;
Tags

Pasar Modal

( 326 )

Resiliensi di Tengah Turbulensi

HR1 11 Aug 2023 Bisnis Indonesia

Menapaki usia yang ke-46, pasar modal Indonesia dapat dikatakan telah mencapai fase yang cukup matang. Kematangan itu ditandai oleh kemampuan pasar modal bertahan dalam menangkis segala volatilitas dan turbulensi ekonomi yang cukup menantang. Sejumlah ujian berat telah dihadapi pasar modal Indonesia dengan bekal langkah yang tetap tegar. Hasilnya dapat terlihat dengan pencapaian Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencatatkan rekor baru kapitalisasi pasar modal sebesar Rp10.078 triliun pada 26 Juli 2023. Rekor baru lainnya juga dicatatkan dari sisi volume transaksi harian tertinggi yakni pada 31 Mei 2023 sebanyak 89 miliar saham. Sementara itu, aktivitas penghimpunan dana sepanjang 2023 juga terus meningkat. Hingga 9 Agustus 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum sebanyak 141 dengan total emisi Rp165,22 triliun, yang 57 di antaranya adalah emiten baru. Adapun, rerata nilai transaksi harian mencapai Rp10,24 triliun dengan volume transaksi harian bursa 18,5 miliar saham dengan frekuensi transaksi harian 1,24 juta kali. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 11,46 juta atau meningkat 11,15% year-to-date (YtD). Pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor reksadana dan mayoritas masih didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun yang mencapai 57,26%. Harian ini terus mendorong perbaikan kinerja maupun regulasi pasar modal di Indonesia. Hal ini dirasa sangat krusial karena perbaikan adalah proses terus-menerus dalam menghadapi kian membesarnya turbulensi ekonomi global. Upaya perbaikan tak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi tetapi melibatkan banyak para pemangku kepentingan seperti pembuat regulasi, infrastruktur, dan partisipasi pelaku pasar untuk memastikan transparansi, likuiditas, perlindungan investor, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pasar Modal, Asa Besar Pendanaan Ekonomi

KT1 11 Aug 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Selain perbankan, pasar modal telah menjadi sumber pendanaan ekonomi dan pembangunan yang kian menjanjikan di Tanah Air. Bahkan, dengan nilai tambah yang diberikan, pasar modal bisa ikut berperan untuk melepaskan Inodonesia dari jebakan negara berpenghasilan menengah (minddle income trap)  yang merupakan persyaratan penting bagi  tercapainya status Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Meski jumlah investor pasar modal ritel per Juli 2023 baru sekitar 11,42 juta orang atau hanya 4,1% dari total populasi Indonesia, nilai kapitalisasi pasar (market kapitalization) saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini telah mencapai lebih  dari Rp10.000 triliun atau sekitar US$ 660 miliar. Angka kapitalisasi pasar yang secara year to date  tumbuh 5,75% tersebut, setara dengan 51% produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Hingga 9 Agustus lalu, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 200 triliun hingga akhir tahun. Penghimpunan dana itu diantaranya diperolah  melalui pencatatan 57 emiten baru BEI. (Yetede)

Cinema XXI Targetkan Rp 2,25 Triliun dari IPO

KT3 27 Jul 2023 Kompas

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, akan menawarkan 8,33 miliar saham kepada publik, setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan seusai penawaran saham perdana (IPO). Dalam prospektus, Rabu  (26/7/2023), jaringan bioskop ini menargetkan dana publik Rp 2,25 triliun dan menjadi salah satu IPO besar di Bursa Efek Indonesia tahun ini. (Yoga)

Investor dan Emiten Cermati Proses Pemilu

KT3 20 Jul 2023 Kompas

Selain faktor eksternal, emiten dan investor di pasar modal mencermati situasi politik Tanah Air. Mereka mengamati kontestan dan program calon presiden-wakil presiden RI pada Pemilu 2024. ”Ini memengaruhi penerbitan surat utang tahun ini,” kata Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indirasih di Jakarta, Selasa (18/7/2023). (Yoga)

Skema Urun Dana di Pasar Modal Bisa Jadi Alternatif Permodalan

KT3 17 Jul 2023 Kompas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengakses modal lewat mekanisme penawaran efek melalui layanan urun dana di pasar modal (securities crowdfunding/SCF). ”SCF bisa jadi solusi alternatif bagi UMKM yang membutuhkan permodalan, terutama mereka yang belum memenuhi persyaratan kredit bank. Metode ini bisa diakses dengan mudah melalui platform tekfin,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi di Bali, Jumat (14/7/2023). (Yoga)

