;
Tags

Migas

( 497 )

Tantangan Energi Indonesia Butuh Solusi Multidimensi

KT1 22 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Industri migas Indonesia saat ini tengah menghadapi dua tantangan, yaitu memenuhi kebutuhan energi Indonesia dan mengurangi dampak emisi karbon. Menghadapi dua tantangan energi tersebut, dibutuhkan solusi multidimensi. "Melihat situasi ini, tantangan energi Indonesia membutuhkan solusi multidimensi. Percepatan transisi energi Indonesia membutuhkan upaya bersama," ujar Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Irtiza H. Sayyed, pada Upacara Pembukaan Pameran dan Konvensi IPA ke-46. Selain mendorong peningkatan produksi migas, lanjut dia, industri migas  saat ini juga tengah fokus untuk menurunkan emisi karbon. Dalam kegiatan operasional dan produksinya, perusahaan migas terus mengembangkan berbagai teknologi yang dapat mengurangi emisi karbon dan menghasilkan energi yang lebih bersih. "Dalam kasus teknologi seperti CCS, investasi yang dibutuhkan sangat besar, dan penerapan pada skala industri merupakan komitmen jangka panjang. Untuk meyakinkan bisnis jangka panjang. Untuk meyakinkan  bisnis jangka panjang terhadap investasi semacam itu, para pemangku kepentingan  berharap bahwa kebijakan pemerintah akan mendukung teknologi yang mereka bantu besarkan," ujarnya. (Yetede)

LELANG WILAYAH KERJA MIGAS : Pemerintah Kembali Tawarkan Blok West Kampar

HR1 21 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah melelang wilayah kerja minyak dan gas bumi atau migas West Kampar dengan mekanisme penawaran langsung. Blok tersebut sebenarnya telah masuk dalam penawaran wilayah kerja migas tahap I/2022.Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menjelaskan bahwa Blok West Kampar merupakan Wilayah Kerja (WK) Migas berstatus eksploitasi yang ditawarkan dengan skema kontrak bagi hasil cost recovery. Pemerintah berharap penawaran langsung WK West Kampar bisa mempercepat produksi migas di blok tersebut, sehingga bisa memberikan tambahan kontribusi terhadap lifting nasional.

PENINGKATAN PRODUKSI MIGAS : TARGET LIFTING TERUS DIKEJAR

HR1 19 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas memastikan seluruh persoalan yang dihadapi kontraktor kontrak kerja sama dapat terselesaikan guna menjamin produksi dan lifting tahun ini sesuai target. SKK Migas memanggil kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki target produksi migas besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian lifting nasional. Harapannya, KKKS dapat mendorong produksinya agar bisa mengejar ketertinggalan terhadap target tahun ini. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa pihaknya melihat ada potensi untuk menaikkan produksi migas nasional. Pemanggilan KKKS tersebut diharapkan bisa menghasilkan terobosan untuk mengejar target produksi migas berdasarkan potensi yang ada. “Kami juga menawarkan kepada KKKS sekiranya membutuhkan bantuan dari SKK Migas agar bisa mencapai target yang telah disepakati,” katanya, dikutip Minggu (19/9). Julius menjelaskan bahwa belum tercapainya target lifting migas nasional dari KKKS masih disebabkan oleh sejumlah persoalan yang kerap terjadi, seperti unplanned shutdown, kebocoran pipa, tertundanya kegiatan well service dan workover, penurunan produksi lebih cepat di beberapa sumur, serta jadwal onstream sejumlah proyek yang mundur. Masifnya realisasi program kerja utama hulu migas, seperti pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan, dan upaya menjaga agar tidak terjadi unplanned shutdown pada sisa tahun ini pun diharapkan mampu meningkatkan capaian lifting migas nasional.

Pengembangan Blok Migas : Masela Masih Memesona

HR1 12 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam mengelola Blok Masela sebagai salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi atau migas dengan menyiapkan beragam strategi agar pengembangannya bisa segera rampung. Selain terus mendorong masuknya PT Pertamina (Persero) ke dalam Blok Masela, pemerintah juga menyiapkan strategi konsorsium untuk mengambil alih 35% hak partisipasi wilayah kerja (WK) tersebut yang dikuasai Shell Upstream Overseas Services Limited (Shell).Menteri Investasi Indonesia/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah menyiapkan konsorsium yang terdiri atas Indonesia Investment Authority atau INA, Pertamina, dan sejumlah perusahaan swasta untuk mengambil alih hak partisipasi Shell. Pemerintah pun menargetkan konsorsium tersebut dapat disiapkan dalam waktu dekat, atau paling cepat pada tahun ini sudah rampung.Selain itu, Bahlil juga memastikan tidak menutup kemungkinan bagi investor asing, terutama pemilik teknologi untuk ikut bergabung dalam konsorsium yang akan dibentuk pemerintah.Selain itu, Bahlil juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menegaskan program gas di Maluku harus menjadi prioritas setelah melihat langsung persoalan tersebut di lapangan.

