;
Tags

Pasar Modal

( 326 )

Terganjal Pemulihan Ekonomi AS

KT1 29 Jan 2024 Investor Daily (H)
Reli Indeks  Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlangsung sejak November 2023 terganjal oleh pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS)  yang melampui prediksi. Pada pekan lalu, IHSG terpangkas 1,25% ke level 7.137, sedangkan market cap terkikis 0,65% menjadi  Rp11,345 triliun dari Rp11.420 riliun. Selama Januari 2024, indeks turun 1,87%, dibandingkan  sepanjang 2023 yang tumbuh 6%. Tren ini diprediksi terus berlanjut dalam   beberapa bulan kedepan . Alasannya, perbaikan ekonomi AS, yang terlihat pada kuatnya pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja bisa membuat rencana penurunan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) mundur dari Maret 2024 menjadi semester II. Keadaan ini membuat indeks AS menguat, sehingga rupiah terpukul. Sementara itu, imbal hasil (yield) US Treasury (UST) seri banchmark 10 tahun kembali menembus level 4%. (Yetede)

Kantongi Laba Rp 48,66 Triliun BCA Incar NIM 5,5%

KT1 26 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara konsolidasi menutup tahun 2023 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp48,66 triliun, meningkat 19,41% dibandingkan periode 2022 sebesar Rp 40,75 triliun. Tahun ini perseroan menyiapkan startegi untuk menjaga profitabilitas yang terlihat dari margin bunga bersih (net interest margin/NIM). Dari sisi profitabilitas , laba tersebut didorong dari pendapatan bunga bersih (net income interest/NII) yang tumbuh 17,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 23,9 triliun, sehingga total pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 99,3 triliun atau naik 14,4% (yoy). Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, struktur dari dana pihak ketiga (DPK) setiap bank berbeda, BCA sendiri mengandalkan dana murah (current account saving account/CASA) yang saat ini sebesar 80,3% dari total DPK yang sebesar Rp 1.101,7 triliun sepanjang 2023. (Yetede)

Paruh Kedua 2024 Investasi Akan Melesat

KT1 26 Jan 2024 Investor Daily
Geliat investasi dinilai akan meningkat pada paruh kedua tahun 2024 selaras dengan berkurangnya aksi wait and see investor terkait dengan pemilu. Di sisi lain, peluang investasi akan terbuka pada semester II-2024 sejalan dengan terbukanya ruang pemotongan suku bunga global sehingga memicu risiko dan sentimen, terutama pada pasar portfolio. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, target investasi sebesar Rp 1.650 triliun tahun 2024 cukup menantang bagi pemerintah. Apalagi mempertimbangkan potensi perlambatan ekonomi global  yang dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi Amerika Serikat dan China, tingkat suku bunga bank sentral global yang masih bertahan di level tinggi seperti saat ini diperkirakan masih akan berlangsung  setidaknya sampai semester I-2024 sehingga berpotensi menekan minat investasi asing. "jadi kami melihat peluang investasi  tahun 2024 masih terbuka  meski memang masih akan ada beberapa tantangan di awal tahun," kata Joshua. (Yetede)

Tiga Perusahaan Bidik IBST, Nilai Akuisisi Rp 11,4 Triliun

KT1 26 Jan 2024 Investor Daily (H)
Penjualan saham emiten penyewaan menara  telekomunikasi (tower) terafiliasi Group Sinar Mas, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) ditaksir bisa menyentuh angka Rp9,8-11,4 triliun.  sebanyak tiga perusahaan tower papan atas berpotensi tertarik untuk mengakuisisi saham IBST. Inti Bangun Sejahtera merupakan perusahaan tower terbesar kelima di indonesia yang memiliki 3.383 menara telekomunikasi, 5.791 penyewa, dan 16.642 km serat optik di fiber to the building (FFTB) fiber/ to the home (FTTH)/fiber to the tower (FTTT). Sebanyak 79,9% saham IBST dikuasai PT Bakti Taruna Sejati, disusul 8,5% milik PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), 0.00001% milik PT Inovasi Mas Mobilitas, dan 11,6 saham publik. "Meskipun data peserta tender tidak diungkapkan, kami yakin bahwa tiga perusahaan tower teratas di indonesia  kemungkinan besar akan berada diantara para pelamar tersebut," tulis Indo Premier Sekuritas dalam riset terbarunya, yang dikutip Kamis (25/1/2024). (Yetede)

