;
Tags

Perbankan

( 2293 )

BRI Bukukan Laba Fantastis di Kuartal Awal

HR1 02 May 2025 Bisnis Indonesia (H)

Di tengah tantangan ekonomi global akibat tensi geopolitik dan perang tarif, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mencatat kinerja positif pada Triwulan I 2025 dengan meraih laba bersih sebesar Rp13,80 triliun dan pertumbuhan aset sebesar 5,49% YoY menjadi Rp2.098,23 triliun. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pencapaian ini diperoleh berkat strategi fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penguatan konsumsi domestik. Penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.373,66 triliun, dengan 81,97% dialokasikan ke UMKM, seperti dijelaskan oleh Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya.

BRI juga memperkuat inklusi keuangan melalui AgenBRILink yang tersebar di 67 ribu desa dan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Mucharom, Direktur Manajemen Risiko, menyoroti perbaikan kualitas kredit dengan NPL turun menjadi 2,97% dan NPL coverage mencapai 200,60%, menunjukkan manajemen risiko yang efektif. Dari sisi pendanaan, Direktur Network & Retail Funding Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.421,60 triliun, didukung dominasi dana murah (CASA) dan pertumbuhan layanan digital BRImo.

Sementara itu, Viviana Dyah Ayu selaku Direktur Finance & Strategy menekankan bahwa kondisi likuiditas dan permodalan BRI tetap kuat, dengan CAR mencapai 24,03%. Menutup konferensi, Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI siap melanjutkan transformasi menjadi bank universal yang melayani seluruh lapisan masyarakat dan sektor, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan inovasi di tengah tantangan global.

Kinerja Solid Goto, dengan Pertumbuhan Pendapatan 37%

KT1 30 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengawali kinerja yang kuat di tiga bulan pertama tahun ini, dengan pertumbuhan pendapatan 37% serta EBITDA Grup yang berbalik positif pada kuartal 1-2025. Perseroan juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan tertinggi untuk unit bisnis Fintech dan On-Demand Services, serta pertumbuhan GTV inti tahunan yang berkelanjutan. "Kami memulai tahun ini dengan momentum yang kuat, mencetak rekor baru dan kinerja kuartalan yang menguntungkan," kata Direktur Utama Grup GoTo Patrick Waluyo. Patrick mengungkapkan, pihaknya terus mengoptimalkan basis pelanggan GOTO untuk mencakup segmen pengguna  premiun yang memiliki daya beli besar dengan tingkat keterlibatan tinggi, sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis perseroan. Pada saat yang sama, perseroan terus meningkatkan penawaran di semua segmen yang didorong oleh inovasi produk dan investasi di bidang teknologi untuk mendorong ekspansi lebih luas. "Seluruh upaya ini memperluas jangkauan kami, meningkatkan profitabilitas, dan memposisikan  bisnis untuk pertumbuhan jangka panjang," kata dia. Patrick memaparkan, GTV Grup tumbuh 24% yoy pada kuartal 1-2025 mencapai Rp 144,6 triliun. Pendapatan bersih naik 37% yoy menjadi Rp 4,23 triliun. (Yetede)

Memperluas Penyaluran Kredit Berkelanjutan

KT1 30 Apr 2025 Investor Daily (H)
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, akselerasi dalam memperkuat ekonomi wholesale dan memperluas penyaluran kredit berkelanjutan menjadi langkah utama perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Strategi tersebut berhasil mendorong capaian kinerja yang solid sekaligus mempercepat transformasi digital guna memperluas akses layanan keuangan. Sinergi dengan berbagai mitra serta partisipasi dalam program pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penguatan pembiayaan di sektor-sektor prospektif dan resilen serta digitalisasi layanan finansial, menjadi kunci dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, bank berlogo pita emas ini akan konsisten melanjutkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan melalui akselerasi segmen wholesale dan penguatan  ekosistem ritel, sambil tetap mengedapankan manajemen risiko secara disiplin. "Dengan fokus pada peningkatan dana murah berbasis transaksi serta pembiayaan ke sektor-sektor unggulan, kami optimistis dapat menjaga efisiensi biaya dana dan mendukung ekspansi bisnis secara  sehat dan berkesinambungan," tegas Darmawan. (Yetede)

