;
Tags

Perbankan

( 2293 )

Keyakinan Konsumen Merosot

KT1 16 Apr 2025 Investor Daily (H)
BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (KK) Maret 2025 turun menjadi 121,1 Maret 2025. Angka ini lebih rendah dari Februari 2025 dimana posisi IKK sebesar 126,4. Meski IKK menurun tetapi BI memandang keyakinan konsumen tetap terjaga. Lantaran IKK tetap berada di atas 100 atau tetao berada level optimis. "Survei Konsumen BI pada Maret 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terjaga. Hal ini tercermin dari IKK Maret 2025 yang tetap berada pada level optimis sebesar 121,1," ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan dan Denny Prakoso. Berdasarkan kelompok pengeluaran responden, keyakinan konsumen pada Maret 2025 tetap optimis untuk seluruh kelompok, dengan IKK tertinggi pada responden pengeluaran  Rp 5 juta (127,9), diikuti oleh pengeluaran Rp 4,1-5 juta (123,0) dan Rp3,1- 4 juta (120,6) "Meski demikian, perkembangan optimisme tersebut menurun dibandingkan kondisi bulan sebelumnya untuk seluruh kelompok pengeluaran," kata dia. Berdasarkan kelompok usia IKK juga tetap di level optimis pada seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun (126,3), 31-40 tahun (122,5) dan 41-50 tahun (119,7). Kelompok usia 60 tahun mengalami peningkatan optimisme dibandingkan periode sebelumnya, sementara kelompok usia lainnya mengalami penurunan. (Yetede)

Saham Bank Digital Belum Menggoda Meski Untung Besar

HR1 16 Apr 2025 Kontan

Awal tahun 2025, sejumlah bank digital mencatatkan pertumbuhan laba yang impresif, seperti Bank Jago (ARTO) yang membukukan kenaikan laba sebesar 214,7% menjadi Rp 39,8 miliar, dan Bank Neo Commerce (BBYB) yang lonjakannya bahkan mencapai 902,8% menjadi Rp 110,9 miliar. Namun, pencapaian kinerja positif ini tidak tercermin dalam pergerakan harga saham, yang justru mengalami tren penurunan signifikan sejak awal tahun.

Tjit Siat Fun, Direktur Kepatuhan Bank Jago, menekankan bahwa fundamental Bank Jago tetap sehat, namun pergerakan saham dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk sentimen global. Hal ini diamini oleh David Wirawan, SVP Finance Bank Amar Indonesia, yang menyebutkan pentingnya transparansi dan inovasi untuk menjaga kepercayaan investor.

Menurut Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas, tekanan pasar global, seperti kenaikan tarif impor AS, depresiasi rupiah, dan kebijakan pemerintah, ikut membebani saham bank digital. Persaingan pun kian ketat, sebab bank-bank konvensional mulai masuk ke ranah digital dengan valuasi yang lebih menarik.

Muhammad Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas juga mencatat bahwa tekanan dari arah kebijakan The Fed dan risiko likuiditas membuat bank digital harus mempertimbangkan penguatan struktur keuangan, bahkan membuka opsi merger. Audi menambahkan, investor kini lebih rasional dan menuntut profitabilitas serta efisiensi, bukan sekadar pertumbuhan pengguna.

Meski menghadapi tekanan, prospek bank digital tetap terbuka, khususnya bagi yang terintegrasi dengan ekosistem grup. Audi masih merekomendasikan speculative buy untuk saham AGRO dan ARTO, mengindikasikan adanya peluang jangka pendek di tengah tekanan jangka menengah.

Ditangkapnya Pembobol Bank Rp 23,6 Triliun

KT3 15 Apr 2025 Kompas

Pelarian Mehul Choksi (65) berakhir di Belgia. Pengusaha perhiasan itu diburu sejak 2018 dengan tudingan membobol Punjab National Bank Rp 23,6 triliun. Media India, seperti Hindustan Times, NDTV, dan The Times of India, mengulas penangkapan Choksi lewat laporan pada Senin (14/4). Choksi ditangkap di Antwerp, Belgia, akhir pekan lalu. Pengacara Choksi, Vijay Agarwal, menyatakan tengah mengajukan praperadilan atas penangkapan itu. Choksi, kata Agarwal, tinggal secara sah di Belgia dan menjalani pengobatan kanker di sana selama beberapa waktu terakhir. Alasan kesehatan diajukan untuk mengeluarkan Choksi dari tahanan. Ia memegang izin tinggal yang berlaku maksimum lima tahun di Belgia, karena istrinya, Preeti Choksi, berkewarganegaraan Belgia.

