Investasi Asing
( 264 )Kembalikan Peran Penting Ekonomi Batam
Presiden ketiga BJ Habibie meminta Batam dikembalikan sebagai ujung tombak pembangunan. Penerimaan devisa dari kawasan tersebut perlu ditingkatkan dengan membangun lebih banyak industri penghasil barang ekspor.
Habibie juga hendak memindahkan pusat industri pesawat terbang ke Batam. Infrastruktur dan zona perdagangan bebas di sana dinilai bersahabat bagi investor asing yang akan masuk dan memasok 60% komponen pesawat.
Peneliti pada Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa Batam belum memberikan sumbangan signifikan bagi penerimaan devisa negara.
Perusahaan Asal Oman Tambah Investasi
Overseas Oil & Gas LLC (OOG), Perusahaan asal Oman menambah investasi di Indonesia dengan membangun fasilitas pendukung kilang minyak. Investasi senilai 3 miliar dollar AS ini dilakukan bersama 2 mitra lokal yakni PT Sanurhasta Mitra Tbk dan PT Meta Epsi Tbk.
Kesepakatan kerjasama sudah dilakukan tinggal menyiapkan persyaratan untuk studi kelayakan di perbankan oleh OOG. Menurut Chairman OOG Khalfan Al Riyami, pihaknya tertarik berinvestasi di Indonesia karena pasar yang besar. Hasil kilang minyak ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta diekspor ke Australia dan Papua Nugini.
Ekonomi Indonesia Belum Terbuka Dibandingkan ASEAN
Gejolak nilai tukar dan defisit neraca dagang disebabkan karena perekonomian Indonesia belum sepenuhnya terbuka. Pandangan itu terungkap dalam diskusi Economics Outlook for Southeast Asia, China and India 2019, Kamis (11/04). Keterbukaan ekonomi Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Malaysia yang rasionya mencapai 136%, Thailand 123%, dan Vietnam 200%.
Untuk meningkatkan keterbukaan ekonomi, Indonesia perlu meningkatkan investasi asing langsung (foreign direct investment). Sebab, semakin kecil arus modal atau investasi yang masuk, perputaran makin kecil dan pasar menjadi tipis. Selain itu, perlu upaya menahan portofolio kelua, salah satunya dengan insentif reverse tobin tax. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang meningkatkan daya saing, antara lain simplifikasi ekspor, percepatan perizinan melalui Online Single Submission (OSS), pembangunan infrastruktur, hingga pemberian tax holiday bagi industri pionir dan substitusi impor.
Xiaomi Produksi 10 Juta Smartphone di Indonesia
Xiaomi, produsen ponsel pintar yang berbasis di Tiongkok, mengumumkan telah memperoduksi 10 juta smartphone di Indonesia melalui kerja sama dengan PT Sat Nusapersada di Batam. Pencapaian tersebut diraih sejak ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 30% berlaku untuk ponsel berteknologi 4G yang dipasarkan di Tanah Air sejak Februari 2017 hingga sekarang. Xiaomi sendiri menguasai pangsa pasar smartphone di Indonesia sebesar 20,5%.
Penegasan Fitch Bisa Tarik Modal Asing Masuk
Hambat Repatriasi Profit untuk Memperkecil CAD
Halodoc Raih Pendanaan US$65 Juta
Swis Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi
<font color="orange">Level Baru Kemitraan</font>, Investasi Korea Selatan Dipacu
Investasi Unicorn Untungkan Indonesia
Pilihan Editor
-
Melawan Hantu Inflasi
10 Mar 2022 -
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022






