Kerjasama Ekonomi
( 335 )Kolaborasi DP Dubai dan Maspion Akan Tekan Biaya Logistik Nasional
Ekonomi RI Stabil, Jerman Jajaki Potensi Kerja Sama
Proyek Patungan PT TCL Diluncurkan
Wapres Amin-PM Li Bahas Peningkatan Kerja Sama Bilateral
Wapres Ma’ruf Amin bertemu dengan PM China Li Qiang di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi, China, Sabtu (16/9). Keduanya menyatakan komitmen bersama untuk meningkatkan kemitraan dan kerja sama antara Indonesia dan China. Dalam pernyataan atas sambutan selamat datang pada pertemuan itu,Wapres mengatakan, kunjungan ini merupakan kunjungan pertamanya ke China setelah pandemi Covid-19. ”Saya berharap kunjungan ini akan memberikan kontribusi positif bagi kemitraan kedua negara kita dan antara ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok,” kata Wapres Amin. Wapres menuturkan interaksi tingkat tinggi yang intensif antara Indonesia dan China. Kepala negara dari kedua negara kerap bertemu dalam berbagai kesempatan. ”Presiden Jokowi bertemu Presiden Xi Jinping di Chengdu bulan Juli lalu dan bertemu Yang Mulia (PM Li) saat KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta,” ujar Wapres Amin.
Terkait langkah memperkuat kemitraan bilateral kedua negara, ia menyampaikan tiga hal penting kepada PM Li. Pertama, peningkatan kerja sama perdagangan Indonesia dan China. Wapres menyebut China sebagai mitra perdagangan terbesar bagi Indonesia dengan potensi kerja sama yang masih besar. Ia meminta dukungan Li atas ekspor dan akses pasar komoditas unggulan Indonesia ke China. Wapres meyakini Indonesia dan China dapat memanfaatkan berbagai kerangka kerja sama perdagangan regional dan multilateral untuk mendukung hal tersebut. Kedua, Wapres menuturkan arti penting kerja sama dalam pengembangan produk halal. ”Perdagangan dan investasi produk halal memiliki potensi amat luas di kedua negara kita serta kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika,” ujarnya. Poin penting ketiga yang disampaikan Wapres adalah kerja sama peopleto-people dalam memperkuat kemitraan ekonomi dengan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat kedua negara. (Yoga)
RI dan Korea Selatan Kerja Sama Tranformasi Digital
JAKARTA,ID-Hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan menunjukkan banyak peningkatan kerja sama. Melalui "Republic of Korea-Republik of Indonesia Joint Vission Statement for C--Prosperity and Peace", kedua pemimpin negara sepakat untuk meningkatkan status kemitraan menjadi special stategic partnership. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDM) menandatangani MoU Kerja Sama antara BPSDMI dan National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Republik Korea. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusddiklat) SDM Industry Arnes Lukman menerangkan, BPSDMI sebelumnya telah beberapa kali melakukan diskusi dengan NIPA untuk menjajaki kerja sama transformasi digital, sehingga kemudian disepakati akan melakukan kerja sama yang akan kita laksanakan pada beberapa waktu kedepan. Program kerja sama yang akan dilaksanakan adalah pertukaran bisnis dan teknologi, transfer ilmu termasuk pengiriman tenaga ahli, mendorong transformasi digital pada industri manufaktur, mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komputer (TIK) pada satuan pendidikan, hingga menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan acara bersama di bidang yang menjadi kepentingan bersama. (Yetede)
Banjir Tawaran Proyek lewat AIPF
Forum ASEAN-Indo Pasifik atau AIPF yang perdana diusung Indonesia dalam keketuaan ASEAN tahun ini telah mengumpulkan tawaran proyek kerja sama hingga mencapai puluhan miliar USD. Ajang tersebut ingin mengubah rivalitas di kawasan menjadi kerja sama konkret yang saling menguntungkan, tanpa ada negara yang dikucilkan. Hingga hari pertama penyelenggaraan KTT ASEAN dan pembukaan AIPF di Jakarta, Selasa (5/9) sudah terkumpul 93 proyek kerja sama konkret antara negara-negara ASEAN dan mitra di kawasan Indo-Pasifik senilai total 38,2 miliar USD, serta 73 proyek potensial senilai 17,8 miliar USD. Dari total 93 proyek, sebanyak 81 proyek senilai 34,53 miliar USD berurusan dengan pembangunan infrastruktur hijau dan penguatan rantai pasok, 4 proyek senilai 736,36 juta USD terkait dengan inisiatif pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan, serta 8 proyek senilai 2,93 miliar USD berkaitan dengan transformasi digital inklusif di kawasan.