UE Bergegas Bantu Sektor Industri

KT1 06 Sep 2022 Investor Daily (H)

LONDON, ID – Harga gas Eropa melonjak pada Senin (5/9) sedangkan saham anjlok dan mata uang euro merosot setelah Pemerintah Rusia menghentikan pengiriman gas ke Eropa melalui rute-rute pasokan utama. Negara-negara Uni Eropa (UE) langsung merespons dengan menawarkan paket paket bantuan miliaran dolar AS agar perusahaan-perusahaan listrik tidak kolaps karena kekurangan likuiditas, sekaligus demi melindungi rumah tangga dari lonjakan tagihan listrik. Perusahaan negara Rusia, Gazprom, menyatakan tidak akan membuka aliran gas melalui jalur pipa Nord Stream 1 karena ada kerusakan pada satu turbin.
Eropa pun menuding Rusia menggunakan pasokan energi sebagai pembalasan atas sanksi-sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap Negeri Beruang Merah atas invasinya ke Ukraina. Sebaliknya, Rusia mengatakan Barat telah melancarkan perang ekonomi dan sanksi-sanksinya sudah menghambat operasional pipa gas Finlandia sendiri mengambil langkah dengan menawarkan 10 miliar euro (US$ 10 miliar), sedangkan otoritas Swedia menyediakan 250 miliar crown (US$ 23 miliar) dalam bentik jaminan likuiditas untuk perusahaan. (Yetede)

Komoditas Energi : Realisasi Investasi Migas Tertahan

HR1 31 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Pelaku usaha hulu minyak dan gas bumi atau migas tetap berhati-hati dalam menentukan langkah investasinya di Tanah Air, meski harga komoditas fosil diprediksi tetap akan ada di level tinggi hingga 2024. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas melaporkan rasio investasi perusahaan minyak dan gas dunia masih tertekan cukup dalam, kendati telah memetik untung yang relatif besar dari reli harga minyak mentah dunia saat ini.“Kenaikan profit karena harga minyak yang diterima oleh perusahaan minyak dunia ternyata tidak menaikkan investment ratio,” kata Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Mohammad Kemal saat dihubungi, Selasa (30/8).Mengutip RystadEnergy, Kemal menjelaskan, rasio investasi sebelum periode pandemi Covid-19 berada di angka 50% hingga 70%. Angka itu susut cukup dalam di posisi 27% dari profi yang diperoleh perusahaan tahun ini. Di sisi lain, SKK Migas melaporkan torehan investasi pada kegiatan hulu migas nasional baru mencapai US$4,8 miliar. Torehan itu relatif kecil lantaran target yang dipatok pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 mencapai US$13,2 miliar.Sementara itu, realisasi liftingminyak bumi hingga Juni 2022 tercatat sebesar 616.600 barel per hari. Capaian itu tercatat lebih rendah jika dibandingkan dengan target lifting dalam APBN 2022 sebesar 704.000 barel per hari.

Kenaikan BBM Bersubsidi Bukan Opsi Pertama

KT1 22 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah masih memiliki dua opsi terkait kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, solar serta Pertalite. Dari kedua opsi itu, mengurangi subsidi atau menaikkan harga jual hanya akan menjadi opsi kedua, yang diambil jika pagu anggaran subsidi dan kompensasi energi Rp 502,4 triliun terlampaui atau habis. Namun demikian, dia menandaskan, kalaupun opsi penaikan harga dipilih, hal itu belum akan dilakukan pada kuartal III tahun ini. “Masih disampaikan beberapa skenario. Belum diputus. (Tapi) tidak di kuartal III (2022),” ucap Airlangga tanpa bersedia menyebutkan waktu pasti penaikan harga BBM dilakukan. Menurun Airlangga, perolehan rezeki nomplok (windfall profits) tahun ini kenaikan harga komoditas masih bisa untuk menutup subsidi dan kompensasi energi hingga Rp 502,4 triliun, namun  tidak bisa lebih tinggi dari itu. Apalagi, dengan terkendalinya Co vid-19, mobilitas masyarakat akan meningkat volume konsumsi BBM bersubsidi juga meningkat. “Kalau kita bicara Pertalite ‘kan (kuotanya)  23 juta kiloliter, kami per kirakan bisa naik sampai 29 juta kiloliter,” pungkas dia. (Yetede)