Dorong Lebih Banyak UKM CariPendanaan di Pasar Modal

KT3 12 Jul 2023 Kompas

Pemerintah perlu mendorong lebih banyak usaha kecil menengah (UKM) mencari pendanaan di pasar modal dengan melepas sahamnya ke publik. Dengan demikian, selain mendapat permodalan, UKM juga terdorong membenahi tata kelola menjadi lebih baik. Demikian disampaikan pengajar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Mudrajad Kuncoro, yang dihubungi Selasa (11/7/2023). (Yoga)

Setelah Dugaan Manipulasi Dua Emiten

KT1 30 Jun 2023 Tempo

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong para emiten meningkatkan tata kelola yang baik atau good corporate governance (GCG). Dorongan tersebut dilakukan setelah muncul dugaan manipulasi laporan keuangan oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, berujar bahwa wewenang otoritas dalam hal ini adalah mengklarifikasi emiten sekaligus meminta emiten menyampaikan perkembangan progres perbaikan yang tengah dilakukan. Adapun investigasi kini tengah dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Ada satu emiten yang sudah melakukan perubahan atau restatement atas laporan keuangan akibat penyajian atau perbedaan standar akuntansi yang dianut dan akan menimbulkan perubahan dari sisi angka,” ujar Nyoman dalam konferensi pers virtual, Rabu lalu. Dia memastikan bursa akan senantiasa mengawal perkembangan investigasi yang dilakukan serta mendorong transformasi tata kelola dan transparansi dari kedua emiten tersebut. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada 5 Juni lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan dugaan manipulasi laporan keuangan di Waskita Karya dan Wijaya Karya. Menurut dia, pelaporan keuangan Waskita dan Wika tidak sesuai dengan kondisi riil. Artinya, dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun, padahal cashflow tidak pernah positif. (Yetede)

UMKM Didorong Cari Dana di Pasar Modal

KT3 08 Jun 2023 Kompas

Untuk meningkatkan kapasitas usahanya, UMKM perlu menggalang pendanaan dari publik melalui pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberikan pendampingan dan inkubasi bisnis agar UMKM bisa melantai di bursa saham. ”Ini agar UMKM bisa mencari alternatif pendanaan di luar perbankan,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan BEI di Jakarta, Rabu (7/6/2023). (Yoga)

Perlindungan Konsumen Terus Diperkuat

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus memperkuat perlindungan konsumen, khususnya investor ritel pasar modal yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mencegah gejolak di Pasar Modal Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam IOSCO Committee 8 Meeting di New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. (Yoga)

PASAR MODAL, Bersiap dengan Strategi Baru

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Para trader dan investor di pasar saham Indonesia yang baru masuk ke pasar saham ketika masa pandemic belum pernah mengalami penurunan harga saham lebih dari 7% per hari. Kini, sebagian juga sudah bekerja penuh waktu di kantor masing-masing, tidak sempat lagi mengawal perdagangan atau investasi saham secara lebih intensif seperti ketika masa pandemi. Dengan demikian, momentum menghadapi auto reject bawah sebesar 15% mulai Senin (5/6) ini baik juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan trading dan investasi. Jika trader atau investor angkatan Corona sudah bekerja sepenuhnya di kantor, seperti masa normal, pertimbangkan lagi apakah kegiatan jual beli saham (trading) jangka pendek masih dapat dilakukan. Ketika pandemi, jual beli saham dalam jangka pendek sangat mungkin dilakukan karena para pekerja bekerja dari rumah. Pertemuan-pertemuan dilakukan secara daring. Membuka dua layar, satu untuk trading sama dan satu lagi untuk pertemuan daring, sangat memungkinkan.

Jika memang strategi scalping atau jual beli saham cepat tidak dapat dilakukan lagi, perubahan strategi sangat dimungkinkan. Masih ada strategi lain, seperti swing, yaitu membeli saham ketika sedang berada pada tren naik dan menjual pada saat tren sudah berbalik. Dengan strategi ini, trader tidak perlu melihat layar monitor sepanjang hari perdagangan. Strategi lain yang lebih santai adalah investasi berkala. Strategi ini dilakukan dengan cara membeli saham berkapitalisasi besar secara bertahap. Setelah menentukan strategi trading atau investasi, penyesuaian yang dilakukan selanjutnya adalah mengurangi risiko karena batas penurunan harian (auto rejection) sudah bertambah menjadi 15%. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan harga saham hingga 15% dalam satu hati, dengan fokus pada saham-saham yang sedang berada pada tren naik (up trend). Fokus juga pada perusahaan yang memiliki fundamental baik, seperti kinerja keuangan yang positif dan laba yang terus berkembang. (Yoga)