Pasar Modal
( 326 )177 Pengaduan Perusahaan Pialang Berjangka
Ngerem Ekspansi di Tahun Politik
Saham Gocapan, Bagai Jamur di Musim Hujan
Jumlah saham tidur yang mangkrak di level terendah Rp 50 alias gocap bak cendawan di musim hujan. Saham-saham penghuni zona gocap ini tak cuma berasal dari saham-saham emiten kecil ataupun saham dengan free float mini. Saham-saham milik para konglomerat juga banyak yang terkapar di zona gocap. Sejumlah saham itu bahkan punya jumlah kepemilikan publik yang lumayan besar. Dari data Bloomberg, jumlah saham yang ngepas di level gocap per 12 Januari 2024 sebanyak 120 saham. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 72 saham. Nah, dari 72 saham yang mangkrak di zona gocap pada tahun lalu, sebagian saham ambles di bawah Rp 50, bahkan ada yang menyentuh Rp 2 per saham. Jika ditotal, saham-saham yang berada di zona gocap punya nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp 66,4 triliun. Jumlah ini belum termasuk saham-saham yang turun naik tak jauh dari Rp 50 per saham. Penghuni level gocap lainnya mayoritas diisi saham-saham anyar yang belum lama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham baru ini juga kebanyakan masuk ke papan akselerasi. Di papan ini, harga saham bisa longsor ke bawah Rp 50. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo mengatakan, dari sekitar 120 saham yang bersarang di level gocap, sebanyak 30 saham tidak memiliki notasi khusus.
Sementara 89 saham punya notasi khusus. Sebanyak 48 di antaranya memiliki status "X" atau ada di papan pemantauan khusus. Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri membuat Papan Pemantauan Khusus ini sebagai perlindungan investor, agar investor bisa lebih mudah mengetahui kondisi likuiditas dan fundamental emiten sebelum berinvestasi. Semakin banyak saham gocap di bursa, makin banyak pula duit investor yang nyangkut. Potensi kerugian investor bisa semakin besar jika saham-saham ini kembali turun. Bahkan duit investor bisa menguap. Sebelumnya Kontan menulis, harga saham di bawah Rp 50 bikin investor tekor Rp 9,4 triliun (Harian KONTAN, 11 Januari 2024). "Emiten-emiten ini seharusnya memberi paparan keterbukaan publik terkait prospek atau rencana bisnis emiten ke depan. Jadi investor dapat menilai atau mendapat kejelasan prospek harga sahamnya ke depan," ujar Praska ke KONTAN Minggu (14/1). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, penyebab utama saham tertidur di gocap adalah faktor fundamental, ada penurunan kinerja atau merugi. Termasuk untuk saham yang tergolong masih baru di bursa. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menimpali, saham-saham gocap identik dengan persepsi saham gorengan. Pergerakan harga sering tidak wajar, lalu kembali ke Rp 50, terutama setelah profit taking.Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan bilang, sentimen penggerak harga saham gocap lebih sulit terprediksi. Jadi sebaiknya melirik saham lain saja.
TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI
Momentum 2024 mulai berpihak kepada saham-saham sektor teknologi seiring dengan sentimen suku bunga tinggi mulai mereda. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed dan BI rate diyakini dapat mendorong penguatan saham di sektor tersebut. Sejumlah emiten mampu membukukan kenaikan harga saham secara positif. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), misalnya, naik 12,18% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/ytd) ke harga 4.850, GOTO (5,18%), PTSN (3,28%), MLPT (3,18%), dan NFCX (2,72%). Meski demikian, sebagian konstituen masih mengalami pelemahan. Hal ini membuat IDX Technology turun 0,17% ke level 4.336 pada Jumat (12/1). Sepanjang tahun berjalan, IDX Technology masih turun 2,23%. Posisinya masih lebih rendah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah 0,44% secara ytd. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan prospek suku bunga acuan yang melandai dapat kembali menggairahkan investasi ke saham teknologi. "Suku bunga memang akan berdampak terhadap kepercayaan investor ke saham-saham teknologi," ujarnya, Jumat (12/1). Bhima menilai booming investasi teknologi terkait ritel sudah berakhir, dan kini, saatnya perusahaan teknologi membuktikan dirinya. Suku bunga yang melandai menjadi momentum memperkuat efisiensi. Selain itu, investor juga mulai memperhatikan kemampuan sektor teknologi mencatatkan kinerja positif. Seperti upaya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) yang menguras kasnya hingga Rp1,6 triliun demi meningkatkan modal kerjanya.