KINERJA PASAR MODAL : PAPARAN KENCANG SENTIMEN PEMILU

HR1 25 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Emiten di sejumlah sektor mulai mendapat sorotan khusus dari para investor menjelang pemungutan suara Pemilihan Umum 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Pesta demokrasi 5 tahunan itu dianggap bisa memberikan dampak positif untuk sektor tertentu di tengah ketidakpastian ekonomi global. Setelah berhasil bergerak optimistis pada awal 2024 dengan menyentuh rekor di level 7.359,76 pada Kamis (4/1), pelaku pasar mulai memetakan kembali portofolionya jelang pemungutan suara, sehingga IHSG ditutup berbalik melemah ke level 7.227,82 pada perdagangan kemarin. Alhasil, IHSG kini justru berada di zona merah, turun 0,62% secara year-to-date (YtD), dan anjlok 1,79% dari level rekornya. Sentimen Pemilu 2024 memang bukan satu-satunya faktor di balik pelemahan IHSG, tetapi tetap menjadi salah satu penggerak utama. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan pasar akan melihat perkembangan pemilu. Meski demikian, kata dia, pasar juga akan tetap memperhatikan sentimen eksternal, seperti penerapan pivot policy oleh The Fed. Senada, Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan siapapun yang presiden terpilih nantinya akan menjadi sentimen positif untuk pasar jika pemilu berlangsung kondusif. Sebab, pasar akan melihat secara jelas arah kebijakan dari presiden terpilih. Akhir-akhir ini, kata dia, pelaku pasar cukup lekat mengamati agenda politik yang disampaikan para capres dan cawapres dalam debat. Beberapa isu yang diangkat dalam debat turut menjadi sentimen yang menghangatkan pasar. Dalam debat terakhir antarcawapres, isu transisi energi berupa pengembangan energi baru terbarukan (EBT) mengemuka. Sejumlah emiten yang berfokus di sektor itu pun menjadi sorotan pasar. Usai debat, selama 2 hari berturut-turut saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menguat, yakni 4,90% dan 4,21%. Sementara itu, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) stagnan pada hari pertama, lalu menguat 0,40% di hari berikutnya. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen yang dibawa oleh para calon akan memengaruhi saham-saham terkait. Dalam perkembangan terpisah, pasar juga menyoroti sikap Garibaldi ‘Boy’ Thohir, pemilik Grup Adaro, yang mengeklaim sepertiga penyumbang ekonomi Indonesia bersiap untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilu kali ini. Akan tetapi, belakangan Grup Adaro dan Grup Djarum membantah klaim tersebut. “Yang klaim itu Pak Boy . Kami tidak deklarasi,” kata Corporate Communication Manager Djarum Budi Darmawan. Hal sama disampaikan oleh Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia Febriati Nadira. Menurutnya, aspirasi tersebut pendapat pribadi Boy Thohir sebagai warga negara, bukan mewakili Adaro Energy. Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati berpendapat, di tengah gejolak pasar yang ditimbulkan oleh dinamika politik, investor dapat mencermati beberapa strategi investasi.

Aliran Dana Asing Akan Memperkuat IHSG

KT3 23 Jan 2024 Kompas

Aliran dana asing ke Indonesia yang meningkat seminggu terakhir menunjukkan sentimen positif pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fenomena ini akan membuat kinerja Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat beberapa bulan ke depan dan menaikkan penjualan surat utang negara. Data BI menunjukkan, aliran modal asing masuk bersih di pasar keuangan domestik mencapai Rp 7,66 triliun pada 15-18 Januari 2024. Hal ini dibaca analis pasar modal sebagai sentiment positif pasar pada awal 2024. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani, Senin (22/1) mencatat, sepekan terakhir, investor asing membeli produk investasi di pasar reguler sebesar Rp 537 miliar, bahkan dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 9,19 triliun.

”Kenaikan harga saham blue chip seperti bank-bank besar dapat terjadi seiring dengan akumulasi pembelian yang dilakukan oleh investor asing. Jika aliran dana asing masih akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan, kita bisa mengharapkan kenaikan IHSG dapat terjadi lagi dan membentuk level tertinggi barunya ke depan,” tuturnya. Dua pekan terakhir, pergerakan IHSG cenderung datar di posisi 7.200-7.250 setelah sempat memecahkan rekor di level 7.323,58 pada perdagangan perdana 2024, Selasa (2/1). Pada Senin (22/1), IHSG ditutup menguat 20,52 poin atau 0,28  ke level  7.247. (Yoga)

