;
Tags

Investasi lainnya

( 1334 )

LAPORAN DARI JEPANG : Indonesia Buru Investasi Baru JBIC

HR1 26 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Indonesia menawarkan peluang investasi di sejumlah sektor baru, utamanya pangan, pupuk dan kesehatan, kepada Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Melalui investasi di sejumlah sektor baru tersebut, pemerintah mengincar peningkatan investasi dari lembaga keuangan publik Jepang itu, sehingga posisi Indonesia dapat mengungguli Thailand dan Vietnam. Tawaran itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Gubernur JBIC Nobumitsu Hayashi di Tokyo, Senin (25/7). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Kendati dari sisi nilai terus mengalami peningkatan, posisi Indonesia sebagai negara tujuan investasi oleh Jepang sejauh ini masih berada di bawah peringkat Thailand dan Vietnam. Padahal, dari sisi ukuran ekonomi dan populasi, posisi Indonesia di atas kedua negara tersebut. Adapun, investasi Jepang sepanjang semester I/2022 mencapai US$1,74 miliar yang terdiri atas 2.821 proyek. Peningkatan investasi dari JBIC, menurut Airlangga, menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menggeser posisi Thailand dan Vietnam. JBIC sendiri memiliki spesialisasi pembiayaan di beberapa sektor, salah satunya energi.

MERAMU CUAN REKSA DANA

HR1 26 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Pengetatan kebijakan moneter yang terus dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, membuat pasar surat utang di sejumlah negara tertekan, tak terkecuali Indonesia. Kendati demikian, bagi investor ritel, tekanan di pasar surat utang tak melulu membawa kabar buruk, lantaran ada sejumlah instrumen investasi yang masih menarik untuk dipertimbangkan, salah satunya reksa dana. Jika dicermati, cerminan pasar uang dalam negeri yang gamang terlihat pada pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun. Berdasarkan data World Government Bonds, Selasa (25/7), imbal hasil instrumen buatan pemerintah itu mencapai 7,55% atau melandai dibandingkan dengan kondisi jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia pekan lalu yakni 7,6%. Perihal data tersebut, Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan bahwa koreksi jangka pendek di pasar surat utang Tanah Air memang tak bisa dihindari. Sebab, dana asing keluar dari pasar untuk mencari aset yang lebih aman. Jika dibandingkan, katanya, selisih imbal hasil SUN dengan US Treasury makin dekat kala imbal hasil SUN menanjak. Namun, Wawan menilai investor reksa dana khususnya dari kalangan ritel bisa memanfaatkan momentum tersebut dengan membeli reksa dana pendapatan tetap beraset dasar obligasi negara bertenor minimal 3 tahun.

Dia menjelaskan secara tahun berjalan, indeks reksa dana berbasis obligasi pemerintah memang tertekan. Namun, dia optimistis kinerja bakal membaik menjelang akhir tahun. Adapun, untuk investor yang memiliki profil risiko moderat, dapat memilih produk lain seperti reksa dana pendapatan tetap dengan obligasi korporasi sebagai aset dasar. Pilihan lain yang bisa dicermati yakni reksa dana campuran yang menggunakan saham dan obligasi sebagai aset dasar. Kala pasar surat utang bergejolak, kinerja bisa diimbangi dengan cuan di pasar saham atau sebaliknya. Terakhir, pilihan bisa tertuju pada reksa dana pasar uang karena berisiko rendah dari aset dasarnya berupa deposito dan obligasi korporasi yang menawarkan cuan menarik.