Saat membuka AIPF di hadapan para pemimpin negara ASEAN dan Indo-Pasifik, Presiden Jokowi mengatakan, ASEAN tidak imun dari berbagai tantangan global dan rivalitas geopolitik, khususnya potensi konflik di Indo-Pasifik. Lewat AIPF, yang merupakan bentuk implementasi dari skema ASEAN Outlook on Indo-Pacific, keketuaan Indonesia ingin mengubah rivalitas di kawasan menjadi kerja sama yang bermanfaat. ”Kita perlu membangun kebiasaan bekerja sama yang saling menguntungkan tanpa satupun merasa dikucilkan. Berbagai proyek kerja sama ini mencerminkan komitmen kita untuk walk the talk membangun Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur,” kata Presiden Jokowi saat membuka forum AIPF di sela-sela perhelatan KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta. (Yoga)
Pembangunan Ekonomi Jadi Perhatian Utama ASEAN
ASEAN kembali menegaskan cara kerja sama di kawasan ini. Metodenya adalah kerja sama ekonomi dan pembangunan untuk kemakmuran bersama. Kelancaran perdagangan di antara sesama anggota dan mitra ASEAN diperlukan. Presiden RI Jokowi mengatakan, ASEAN tidak mau dijadikan alat kepentingan pihak lain. ”Jadikanlah kapal ASEAN ini sebagai ladang untuk menumbuhkan kerja sama. Untuk menciptakan kemakmuran, menciptakan stabilitas, menciptakan perdamaian yang tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi dunia,” ujarnya kala membuka KTT Ke-43 ASEAN, Selasa (5/9) di Jakarta.
ASEAN akan selalu terbuka bekerja sama dengan pihak mana pun. Kerja sama inklusif itu terus didorong ASEAN, baik di kawasan maupun luar kawasan. Bagi Indonesia, kerja sama, meliputi sector ekonomi, pembangunan, dan perdagangan. PM Malaysia Anwar Ibrahim juga memperingatkan bahaya adu domba oleh kekuatan dari luar kawasan. Sentralitas ASEAN harus terus dijunjung. Anwar turut mendorong perdagangan di antara sesame ASEAN ditingkatkan. Kini, porsinya hanya 22,3 % dari keseluruhan volume perdagangan ASEAN. Dengan kata lain, perdagangan ASEAN lebih banyak dilakukan dengan negara di luar kawasan. ”Pengaturan strategis lebih besar perlu dilakukan untuk integrasi pasar dan memfasilitasi pergerakan barang, modal, tenaga terampil, serta pembagian teknologi di antara kita dan mitra. Kemitraan dengan pihak luar yang bertujuan pada hal ini harus diperkuat,” katanya. (Yoga)
Komunitas Ekonomi Borneo Disepakati
Kalangan pelaku usaha dan industri Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam sepakat membentuk Borneo Economic Community atau Komunitas Ekonomi Borneo. Komunitas ini juga diharapkan dapat mengalirkan investasi untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN. Borneo merupakan kawasan yang terdiri dari Pulau Kalimantan, Indonesia; Malaysia bagian timur; dan Brunei Darussalam. Perwakilan pelaku usaha dan industri dari tiga negara itu ber-temu dalam Borneo Business Roundtable yang menjadi rangkaian sesi pasca-ASEAN Business & Investment Summit di Jakarta, Selasa (5/9). Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono dan perwakilan pemda di Pulau Kalimantan juga hadir dalam pertemuan itu.
Ketua Umum Kadin Indonesia sekaligus Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Arsjad Rasjid memaparkan, kesepakatan pembentukan Komunitas Ekonomi Borneo dilandasi kerja sama pelaku usaha di semua provinsi di Kalimantan; Sabah dan Sarawak, Malaysia; serta Brunei Darussalam. ”Kesepakatan bersama ini untuk melihat kekuatan yang ada di Borneo,” ujarnya saat ditemui setelah pertemuan. Menurut dia, pembangunan Komunitas Ekonomi Borneo penting karena para pelaku industri tersebut berada di satu pulau. Selain itu, pembangunan IKN juga berada di kawasan Borneo. Dengan demikian, Borneo dapat menjadi salah satu episentrum pertumbuhan di kawasan. Gagasan pembentukan Komunitas Ekonomi Borneo akan ditindaklanjuti dengan rencana mengadakan Borneo Business Summit di Pontianak, Kalbar, pada November tahun ini. (Yoga)
KTT KE-43 ASEAN : RI Optimalkan Konektivitas Digital ASEAN
Indonesia yang memimpin ASEAN pada 2023 berada di garis depan untuk mengoptimalkan konektivitas digital di kawasan yang tengah mengalami gelombang digitalisasi dengan potensi ekonomi sektor e-commerce mencapai US$130 miliar. Dengan pengguna internet mencapai 460 juta – dengan tambahan 100 juta peng guna dalam tiga tahun terakhir – kawasan ini mem posisikan dirinya sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi digital. ASEAN juga di proyeksikan menjadi salah satu ekonomi digital regional dengan pertumbuhan tercepat.Karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan, sebagai Ketua ASEAN 2023, Indonesia memegang peran penting dalam mengoptimalkan konektivitas digital untuk seluruh negara ASEAN. “Seiring tren dan potensi digitalisasi, Pemerintah Indonesia terus mengakselerasi agenda transformasi digital nasional, termasuk memperkuat konektivitas digital, khususnya melalui Keketuaan ASEAN tahun 2023,” ujarnya dalam Seminar Konektivitas Digital ASEAN untuk Memperkuat Epicentrum of Growth untuk Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV Tahun 2023 Lemhannas belum lama ini.
Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, menjadi momentum untuk menjawab tantangan kesenjangan digital di kawasan Asia Tenggara. Menteri Budi menjelaskan sebagai Ketua ASEAN di sektor digital, Indonesia me ngusung isu-isu terkini dalam pencapaian Komunitas Digital ASEAN 2040.“Kami mengangkat isu kesenjangan digital dengan mengedepankan program pemerintah seperti Palapa Ring, dan program pengembangan SDM digital, serta, isu pelindungan data pribadi sesuai dengan UU PDP [Pelindungan Data Pribadi],” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kominfo Mira Tayyiba mengatakan Indonesia mengajak negara ASEAN mengembangkan ekosistem digital untuk kepentingan semua negara anggota agar menjadi contoh di tingkat global.Sebagai Ketua ASEAN Telecommunication Regulators’ Council (ATRC) ke-19, Mira Tayyiba menyatakan kawasan ASEAN kini menjadi sebuah ekosistem inovasi. Penerapan kota pintar hingga teknologi pertanian mutakhir untuk memberdayakan petani menjadi bukti nyata sektor digital menggerakan pertumbuhan kawasan.
PELUANG KOLABORASI PEBISNIS ASEAN
Rangkaian pertemuan antar pelaku bisnis kawasan Asia Tenggara sejak Minggu (3/9) hingga Senin (4/9), dalam forum Asean Business & Investment Summit (ABIS) 2023 kian menyulut optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Pasalnya, forum tersebut turut membuka peluang kerja sama dan investasi yang lebih besar di kawasan Asia Tenggara. Apalagi, kawasan tersebut sejauh ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang pesat pasca hantaman pandemi. Geliat ekonomi Asean juga diharapkan bakal terakselerasi dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar hari ini, Selasa (5/9), di Jakarta. Ajang tersebut menjadi momentum bagi yurisdiksi di kawasan ini untuk merapatkan barisan guna meningkatkan soliditas serta memantik deru ekonomi lebih kencang. Dalam satu dekade terakhir, perekonomian kawasan berhasil tumbuh rata-rata di kisaran 4%-5%, mempertahankan posisi sebagai eksportir terbesar keempat di dunia, dan pada tahun lalu menjadi tujuan investasi asing langsung terbesar kedua sejagat. Ketua Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) Arsjad Rasjid menegaskan, kesuksesan Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) yang masuk dalam rangkaian KTT Asean, membuat posisi Indonesia makin kuat. Sebagaimana diketahui Asean-BAC membawa lima proyek strategis yang melibatkan pemerintah hingga sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara-negara Asean. Kelima proyek tersebut berkenaan dengan digital transformation, sustainable development, health resilience, food security, serta trade & investment facilitation. Dia berharap forum ABIS dapat memfasilitasi pertukaran ide dan perspektif dalam upaya kolaborasi strategis Asean. Kemarin, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pemimpin negara Asean, serta petinggi organisasi penting dunia seperti World Bank, International Monetary Fund (IMF) dan World Economic Forum. Pertumbuhan ekonomi Asean menjadi bahasan dalam berbagai pertemuan itu. Managing Director IMF Kristalina Georgieva menyoroti kondisi ekonomi dunia yang masih dalam keadaan tidak dapat diprediksi. Namun, dia menilai Asean merupakan salah satu bright spot di tengah situasi dunia yang tidak pasti. Dalam forum yang sama, Generasi ketiga Salim Group yang kini menduduki posisi sebagai Direktur PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA), Axton Salim menyatakan besarnya potensi pasar keuangan digital Indonesia dapat mendukung perekonomian kawasan Asean.
Pilihan Editor
-
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