Mengukur Prospek Saham Manufaktur

HR1 22 Jan 2024 Kontan
Industri manufaktur diharapkan bisa tumbuh lebih tinggi. Di tahun Naga Kayu ini, pemerintah membidik target pertumbuhan industri pengolahan sebesar 5,80%, lebih tinggi dari target tahun 2023 di angka 4,81%. Target tersebut turut mempertimbangkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang masih berada dalam fase ekspansi sampai akhir tahun lalu. Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memperkirakan, tahun 2024 akan lebih kondusif bagi industri manufaktur. Selain ada ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, diharapkan permintaan dari China akan semakin pulih. Di sisi lain, Pengamat Pasar Modal CSA Insitute David Sutyanto bilang, ekonomi global masih diliputi ketidakpastian. Alhasil, emiten yang berorientasi pada pasar dalam negeri akan lebih prospektif tahun ini. Robin Haryadi, Analis & Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas Solo menilai, masih ada sejumlah tantangan di industri ini. Misalnya, PT Astra International Tbk (ASII) yang dibayangi potensi arus masuk mobil listrik China yang semakin deras. Sebagai strategi investasi, Robin menyarankan pelaku pasar untuk memilah saham yang cenderung tahan banting terhadap situasi makro ekonomi dan tingkat suku bunga yang masih tinggi. Kemudian cermati prospek bisnisnya. Sedangkan Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menimpali, target pertumbuhan realisasi investasi yang sedang dikejar oleh pemerintah akan memberikan katalis positif untuk sektor manufaktur, mineral dan metal mining, serta sektor pendukungnya. Ratih pun menyematkan rekomendasi beli saham UNTR, ADMR, MDKA, dan MBMA.

Memburu Anggota Baru Keping Biru Pilihan

HR1 22 Jan 2024 Kontan (H)

Tak lama lagi, Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal mengocok ulang susunan sejumlah indeks konstituen, termasuk indeks terlikuid LQ45. Sesuai jadwal, para penghuni baru Indeks LQ45 akan diumumkan pada akhir Januari mendatang. Ada beberapa saham yang digadang-gadang berpeluang besar menjadi penghuni baru LQ45. Beberapa di antaranya adalah saham pendatang baru PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Belakangan ini saham-saham tersebut mencuri perhatian lantaran berperan besar menggerakkan arah bursa saham. CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, BREN dan AMMN berpeluang masuk ke indeks LQ45 dan IDX30 karena likuiditasnya yang tinggi.  "Likuiditas AMMN dan BREN di atas Rp 100 miliar per hari, rasio free float juga relatif besar di atas 10%, serta kapitalisasi pasar besar di atas Rp 500 triliun," katanya kepada KONTAN, kemarin. Di samping itu, Praska menyebut prospek bisnis AMMN dan BREN dalam jangka panjang masih didukung oleh kinerja fundamental kuat dari pos pendapatan dan laba. Hal ini akan menambah daya tarik bagi investor. Selain kedua nama pendatang baru itu, Praska menilai saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) juga memiliki potensi besar untuk masuk ke indeks LQ45. Kedua saham ini juga telah memenuhi kriteria sebagai penghuni LQ45.

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas juga sepakat kalau BREN dan AMMN menjadi saham yang punya peluang paling kuat untuk masuk ke indeks LQ45. Kendati begitu, valuasi kedua saham ini sudah relatif tinggi. "BEI punya fasilitas fast track untuk saham-saham yang baru IPO. Ini semestinya bisa menjadi peluang BREN dan AMMN masuk dalam rebalancing LQ45 Januari ini," katanya.Kendati belum lama listing di bursa, saham BREN memberikan bobot 42,2% terhadap kenaikan IHSG sejak bulan Januari 2023 hingga saat ini. Hal ini pula yang membuat performa saham LQ45 tertinggal jauh dari IHSG. Sepanjang tahun 2023, pergerakan IHSG turut terdorong oleh harga BREN yang terus menguat sejak IPO. Alhasil, di akhir 2023, IHSG ditutup naik 6,2%. Sedangkan laju LQ45 hanya tumbuh 3,6% sepanjang tahun lalu. "Kalau BREN jadi masuk LQ45, pergerakan LQ45 bakal sejalan dengan IHSG. Disamping bobot, faktor free float juga menjadi pertimbangan utama," ujar Praska. Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, selain AMMN, BREN atau pun ADMR, saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), juga berpotensi masuk gerbong LQ45. Soal ADMR, Bukan pertama kali anak usaha ADRO itu digadang sebagai calon penghuni baru LQ45. Pada rebalancing Agustus 2023 lalu, sejumlah analis juga memperkirakan ADMR masuk ke indeks ini. Tapi, likuiditas AMDR masih kalah dengan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang akhirnya jadi penghuni baru LQ45 periode itu. Sedangkan saham yang berpeluang tercoret dari daftar LQ45 adalah PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). Pasalnya, rata-rata transaksi harian SCMA relatif kecil dibanding peers lain yang tergabung sebagai konstituen LQ45 dalam enam bulan terakhir. Harga saham ini juga masih dalam tren bearish jangka panjang, disertai kinerja fundamental yang melambat. Pengamat Pasar Modal & Founder WH Project William Hartanto menyarankan sell on strength saham BREN jika terjadi penguatan terbatas. Sementara untuk AMMN, William merekomendasikan beli dengan target harga di Rp 8.000 hingga Rp 8.350 dalam jangka pendek.

