;
Tags

Batu Bara

( 291 )

Reset Proyek Gasifikasi Batubara

KT3 23 Jun 2023 Kompas

Mundurnya perusahaan asal AS, Air Products, dari dua proyek gasifikasi batubara di  Indonesia seakan menegaskan, energi alternatif itu belum menarik dan ekonomis dari sisi bisnis. Proyek pun reset atau diatur ulang. Di sisi lain, substitusi elpiji haruslah dipikirkan. Kepastian mundurnya Air Products dari proyek hilirisasi batubara di Indonesia telah disampaikan pada akhir Maret 2023. Melalui laman resmi perusahaan pada Kamis, 23 Maret 2023, Air Products mengonfirmasi tidak lagi terlibat di proyek gasifikasi batubara mana pun di Indonesia. Sebelumnya, Air Products terlibat dalam dua proyek gasifikasi batubara di Indonesia, yakni batubara ke dimetil eter (DME) sebagai pengganti elpiji di Sumatera Selatan dan batubara ke metanol di Bengalon, Kaltim. Bahkan, peletakan batu pertama proyek DME di Sumsel, yang digarap bersama PT Bukit Asam Tbk dan PT Pertamina (Persero), diresmikan Presiden Jokowi  pada 24 Januari 2022.

Tiga bulan berselang, PT Bukit Asam (PTBA) masih mencari pengganti Air Products. ”Kami tetap komitmen dengan apa yang ditugaskan pemerintah. Kami sudah melaukan penjajakan dengan calon investor atau peminat dari luar negeri,” ujar Dirut PTBA Arsal Ismail setelah RUPS PTBA di Jakarta, Kamis (15/6). Ia menambahkan, perusahaan  yang sedang dijajaki tersebut berasal dari China. Selain terus memantau perkembangan dan proses, PTBA juga berkoordinasi dengan pemerintah agar proyek coal to DME bisa berjalan dengan baik. Apalagi, dari aspek sumber daya, PTBA memiliki cadangan batubara 3 miliar ton. Arsal juga mengakui dampak perubahan timeline proyek coal to DME dengan hengkangnya Air Products. ”Tentu harus kami jadwal ulang lagi. Kemarin, kan, sudah membuat (timeline) pembangunan berkisar 3-4 tahun. Dengan  investor baru, start (ke awal lagi). Tapi, tidak awal banget karena, kan, sudah ada yang dimulai,” katanya. (Yoga)


INDUSTRI BATU BARA : MENANTI CUAN DARI CHINA

HR1 15 May 2023 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha pertambangan batu bara dalam negeri terancam untuk ‘gigit jari’ karena tidak bisa memanfaatkan peluang dari aksi pengurangan produksi emas hitam China sebanyak 50 juta ton hingga pertengahan tahun ini. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mencatat bahwa pengurangan produksi emas hitam di China menyasar kepada batu bara metalurgi yang umumnya digunakan dalam pembuatan baja. Sementara itu, batu bara yang banyak diproduksi di Indonesia adalah termal untuk pembangkit listrik. Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif APBI, mengatakan bahwa rencana pengurangan produksi yang dilakukan oleh China tidak akan banyak memengaruhi industri batu bara nasional, terutama ekspor komoditas yang hingga kini masih menjadi andalan Indonesia tersebut. Sementara itu, Singgih Widagdo, Ketua Indonesia Mining and Energy Forum (IMEF), menyebut bahwa sebagian pelaku usaha masih mengkaji potensi tambahan ekspor ke China dalam beberapa waktu mendatang. Hanya saja, hingga kini memang masih belum jelas spesifikasi batu bara yang berpotensi hilang dari rencana penyetopan produksi China tersebut. Dia pun mengakui Indonesia memiliki peluang yang tipis untuk ikut menikmati rencana pemangkasan produksi batu bara China apabila produksi yang hilang berasal dari emas hitam dengan kualitas tinggi. Situasi itu, kata dia, justru bakal menguntungkan Australia dan Rusia. Berdasarkan Mineral One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM yang diakses kemarin, ekspor batu bara diketahui telah mencapai 60 juta ton. Jumlah tersebut setara dengan 13,04% dari target yang dipatok 460 juta ton sepanjang tahun ini.