Direktur Global Digital Niaga (BELI) Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama karena penggunaan kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode 9 bulan 2023. Sementara itu, GOTO turut bersiasat agar bisa mencapai target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif. Aksi korporasi yang signifikan ini di antaranya, melepas saham PT Tokopedia ke induk TikTok, ByteDance, setara 75% kepemilikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya GOTO mengurangi beban promosi. Direktur Utama GOTO Patrick S. Walujo mengungkapkan bahwa mencapai laba positif tidak sulit, tetapi meraih dan mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan adalah suatu hal yang menantang. “ Positif itu tidak terlalu sulit. Ekstremnya teman-teman ODS dan e-commerce hentikan promosi, lusa langsung profit,” tuturnya. Di sisi lain, aksi IPO perusahaan teknologi juga diperkirakan semakin ramai tahun ini. Alasannya, perusahaan ventura menghendaki investasinya menuai hasil. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya ada 5 perusahaan teknologi sudah antre IPO. Adapun, Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengingatkan beberapa risiko untuk sejumlah saham teknologi a.l. pelemahan daya beli, penurunan suku bunga yang tidak sebesar perkiraan sehingga beban bunga masih tinggi.
PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA : Nanobank Syariah Siap Gelar IPO Setelah 2025
PT Bank Nano Syariah menargetkan menggelar penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia setelah merampungkan spin off Unit Usaha Syariah dari PT Bank Sinarmas Tbk. Presiden Direktur Bank Nano Syariah (Nanobank Syariah) Halim menyebutkan untuk penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) bakal dilakukan setelah 2025. “Karena kita masih punya PR [pekerjaan rumah] untuk menyelesaikan BMPD [Batas Maksimum Penyaluran Dana],” ujarnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis, Jumat (12/1). Terkait dengan BMPD, dia menjelaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan waktu bisa selesai selama 18 bulan atau satu setengah tahun. Namun, dia optimistis pemenuhan BMPD Bank Nano Syariah selesai dalam jangka 1 tahun.
Dia juga menyebutkan masih akan fokus mengembangkan tata kelola bisnis dengan menciptakan bank yang modern dan inovatif sesuai dengan pilihan nasabah. Strateginya dengan mengandalkan keuangan syariah berbasis teknologi. Untuk bisa mendongkrak kinerja Bank Nano Syariah yang telah berstatus menjadi Bank Umum Syariah (BUS), Direktur Keuangan Bank Nano Syariah Soejanto Soetjijo menyebutkan bakal memperbesar porsi segmen ritel.
Pemisahan Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas itu sejalan dengan ketentuan Undang–Undang No. 4/2023 Pasal 68 (1) yang megatur pengembangan dan penguatan sektor keuangan dan juga sebagai bentuk komitmen mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. Permodalan Nanobank Syariah didukung sepenuhnya Bank Sinarmas (BSIM) selaku pemegang saham pengendali (PSP) dengan porsi kepemilikan 51%, sementara saham lainnya digenggam oleh PT Sinarmas Multiartha sebesar 25% dan PT Asuransi Sinarmas sebanyak 24%.
Emiten Infrastruktur Diprediksi Bertumbuh
Perusahaan di bursa yang bergerak di bidang infrastruktur
dinilai akan melanjutkan pertumbuhan sejak akhir 2023 hingga tahun 2024.
Proyeksi penurunan suku bunga dan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur
menjadi katalisnya. Perusahaan tercatat di pasar modal atau emiten bidang infrastruktur
masih mencatatkan pertumbuhan positif sejak awal Oktober 2023. Indeks lebih
dari 60 saham emiten telah bertahan di level 1.500 sejak Desember 2023 hingga
awal Januari 2024 ini. Level itu secara historis tertinggi dalam 20 tahun
terakhir. Momentum ini pun dimanfaatkan beberapa perusahaan infrastruktur untuk
mendapatkan pendanaan lewat pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO)
di pasar modal. PT Manggung Polahraya Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia
(BEI) dengan kode saham MANG, Kamis (11/1/2024).