Regulasi Buyback Abai Transparansi

HR1 22 Jan 2024 Kontan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan aturan anyar di bidang pasar modal. Yakni, Peraturan OJK (POJK) Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka. Aman Santosa, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK menjelaskan penerbitan POJK 29/2023 merupakan upaya OJK untuk mengatasi kendala implementasi ketentuan pembelian kembali alias buyback saham. Aman bilang POJK ini dapat mengakomodir mekanisme pengalihan saham hasil pembelian kembali yang dalam praktiknya sudah dapat dilakukan. Tetapi mekanismenya belum diatur secara rinci dalam ketentuan yang sudah ada sebelumnya. Sebenarnya, pengalihan saham hasil pembelian kembali telah diatur dalam POJK Nomor 30/POJK.04/2017. Dengan diterbitkannya aturan anyar ini, maka POJK 30/2017 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Adapun dalam aturan anyar ini, ada beberapa tambahan kewajiban yang harus dipenuhi oleh emiten. Misalnya emiten wajib menginfokan sumber dana yang akan digunakan untuk buyback. Yakni harus berasal dari dana internal dan bukan dari dana penawaran umum serta utang.  Sayangnya, isu penting soal transparansi identitas pihak penjual saham yang dibeli kembali belum disentuh sama sekali oleh OJK. Selain di pasar reguler, regulasi memungkinkan buyback dilakukan di pasar negosiasi dan di luar bursa. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menuturkan, dirinya pernah dirugikan karena aksi buyback hanya untuk membeli saham dari segelintir investor. Praktisi pasar modal Hans Kwee menyarankan ada aturan bagi pihak terafiliasi yang menjual saham via buyback.

Kinerja Emiten Sejumlah Sektor Masih Rapuh

KT3 19 Jan 2024 Kompas

Riset terbaru menunjukkan kinerja keuangan sebagian perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia semakin rapuh. Kondisi ekonomi global hingga kelemahan kultural dan hukum jadi tantangan bagi pemulihan usaha pascapandemi Covid-19. Perusahaan jasa konsultansi strategi global Alvarez & Marsal (A&M) menyimpulkan hal itu dari riset terhadap 360 perusahaan tercatat atau 44 % dari 813 emiten di BEI, yang memiliki pendapatan tahunan lebih dari 50 juta USD di 11 sektor industri. Penelitian mengukur kinerja keuangan antara tahun 2019 dan Juni 2023. Managing Director A&M Indonesia Alessandro Gazzini, memaparkan, kendati ada 56 % perusahaan yang mampu mempertahankan status dan prospek sehatnya, perusahaan lainnya belum pulih seperti kondisi sebelum Covid-19.

”Kecepatan pemulihan kesehatan perusahaan relatif lambat, berujung pada bertambahnya sub kelompok perusahaan zombi,” ujarnya dalam presentasi riset berjudul ”Indonesia A&M Distress Alert” di Jakarta, Kamis  (18/1). Perusahaan zombi yang dimaksud dikategorikan dalam tiga kondisi, yakni berstatus distressed atau mengalami kesulitan pada neraca keuangan dan efisiensi operasional perusahaan, memiliki ketahanan neraca kurang, serta yang memiliki neraca dan laba-rugi kurang. Jumlah perusahaan berkondisi distressed pada tahun pertama pandemi pada 2020 sebanyak 19,4 %, pada 2022, jadi 15,3 % dan pada 12 bulan terakhir hingga Juni 2023 sebanyak 14,2 %. Perusahaan dengan ketahanan neraca kurang signifikan terus menurun jumlahnya, dari sebanyak 28,6 % pada 2019 menjadi 18,6 % pada periode hingga Juni 2023.  (Yoga)