Investasi lainnya
( 1334 )INSTRUMEN INVESTASI : PILAH-PILAH REKSA DANA BARU
Sejumlah produk reksa dana masuk ke pasar sepanjang Juli hingga September kendati kinerja aset dasar fluktuatif pada periode tersebut.
Pada periode Juli hingga September 2022, aset dasar reksa dana, yakni saham dan surat utang terpengaruh oleh indikator ekonomi. Sebagai contoh, kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve, yakni sebesar 75 basis poin (bps) mulai Juli hingga September. Di sisi lain, Bank Indonesia mulai menaikkan suku bunga acuan pada Agustus sebesar 25 bps dan 50 bps pada September. Pasar saham pun sempat memecahkan rekor tertinggi, kendati pasar surat utang belum mampu menaikkan harga surat utang. Terlepas dari itu, ternyata pasar reksa dana masih ramai dengan instrumen baru. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, terdapat 43 produk yang didaftarkan pada periode tersebut. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 2.180 produk yang beredar hingga pekan kedua September dengan reksa dana seperti terproteksi dan pasar uang mendominasi. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, aksi manajer investasi menambah produk cenderung agresif untuk merambah pasar baru atau menerapkan strategi baru.
Terlebih, untuk instrumen seperti reksa dana pasar uang dan terproteksi yang mendominasi pasar dari sisi jumlah produk cocok dengan karakter produk bagi investor pemula. Untuk reksa dana terproteksi, penerbitannya ramai sejalan dengan aksi penggalangan dana korporasi melalui surat utang.
KAWASAN INDUSTRI : ASIA LIRIK KARIANGAU
Investor asal Malaysia dan Korea Selatan menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya di Kawasan Industri Kariangau, Kota Balikpapan. Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan Elok Selvia mengungkapkan untuk investor asal Malaysia bakal membangun pabrik roti di kawasan tersebut. “Perusahaan Malaysia akan bangun pabrik roti namanya Gardenia. Selain itu, ada dari Korea Selatan yang banyak difasilitasi DPMPTSP Provinsi serta Uni Eropa yang difasilitasi dari BKPM,” katanya, Selasa (27/9). Dia juga telah mempersilahkan para investor asing lainnya untuk berinvestasi di kawasan industri yang dikelola lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Balikpapan, yaitu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung Sukses. Elok menjelaskan saat ini Kota Balikpapan memiliki Kawasan Peruntukan Industri Kariangau (KPIK) seluas 2.500 hektare, dimana di dalamnya ada Kawasan Industri Kariangau (KIK) seluas 124 hektare.
BERBURU ASET KEBAL VOLATILITAS
Volatilitas pasar modal yang meninggi belakangan ini membuka peluang bagi investor untuk mengulik portofolio investasinya agar tak tekor. Instrumen investasi berisiko rendah, macam obligasi negara ritel, reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap pun dinilai layak masuk keranjang portofolio kala pasar digoyang aneka sentimen negatif seperti kenaikan suku bunga acuan, risiko resesi negara-negara maju, koreksi harga komoditas, hingga pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS. Apalagi, pilihan obligasi ritel kini lebih menarik. Terbaru, mulai 26 September hingga 20 Oktober 2022, pemerintah memasarkan Obligasi Negara Ritel seri ORI022. ORI022 menawarkan tingkat kupon tetap sebesar 5,95% per tahun dan dibayarkan pada tanggal 15 setiap bulannya. Kupon ORI022 memiliki spread 170 basis poin di atas 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) yang saat ini bertengger di level 4,25%. Seperti ORI seri sebelumnya, ORI022 memiliki tenor 3 tahun dan dapat dipindah bukukan atau diperdagangkan setelah holding period berakhir pada 15 Desember 2022. Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pelemahan pasar saham Indonesia didorong oleh aksi profit taking oleh para investor. Menurutnya, saat ini pergerakan IHSG sudah cukup tinggi dan bahkan telah mencetak rekor all time high baru di level 7.318,01 pada Selasa (13/9). Namun, dia menilai kenaikan IHSG masih mungkin terjadi hingga akhir tahun ini. Hal tersebut salah satunya ditopang oleh tren pemulihan ekonomi Indonesia yang akan berimbas positif pada laporan keuangan perusahaan pada kuartal III/2022.