Kenaikan BBM diumumkan Pekan Depan

KT1 20 Aug 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pekan depan. Lonjakan harga minyak mentah, konsumsi BBM yang tak terkendali, dan pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan subsidi BBM membengkak 230%, dari Rp 152,1 triliun ke Rp 502,4 triliun. Harga Pertalite yang saat ini Rp 7.650 per liter kemungkinan dinaikkan ke Rp 10.000 per liter atau 30%. Subsidi Pertalite setelah kenaikan masih sekitar Rp 8.150 per liter. “Minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana kenaikan harga (BBM bersubsidi),” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin secara virtual, Jumat (19/8/2022). Presiden Jokowi, kata Luhut, akan mengumumkan kepastian kenaikan harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan solar pada minggu depan. Ia menjelaskan saat ini inflasi masih terkendali. Namun ia telah mengutus timnya untuk menghitung potensi dampak kenaikan inflasi apabila harga BBM Pertalite dan solar dinaikkan. Hanya saja, Luhut tidak menyebutkan berapa kenaikan harga yang akan ditetapkan pemerintah. (Yetede)

PENEMUAN HIDROKARBON : INDUSTRI HULU MIGAS MAKIN MENARIK

HR1 18 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Industri hulu minyak dan gas bumi Tanah Air menjadi lebih menarik setelah Pertamina Hulu Energi mengumumkan penemuan hidrokarbon di dua wilayah kerjanya yang terletak di Aceh dan Papua. Pertamina Hulu Energi Regional 4 menemukan hidrokarbon setelah melakukan kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Markisa (MKS)-001. Sumur eksplorasi tersebut terletak di Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP, Field Papua, Kabupaten Aimas, Provinsi Papua Barat.Setelah dilakukan serangkaian evaluasi terhadap properti formasi dengan menggunakan Eline logging tools, Pertamina Hulu Energi (PHE) Regional 4 mengusulkan dua interval Drill Stem Test (DST) yang berada dalam Formasi Kais, DST#1: 2012–2020 mMD dan DST#2: 1932–1942,5 mMD. Adapun di Aceh, Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHENSO) Regional 1 Sumatra menemukan indikasi hidrokarbon berupa gas melalui pengeboran Sumur Eksplorasi R2. Sumur eksplorasi tersebut terletak di WK North Sumatra Offshore dengan operator PHE NSO, yang berada di lepas pantai Lhokseumawe, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Deputi Perencanaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Benny Lubiantara mengatakan bahwa penemuan hidrokarbon yang terus berkelanjutan di ujung barat dan ujung timur Indonesia menunjukkan potensi hulu migas masih menjanjikan.

“Ini akan semakin menguatkan keyakinan kita bersama bahwa dengan pengeboran eksplorasi yang masif dan penemuan hidrokarbon yang dihasilkan akan menjadi pondasi yang kuat untuk mencapai target 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030,” katanya dikutip Rabu (17/8).Benny meyakini penemuan hidrokarbon di Papua Barat akan mendorong kegiatan eksplorasi yang lebih masif dan agresif di masa mendatang di wilayah tersebut.Penemuan hidrokarbon tersebut, kata Benny, akan menambah rasio kesuksesan pengeboran sumur eksplorasi pada 2022. Sampai dengan semester pertama 2022, success ratio pengeboran sumur eksplorasi mencapai 75%, lebih tinggi dibandingkan dengan ca-paian tahun lalu yang sebesar 55%, dan mengungguli capaian global pada 2021 sekitar 23,8%.

Kenaikan Harga Minyak Karena Investasi Migas Minim

KT1 18 Aug 2022 Investor Daily (H)

LONDON, ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang baru Haitham Al Ghais menyampaikan pada Rabu (17/8), kartel minyak tidak dapat disalahkan atas laju inflasi yang melonjak. Sebaliknya, ia menunjuk pada kurangnya investasi kronis dalam industri minyak dan gas (migas). “OPEC tidak berada di belakang kenaikan harga ini. Ada faktor lain di luar OPEC yang benar-benar berada di balik lonjakan(harga) gas dan minyak. Dan sekali lagi, singkatnya bagi saya adalah kurangnya investasi. Kekurangan investasi yang kronis. Ini adalah kenyataan pahit yang harus disadari oleh orang-orang dan para pembuat kebijakan. Setelah itu terwujud, saya pikir, kita bisa mulai memikirkan solusi di sini. Dan solusinya sangat jelas. OPEC memiliki solusi: berinvestasi, berinvestasi, berinvestasi,” demikian penjelasan Al Ghais kepada Hadley Gamble dari CNBC. Di sisi lain, Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) mengatakan pada Juni bahwa investasi energi global telah berada di jalur yang tepat untuk naik tahun ini sebesar 8%, mencapai US$2,4 triliun. Di mana sebagian besar proyeksi kenaikan terutama berasal dari energi bersih. (Yetede)