Dari Belgia, menurut India Today, Choksi akan menuju Swiss dengan alasan mau berobat. Menurut India Today, sejumlah aparat India segera menuju Belgia untuk mengawal proses ekstradisi Choksi. Proses itu masih harus menunggu persidangan yang baru akan dimulai. Bobol bank Choksi diburu aparat India sejak 2018. Perburuan bermula dari laporan Punjab National Bank (PNB) atas keanehan di salah satu cabang PNB di Mumbai, India. Manajemen PNB menemukan keanehan dari penerbitan 1.212 surat jaminan pembayaran, yang diterbitkan pada 2011-2016. Mayoritas surat untuk pembelian mutiara. Choksi, lewat Gitanjali Group, mengelola jaringan toko perhiasan. Inti bisnisnya berlian. Total ada 4.000 toko perhiasan di India yang dikendalikan Gitanjali Group.

Dalam pembobolan PNB, Choksi bersekongkol dengan keponakannya, Nirav Modi, yang juga diburu aparat India. Mereka dijerat dengan serangkaian tuduhan terkait aturan perbankan dan pencucian uang. Aparat juga memburu saudara dan istri Modi, Nishal dan Ami Choksey. Mertua Modi, Amukuraj Choksey, juga pedagang berlian dan aneka perhiasan. Bisnis Amukuraj tidak sebesar bisnis Choksi. Pertama kali kasus itu dilaporkan pada Februari 2018, taksiran kerugian mencapai 280 miliar rupee. Waktu itu, 1 USD setara 64 rupee. Dengan demikian, taksiran kerugiannya mencapai 4,3 USD. Belakangan, setelah audit menyeluruh, ditemukan kerugian 110 miliar rupee atau 1,718 miliar USD. Waktu itu, nilai tukar per USD setara Rp 13.775. Dengan demikian, kerugiannya mencapai Rp 23,6 triliun. (Yoga)


Para Pemudik Keluhkan Ketersediaan Tiket Pesawat dan Kereta

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily
Meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum oleh para pemudik belum didukung dengan ketersediaan kuota tiket pesawat terbang maupun kereta api antar kota pada masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025. Lembaga survei KedaiKOPI merilis hasil Survei Mudik Idulfitri 2025 yang melibatkan 1.062 responden melalui metode Computerized Assited Self Interview (CASI) pada 2-8 April 2025 atau setelah Hari Raya Idulfitri 2025. Direktur Riset dan Komunikasi KediaKopi, Ibnu Dwi Cahyo mengatakan pemudik yang menggunakan   transportasi umum pada Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4%  dibandingkan  Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4% dibandingkan Angleb 2024 yang sebesar 49,2%. Sedangkan jenis transportasi umum yang paling banyak digunakan pemudik adalah bus (69%), kereta api (33,7%), pesawat (7,6%) dan kapal laut (5,1%). Disisi lain penggunaan transportasi pribadi pada Angkutan Lebaran 2025 menurun menjadi 42% jika dibandingkan  periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 66%. Meski demikian, jenis transportasi pribadi yang banyak digunakan adalah pada motor sebesar 53,1% yang juga mnegalami peningkatan penggunaan  dari Angkutan Lebaran 2024 sebesar 19,3%. "Di Jabodetabek, 67% responden memilih transportasi umum karena kemudahan akses dan ketersediaan armada. Namun, penggunaan sepeda motor juga naik, dengan 51,1% pengguna transportasi pribadi memilih motor," kata Ibnu. (Yetede)

