setara US$ 0,03 per saham, Harum Energy Rp 1 triliun, dan Baramulti US$ 97 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. (Yetede)

Harga Batubara 281,48 Dollar AS Per Ton

KT3 02 Dec 2022 Kpmpas

Harga batubara acuan untuk Desember 2022 turun menjadi 281,48 USD per ton. Pada November 2022, harga batubara ditetapkan 308,2 USD per ton. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi,  Kamis (1/12) penurunan harga dipengaruhi turunnya permintaan dari China. Selain itu, India disebutkan tengah menurunkan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap. Pada Oktober lalu, harga batubara mencapai 330,97 USD per ton. (Yoga)

Laba TBS Energi Melonjak karena Batubara

KT3 29 Nov 2022 Kompas

Pendapatan emiten sektor batubara PT TBS Energi Utama Tbk naik 63,57 % hingga kuartal ketiga tahun ini. Seiring kenaikan harga batubara global, sektor usaha penjualan batubara menyumbangkan pendapatan paling besar bagi TBS Energi. Hal ini disampaikan Direktur Utama TBS Energi Dicky Yordan, Senin (28/11) pada laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2022. (Yoga)

Setor 2,5 T, Indika Energi Rampungkan Akuisisi Kideco

KT1 28 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Indika Energy Tbk (INDY) menggelontorkan dana US$ 160 juta atau setara Rp 2,5 triliun untuk merampungkan proses akuisisi perusahaan tambang batu bara PT Kideco Jaya Agung dari ST International Co Ltd (Samtan). Pembayaran imbalan kontingensi tersebut dilakukan lebih cepat dari jadwal yang disebutkan dalam perjanjian jual beli saham Kideco. “Pada tanggal 23 November 2022, perseroan telah melakukan pembayaran kepada ST International Co Ltd sebesar Rp 160 juta. Dengan demikian, perseroan telah menyelesaikan transaksi perjanjian jual beli (PJB) atas pembelian 100.139 saham milik Samtan di PT Kideco Jaya Agung,” kata Corproate Secretary Indika Energy Adi Pramono dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu. Adi menyebut, pembayaran lebih awal imbalan kontingensi ini merupakan upaya perseroan dalam mengurangi beban biaya yang muncul di tahun depan. (Yetede)

Angkutan Batubara di Jambi Distop Sementara

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Polda Jambi akhirnya menutup sementara akses angkutan batubara melintasi jalan umum. Penutupan berlangsung sampai kemacetan mereda dan jalan yang rusak selesai diperbaiki. Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Dhafi, Selasa (22/11), mengatakan, larangan berlaku bagi angkutan yang melintasi jalur rawan kemacetan di Jalan Sarolangun-Jambi. Truk tidak dibolehkan keluar dari mulut tambang sampai ada informasi lebih lanjut. (Yoga)

Rekomendasi Beli ke Saham Batu Bara Paling Dominan

KT1 23 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Rekomentasi beli (buy) terhadap saham-saham emiten batu bara mendominasi saran para analias kepada investor untuk beberapa waktu ke depan. Kenaikan harga saham emiten emas hitam ini diperkirakan masih akan berlanjut bahkan hingga tahun depan. Di antara saham emiten batu bara yang disebut bakal tetap mencetak gain adalah ITMG, ADRO, HRUM, PTBA, dan BUMI. Langkah transisi menuju energi bersih masyarakat dunia dengan mengurangi konsumsi batu baru hingga nol pada 2040 untuk beberapa negara belum berdampak signifikan terhadap harga komoditas ini. Ketegangan geopoplitik akibat perang Rusia-Ukraina yang mengganggu rantai pasok, membuat harga komoditas-komoditas energi dunia, termasuk batu bara, tetap tinggi. Terlebih, musim dingin segera tiba. Dari 15 rekomendarsi yang diberikan oleh enam sekuritas atas lima saham emiten baru bara, rekomentasi buy on weakness tercatat sebanyak delapan, speculative buy (1), buy (4), hold (2), dan tak ada rekomentasi sell. Keenam sekuritas itu adalah MNC Sekuritas, Ciptadana Sekuritas Asia, Sucor Sekuritas, CGS CIMB Sekuritas Indonesia, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan Ekuator Swarna Investama. (Yetede)

Jaga Pasokan Bermodal Ratusan Triliun Rupiah

HR1 22 Nov 2022 Kontan (H)

