Kerjasama Ekonomi
( 335 )Indonesia Salurkan Bantuan Rp 6,5 Miliar Untuk Laos
UE Harapkan Sinergi yang Lebih Baik dengan RI
Uni Eropa (UE) merespons pengumuman resmi KPU yang
menyebutkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan
wakil presiden terpilih dalam Pemilu 2024. Uni Eropa menilai pemerintahan yang baru
perlu meningkatkan hubungan perekonomian agar makin menguntungkan Indonesia
dengan UE. Hal itu terungkap dalam sidang parlemen Komite Urusan Luar Negeri
atau Committee on Foreign Affairs/AFET, Kamis (21/3) di Kantor Pusat UE di
Brussels, Belgia. Ketua AFET Parlemen Eropa David McAllister mengatakan, Indonesia
adalah salah satu mitra strategis UE. Ini tak lain karena Indonesia punya
posisi strategis dalam kerja sama EU-Indo Pacific Strategy dan EU-ASE-AN.
EU-Indo Pacific merupakan kerja sama multilateral Uni Eropa
dengan negara-negara lepas Samudra Hindia. Adapun EU-ASEAN adalah kerja sama
Uni Eropa dengan negara-negara kawasan Asia Tenggara. Menurut McAllister,
inilah momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia, baik
dalam konteks geostrategi maupun perdagangan. ”Kami menyambut baik dan berharap
bisa bekerja sama dengan pemerintahan baru yang terpilih sehingga bisa memastikan
kebijakan yang saling menguntungkan bersama,” ujarnya.
Head of Division South East Asia (SEA) The European External
Action Service (EEAS) EU Leila-Fernandez Stembridge mengatakan, Indonesia dan UE
punya kesamaan visi untuk berkomitmen mengurangi emisi karbon. Untuk itu UE
berpartisipasi dalam pendanaan program Just Energy Transition Partnership (JETP)
di Indonesia. Menurut dia, kerja sama ekonomi Indonesia dengan UE masih
memiliki ruang pengembangan yang sangat luas. Indonesia hanya menduduki
peringkat kelima mitra perdagangan UE di Asia Tenggara, juga peringkat kelima negara
tujuan investasi UE di AsiaTenggara. Posisi ini dinilai masih terlalu kecil dan
masih bisa ditingkatkan mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah
penduduk terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)
Indonesia Australia Perkuat Kerja Sama Strategi
Meningkatkan Kreadibilitas Ekonomi Indonesia di Mata Dunia
Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-13: Deal on Arrival?
Format Kerja Sama Investasi Asing di IKN Disiapkan
Pemerintah menyiapkan mekanisme kerja sama untuk investor
asing di Ibu Kota Nusantara atau IKN. Untuk itu, Badan Usaha Otorita (BUO) IKN segera
menyiapkan format kerja sama dengan Indonesia Investment Authority. Dirut BUO
IKN Boyke P Soebroto menyebutkan, tiga sektor disiapkan untuk segera ditawarkan
kepada investor asing. Ketiganya adalah telekomunikasi, transportasi, dan energi.
Investasi besar dan cepat diperlukan untuk ketiga bidang ini. Untuk itu,
Presiden Jokowi meminta Otorita IKN segera berkolaborasi dengan Indonesia
Investment Authority (INA).
”Karena INA sepertinya sangat dipercaya oleh investor asing.
Ini dalam rangka untuk menarik investor asing setelah investor dalam negeri (sudah
masuk IKN),” tutur Boyke seusai rapat tertutup yang dipimpin Presiden Jokowi, Senin
(5/2). Boyke menambahkan, mekanisme kerja sama, terutama untuk kerja sama antar
perusaha an (business to business) dengan investor asing dan kerja sama dengan
Otorita IKN, akan dibicarakan bersama INA. Format kerja sama yang disepakati
akan menjadi platform ke depan. Selanjutnya, hal itu bisa digunakan saat
berhadapan dengan investor asing yang siap masuk IKN. (Yoga)
World Water Forum Pacu Peluang Investasi Infrastruktur Air
Arab Saudi Minati Akuisisi 20% Saham Bank Syariah Indonesia
Indonesia Perluas Akses Perdagangan ke Jepang
PEMANFAATAN HIDROGEN & AMONIA : Kolaborasi Tepco-Pertamina di Tanah Celebes
PT Pertamina Power Indonesia menjalin kolaborasi dengan Tokyo Electric Power Company Holdings, Incorporated (Tepco HD) guna memanfaatkan potensi hidrogen dan amonia di hijau pada aset minyak dan gas bumi (migas) di Sulawesi.Kedua pihak melakukan penandatanganan perjanjian pengembangan bersama di Tokyo, Jumat (15/12). CEO Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro mengungkapkan bahwa pihaknya memandang hidrogen rendah karbon sebagai komponen penting dalam bisnis di masa depan.
Rencananya, Pertamina Power Indonesia, Tepco HD, dan Yamanishi Hydrogen Company Inc. bakal membangun fasilitas produksi hidrogen yang berdekatan dengan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) Lahendong milik PT Pertamina Geo thermal Energy Tbk. yang berlokasi di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.Pertamina Power Indonesia dan tepco HD akan bekerja sama untuk memperluas dan mengkomersilkan lebih lanjut mengenai temuan-temuan dari kolaborasi bersama mereka sesuai dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang diumumkan pada 3 Maret 2023.
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