Perbankan Diminta Tetap Dorong Sektor Usaha

HR1 30 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Ketidakpastian global, seperti kebijakan tarif impor Amerika Serikat dan perlambatan ekonomi dunia, menimbulkan tantangan serius bagi pelaku usaha Indonesia. Faktor lain seperti fluktuasi nilai tukar, deflasi, serta tingginya suku bunga turut memperlemah sentimen bisnis domestik, sebagaimana tercermin dalam proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan penurunan aktivitas usaha pada kuartal I/2025. Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8%, mencerminkan risiko meluas di ekonomi utama seperti AS dan China.

Ekonom dan pelaku industri menekankan pentingnya peran industri perbankan sebagai mitra strategis dunia usaha. Dalam hal ini, bank tidak hanya bertindak sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai penasihat bisnis yang responsif dan adaptif terhadap dinamika global. Dengan memanfaatkan jaringan lokal dan internasional, bank dapat menawarkan solusi finansial menyeluruh—seperti transaction banking, treasury, dan pembiayaan proyek—yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik nasabah, baik korporasi maupun ritel.

Tokoh penting dalam artikel ini adalah Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyoroti perlambatan global, serta Bank Indonesia yang memberikan proyeksi melemahnya kegiatan usaha di dalam negeri. Meski tidak disebutkan secara personal, peran bank sebagai institusi sangat ditekankan untuk menciptakan siklus pertumbuhan positif bersama pelaku usaha, melalui wawasan, keahlian, dan solusi keuangan yang relevan dan fleksibel.

Perempuan Korban Pinjol Membutuhkan Kehadiran Negara

KT1 29 Apr 2025 Kompas (H)
Praktik rentenir dalam bentuk pinjaman daring atau biasa disebut dengan pinjaman online (pinjol) kian mengkhawatirkan dan mengancam masyarakat kelompok rentan, terutama para perempuan. Pemerintah harus segera bertindak menghentikan praktik itu agar tak semakin banyak korban yang jatuh. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan organisasi masyarakat sipil meminta negara hadir melindungi perempuan korban dan memutus lingkaran kekerasan yang dialami para perempuan yang terjerat utang berlipat-lipat akibat skema bunga-berbunga yang diterapkan pengelola akun pinjol. ”Komnas Perempuan mendesak agar negara tidak melakukan pengabaian terhadap perempuan korban pinjol yang mengalami kekerasan berlapis dan pelanggaran hak asasi manusia berupa perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan  merendahkan martabat manusia,” ujar Sondang Frishka Simanjuntak, komisioner Komnas Perempuan, Senin (28/4/2025), di Jakarta.

Perempuan bisa dengan mudah menjadi korban pinjol karena persyaratan meminjam dan aksesnya amat mudah jika dibandingkan dengan proses pinjaman di bank pada umumnya. Cukup dengan nomor telepon, kartu tanda penduduk, dan foto diri (swafoto), peminjam di pinjol bisa langsung menerima dana. Kekerasan berlapis yang dialami perempuan korban pinjol merupakan persoalan serius dan sudah berlangsung lama, bahkan sebelum pandemi Covid-19. ”Negara harus hadir untuk memenuhi hak korban atas penanganan, pemulihan, dan jaminan ketidakberulangan,” kata Sondang. Karena lemahnya perlindungan negara, pinjol justru lebih sering menjadijebakanjerat utang, eksploitasi, tipu daya dengan memanfaatkan kerentanan kelompok miskin dan perempuan, serta menghasilkan kejahatan baru atau kejahatan lanjutan dan berlapis. Koordinator Nasional Forum Pengada Layanan bagi Perempuan Korban Kekerasan Siti Mazumah menilai, kasus perempuan korban pinjol merupakan persoalan sistemik yang harus menjadi perhatian bersama untuk memutus lingkaran setan kekerasan pada perempuan. (Yetede)


