;
Tags

Pasar Modal

( 326 )

177 Pengaduan Perusahaan Pialang Berjangka

KT3 16 Jan 2024 Kompas
Selama 2023, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerima 177 pengaduan nasabah  terhadap perusahaan pialang berjangka. Sebanyak 82 pengaduan di antaranya selesai ditangani.  adapun 95 pengaduan lainnya masih dalam proses penyelesaian. Sekretaris Bappebti Olvy Andrianita, Senin  (15/1/2024), mengatakan, untuk mengurangi pengaduan, dilakukan optimalisasi pengawasan serta penguatan regulasi dan literasi. Selain itu, membentuk lembaga sertifikasi perusahaan berjangka dan melakukan penguatan kerja sama, seperti dengan Kejaksaan Agung. (Yoga)

Ngerem Ekspansi di Tahun Politik

HR1 15 Jan 2024 Kontan
Tahun politik menjadi salah satu sentimen yang bisa mempengaruhi bisnis. Para emiten bakal selektif menggelontorkan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini. Kenji Putera Tjahaja, Head of Business Development FAC Sekuritas Indonesia menilai, tahun politik menjadi salah satu faktor utama emiten dalam menentukan strategi dan kebijakan bisnis. Khususnya emiten yang  sensitif terhadap kebijakan pemerintah. Misalnya properti dan infrastruktur. "Wajar, emiten sektor ini tidak terlalu besar anggarkan capex tahun ini," kata Kenji kepada KONTAN, Minggu (14/1). Tercatat ada emiten menurunkan belanja modal. PT United Tractors Tbk (UNTR) misalnya. Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis menyatakan capex tahun ini turun sedikit menjadi sekitar US$ 1 miliar dari sebelumnya US$ 1,2 miliar di 2023. Sedangkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyiapkan belanja modal tahun ini sama dengan tahun lalu sebesar US$ 80 juta. Belanja modal akan didanai kas internal anak perusahaan BUMI. Tahun ini, BUMI berencana memproduksi 80 juta ton batubara. Adapun anggaran belanja modal PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni Rp 400 miliar. AKRA akan menggunakan belanja modal  untuk keperluan tangki penyimpanan, armada kapal dan truk, hingga ekspansi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) BP AKR. Direktur dan Sekretaris Perusahaan AKRA, Suresh Vembu menyebut, BP AKR berencana membuka 50 SPBU baru tahun ini.  Maka, AKRA membidik pertumbuhan laba bersih 12% hingga 15% tahun ini. Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi mengatakan, mayoritas dari capex yang mencapai US$ 300 juta untuk pembangunan pabrik chlor-alkali dan ethylene dichloride (pabrik CA-EDC) terintegrasi. Saat pabrik ini rampung diharapkan bisa berkontribusi positif terhadap margin TPIA.

Saham Gocapan, Bagai Jamur di Musim Hujan

HR1 15 Jan 2024 Kontan (H)

Jumlah saham tidur yang mangkrak di level terendah Rp 50 alias gocap bak cendawan di musim hujan. Saham-saham penghuni zona gocap ini tak cuma berasal dari saham-saham emiten kecil ataupun saham dengan free float mini. Saham-saham milik para konglomerat juga banyak yang terkapar di zona gocap. Sejumlah saham itu bahkan punya jumlah kepemilikan publik yang lumayan besar. Dari data Bloomberg, jumlah saham yang ngepas di level gocap per 12 Januari 2024 sebanyak 120 saham. Jumlah ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 72 saham. Nah, dari 72 saham yang mangkrak di zona gocap pada tahun lalu, sebagian saham ambles di bawah Rp 50, bahkan ada yang menyentuh Rp 2 per saham. Jika ditotal, saham-saham yang berada di zona gocap punya nilai kapitalisasi pasar sekitar Rp 66,4 triliun. Jumlah ini belum termasuk saham-saham yang turun naik tak jauh dari Rp 50 per saham. Penghuni level gocap lainnya mayoritas diisi saham-saham anyar yang belum lama melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham baru ini juga kebanyakan masuk ke papan akselerasi. Di papan ini, harga saham bisa longsor ke bawah Rp 50. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo mengatakan, dari sekitar 120 saham yang bersarang di level gocap, sebanyak 30 saham tidak memiliki notasi khusus.