Sejak awal tahun, industri batu bara memang menghadapi banyak tantangan, mulai dari rencana China yang melonggarkan kebijakan larangan untuk mengimpor batu bara dari Australia, rencana India menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara, hingga fluktuasi harga yang terus berlangsung hingga kini. India dan China memang menjadi konsumen terbesar batu bara asal Indonesia hingga kini. Tahun lalu, ekspor batu bara ke India mencapai 110,15 juta ton, sedangkan pengiriman ke China sebanyak 69,69 juta ton. Kementerian ESDM dalam kesempatan terpisah memastikan target ekspor batu bara tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan tingginya permintaan di pasar global. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan bahwa peningkatan target ekspor sejalan dengan naiknya target produksi batu bara pada tahun ini.

Belum Goyah Investasi Batu Bara

KT1 12 May 2023 Tempo

JAKARTA – Iklim investasi sektor tambang batu bara diperkirakan masih kokoh dalam jangka pendek karena ditopang target produksi tahunan yang dicanangkan pemerintah. Arus permodalan untuk usaha komoditas energi tersebut belum terganggu harga jualnya yang sedang menurun drastis. “Pengusaha baru mengerem investasi ketika target produksinya berkurang,” ucap Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, kepada Tempo, kemarin, 10 Mei 2023.

Harga batu bara yang sempat menyundul rekor termahal sepanjang sejarah, yaitu sekitar US$ 460 per ton pada September 2022, terus melandai secara bertahap. Selama empat bulan terakhir, nilainya tercatat tak lebih dari US$ 200 per ton. Bahkan kemarin hanya sekitar US$ 167 per ton. Padahal nilai komoditas penghasil energi itu masih US$ 404 per ton pada akhir 2022.

Dalam riset baru berjudul "Commodity Markets Outlook", Bank Dunia memprediksi harga batu bara merosot hingga 42 persen sepanjang tahun ini, kemudian turun lagi 23 persen pada 2024. Namun Bank Dunia berasumsi pengekspor batu bara Indonesia masih berpeluang mendongkrak ekspor hingga 5 persen selama beberapa waktu ke depan. (Yetede)

Kementerian ESDM Tetapkan HBA April 2023

KT1 28 Apr 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah resmi menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk bulan April yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 71.K/MB.01/MEM.B/2023 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Bulan April Tahun 2023. Dalam regulasi tersebut, HBA dalam kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 12,58%, total sulphur 0,71% , dan Ash 7,58% ditetapkan pada angka US$ 265,26 per ton. Angka ini lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai US$283,08 per ton. “Harga ini digunakan sebagai HBA acuan selama bulan April ini dalam penentuan tarif royalti dan pada perhitungan HPB kalori< 6000,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Agung Pribadi, di Jakarta, Rabu (19/4). Selanjutnya, HBA dalam kesetaraan nilai kalor 5.200 kcal/kg GAR, Total Moisture 23,12% Total Sulphur 0,69%), dan Ash 6%. Penetapan yang dikategrikan HBA I digunakan sebagai HBA acuan pada perhitungan HPB kalori > 5.200 - 6.000. “HBA I ini ditetapkan di level US$ 102,53 per ton,” ujar Agung. Terakhir, HBA dalam kesetaraan nilai kalor 4.200 kcal/kg GAR, Total Moisture 35,29%, Total Sulphur 0,2% dan Ash 4,21% diperoleh angka sebesar USD87,81 per ton. “HBA II digunakan sebagai HBA acuan pada perhitungan HPB kalori <=5.200,” sebutnya. (Yetede)

Harga Batubara Loyo, ADRO Kejar Efisiensi

HR1 26 Apr 2023 Kontan

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan fokus melakukan sejumlah efisiensi di tahun ini. Salah satunya menekan pengeluaran kontraktor untuk penambangan batubara. Maklum, kontraktor jadi salah satu penyumbang biaya terbesar operasional penambangan Adaro. Efisiensi ini juga perlu dilakukan ADRO seiring harga batubara yang sulit diprediksi. Terlebih, dibandingkan tahun 2022, harga batubara sejak awal tahun ini sudah cenderung melandai. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan, harga batubara tahun ini tak sebagus tahun 2022. "Karena itu, kami terus melakukan efisiensi agar profitabilitas perseroan tetap menarik," ungkap pria yang lebih akrab disapa Boy Thohir ini, Rabu pekan lalu (19/4). Meski melakukan efisiensi, Boy memastikan, ADRO tidak akan mengubah target kinerja tahun ini. Pada 2023, ADRO menetapkan target penjualan batubara bisa berada di kisaran 62 juta ton sampai 64 juta ton. Analis UOB Kay Hian Sekurtas Limartha Adhiputra, menilai, dengan laba bersih tahun 2022 yang melonjak 167% secara tahunan, rasio pembayaran dividen final untuk tahun buku 2022 setidaknya bisa mencapai 60%. Pada tahun ini, Limartha memproyeksi kinerja ADRO akan terkoreksi. Estimasinya, pendapatan ADRO akan tergerus 25,7% secara tahunan menjadi US$ 6,02 miliar pada tahun ini. Laba bersih ADRO tahun ini juga diprediksi ikut terpangkas 41,1% secara tahunan.