Perempuan Korban Pinjol Membutuhkan Kehadiran Negara

KT1 29 Apr 2025 Kompas (H)
Praktik rentenir dalam bentuk pinjaman daring atau biasa disebut dengan pinjaman online (pinjol) kian mengkhawatirkan dan mengancam masyarakat kelompok rentan, terutama para perempuan. Pemerintah harus segera bertindak menghentikan praktik itu agar tak semakin banyak korban yang jatuh. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan organisasi masyarakat sipil meminta negara hadir melindungi perempuan korban dan memutus lingkaran kekerasan yang dialami para perempuan yang terjerat utang berlipat-lipat akibat skema bunga-berbunga yang diterapkan pengelola akun pinjol. ”Komnas Perempuan mendesak agar negara tidak melakukan pengabaian terhadap perempuan korban pinjol yang mengalami kekerasan berlapis dan pelanggaran hak asasi manusia berupa perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan  merendahkan martabat manusia,” ujar Sondang Frishka Simanjuntak, komisioner Komnas Perempuan, Senin (28/4/2025), di Jakarta.

Perempuan bisa dengan mudah menjadi korban pinjol karena persyaratan meminjam dan aksesnya amat mudah jika dibandingkan dengan proses pinjaman di bank pada umumnya. Cukup dengan nomor telepon, kartu tanda penduduk, dan foto diri (swafoto), peminjam di pinjol bisa langsung menerima dana. Kekerasan berlapis yang dialami perempuan korban pinjol merupakan persoalan serius dan sudah berlangsung lama, bahkan sebelum pandemi Covid-19. ”Negara harus hadir untuk memenuhi hak korban atas penanganan, pemulihan, dan jaminan ketidakberulangan,” kata Sondang. Karena lemahnya perlindungan negara, pinjol justru lebih sering menjadijebakanjerat utang, eksploitasi, tipu daya dengan memanfaatkan kerentanan kelompok miskin dan perempuan, serta menghasilkan kejahatan baru atau kejahatan lanjutan dan berlapis. Koordinator Nasional Forum Pengada Layanan bagi Perempuan Korban Kekerasan Siti Mazumah menilai, kasus perempuan korban pinjol merupakan persoalan sistemik yang harus menjadi perhatian bersama untuk memutus lingkaran setan kekerasan pada perempuan. (Yetede)


BSI Siap Rebut Pasar Syariah Global

KT1 28 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan melebarkan sayapnya di kancah internasional usai memperoleh izin lisensi pembukaan kantor cabang di Arab Saudi. Langkah strategis ini membuka peluang besar bagi BSI untuk menggarap potensi pasar syariah global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta keuangan syariah dunia. Meski demikian, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengaku masih menunggu surat resmi  dari Saudi Arabian Monatary Agency (SAMA) atas informasi yang beredar terkait perizinan lisensi kantor cabang di Arab Saudi. Diharapkan surat resmi segera diterima, sehingga BSI siap melayani jemaah umrah dan haji tahun ini. Kabar bahagia tersebut juga diamini oleh Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BSI Adiwarman Karim. "Insya Allah ini peluang yang sangat bagus, karena banyaknya jamaah haji dan umrah, bisnis yang menyertainya, juga diaspora Indonesia di Saudi," kata Adiwarman.   Kehadiran BSI di Arab Saudi diharapkan bisa mengakselerasi bisnis remitansinya, pembiayaan haji dan umrah, serta jasa  layanan keuangan bagi diaspora dan pebisnis Indonesia. Setip tahunnya, jutaan warga negara Indonesia melakukan perjalanan ibadah ke Arab Saudi, dengan kebutuhan transaksi keuangan yang besar dan beragam. (Yetede)

Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Tertahan oleh Daya Beli

KT1 26 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan kredit UMKM  terus menunjukkan tren melambat dalam satu dekade terakhir. Hingga Maret 2025, kredit UMKM hanya tumbuh 1,7% secara year on year (yoy), masih lemahnya daya beli jadi faktor utama.  Berdasarkan data bank Indonesia (BI) kredit UMKM di kuartal 1 tahun ini menjadi yang terendah, kecuali pada awal tahun 2020 ketika terjadi Covid-19 yang mengalami kontraksi 2,2% (yoy). Di mana, kredit UMKM sempat mencatat pertumbuhan dua digit secara konsisten pada 20014-2015, masing-masing tumbuh 10,3% (yoy) dan 10,1% (yoy). Setelah itu, mulai menyusut pada 2016 dengan pertumbuhan 8,4% (yoy), dan pada 2018 kredit UMKM naik 9,9% (yoy). Setelah itu,  trennya mulai menurun secara grudual. Pada 2019, pertumbuhan ke 7,7% melambat dari tahun ke tahun sebelumnya, bahkan sempat mengalami kontraksi 2,2% pada 2020 akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, pasca pandemi, tahun 2021 menjadi titik balik dengan pertumbuhan tinggi sebesar 12,3% (yoy), disusul 10,2% pada 2022. Setelah itu, laju pertumbuhan kredit UMKM  kembali mengalami tekanan, masing-masing menjadi 7,9% (yoy) di 2023, lalu turun signifikan ke 3% pada akhir 2024, dan terakhir menyentuh 1,7 (yoy) per Maret 2025. (Yetede)

Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Tertahan oleh Daya Beli

KT1 26 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan kredit UMKM  terus menunjukkan tren melambat dalam satu dekade terakhir. Hingga Maret 2025, kredit UMKM hanya tumbuh 1,7% secara year on year (yoy), masih lemahnya daya beli jadi faktor utama.  Berdasarkan data bank Indonesia (BI) kredit UMKM di kuartal 1 tahun ini menjadi yang terendah, kecuali pada awal tahun 2020 ketika terjadi Covid-19 yang mengalami kontraksi 2,2% (yoy). Di mana, kredit UMKM sempat mencatat pertumbuhan dua digit secara konsisten pada 20014-2015, masing-masing tumbuh 10,3% (yoy) dan 10,1% (yoy). Setelah itu, mulai menyusut pada 2016 dengan pertumbuhan 8,4% (yoy), dan pada 2018 kredit UMKM naik 9,9% (yoy). Setelah itu,  trennya mulai menurun secara grudual. Pada 2019, pertumbuhan ke 7,7% melambat dari tahun ke tahun sebelumnya, bahkan sempat mengalami kontraksi 2,2% pada 2020 akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, pasca pandemi, tahun 2021 menjadi titik balik dengan pertumbuhan tinggi sebesar 12,3% (yoy), disusul 10,2% pada 2022. Setelah itu, laju pertumbuhan kredit UMKM  kembali mengalami tekanan, masing-masing menjadi 7,9% (yoy) di 2023, lalu turun signifikan ke 3% pada akhir 2024, dan terakhir menyentuh 1,7 (yoy) per Maret 2025. (Yetede)

Dividen Jumbo Unilever

KT1 25 Apr 2025 Investor Daily
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan komitmennya untuk konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar untuk kinerja keuangan tahun buku 2024. Tahun lalu, emiten consumer goods tersebut membagikan dividen sebanyak 111% dari laba bersih 2023, dan setahun sebelumnya sebanyak 99,6% dari laba 2022. Ekspektasi pembagian dividen jumbo dan membaiknya kinerja pun, membuat saham emiten berkode UNVR ini diproyeksikan menanjak hingga Rp2.000 dari posisi saat ini Rp 1.495. "Dividen pasti 100% dibayarkan di 2025. Kami tetap berkomitmen memastikan distribusi dividen kami 100% kepada pemegang saham kami," kata Direktur Finance Unilever Indonesia Neeraj Lal. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,37 triliun pada 2024, perseroan  telah membagikan  dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp1,56 triliun atau Rp41 per saham. Tahun lalu, total dividen yang telah dibayarkan Unilever pada tahun buku 2023 adalah sebesar Rp 140 per saham atau seluruhnya mencapai Rp5,34 triliun, 111% dari laba bersih (dividen payout ratio). Dividen UNVR selain diambil dari laba bersih tahun buku 2023, juga berasal dari saldo laba yang ditahan dari tahun-tahun sebelumnya. (Yetede)