Sementara 89 saham punya notasi khusus. Sebanyak 48 di antaranya memiliki status "X" atau ada di papan pemantauan khusus. Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri membuat Papan Pemantauan Khusus ini sebagai perlindungan investor, agar investor bisa lebih mudah mengetahui kondisi likuiditas dan fundamental emiten sebelum berinvestasi. Semakin banyak saham gocap di bursa, makin banyak pula duit investor yang nyangkut. Potensi kerugian investor bisa semakin besar jika saham-saham ini kembali turun. Bahkan duit investor bisa menguap. Sebelumnya Kontan menulis, harga saham di bawah Rp 50 bikin investor tekor Rp 9,4 triliun (Harian KONTAN, 11 Januari 2024). "Emiten-emiten ini seharusnya memberi paparan keterbukaan publik terkait prospek atau rencana bisnis emiten ke depan. Jadi investor dapat menilai atau mendapat kejelasan prospek harga sahamnya ke depan," ujar Praska ke KONTAN Minggu (14/1). Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, penyebab utama saham tertidur di gocap adalah faktor fundamental, ada penurunan kinerja atau merugi. Termasuk untuk saham yang tergolong masih baru di bursa. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menimpali, saham-saham gocap identik dengan persepsi saham gorengan. Pergerakan harga sering tidak wajar, lalu kembali ke Rp 50, terutama setelah profit taking.Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan bilang, sentimen penggerak harga saham gocap lebih sulit terprediksi. Jadi sebaiknya melirik saham lain saja.

TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI

HR1 13 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Momentum 2024 mulai berpihak kepada saham-saham sektor teknologi seiring dengan sentimen suku bunga tinggi mulai mereda. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed dan BI rate diyakini dapat mendorong penguatan saham di sektor tersebut. Sejumlah emiten mampu membukukan kenaikan harga saham secara positif. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), misalnya, naik 12,18% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/ytd) ke harga 4.850, GOTO (5,18%), PTSN (3,28%), MLPT (3,18%), dan NFCX (2,72%). Meski demikian, sebagian konstituen masih mengalami pelemahan. Hal ini membuat IDX Technology turun 0,17% ke level 4.336 pada Jumat (12/1). Sepanjang tahun berjalan, IDX Technology masih turun 2,23%. Posisinya masih lebih rendah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah 0,44% secara ytd. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan prospek suku bunga acuan yang melandai dapat kembali menggairahkan investasi ke saham teknologi. "Suku bunga memang akan berdampak terhadap kepercayaan investor ke saham-saham teknologi," ujarnya, Jumat (12/1). Bhima menilai booming investasi teknologi terkait ritel sudah berakhir, dan kini, saatnya perusahaan teknologi membuktikan dirinya. Suku bunga yang melandai menjadi momentum memperkuat efisiensi. Selain itu, investor juga mulai memperhatikan kemampuan sektor teknologi mencatatkan kinerja positif. Seperti upaya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) yang menguras kasnya hingga Rp1,6 triliun demi meningkatkan modal kerjanya.

Direktur Global Digital Niaga (BELI) Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama karena penggunaan kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode 9 bulan 2023. Sementara itu, GOTO turut bersiasat agar bisa mencapai target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif. Aksi korporasi yang signifikan ini di antaranya, melepas saham PT Tokopedia ke induk TikTok, ByteDance, setara 75% kepemilikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya GOTO mengurangi beban promosi. Direktur Utama GOTO Patrick S. Walujo mengungkapkan bahwa mencapai laba positif tidak sulit, tetapi meraih dan mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan adalah suatu hal yang menantang. “ Positif itu tidak terlalu sulit. Ekstremnya teman-teman ODS dan e-commerce hentikan promosi, lusa langsung profit,” tuturnya. Di sisi lain, aksi IPO perusahaan teknologi juga diperkirakan semakin ramai tahun ini. Alasannya, perusahaan ventura menghendaki investasinya menuai hasil. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya ada 5 perusahaan teknologi sudah antre IPO. Adapun, Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengingatkan beberapa risiko untuk sejumlah saham teknologi a.l. pelemahan daya beli, penurunan suku bunga yang tidak sebesar perkiraan sehingga beban bunga masih tinggi.

PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA : Nanobank Syariah Siap Gelar IPO Setelah 2025