BKF Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diatas 5,4%
JAKARTA, ID – Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di atas kuartal II yang sebesar 5,44%. Itu artinya, dampak kenaikan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% dan harga bahan bakar minyak (BBM) belum berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi kuartal III. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Abdurohman menjelas kan, berbagai indikator ekonomi hingga Agustus 2022 menunjukkan penguatan. Contohnya, indeks manajer pembelian (purchasing managers index/PMI) masih dalam zona ekspansif dengan tren meningkat. PMI adalah indikator kinerja manufaktur suatu negara. Konsumsi masyarakat, kata dia, juga masih kuat, terlihat pada indeks belanja yang dirilis Bank Mandiri, indeks penjualan ritel, dan konsumsi listrik sektor bisnis serta industri. Secara historis, dia menilai, kondisi 2022 mirip tahun 2011. Kala itu, ekonomi Indonesia juga terkerek booming harga komoditas global dalam jangka lama. Keadaan ini biasa disebut commodity supercycle. "Saat itu, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) rata-rata berada di level 6,5%, dengan suku bunga kredit berkisar 12%. Namun, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 5,1%, investasi tumbuh 8,9%, dan ekonomi tumbuh 6,2%," tegas dia kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (Yetede)
MEMACU EFEKTIVITAS IZIN INVESTASI
Rupa-rupa persoalan investasi di Indonesia. Salah satu tantangan yang kini dihadapi dalam pengembangan ekosistem penanaman modal adalah perihal Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI yang belum sepenuhnya sinkron dengan sistem perizinan berbasis risiko. Akibatnya, pemrosesan perizinan yang diajukan investor menjadi tak efektif lantaran tidak memiliki rujukan di dalam sistem online tersebut. KBLI adalah pengklasifikasian aktivitas atau kegiatan ekonomi yang menghasilkan output, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan usaha. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, ada sebanyak 353 KBLI yang belum terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) Risk Based Approach (RBA) alias perizinan berbasis risiko. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani, mengatakan dengan minimnya KBLI dalam OSS akan menghambat perizinan suatu usaha. Kondisi itu kemudian berimplikasi pada lahirnya kerugian bisnis akibat usaha yang dibangun tidak mampu beroperasi dengan cepat. “Dari sistemnya tidak mencatat itu kan otomatis merepotkan. Kalau tidak ada KBLI, atau tidak sinkron dalam aturan turunannya, itu mengandung konsekuensi, terlambat,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/9).
PENINGKATAN AKTIVITAS KONSTRUKSI : Produksi Alat Berat Masih Stabil
Amaluddin, Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), mengatakan bahwa produksi alat berat untuk kebutuhan sektor konstruksi tahun ini akan stabil lantaran investasinya sudah dimulai sejak 2020. Apalagi, usia penggunaan alat berat untuk sektor konstruksi relatif lebih panjang dibandingkan dengan sektor pertambangan. “Sektor konstruksi pergantian alatnya cukup panjang, tidak seperti mining. Investasi alat untuk konstruksi sudah dimulai dari sebelum-sebelumnya,” kata Jamaludin kepada Bisnis, Senin (19/9). Mengutip data Hinabi, porsi alat berat untuk sektor konstruksi sebesar 20% dari total produksi secara keseluruhan. Selanjutnya, untuk sektor pertambangan 40%, forestry 25%, dan agro 15%. Hinabi juga mencatat kapasitas produksi alat berat di Indonesia sekitar 10.000 unit tahun ini. Naik 40% dibandingkan dengan kapasitas produksi tahun sebelumnya yang mencapai 6.000 unit. Stabilnya produksi alat berat untuk keperluan konstruksi sejalan dengan optimisme penjualan emiten yang bergerak di sektor tersebut.