DINAMIKA HARGA BATU BARA : WASPADAI PENURUNAN PENERIMAAN NEGARA

HR1 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Pemerintah perlu mulai mewaspadai impak penurunan harga batu bara acuan terhadap penerimaan negara di tengah berbagai sentimen eksternal yang membuat harga emas hitam terus merosot di pasar global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menetapkan harga batu bara acuan atau HBA April 2023 yang kompak mengalami penurunan signifikan dari posisi bulan sebelumnya, mengikuti tren di pasar global. HBA untuk batu bara 6.322 GAR dipatok sebesar US$265,26 per ton. Harga acuan batu bara kalori tinggi itu susut 6,29% dari posisi perdagangan bulan sebelumnya di level US$283,08 per ton. Kemudian, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 5.200 kcal per kilogram GAR ditetapkan US$102,53 per ton, turun 24,99% dari bulan lalu yang diputuskan US$136,7 per ton. Selanjutnya, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 4.200 kcal per kilogram GAR diputuskan US$87,81 per kilogram, anjlok 14,13% dari bulan sebelumnya US$102,26 per ton. Sejumlah ekonom pun meminta pemerintah untuk mengantisipasi risiko susutnya penerimaan negara dari sektor batu bara selepas harga terkontrak komoditas itu yang mengalami tren pelemahan sejak akhir tahun lalu. Pasalnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga saat ini sebagian besar ditopang oleh setoran sektor industri hulu tambang batu bara sejak siklus komoditas 2 tahun belakangan. 

“Tren penurunan harga batu bara sebetulnya sudah kelihatan jelas sekali dalam beberapa bulan terakhir, terutama kuartal IV/2022 lalu yang memang tajam, tidak lepas dari kekhawatiran pelemahan perekonomian Eropa dan Amerika Serikat,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal saat dihubungi, Rabu (19/4). Selain itu, Faisal menambahkan bahwa pencabutan kebijakan Zero Covid Policy dari China belakangan dianggap tidak sesuai dengan prediksi sejumlah analis ihwal pemulihan ekonomi pesat dari negara tersebut. Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyusul penurunan HBA bulan ini. Josua berpendapat, turunnya HBA April 2023 disebabkan oleh impor batu bara dari China yang lebih rendah dari pembelian sepanjang bulan sebelumnya. Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan proyeksi PNBP dari sektor batu bara bakal tetap stabil selepas formulasi perhitungan harga acuan sebagai tolok ukur pungutan royalti diubah bulan lalu.

Sumber Pendapatan Masih Ditopang Harga Batubara dan Minyak Mentah

KT3 18 Apr 2023 Kompas

Aktivitas ekonomi yang kian menggeliat dan harga komoditas yang masih cukup tinggi membuat pendapatan negara yang berasal dari penerimaan pajak dan PNBP ikut bertumbuh. Situasi ini membuat APBN pada triwulan pertama tercatat surplus. Dalam jumpa pers APBN Kita secara daring, Senin (17/4) Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pertumbuhan pendapatan negara ditopang aktivitas ekonomi yang makin menggeliat seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berjalan. Aktivitas ekonomi yang kian masif itu meningkatkan penerimaan pajak, baik dari sisi konsumsi masyarakat maupun produktivitas dari dunia usaha. Mengutip data Kemenkeu, sampai akhir Maret 2023, realisasi pendapatan negara Rp 647,2 triliun atau tumbuh 29 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian itu setara 26,3 % target APBN 2023.

Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak utamanya berasal dari PPh Nonmigas Rp 225,95 triliun (tumbuh 31,03 % secara tahunan), PPN dan PPnBM sebesar Rp 185,7 trilun (tumbuh 42,37 % secara tahunan), PPh Migas sebesar Rp 17,73 triliun (turun1,12 % secara tahunan), PBB, serta pajak lainnya Rp 2,87 triliun (tumbuh 25,24 % secara tahunan). Selain dari penerimaan pajak, pertumbuhan pendapatan negara juga ditopang pertumbuhan PNBP. Sampai akhir Maret 2023, capaian PNBP tercatat Rp 142,7 triliun atau tumbuh 43,7 % secara tahunan, setara 32,3 % dari target APBN 2023. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan PNBP itu ditopang masih tingginya harga komoditas batubara yang mengerek PNBP dari sektor nonmigas dan juga harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang turut mengerek PNBP migas. (Yoga)


Mendorong Penghiliran Batu Bara

HR1 11 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Program penghiliran batu bara nasional tak ubahnya jauh panggang dari api. Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan, kendati pemerintah telah berupaya keras mendorong program peningkatan nilai tambah komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan penurunan produksi hasil penghiliran batu bara dengan jumlah yang signifikan dalam 3 tahun terakhir. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, realisasi peningkatan nilai tambah batu bara sepanjang 2022 mencapai 295.515 ton. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 2021 yang sebanyak 335.000 ton. Penurunan realisasi produk penghiliran batu bara tersebut juga melanjutkan tren yang terjadi sebelumnya, karena pada 2020 Kementerian ESDM mencatat ada 401.000 ton produk hasil penghiliran ‘emas hitam’. Salah satu tantangan yang muncul adalah penghiliran batu bara masih sebatas pilihan bagi pemilik izin usaha pertambangan (IUP). Penghiliran baru menjadi mandatori ketika pengusaha tambang memegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang menjadi perpanjangan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B). Di sisi lain, pengusaha batu bara pun lebih mengutamakan ekspor. Harapannya untuk mendulang untung lebih banyak dari harga batu bara global yang masih bertahan di posisi tinggi hingga saat ini. Proyek penghiliran baru bara juga perlu memenuhi beberapa aspek, a.l. biaya akuisisi teknologi, biaya operasional termasuk untuk listrik dan perawatan, pajak termasuk insentif yang diberikan, dan harga feeding batu bara.

PENGHILIRAN BATU BARA : Pemerintah Ancam Cabut IUP

HR1 31 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Triharyo Indrawan Soesilo mengatakan, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) harus segera mencari mitra pengganti Air Products & Chemical Inc. untuk percepatan proyek gasifikasi batu bara atau coal to dimethyl ether (DME). Pria yang akrab disapa Hengki itu pun menegaskan, kewajiban penghiliran menjadi syarat perpanjangan IUP di Tanah Air. “PTBA kalau tidak penghiliran, IUP-nya kan akan dicabut,” katanya, Kamis (30/3). Dia membeberkan, saat ini sudah cukup banyak investor yang menunjukkan ketertarikan untuk bisa berinvestasi pada proyek gasifikasi batu bara di Indonesia.

Komoditas Topang PNBP

KT3 23 Mar 2023 Kompas

Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 2023 diperkirakan masih akan ditopang pungutan komoditas sumber daya alam seperti halnya tahun lalu, dikarenakan harga batubara dan minyak mentah Indonesia tahun ini masih akan tinggi kendati sudah mulai menurun  dibandingkan pada 2022. Dalam APBN 2023, PNBP tahun ini ditargetkan Rp 441,4 triliun, menurun dibandingkan realisasi PNBP 2022 yang sebesar Rp 588,3 triliun. Adapun target PNBP tahun ini terdiri dari pungutan sumber daya alam (SDA) Rp 196,0 triliun, komponen PNBP lainnya Rp 113,3 triliun, badan layanan umum (BLU) Rp 83,0 triliun, dan kekayaan negara dipisahkan (KND) Rp 49,1 triliun. PNBP 2023 diperkirakan masih akan didominasi oleh pungutan SDA yang berkontribusi 44,44 % dari total PNBP.

Porsi ini sedikit lebih rendah dibandingkan kontribusi pungutan SDA pada PNBP 2022 yang sebesar 45,67 %, tetapi jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2021 yang sebesar 32,6 %. Pada 2023 harga batubara acuan diperkirakan 200 USD per ton. Harga ini tergolong tinggi meskipun sudah menurun dibandingkan pada 2022 yang sebesar 277 USD per ton. Adapun harga minyak mentah Indonesia tahun ini diperkirakan juga tetap tinggi, yakni 90 USD per barel. Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata menjelaskan, PNBP tahun ini diperkirakan lebih rendah dibandingkan pada 2022 karena harga komoditas SDA seperti batubara dan harga minyak dunia menurun dibandingkan pada 2022. (Yoga)