Investasi lainnya
( 1326 )Emiten Emas Terus Menggeliat
Emiten emas terus bergeliat memperkuat bisnis aset lindungi
nilai (safe haven) tersebut dengan menggenjot produksi dan melipatgandakan nilai tambah dari segmen emas
perhiasan. Daya tarik aset defensif itu dinilai masih akan cukup tinggi apalagi
di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal AS dan memanasnya eskalasi geopolitik
Israel dan Iran seperti sekarang. Di pasar spot, harga emas terakhir kali dilihat
mengalami depresiasi sebesar US$ 18,60 (0,56%) ke level US$ 3.296 per troy
ounce. Pelemahan tersebut menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah emas reli
berkali-kali dan sekarang mulai mengarah pada tren konsolidasi. Namun begitu,
potensi emas untuk bullish tetap terbuka
lebar paling tidak dalam jangka pendek bilaman misalnya pelemahan dolar
AS berlanjut dan tensi global tak kunjung mereda. Sementara dalam jangka
panjang, paradigma emas sebagai pilihan intrusmen investasi yang dipandang
stabil belum tergantikan. Trading economics memproyeksikan, harga emas akan
mampu kembali ke level US$ 3.390 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan. Atau
dengan kata lain, mendekati harga historis emas yang sempat menyentuh level US$
3.340 per troy ounce pada April lalu. (Yetede)
Ekonomi Investasi Global
Di tengah kondisi ekonomi dunia yang terus bergejolak, usaha
ultra mikro dan kecil, menjadi sektor yang berpeluang besar untuk menampung masuknya investasi dari
global. Hal ini mengingat sektor ekonomi akar rumput (grassroots), sudah
terbukti lebih resilent dan menyimpan potensi pertumbuhan besar. Ketertarikan
investasi global untuk masuk ke segmen ini juga terus meningkat. Salah satunya
terlihat permodalan yang diberikan sejumlah institusi keuangan global kepada
Amartha, perusahaan teknologi keuangan yang memfokuskan bisnisnya pada
pembiayaan di segmen grassroots. “Amartha memiliki investor dari berbagai
institusi, baik lokal maupun asing. Di antaranya Swedia Soverigne Fund,
Finlandia Sovereigne Fund, dan Belgian Sovereign Fund telah menyuntikkan
investasinya ke Amartha,” kata Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda
Putra. Taufan mengatakan, pembiayaan di sektor akar rumput memiliki potensi
besar untuk bertumbuh, dengan tingkat risiko yang relatif dapat dikendalikan.
Terbukti, hingga saat ini, Amartha telah
menyalurkan pembiayaan hingga lebih dari Rp35 triliun kepada 3,3 juta
UMKM, dengan rasio pinjaman bermasalah di angka 3%. (Yetede)
Menanti Gebrakan BUMN di Bursa
Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antar-BUMN dan memperjelas arah koordinasi korporasi negara untuk menopang ketahanan ekonomi nasional. Managing Director Danantara, Djamal Attamimi, menekankan bahwa strategi Danantara fokus pada konsolidasi, IPO, dan kemitraan strategis untuk menciptakan BUMN yang mampu bersaing secara global serta tetap menjaga peran layanan publik.
Direktur Utama Grup PTPN, Mohammad Abdul Ghani, menyambut positif kehadiran Danantara karena kini tugas korporasi dan penugasan publik tidak lagi tumpang tindih. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah tepat dari Presiden Prabowo Subianto.
Senior Executive Vice President BRI, Muhammad Candra Utama, juga menegaskan keberhasilan sinergi Holding Ultramikro antara BRI, Pegadaian, dan PMN dalam menjangkau lebih banyak nasabah dan mendorong pertumbuhan bisnis.
Meski demikian, Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, mengingatkan bahwa Danantara menghadapi pekerjaan rumah berat, termasuk beban utang BUMN, penugasan yang membebani, lambatnya restrukturisasi, hingga potensi fraud. Ia menyoroti tantangan eksternal seperti turunnya harga komoditas dan pengetatan likuiditas yang bisa menghambat proses holding.
Kesuksesan Danantara dalam menyinergikan BUMN sangat krusial untuk menciptakan model bisnis baru yang relevan, menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dan memastikan peran BUMN tetap strategis di masa depan
Duet INA-Danantara: Sinergi Dana dan Proyek Strategis
Pemerintah Serap Lelang SUN lampaui Target
Perlunya Kerja Sama Satgas PHK dan Satgas Investasi
Dibutuhkan Sinkronisasi Pusat dan Daerah
IHSG Berpotensi Menguat
Trump Angkut Komitmen Investasi Ratusan dari UEA
Dinar dan Dirham Menguat di Tengah Ketidakpastian
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