Seperti apa sosok Badan Layanan Umum (BLU) Batubara mulai tersibak. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (21/11), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan konsep dan pengelolaan badan yang yang disebut-sebut bertujuan untuk mengurai kisruh pasokan batubara di dalam negeri. "Konsep penghimpunan dana kompensasi dilakukan oleh BLU untuk semua batubara yang dijual, baik ekspor maupun domestik, dengan mekanisme pemungutan bersamaan dengan pembayaran royalti," tutur Arifin. Kelak, ada sejumlah konsep yang bakal diberlakukan BLU Batubara. Misalnya, lembaga yang berperan sebagai BLU adalah Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas. Lalu, besar pungutan ditetapkan berdasarkan kalori batubara, ditambah PPN dengan tarif 11%. Dengan asumsi rata-rata harga batubara acuan (HBA) sebesar US$ 200 per ton, maka dana yang dikelola BLU Batubara mencapai Rp 137,6 triliun per tahun. Menteri Arifin menyebutkan, dana kompensasi yang dihimpun akan diberikan ke semua pemasok batubara di pasar dalam negeri. Baik pemasok batubara untuk kebutuhan kelistrikan maupun untuk industri lain, dengan pengecualian smelter.

ESDM Diminta Turunkan Kuota Produksi

KT3 16 Nov 2022 Kompas

Masyarakat Jambi mendesak Kementerian ESDM mengurangi kuota produksi batubara selama jalan khusus pengangkutan hasil tambang belum direalisasikan. ”Kuota produksi supaya dikurangi dulu dan jumlah kendaraan (batubara) dibatasi. Ini agar pembangunan jalan khusus batubara bisa dijalankan,” kata anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Elpisina, Selasa (15/11). (Yoga)

Menggotong Batubara PLN agar Ekspor Lancar Kemudian

HR1 11 Nov 2022 Kontan (H)

Tahun 2022 memang belum tutup buku, namun pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah berancang-ancang mengamankan pasokan batubara untuk kelistrikan di dalam negeri pada tahun depan. Melalui surat bernomor B-1372/MB.05/DBB.OP/2022, Kementerian ESDM menugaskan 125 badan usaha yang terdiri perusahaan, CV dan koperasi untuk memasok total 161,16 juta ton batubara ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tahun 2023. Angka kewajiban memasok batubara untuk kebutuhan domestik alias domestic market obligation (DMO) tahun depan lebih tinggi dari target DMO batubara sektor kelistrikan tahun ini sebesar 130 juta ton. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan, kenaikan rencana DMO kelistrikan di 2023 lantaran kebutuhan listrik meningkat. Apalagi, Lana juga memastikan produksi batubara nasional tahun depan bakal menanjak. "Tingkat produksi 2023 meningkat menjadi 694 juta ton," ungkap Lana kepada KONTAN, kemarin. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengingatkan agar pemerintah tegas dalam mengimplementasikan aturan DMO, termasuk sanksi pencabutan izin usaha bagi perusahaan kemudian yang mangkir dari kewajiban tersebut.

PENGAMAN PASOKAN BATU BARA

HR1 03 Nov 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) tengah memasuki periode krusial. Beragam tantangan seperti cuaca buruk, ketersediaan alat angkut, hingga harga yang kian tinggi di akhir tahun berisiko mengganggu aliran batu bara untuk PLN. Apalagi, jika berkaca pada situasi tahun lalu, terjadi polemik lantaran kekurangan pasokan batu bara yang lebar pada sistem pembangkit listrik milik PLN. Bahkan menurut laporan terbaru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), konsekuensi dari kondisi tersebut adalah terjadi peralihan pemanfaatan energi yang signifikan dari batu bara ke bahan bakar minyak (BBM) sepanjang tahun lalu. BPK mencatat, rencana kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2021 mencapai 82,24 juta ton. Hanya saja, realisasi pasokan hanya sekitar 66,85 juta ton. Tak ayal, pemerintah pun sempat menyetop ekspor batu bara demi mengamankan pasokan untuk PLN demi menjaga kelistrikan nasional. Agar tidak kembali terulang, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun mewanti-wanti pelaku usaha untuk untuk memenuhi kewajiban pasar domestik alias domestic market obligation (DMO). Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan bahwa pelaku usaha pertambangan batu bara harus sudah menumpuk stok batu bara menjelang cuaca ekstrem pada akhir tahun ini. Hal itu dilakukan agar kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN tetap bisa dipenuhi. Saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Arifin menegaskan tidak akan segan mencabut izin ekspor batu bara perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban DMO hingga akhir tahun ini. Perihal situasi tersebut, Singgih Widagdo, Ketua Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF), mengingatkan bahwa pasokan batu bara untuk pembangkit listrik perlu ditingkatkan. Apabila sejauh ini ketahanan pasokan batu bara sekitar 15 hari operasi (HOP), maka PLN harus mulai menambahnya jadi minimal 20 HOP.