Boy Thohir Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok

KT1 25 Jul 2022 Investor Daily (H)

Setelah mencapai US$ 100 miliar tahun 2021, kerja sama perdagangan Indonesia-Tiongkok akan terus ditingkatkan. Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) akan berkolaborasi dengan pemerintah  untuk memperkuat kerja sama  di bidang investasi selain perdagangan. Sebagai tujuan eskpor utama dan investor terbesar  di Indonesia, hubungan ekonomi Indoensia-Tiongkok akan terus diperkuat agar memberikan manfaat besar kepada kedua negara. "Bukan hanya itu saja, Kadin Indonesia Komite Tiongkok juga akan memperkuat dan mempererat people to people diplomacy antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Tiongkok," kata Ketua KIKT Garibaldi Thohir yang akrab dipanggil Boy. Ia mengatakan, nilai total perdagangan Indonesia dengan Tiongkok pada tahun 2021 mencapai  lebih dari US$ 100 miliar (Rp 1.500 triliun), meningkat 40% dari 2020. Nilai tersebut diprediksi terus meningkat. Sebab pada periode Januari hingga Mei 2022, total prdagangan Indonesia-Tiongkok  sudah mencapai hampir US$ 50 miliar, atau naik 27,5% dibandingkan periode yang sama pada 2021. (Yetede)

Semester I,Investasi Sektor Industri Manufactur Naik 38%

KT1 25 Jul 2022 Investor Daily (H)

Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi penanaman modal sektor industri manufaktur selama semester I-2022 mencapai Rp 230,8 triliun, Naik 38% secara tahunan (year on year/yoy). Investasi di sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 39,5% dari total nilai investasi di enam bulan pertama tahun ini yang sebesar Rp584,6 triliun. "Sektor industri manufaktur  nilai investasinya naik dari Rp 167,1 triliun pada semester I-2022 atau naik double digit sebesar 38%," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/7). Agus menegaskan, pemerintah bertekad untuk konsisten meningkatkan iklim usaha dan investasi yang kondusif. Melalui upaya pengendalian pandemi Covid-19 yang maksimal, capaian realisasi investasi akan terus meningkat. (Yetede)

Tidak Perlu ”FOMO” dalam Berinvestasi

KT3 23 Jul 2022 Kompas

Fear of missing out atau FOMO biasanya dikaitkan dengan kecenderungan orang untuk tidak mau ketinggalan suatu tren karena banyak orang yang melakukannya. Apalagi di media sosial, banyak hal viral yang membuat orang FOMO, termasuk investasi. Selain itu, muncul fenomena pemengaruh (influencer) atau selebgram mempromosikan suatu produk investasi dengan iming-iming imbal hasil tinggi dan risiko rendah. Banyak masyarakat yang terpikat, tanpa pikir panjang dan mengecek legalitas dan logis, langsung menaruh uang pada produk tersebut.

Sekarang jenis investasi makin beragam dan semakin mudah dilakukan, semua transaksi bisa dilakukan secara daring melalui ponsel. Investasi di aset kripto, misalnya, cukup booming di kalangan anak muda dengan untung yang dinilai menggiurkan. Cryptocurrency merupakan mata uang digital yang ada dan digunakan di dunia maya. Namun fluktuasinya sangat tinggi yang artinya berbanding lurus dengan risikonya. OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan aset kripto, tetapi oleh Bappebti. Fenomena lain yang ramai adalah binary option, yaitu menebak di antara dua pilihan harga emas, saham, atau forex. Dengan kata lain, tidak ada underlying barang yang diperdagangkan mengingat sifatnya hanya untung-untungan dalam menebak harga suatu komoditas sehingga mirip judi. OJK juga menyatakan tak pernah mengeluarkan izin untuk binary option.

Satgas Waspada Investasi yang merupakan kumpulan berbagai otoritas di Indonesia secara periodik mengumumkan produk investasi ilegal serta memblokir situsnya. Walau tak tertutup kemungkinan munculnya modus investasi dengan iming imingi imbal hasil yang besar lainnya. Agar tidak FOMO, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi. Pertama, pahami tujuan investasi. Kedua, informasi dari sumber yang terpercaya. Ketiga, pahami kondisi keuangan pribadi. Gunakan ”uang dingin” atau bukan uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, apalagi uang pinjaman. Investasi bukanlah kompetisi tentang siapa yang dapat meraih imbal hasil paling tinggi. Investasi sejatinya lebih pada berkompetisi dengan diri sendiri agar dapat meraih tujuan finansial melalui berbagai instrumen keuangan dan investasi. (Yoga)


