Emiten Infrastruktur Diprediksi Bertumbuh
Perusahaan di bursa yang bergerak di bidang infrastruktur
dinilai akan melanjutkan pertumbuhan sejak akhir 2023 hingga tahun 2024.
Proyeksi penurunan suku bunga dan berlanjutnya proyek pembangunan infrastruktur
menjadi katalisnya. Perusahaan tercatat di pasar modal atau emiten bidang infrastruktur
masih mencatatkan pertumbuhan positif sejak awal Oktober 2023. Indeks lebih
dari 60 saham emiten telah bertahan di level 1.500 sejak Desember 2023 hingga
awal Januari 2024 ini. Level itu secara historis tertinggi dalam 20 tahun
terakhir. Momentum ini pun dimanfaatkan beberapa perusahaan infrastruktur untuk
mendapatkan pendanaan lewat pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO)
di pasar modal. PT Manggung Polahraya Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia
(BEI) dengan kode saham MANG, Kamis (11/1/2024).
MANG menerbitkan 762,5 juta lembar saham dengan harga
penawaran Rp 100 per saham, dengan tujuan mendapat dana Rp 76,25 miliar. MANG
juga menerbitkan 228,75 juta waran seri I dengan harga pelaksanaan waran Rp 125
per lembar. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 28,59
miliar. Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham
akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, antara lain biaya pokok untuk proses
dari konstruksi gedung dan bangunan, pembangunan infrastruktur jalan, produksi
aspal hot mix dan produksi beton ready mix, serta gaji dan tunjangan. Dana yang
diperoleh dari pelaksanaan waran seri I akan digunakan untuk kebutuhan
operasional perusahaan yang berdiri sejak 1992 tersebut.
”Aksi korporasi ini jadi langkah penting untuk mewujudkan
visi ikut serta dalam pembangunan nasional bidang jasa konstruksi,” kata Dirut
PT Manggung Polahraya Tbk Ni Ketut Mariani di Gedung BEI, Jakarta. Sebelumnya,
ada PT Asri Karya Lestari Tbk yang melakukan IPO dengan kode saham ASLI pada
Jumat (5/1). Perusahaan yang banyak terlibat dalam pekerjaan fondasi hingga
struktur berat untuk pembangunan fasilitas umum itu menjadi perusahaan pertama
yang melakukan IPO pada 2024 sekaligus perusahaan tercatat ke-904 di BEI. Menurut
Dirut PT Asri Karya Lestari Tbk Sudjatmiko, pencatatan itu menjadi momentum
perusahaan untuk ekspansi usaha, kepastian pendanaan, serta tata kelola dan
prinsip keterbukaan perusahaan yang lebih baik. ASLI banyak bekerja di proyek
strategis nasional. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023