Para Pemudik Keluhkan Ketersediaan Tiket Pesawat dan Kereta

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily
Meningkatnya jumlah pengguna transportasi umum oleh para pemudik belum didukung dengan ketersediaan kuota tiket pesawat terbang maupun kereta api antar kota pada masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2025. Lembaga survei KedaiKOPI merilis hasil Survei Mudik Idulfitri 2025 yang melibatkan 1.062 responden melalui metode Computerized Assited Self Interview (CASI) pada 2-8 April 2025 atau setelah Hari Raya Idulfitri 2025. Direktur Riset dan Komunikasi KediaKopi, Ibnu Dwi Cahyo mengatakan pemudik yang menggunakan   transportasi umum pada Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4%  dibandingkan  Angleb 2025 meningkat menjadi 53,4% dibandingkan Angleb 2024 yang sebesar 49,2%. Sedangkan jenis transportasi umum yang paling banyak digunakan pemudik adalah bus (69%), kereta api (33,7%), pesawat (7,6%) dan kapal laut (5,1%). Disisi lain penggunaan transportasi pribadi pada Angkutan Lebaran 2025 menurun menjadi 42% jika dibandingkan  periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 66%. Meski demikian, jenis transportasi pribadi yang banyak digunakan adalah pada motor sebesar 53,1% yang juga mnegalami peningkatan penggunaan  dari Angkutan Lebaran 2024 sebesar 19,3%. "Di Jabodetabek, 67% responden memilih transportasi umum karena kemudahan akses dan ketersediaan armada. Namun, penggunaan sepeda motor juga naik, dengan 51,1% pengguna transportasi pribadi memilih motor," kata Ibnu. (Yetede)

Pariwisata Berkelanjutan Menunjukkan Pertumbuh yang Bagus

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily (H)
Sejak pandemi, ternyata pariwisata berkelanjutan atau eco tourism menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus. Hal ini tercermin dengan adanya peningkatan yang signifikan untuk akomodasi-akomodasi yang ramah lingkungan ini. CEO dan Co-Founder Tiket.com Michael Gaery Undarsa menerangkan, ada peningkatan sekitar 27% dibandingkan periode sebelumnya. Melihat peluang tersebut, Tiket.com sendiri meluncurkan Tiket Green, yang menawarkan akomodasi  wisata yang berkonsep sustainability atau berkelanjutan. "Destinasi wisata yang tetap menjadi yang populer banget, ya of coures, Jakarta is one thing, tapi Bali, Jogya, Surabaya, itu tuh mereka yang memang masih. Kalau dari segi jumlah paling banyak yang bisa mengadopsi Tiket Green," kata dia. Gaery melihat kenaikan-kenaikan ini mencerminkan adanya ketertarikan dan keinginan untuk masyarakat untuk mengadopsi untuk memilih pilihan yang lebih responsible dan lebih bertanggung jawab. "Dan kita juga perhatiin juga dari segi datanya sekitar 86% semua survei yang menyatakan dimana yang namanya eco tourism itu menjadi salah satu tren yang bakal menjadi penting sekali di 2024 dan 2025," kata dia. Selain itu, berdasarkan data You Gov ada sebanyak 85% wisatawan berusia 16-34 tahun menganggap praktik ramah lingkungan atau eco tourism menjadi daya tarik yang sangat penting. (Yetede)

CIMB Niaga Bagikan Dividen Senilai Rp 3,9 Triliun

KT1 15 Apr 2025 Investor Daily (H)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) PT Bank CIMB Tbk (BNGA) menyetujui penggunaan laba bersih untuk didistribusikan sebagai dividen tunai sebesar-besarnya 60% dari laba bersih atau setara Rp3,9 triliun. Rapat menyetujui pembagian dividen tunai senila Rp3,9 triliun (gross) dari laba bersih bank only tahun buku 2024 sebesar Rp6,5 triliun. Sehingga, pemegang saham BNGA akan memperoleh Rp 155,73 per saham. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan selambatnya 30 hari kalender setelah putusan RUPST. Sisa laba bersih tahun buku 2024 setelah dikurangi pembagian dividen tunai, dibukukan sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha bank. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, penetapam dividen tunai telah memperhitungkan tingkat permodalkan untuk ekspansi ke depan. "Betul. Sudah dengan mempertimbangkan investasi yang konsisten untuk terus tumbuh dengan meningkatkan customer experience lewat digitalization untuk pelayanan yang SBF (simpler, Better, faster) serta mempertahankan tingkat permodalan yang kuat," jelas Lani. Salah satu hal yang menjadi daya tarik utama bagi investor adalah  imbal hasil dividen BNGA tercatat mencapai 8,66%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri yang hanya sekitar 3,66%, yang jauh lebih tinggi dari rata-rata industri yang hanya sekitar 3,99%. (Yetede)

Dana Besar Kabur dari Aset Berisiko

HR1 15 Apr 2025 Kontan (H)

Kekhawatiran terhadap disiplin fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, stabilitas ekonomi dalam negeri, dan ketegangan global seperti perang tarif, mendorong sebagian kalangan kaya di Indonesia untuk merelokasi dananya. Data OJK menunjukkan adanya penurunan nilai efek rupiah milik investor lokal di KSEI pada Februari 2025 menjadi Rp 4,42 kuadriliun dari Rp 4,65 kuadriliun pada Desember 2024, mencerminkan penurunan bulanan pertama dalam beberapa bulan terakhir.