MANG menerbitkan 762,5 juta lembar saham dengan harga
penawaran Rp 100 per saham, dengan tujuan mendapat dana Rp 76,25 miliar. MANG
juga menerbitkan 228,75 juta waran seri I dengan harga pelaksanaan waran Rp 125
per lembar. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 28,59
miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham
akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, antara lain biaya pokok untuk proses
dari konstruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan, produksi
aspal hot mix dan produksi beton ready mix, serta gaji dan tunjangan. Dana yang
diperoleh dari pelaksanaan waran seri I akan digunakan untuk kebutuhan
operasional perusahaan yang berdiri sejak 1992 tersebut.
”Aksi korporasi ini jadi langkah penting untuk mewujudkan
visi ikut serta dalam pembangunan nasional bidang jasa konstruksi,” kata Dirut
PT Manggung Polahraya Tbk Ni Ketut Mariani di Gedung BEI, Jakarta. Sebelumnya,
ada PT Asri Karya Lestari Tbk yang melakukan IPO dengan kode saham ASLI pada
Jumat (5/1). Perusahaan yang banyak terlibat dalam pekerjaan fondasi hingga
struktur berat untuk pembangunan fasilitas umum itu menjadi perusahaan pertama
yang melakukan IPO pada 2024 sekaligus perusahaan tercatat ke-904 di BEI. Menurut
Dirut PT Asri Karya Lestari Tbk Sudjatmiko, pencatatan itu menjadi momentum
perusahaan untuk ekspansi usaha, kepastian pendanaan, serta tata kelola dan
prinsip keterbukaan perusahaan yang lebih baik. ASLI banyak bekerja di proyek
strategis nasional. (Yoga)
Korporasi cari Dana Rp 28 Triliun di Pasar Modal
Penggalangan Dana Pasar Modal Ramai
Efek Januari, Investor Tetap Perlu Selektif Pilih Saham
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut
di awal tahun 2024. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa investor bisa
memanfaatkan ”January Effect” untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.
Namun, kali ini, investor perlu lebih selektif. Rabu (3/1/2024), IHSG tertahan
di bawah area resistensi 7.300 poin setelah sempat memecahkan rekor tertinggi
sepanjang masa pada Selasa (2/1) di posisi 7.323 poin. Peneliti Phintraco
Sekuritas, Valdy K, menilai, posisi tersebut masih melanjutkan tren window
dressing di dua bulan terakhir 2023. Window dressing merupakan upaya para
investor besar untuk mempercantik portofolionya jelang akhir tahun dengan
banyak membeli saham bernilai tinggi dan fenomena tersebut berhasil memperbaiki
IHSG yang selama sepuluh bulan sebelumnya berada di bawah posisi 7.000.
Fenomena itu pun disebut akan berefek pada kenaikan kinerja saham pada
bulan Januari. Situasi ini dikenal dengan istilah ”January Effect”. Pada momentum
ini, investor bisa coba melakukan jual beli saham dalam waktu singkat untuk mendulang
bonus. Saham ”bluechip” Namun, tren itu tidak terjadi di semua saham.
”Saham-saham bluechip, terutama perbankan, diperkirakan masih menjadi penggerak
IHSG,” kata Valdy dalam keterangannya, Rabu (3/1). Pengamat pasar modal dan Founder
WH-Project, William Hartanto, juga berpendapat sama. Ia menemukan, penguatan
IHSG adalah efek bobot saham-saham tertentu saja. ”Jika berbicara bobot, kita
akan melihat saham-saham big caps (berkapitalisasi besar),” ungkapnya. (Yoga)
Harapan Menyertai Pembukaan Bursa
Harapan menyertai
pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia
diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku
kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya
di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas
perdagangan saham, termasuk aktivitas perdagangan
saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip
akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf
Amin pada pembukaan perdagangan BEI
tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan,
pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan
pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di
posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022.
Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.
”Berkaca pada kinerja
pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain
stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya
aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,”
kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi
pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI
selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan
dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia
tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Hal ini didukung aktivitas IPO oleh 80
perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar
modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana
terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









