Belum Goyah Investasi Batu Bara
JAKARTA – Iklim investasi sektor tambang batu bara diperkirakan masih kokoh dalam jangka pendek karena ditopang target produksi tahunan yang dicanangkan pemerintah. Arus permodalan untuk usaha komoditas energi tersebut belum terganggu harga jualnya yang sedang menurun drastis. “Pengusaha baru mengerem investasi ketika target produksinya berkurang,” ucap Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, kepada Tempo, kemarin, 10 Mei 2023.
Harga batu bara yang sempat menyundul rekor termahal sepanjang sejarah, yaitu sekitar US$ 460 per ton pada September 2022, terus melandai secara bertahap. Selama empat bulan terakhir, nilainya tercatat tak lebih dari US$ 200 per ton. Bahkan kemarin hanya sekitar US$ 167 per ton. Padahal nilai komoditas penghasil energi itu masih US$ 404 per ton pada akhir 2022.
Dalam riset baru berjudul "Commodity Markets Outlook", Bank Dunia memprediksi harga batu bara merosot hingga 42 persen sepanjang tahun ini, kemudian turun lagi 23 persen pada 2024. Namun Bank Dunia berasumsi pengekspor batu bara Indonesia masih berpeluang mendongkrak ekspor hingga 5 persen selama beberapa waktu ke depan. (Yetede)
Tags :
#Batu BaraPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023