Investasi Dominan ke Luar Jawa

KT3 21 Jul 2022 Kompas

Realisasi investasi semester I-2022 lebih banyak di luar Jawa, yakni 52,3 % atau Rp 305,8 triliun. Pengusaha menilai, kinerja pemerintah yang konsisten memperbaiki iklim investasi memengaruhi capaian realisasi investasi di Indonesia. Konsistensi kebijakan, termasuk program hilirisasi komoditas tambang, harus dipertahankan. ”Selama delapan triwulan berturut-turut, porsi realisasi investasi luar Jawa konsisten lebih dominan dibandingkan dengan di Jawa. Ini hal positif karena bisa lekas mewujudkan keadilan pembangunan Jawa- luar Jawa. Kalau Sulteng dan Maluku Utara menjadi lokasi realisasi investasi yang besar, itu karena ada proyek hilirisasi industri tambang,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (20/7), di Jakarta.

Secara spesifik, sepanjang April-Juni atau triwulan-II 2022, total realisasi investasi Rp 302,2 triliun, meningkat 7,0 % dibanding periode sebelumnya. Pada triwulan II-2022, realisasi investasi di luar Jawa Rp  157,1 triliun atau 52 % total investasi, meningkat 38 % dari periode yang sama di 2021. Lokasi realisasi investasi Sulteng  dan Riau berkontribusi besar. Dari sektor industri, realisasi investasi semester I-2022 didominasi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya (Rp 87,9 triliun), diikuti pertambangan (Rp 68,2 triliun). (Yoga)


Rapor Hijau Investasi

KT3 21 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kementrian Investasi / BKPM masih harus mengejar target investasi Rp 615,4 triliun hingga akhir tahun untuk memenuhi target Rp 1.200 triliun yang dicanangkan Presiden Jokowi. Data terakhir Kemeninves / BKPM menunjukkan realisasi penanaman modal semester I-2022 mencapai Rp 584,6 triliun, melonjak 32 % pencapaian periode yang sama tahun lalu. Menteri Investasi / Kepala BKPM Bahlil lahadalia (20/7) mengatakan realisasi investasi yang moncer pada kuartal II-2022 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi akan menembus 5 %, melampaui kuartal I-2022. (Yoga)


PIALANG BERJANGKA : Octa Investama Terus Pacu Layanan dan Literasi Keuangan

HR1 19 Jul 2022 Bisnis Indonesia (H)

PT Octa Investama Berjangka akan terus mengembangkan dan memperluas jangkauan layanan dan edukasi keuangan, khususnya terkait perdagangan komoditi dan investasi.Rizky Arizona, Direktur Utama Octa Investama Berjangka, menjelaskan pihaknya mencatatkan perkembangan positif sejak berdiri pada 2020. Saat itu, Octa Investama Berjangka merupakan perusahaan ke-50 dalam peringkat daftar pialang berjangka berlisensi di Indonesia. Namun per Juni 2022, penyedia layanan pialang berjangka yang berbasis di Indonesia dengan izin No.54/BAPPEBTI/SI/05/2013 ini berhasil naik ke peringkat ke-3 Komitmen itu juga diwujudkan dalam program di bidang pendidikan dan tanggung jawab sosial, seperti membangun akses ke sarana pendidikan di Bogor pada Juni 2020 dan bersama men danai pembangunan perpustakaan sekolah pada Juli 2021 dengan menggandeng Yayasan Hati Bahagia.Tak hanya itu, jelasnya, Octa Investama Berjangka juga berge rak dalam peningkatan pendidikan di bidang keahliannya, yaitu dunia investasi dan trading. Bersama dengan pakar keuangan, kata Rizky, Octa Investama Berjangka membangun portofolio informasi bermanfaat yang luas dan ditujukan bagi siapa saja yang tertarik dengan dunia investasi.