Penurunan terutama terjadi pada aset berisiko tinggi seperti saham dan kripto. Nilai saham yang tercatat menurun dari Rp 3,68 kuadriliun menjadi Rp 3,44 kuadriliun, sementara transaksi kripto menyusut menjadi Rp 32,7 triliun.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan justru tumbuh, terutama dari segmen kaya dan korporasi. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh 7,5% secara tahunan per Februari 2025. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyebut bahwa dalam situasi volatil ini, bank bisa menarik lebih banyak DPK.

Henny Eugenia dari BNI menyatakan bahwa minat investasi nasabah masih tinggi, terutama pada obligasi. Bahkan, nilai tabungan nasabah segmen Emerald naik 16% dan aset kelolaan investasi tumbuh 18% secara tahunan. Ivan Adrian Jaya dari Danamon juga menekankan bahwa belum ada tanda signifikan pemindahan dana ke luar negeri, meski investasi reksadana sedikit melambat.

Namun, Trioksa Siahaan dari LPPI mengingatkan bahwa realokasi aset tetap bisa menjadi pintu awal pemindahan dana, baik melalui reksadana global, family office, maupun mekanisme lain sesuai preferensi nasabah kaya.

Mahalnya Biaya Tarik Tunai Bank DKI

KT3 12 Apr 2025 Kompas

Selain beberapa kali mengalami gangguan layanan, Bank DKI mendapat sorotan terkait biaya administrasi yang dianggap terlalu mahal untuk penarikan uang tunai dalam jumlah besar. Bank DKI dinilai perlu mengevaluasi dan menyesuaikan kebijakan biaya administrasi agar lebih bersaing dengan bank-bank lain yang menawarkan tarif lebih rendah. Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Francine Eustacia, Jumat (11/4), mengatakan, biaya administrasi penarikan tunai di atas Rp 100 juta di Bank DKI tanpa pemberitahuan sehari sebelumnya mencapai Rp 100.000, jauh lebih tinggi disbanding bank lain yang hanya Rp 10.000 untuk transaksi serupa.

Banyak nasabah yang merasa terbebani dengan biaya yang dibebankan, terutama untuk transaksi besar, yang dianggap tidak sebanding dengan layanan yang diterima. Menurut dia, nasabah dengan transaksi besar seharusnya mendapatkan fasilitas istimewa, termasuk kemungkinan pembebasan biaya administrasi. Banyak bank berlomba memberikan layanan bebas biaya administrasi untuk menarik nasabah. Francine juga menyoroti biaya penukaran uang di Bank DKI yang mencapai Rp 10.000. Biaya-biaya administrasi ini, perlu ditinjau ulang mengingat Bank DKI perlu meningkatkan daya tariknya di tengah persaingan perbankan yang ketat. (Yoga)


Resiko Meningkat, Kredit Investasi jadi Tumpuan

KT1 12 Apr 2025 Investor
Pada dua bulan 2025, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi diantara segmen lainnya. Ini menjadikan pembiayaan proyek jangka panjang tulang punggung industri perbankan dalam menjaga laju intermediasi di tengah peningkatan risiko. Di saat kualitas kredit meningkat dan risiko gagal bayar menghantui, penyaluran kredit investasi justru tetap mengalir, mengandalkan minat korporasi terhahadap ekspansi jangka panjang masih tetap solid. Mengacu data OJK, pada Februari 2025, pertumbuhan kredit tetap double digit, sebesar 10,3% secara  tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp7.825 triliun. Pertumbuhan ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat 10,27%. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi tumbuh tumbuh sebesar 14,62%, melampaui pertumbuhan kredit konsumsi  yang sebesar 10,31% dan kredit modal kerja 7,66% (yoy) per Februari 2025. Bahkan apabila dibandingkan ddengan bulan sebelumnya, akhir 2024, hingga akhir 2023, kredit investasi terakselerasi di posisi Desember 2024, hingga akhir 2023, kredit investasi terakselerasi dari posisi Desember 2023 sebesar 13,62%, dan Januari 2025 sebesar 13,22% (Yetede)