HR1 13 Jan 2024 Bisnis Indonesia

PT Bank Nano Syariah menargetkan menggelar penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia setelah merampungkan spin off Unit Usaha Syariah dari PT Bank Sinarmas Tbk. Presiden Direktur Bank Nano Syariah (Nanobank Syariah) Halim menyebutkan untuk penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) bakal dilakukan setelah 2025. “Karena kita masih punya PR [pekerjaan rumah] untuk menyelesaikan BMPD [Batas Maksimum Penyaluran Dana],” ujarnya saat berkunjung ke redaksi Bisnis, Jumat (12/1). Terkait dengan BMPD, dia menjelaskan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan waktu bisa selesai selama 18 bulan atau satu setengah tahun. Namun, dia optimistis pemenuhan BMPD Bank Nano Syariah selesai dalam jangka 1 tahun. Dia juga menyebutkan masih akan fokus mengembangkan tata kelola bisnis dengan menciptakan bank yang modern dan inovatif sesuai dengan pilihan nasabah. Strateginya dengan mengandalkan keuangan syariah berbasis teknologi. Untuk bisa mendongkrak kinerja Bank Nano Syariah yang telah berstatus menjadi Bank Umum Syariah (BUS), Direktur Keuangan Bank Nano Syariah Soejanto Soetjijo menyebutkan bakal memperbesar porsi segmen ritel. Pemisahan Unit Usaha Syariah Bank Sinarmas itu sejalan dengan ketentuan Undang–Undang No. 4/2023 Pasal 68 (1) yang megatur pengembangan dan penguatan sektor keuangan dan juga sebagai bentuk komitmen mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. Permodalan Nanobank Syariah didukung sepenuhnya Bank Sinarmas (BSIM) selaku pemegang saham pengendali (PSP) dengan porsi kepemilikan 51%, sementara saham lainnya digenggam oleh PT Sinarmas Multiartha sebesar 25% dan PT Asuransi Sinarmas sebanyak 24%.

Emiten Infrastruktur Diprediksi Bertumbuh

KT3 12 Jan 2024 Kompas

Perusahaan di bursa yang bergerak di bidang infrastruktur dinilai akan melanjutkan pertumbuhan sejak akhir 2023 hingga tahun 2024. Proyeksi penurunan suku bunga dan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur menjadi katalisnya. Perusahaan tercatat di pasar modal atau emiten bidang infrastruktur masih mencatatkan pertumbuhan positif sejak awal Oktober 2023. Indeks lebih dari 60 saham emiten telah bertahan di level 1.500 sejak Desember 2023 hingga awal Januari 2024 ini. Level itu secara historis tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Momentum ini pun dimanfaatkan beberapa perusahaan infrastruktur untuk mendapatkan pendanaan lewat pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar modal. PT Manggung Polahraya Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MANG, Kamis (11/1/2024).

MANG menerbitkan 762,5 juta lembar saham dengan harga penawaran Rp 100 per saham, dengan tujuan mendapat dana Rp 76,25 miliar. MANG juga menerbitkan 228,75 juta waran seri I dengan harga pelaksanaan waran Rp 125 per lembar. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 28,59 miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, antara lain biaya pokok untuk proses dari konstruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan, produksi aspal hot mix dan produksi beton ready mix, serta gaji dan tunjangan. Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I akan digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan yang berdiri sejak 1992 tersebut.

”Aksi korporasi ini jadi langkah penting untuk mewujudkan visi ikut serta dalam pembangunan nasional bidang jasa konstruksi,” kata Dirut PT Manggung Polahraya Tbk Ni Ketut Mariani di Gedung BEI, Jakarta. Sebelumnya, ada PT Asri Karya Lestari Tbk yang melakukan IPO dengan kode saham ASLI pada Jumat (5/1). Perusahaan yang banyak terlibat dalam pekerjaan fondasi hingga struktur berat untuk pembangunan fasilitas umum itu menjadi perusahaan pertama yang melakukan IPO pada 2024 sekaligus perusahaan tercatat ke-904 di BEI. Menurut Dirut PT Asri Karya Lestari Tbk Sudjatmiko, pencatatan itu menjadi momentum perusahaan untuk ekspansi usaha, kepastian pendanaan, serta tata kelola dan prinsip keterbukaan perusahaan yang lebih baik. ASLI banyak bekerja di proyek strategis nasional. (Yoga)

Korporasi cari Dana Rp 28 Triliun di Pasar Modal

KT1 10 Jan 2024 Investor Daily (H)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rencana penghimpunan dan dari pasar modal di awal 2024 telah mencapai Rp28,68 triliun. Penghimpunan dana dari 85 rencana  aksi korporasi tersebut, akan  melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO)  saham, penawaran umum terbatas (rights issue), serta obligasi atau efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). "Terdapat pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp 28,68 triliun, yang diantaranya merupakan rencana IPO emiten baru sebanyak 60 perusahaan," kata Kepala Eksekutif Pengawas  Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon  Merangkap Anggota Dewan Komisioner Inarno Djajadi dalam Rapat Dewan Komisioner OJK Selasa (9/1/2024). Inarno menyebut, rencana IPO 60 perusahaan tersebut bernilai total Rp10,01 triliun. Sementara penghimpun dana lainnya yang telah masuk batas  sebanyak 11 emisi dengan nilai Rp 5,4 triliun, disusul EBUS Rp 9,26 triliun, serta 6 penawaran umum bersama (PUB) EBUS tahap I,II, dst senilai Rp 4,01 triliun. (Yetede)