Terbitkan SBSN Tax Amnesty dengan Yield Hingga 7,1%
Pemerintah kembali menerbitkan transaksi private placement Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk dalam rangka penempatan dana atas Program Pengungkapan Sukarela alias program Tax Amnesty Jilid II untuk Wajib Pajak. Melansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pelaksanaan private placement SBSN untuk program Tax Amnesty Jilid II ini akan dilaksanakan pada 22 September 2022, dan tanggal setelmen pada 27 September 2022. Adapun seri SBSN yang akan ditawarkan yakni, Sri PBS035 (reopening) dengan mata uang rupiah yang akan jatuh tempo pada 15 Maret 2042 atau dalam jangka 20 tahun. Kemudian, jenis kupon dalam seri ini adalah Fixed Rate (Kupon Tetap), dengan pembayaran kupon semi annual, dan range yield sebesar 6,96% sampai dengan 7,10%
Berburu Cuan Surat Utang
Koreksi pasar surat utang yang tengah terjadi membuat investor institusi bersiasat guna tetap meraup cuan. Salah satu caranya dengan mengoleksi Surat Utang Negara (SUN) seri acuan tahun depan, SUN FR0096. SUN merupakan salah satu instrumen surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah sebagai sumber pendanaan negara. Selain SUN, ada pula sukuk dan global bond yang diterbitkan pemerintah. Total penerbitan SBN sejak awal tahun ini hingga 25 Agustus 2022 telah mencapai Rp590,06 triliun. Selain seri FR (fixed rate), pemerintah juga menerbitkan seri SPN (surat perbendaharaan negara) yang merupakan instrumen dengan tenor kurang dari satu tahun. Adapun, seri FR memiliki tenor lebih panjang. SUN seri acuan menjadi pilihan investor lantaran tergolong likuid. Harga dan yield SUN seri tersebut menjadi acuan dalam perdagangan surat utang. Vice President Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan seri acuan dengan tenor 10 tahun selalu menjadi sasaran investor. Alasannya, seri ini menjadi yang paling likuid dan menjadi pembanding seri acuan negara lain. Dengan demikian, pasar saat ini tak hanya memperebutkan Seri FR0091 yang menjadi seri acuan tahun ini, melainkan seri acuan tahun depan yakni FR0096. SUN seri FR0091 sudah dilelang sebanyak 18 kali sepanjang tahun ini.
CGS-CIMB Sekuritas Rilis Platform Syariah
Sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia, bisnis berbasis syariah masih menarik minat kalangan pebisnis. Tak terkecuali bagi para perusahaan sekuritas di Tanah Air.
Terbaru, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia melirik potensi pesatnya pertumbuhan investor syariah dengan meluncurkan platform online trading bernama iTrade Syariah, Selasa (23/8).
Sebelum rilis di Indonesia, layanan trading saham syariah CGS-CIMB Grup telah hadir lebih dulu di Malaysia dan Singapura. Di Indonesia, CGS-CIMB iTrade Syariah sudah dapat sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Presiden Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah optimistis, lewat platform iTrade, jumlah investor saham syariah di negeri ini bisa terus tumbuh. "Kami optimis bisa meningkatkan jumlah investor syariah di masa mendatang," kata Lim.
JELAJAH INVESTASI JAWA BARAT 2022 : REALISASI ANGGARAN PUSAT DINANTI
Komitmen anggaran Pemerintah Pusat untuk membangun Kawasan Jawa Barat bagian Selatan dan Kawasan Rebana di Utara dinilai akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dua kawasan tersebut.
Komitmen penganggaran dari Pusat tersebut merupakan turunan dari lahirnya Peraturan Presiden No. 87/2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Jawa Barat bagian Selatan. Dalam Perpres tersebut sedikitnya ada 170 rencana kegiatan dan proyek senilai Rp300 triliun. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan lahirnya Perpres No. 87/2021 seiring dengan visi agar terjadi kesetaraan ekonomi di wilayah Jabar Selatan dan lompatan ekonomi di 13 kawasan baru yang ada di Rebana. Visi itu terwujud seiring adanya realisasi anggaran dari APBN. “Sekarang kami menunggu realisasi dari kementerian-kementerian yang ditugaskan oleh Perpres tersebut karena nilainya tidak sedikit di atas Rp300 triliun,” katanya usai melepas Tim Jelajah Investasi Jawa Barat Bisnis Indonesia di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (23/8).
Namun, bangkitan ekonomi dua Kawasan itu juga diyakini akan menjadi penolong bagi perekonomian Indonesia. Terlebih Jawa Barat, menurut Kamil, selama ini selalu menjadi penopang ekonomi nasional lewat sokongan ekspor dan investasi.
Realisasi komitmen anggaran Pemerintah Pusat tersebut menurutnya ibarat memberikan beasiswa pada siswa berprestasi. Jawa Barat dalam 5 tahun terakhir sudah membuktikan prestasi di bidang ekspor dan investasi untuk perekonomian nasional.
Pilihan Editor
-
Tingkat Keterisian Penginapan Murah Melejit
20 Jan 2020 -
Jiwasraya Diduga Lalai Kembangkan Bisnis
20 Jan 2020 -
Model Bisnis Usaha Rintisan Bakal Berubah
20 Jan 2020 -
Momentum Reformasi Industri Asuransi
20 Jan 2020