Dorong Investasi Berkualitas

KT3 18 Jul 2022 Kompas (H)

Kondisi perekonomian global yang sedang tidak menentu dan tingginya inflasi di tingkat produsen membawa tantangan berat bagi iklim berusaha di Indonesia. Investasi yang lebih berkualitas dan memberdayakan UMKM dibutuhkan untuk menjawab tantangan serta mengatasi ekses kesenjangan sosial yang kian tajam. Kajian Litbang Kompas menunjukkan, kondisi perekonomian global yang rapuh saat ini mulai membebani dunia usaha, terlihat dari tren kenaikan inflasi di Indonesia yang lebih signifikan terjadi di sisi produsen. Per triwulan I-2022, inflasi produsen secara tahunan mencapai 9,06 %, sementara inflasi konsumen 2,64 %. Kondisi itu menunjukkan beban kenaikan harga akibat melejitnya biaya input bahan baku masih lebih banyak ditanggung oleh produsen demi menekan inflasi di tingkat konsumen dan menjaga daya beli masyarakat.

Beban di tingkat produsen tergambar dalam tren Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang terus menurun. Terakhir, per Juni 2022, PMI Manufaktur Indonesia berada di level 50,2, melambat dibandingkan bulan sebelumnya dan makin mendekati arah zona kontraksi meski secara teknis masih di zona ekspansi. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam Forum Afternoon Tea Kompas Collaboration Forum (KCF), Jumat (15/7) mengatakan, pemerintah optimistis dengan realisasi investasi yang sejauh ini sesuai target. Namun, ia mengakui, kondisi perekonomian global sedang tak baik-baik saja dan ke depan sektor riil akan merasakan pukulan berat. Bahlil pun berharap pihak swasta dapat mengajukan solusi konkret untuk ditindak lanjuti oleh pemerintah. (Yoga)


Mewaspadai Klaim ESG

HR1 15 Jul 2022 Bisnis Indonesia

Investasi dengan tema ESG (enviromental, social and governance) saat ini marak di­ta­war­kan oleh be­ra­gam pihak. Dari sisi permintaan, minat ter­ha­dap investasi ESG juga me­­ning­kat salah satunya aki­bat ke­inginan investor un­tuk ber­kon­tribusi dalam men­cegah ke­ru­sak­an lingkungan. Peningkatan minat terhadap investasi ESG mendorong kondisi terjadinya aliran dana ke sektor hijau. Kondisi tersebut sejalan dengan isi salah satu pasal Perjanjian Paris 2015 pasal 2 (c) yang menginginkan adanya peningkatan aliran modal ke sektor hijau. Dari sisi risiko, peningkatan aliran modal ke investasi ESG disebabkan oleh potensi terjadinya stranded asset pada industri energi fosil saat perekonomian mengalami proses transisi untuk mengalihkan ketergantungan dari energi fosil menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Praktik greenwashing me­ru­pa­kan skandal yang me­ma­n­faatkan minat investor un­tuk berkontribusi positif terhadap lingkungan. Mi­sal­nya, pada Mei 2022 DWS (yang merupakan unit usaha da­ri Deutsche Bank) diperik­sa oleh otoritas keuangan Jer­man akibat praktik greenwashing, di mana adanya du­ga­an klaim palsu DWS terkait dengan pengelo­laan dana meng­gunakan kriteria ESG. 

Pada kasus lain di Amerika pada bulan yang sama, sebuah unit dari Bank of New York Mellon (BNYM) terkena den­da dari otoritas keuangan Amerika akibat praktik green­washing pada reksa dana ESG yang dikelola oleh unit BNYM. Tema ESG merupakan isu yang kompleks dan tergolong sebagai isu yang relatif baru. Kebaruan isu ESG menyebabkan tidak adanya standardisasi terkait klaim ESG. Kondisi ini mendorong terjadinya keragaman sudut pandang terkait klaim ESG. Namun, keragaman tersebut tidak menjadi pembenaran terjadinya praktik greenwashing karena merupakan suatu bentuk kejahatan dengan cara membuat klaim palsu di seputar lingkungan. Greenwashing merupakan masalah besar yang membuat investor dan konsumen merasa telah berkontribusi untuk menjaga lingkungan, tetapi kenyataannya sama sekali ti­dak.