Penggalangan Dana Pasar Modal Ramai

HR1 05 Jan 2024 Kontan
Tahun ini, pasar modal masih akan dibanjiri penggalangan dana sejumlah emiten. Sentimen positif yang masih menyelimuti pasar diperkirakan bakal mendorong emiten untuk menjaring dana dari pasar modal. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum terus meningkat. Ini tercermin dari capaian sepanjang 2023. Sepanjang tahun lalu, total penjaringan dana di pasar modal mencapai Rp 255,21 triliun, di atas target sebesar Rp 200 triliun. OJK telah mengeluarkan surat pertanyaan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum 222 penawaran di 2023. Dari 222 kegiatan itu, 80 di antaranya merupakan pendaftaran perusahaan baru. Sedangkan dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang tahun lalu terdapat 79 perusahaan baru yang telah mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO). Nilainya sebesar Rp 54,14 triliun. Kemudian ada 60 perusahaan yang telah menerbitkan Efek Bersifat Utang/Sukuk (EBUS) dengan 120 emisi senilai Rp 127 triliun pada 2023. Lalu, terdapat 28 emiten yang telah melakukan rights issue dengan nilai emisi sebesar Rp 51,4 triliun. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengatakan, pihaknya optimistis dapat mencapai target yang lebih tinggi di tahun 2024. Mulai dari peningkatan likuiditas hingga pencatatan efek baru. BEI menargetkan akan ada 230 pencatatan penerbitan efek seluruh instrumen sepanjang 2024. Target tersebut lebih tinggi 30 efek dari tahun 2022 yang hanya 200 efek. Sejauh ini, BEI udah mengantongi sebanyak 30 rencana penawaran umum perdana saham alias IPO. Jika tidak ada aral melintang 30 calon emiten itu akan menggelar IPO pada 2024. Sementara itu, masih ada 13 emisi dari 10 penerbit EBUS dalam pipeline BEI. Kemudian masih ada 24 emiten yang akan menggelar right issue. Direktur Investment Banking MNC Sekuritas, Hary Herdiyanto mengatakan, penerbitan obligasi masih akan menarik bagi para investor karena pada saat suku bunga tinggi penerbit surat utang akan menawarkan bunga yang atraktif. Setali tiga uang, Direktur Utama RHB Sekuritas Thomas Nugroho mengatakan, potensi penggalangan dana di Indonesia pada tahun ini diperkirakan tetap positif, meskipun suku bunga masih berada di level tinggi. "BEI juga menargetkan 62 perusahaan melakukan IPO di 2024. Seharusnya penggalangan dana lewat IPO masih positif," jelas dia. 

Efek Januari, Investor Tetap Perlu Selektif Pilih Saham

KT3 04 Jan 2024 Kompas

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut di awal tahun 2024. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa investor bisa memanfaatkan ”January Effect” untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Namun, kali ini, investor perlu lebih selektif. Rabu (3/1/2024), IHSG tertahan di bawah area resistensi 7.300 poin setelah sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (2/1) di posisi 7.323 poin. Peneliti Phintraco Sekuritas, Valdy K, menilai, posisi tersebut masih melanjutkan tren window dressing di dua bulan terakhir 2023. Window dressing merupakan upaya para investor besar untuk mempercantik portofolionya jelang akhir tahun dengan banyak membeli saham bernilai tinggi dan fenomena tersebut berhasil memperbaiki IHSG yang selama sepuluh bulan sebelumnya berada di bawah posisi 7.000.

Fenomena itu pun disebut akan berefek pada kenaikan kinerja saham pada bulan Januari. Situasi ini dikenal dengan istilah ”January Effect”. Pada momentum ini, investor bisa coba melakukan jual beli saham dalam waktu singkat untuk mendulang bonus. Saham ”bluechip” Namun, tren itu tidak terjadi di semua saham. ”Saham-saham bluechip, terutama perbankan, diperkirakan masih menjadi penggerak IHSG,” kata Valdy dalam keterangannya, Rabu (3/1). Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, juga berpendapat sama. Ia menemukan, penguatan IHSG adalah efek bobot saham-saham tertentu saja. ”Jika berbicara bobot, kita akan melihat saham-saham big caps (berkapitalisasi besar),” ungkapnya. (Yoga)

Harapan Menyertai Pembukaan Bursa

KT3 03 Jan 2024 Kompascom (H)

Harapan menyertai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham, termasuk aktivitas  perdagangan saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf Amin pada pembukaan perdagangan BEI  tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan, pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022. Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.

”Berkaca pada kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,” kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Hal ini didukung aktivitas  IPO oleh 80 perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)